05/05/2026
Harapan di Balik Seragam dan Buku, Rumah Zakat Salurkan Kado Yatim Dhuafa untuk Santri di Malang
Kabupaten Malang, 23 April 2026 - Di tengah keterbatasan yang harus mereka jalani sejak dini, senyum harapan terpancar dari wajah para siswa dan santri yatim dhuafa di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Pada Kamis (23/4), Rumah Zakat menyalurkan bantuan paket kado yatim dhuafa berupa perlengkapan sekolah untuk mendukung semangat belajar mereka.
Penyaluran dilakukan langsung oleh relawan kepada para penerima manfaat, yang terdiri dari siswa sekolah dan santri dari keluarga dengan kondisi ekonomi rendah. Paket yang diberikan berisi perlengkapan sekolah yang diharapkan dapat membantu kebutuhan belajar sehari-hari.
Bagi anak-anak ini, kehilangan sosok ayah bukan hanya meninggalkan ruang kosong dalam keluarga, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi. Peran ayah sebagai tulang punggung keluarga yang tak tergantikan, membuat mereka harus tumbuh dalam keterbatasan yang tidak mudah.
Melihat kondisi tersebut, Rumah Zakat hadir memberikan dukungan nyata agar mereka tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Bantuan ini bukan sekadar perlengkapan sekolah, tetapi juga simbol perhatian dan kepedulian agar mereka tidak merasa berjalan sendiri dalam meraih cita-cita.
“Anak-anak ini memiliki semangat luar biasa. Kami berharap bantuan sederhana ini dapat meringankan beban mereka dan menjadi penyemangat untuk terus belajar,” ujar salah satu relawan di lokasi kegiatan.
Suasana haru pun terasa saat paket bantuan diterima. Di balik buku dan alat tulis yang sederhana, tersimpan harapan besar agar mereka dapat terus menuntut ilmu dan meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui program ini, Rumah Zakat juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak yatim dhuafa, karena mereka adalah generasi penerus yang membutuhkan dukungan bersama.
Di tangan kecil mereka, buku-buku itu bukan sekadar alat belajar—melainkan jembatan menuju mimpi yang ingin mereka wujudkan, meski langkahnya dimulai dari keterbatasan.