Jesus Love

Jesus Love Cinta Yesus lebih besar dari apapun 🥰

Official:
IG:
YT: www.youtube.com/
(1)

Pemerintah Tajikistan di bawah Presiden Emomali Rahmon terus menerapkan kebijakan ketat terhadap praktik keagamaan Islam...
06/14/2026

Pemerintah Tajikistan di bawah Presiden Emomali Rahmon terus menerapkan kebijakan ketat terhadap praktik keagamaan Islam. Negara yang penduduknya mayoritas Muslim (sekitar 98%) ini melarang penggunaan hijab di tempat umum, sekolah, dan instansi pemerintah karena dianggap sebagai “pakaian asing” yang bertentangan dengan budaya Tajik.

Selain itu, pemerintah juga:

- Melarang atau mendorong pencukuran janggut panjang yang dianggap sebagai simbol ekstremisme.

- Membatasi pemberian nama bayi bertema Arab atau Islam (seperti Muhammad).

- Melarang pernikahan antar sepupu dan mewajibkan tes DNA/genetik sebelum menikah.

- Membatasi aktivitas keagamaan anak di bawah 18 tahun di masjid serta mengawasi ketat kegiatan keagamaan.

Kebijakan ini dilakukan dengan alasan melindungi identitas budaya Persia-Tajik dan mencegah pengaruh radikalisme.

Sumber:
- Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL), 2024
- Euronews, Juni 2024
- Laporan Kementerian Luar Negeri AS (Report on International Religious Freedom)

Sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang Kristen, kebanyakan warga Jepang, menyanyi dan beribadah dengan penuh sem...
06/13/2026

Sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang Kristen, kebanyakan warga Jepang, menyanyi dan beribadah dengan penuh semangat di tempat umum di Jepang sedang menjadi viral di media sosial. Mereka mengenakan kaos putih seragam bertuliskan “Japan for Jesus” dan tampak tidak terganggu oleh lalu lintas pejalan kaki di sekitar mereka. Aksi ini direkam di depan dinding iklan besar dan dengan cepat menyebar luas, memicu berbagai reaksi dari netizen di seluruh dunia.

Video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun GodlyVibez Studios dan kemudian diunggah ulang oleh berbagai influencer Kristen, termasuk Josiah Alipate (The Real Coach Josiah). Dalam video, kelompok tersebut mengangkat tangan, bernyanyi, dan memuji Tuhan Yesus dengan penuh antusiasme, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di Jepang, negara dengan populasi Kristen kurang dari 1%. Mayoritas penduduk Jepang menganut agama Shinto, Buddha, atau tidak beragama secara formal.

Banyak komentar memuji keberanian mereka dalam menyatakan iman secara terbuka di tengah budaya yang cenderung menjaga harmoni dan menghindari ekspresi agama yang mencolok. Beberapa melihat aksi ini sebagai simbol keberanian baru dalam menyebarkan Injil di Asia, sementara yang lain menyoroti kontras budaya yang menarik. Aksi serupa sebelumnya juga pernah terjadi, seperti kelompok worship di Shibuya atau kegiatan misi yang melibatkan musik gospel untuk menarik perhatian masyarakat Jepang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meski Kristen merupakan minoritas kecil di Jepang, semangat iman tetap hidup dan semakin berani ditampilkan di ruang publik. Bagi banyak orang, video ini bukan hanya hiburan viral, melainkan juga inspirasi akan keteguhan iman di tengah tantangan kontekstual.

Sumber:
- GodlyVibez Studios & Josiah Alipate (postingan viral asli, Juni 2026)
- Premier Christianity – artikel tentang pengaruh musik gospel di Jepang

Sebuah video keluhan seorang wisatawan Muslim sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video tersebut, ...
06/13/2026

Sebuah video keluhan seorang wisatawan Muslim sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengeluhkan kesulitan mencari makanan halal selama berada di Korea Selatan.

“Orang Korea memasukkan babi ke dalam segalanya: mayo, ketchup, keripik. Saya harus memeriksa setiap makanan sebelum makan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Korea Selatan mengklaim sebagai negara ultra-modern, tetapi “tidak menghormati 2 miliar umat Muslim di dunia.”

Keluhan ini memicu perdebatan luas. Banyak netizen mendukung hak wisatawan untuk mendapatkan pilihan makanan sesuai keyakinan, sementara yang lain menganggap keluhan tersebut berlebihan karena Korea memang dikenal sebagai negara dengan konsumsi daging babi yang tinggi dan belum sepenuhnya ramah halal di semua tempat.

Meski demikian, Korea Selatan sebenarnya sudah mulai meningkatkan fasilitas halal di area wisata utama seperti Seoul (khususnya Itaewon) untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim.

Sumber:
- Video viral yang beredar di TikTok, Instagram, dan Facebook (Mei 2026)
- EpicFail(dot)com & berbagai akun media sosial (Juni 2026)
- Laporan sebelumnya Al Jazeera tentang upaya Korea menjadi destinasi halal

Bah Median Ekue, kini berusia 22 tahun, adalah seorang penyintas yang hidup sebagai kesaksian kuasa Tuhan di tengah konf...
06/13/2026

Bah Median Ekue, kini berusia 22 tahun, adalah seorang penyintas yang hidup sebagai kesaksian kuasa Tuhan di tengah konflik bersenjata di wilayah berbahasa Inggris Kamerun (Anglophone Crisis). Pada tahun 2018, saat ia baru berusia 14 atau 15 tahun, rumah keluarganya di Bamenda diserbu pasukan militer.

Dalam serangan tersebut, Median ditembak enam kali: sekali di kaki dan lima kali di wajah. Ia sempat ditinggalkan begitu saja karena dianggap sudah meninggal dunia. Keluarganya berhasil melarikan diri, sementara Median tergeletak di luar rumah dalam keadaan berdarah hebat. Dengan sisa kekuatan yang ada, ia memohon kepada salah seorang tentara agar dibawa ke rumah sakit.

Luka tembak di wajahnya sangat parah hingga digambarkan “membelah wajahnya menjadi dua”. Dokter sempat pesimis ia bisa bertahan hidup. Namun, berkat campur tangan Tuhan, Median selamat. Ia mengalami kerusakan permanen, kehilangan indera penciuman, gangguan pendengaran, dan hanya dapat melihat dengan satu mata. Hingga saat ini, ia telah menjalani beberapa operasi rekonstruksi wajah, tetapi masih membutuhkan biaya besar untuk operasi lanjutan di luar negeri.

Meski menghadapi penderitaan fisik dan emosional yang luar biasa, Bah Median Ekue tetap teguh berpegang pada iman. Kisah hidupnya menjadi saksi bahwa Tuhan masih bekerja di tengah kegelapan konflik, mengubah yang mustahil menjadi kesaksian hidup. Ia terus membagikan ceritanya sebagai bentuk motivasi dan harapan bagi banyak orang bahwa kasih karunia Tuhan sanggup memulihkan dan memberi kekuatan untuk terus maju.

Kisah Median menjadi pengingat akan dampak kemanusiaan yang mengerikan dari krisis separatis di Kamerun yang telah berlangsung sejak 2016, sekaligus menjadi teladan ketabahan iman di tengah penderitaan.

Sumber:
- SWNS / The Sun (Februari 2026)
- Daily Star (Februari 2026)
- GoFundMe resmi kampanye Bah Median Ekue
- Laporan independen tentang Anglophone Crisis di Kamerun

John Ghanim (sebelumnya bernama Muhammad) adalah seorang mantan Muslim dari Yaman yang memiliki kesaksian iman yang luar...
06/12/2026

John Ghanim (sebelumnya bernama Muhammad) adalah seorang mantan Muslim dari Yaman yang memiliki kesaksian iman yang luar biasa. Dibesarkan dalam keluarga Muslim yang sangat taat, ia justru meninggalkan Islam di tempat tersuci umat Islam, tepat di depan Ka'bah di Mekah. Kini ia menjadi penginjil Kristen yang aktif membagikan iman melalui media sosial meski menghadapi ancaman jiwa.

John Ghanim lahir dan dibesarkan di Yaman dalam keluarga Muslim yang taat. Sejak kecil ia diajarkan menghafal Al-Quran oleh ibunya, menjalankan shalat lima waktu, dan menjalani ajaran Islam dengan sungguh-sungguh. Ia bahkan sempat menjadi Muslim yang lebih radikal dibandingkan banyak orang di sekitarnya.

Pada suatu ketika, ia melakukan perjalanan Umrah ke Mekah bersama keluarga (termasuk ibu dan neneknya). Ia sangat excited karena selama ini ia berharap bisa merasakan kedekatan spiritual dengan Allah di tempat suci tersebut. Namun, saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, ia justru merasa hampa. Tak ada pengalaman rohani yang ia harapkan. Ia melihat jutaan umat Muslim di sekitarnya, tapi merasa ini semua “buatan manusia” (man-made), bukan penyembahan kepada Sang Pencipta. Di depan Ka'bah, John secara pribadi memutuskan untuk meninggalkan Islam.

Keputusan ini ia simpan sendiri karena takut. Di Yaman, murtad dari Islam bisa berakibat hukuman mati. Ia kembali ke Yaman dan hidup sebagai Muslim di depan umum, tapi agnostic di dalam hati. Tahun 2017, karena perang saudara di Yaman, ia melarikan diri dan menjadi pengungsi di Yunani.

Di kamp pengungsi, ia bertemu orang-orang Kristen, termasuk seorang Siria yang memiliki tato salib. Untuk pertama kalinya ia mendengar tentang Yesus secara pribadi. Setelah mempelajari Alkitab selama hampir satu tahun, ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Pada akhir 2018, ia dibaptis dan mengganti namanya menjadi John (atau dikenal sebagai “Yemeni John”).

Keputusan ini membawa konsekuensi berat. Keluarganya menolak, imam setempat mengeluarkan fatwa, dan ia kehilangan istri serta dua anak perempuannya. Ia menerima ancaman pembunuhan secara rutin. Meski demikian, John tetap bersukacita dan aktif melayani melalui media sosial, menjangkau jutaan orang Arab dan Yaman dengan kesaksian dan pengajaran Alkitab.

Sumber:
- CBN News: Wawancara lengkap “Why So Many Muslims Are Turning to Jesus” dan “He Left Islam, Then the Death Threats Started” (cbn(dot)com & YouTube CBN News).
- Situs Resmi John Ghanim: johnghanim(dot)com dan kanal YouTube @ johnghanim0.
- Wawancara dengan Open Doors, Lausanne Movement, dan podcast lainnya

Reza Safa, seorang mantan Muslim Syi'ah radikal asal Iran, memiliki perjalanan iman yang luar biasa. Dulu ia aktif mendu...
06/12/2026

Reza Safa, seorang mantan Muslim Syi'ah radikal asal Iran, memiliki perjalanan iman yang luar biasa. Dulu ia aktif mendukung Revolusi Islam Iran 1979, tetapi kini ia menjadi pendeta Kristen dan pendiri TBN Nejat TV, stasiun televisi Kristen berbahasa Persia yang menyiarkan Injil ke Iran dan Timur Tengah.

Reza Safa dibesarkan dalam keluarga Muslim Syi'ah yang taat di Iran. Ayahnya adalah seorang sarjana Muslim dan penyair. Sebagai pemuda, ia sangat taat menjalankan ajaran Islam, termasuk shalat lima waktu dan puasa Ramadan. Pada 1978, ia datang ke Amerika Serikat sebagai mahasiswa. Setahun kemudian, ia kembali ke Iran untuk ikut serta dalam Revolusi Islam yang dipimpin Ayatollah Khomeini, yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Namun, kekacauan dan kekerasan yang ia saksikan membuatnya kecewa. Ia memutuskan meninggalkan Iran dan pergi ke Swedia. Di sana, ia bertemu dua misionaris Swedia yang menunjukkan kasih Kristiani, memberinya makan, dan memberikan Alkitab dalam bahasa Persia (Farsi). Reza mulai membaca Alkitab dengan serius.

Setelah berbulan-bulan bergulat dengan keraguan, Reza berdoa kepada Yesus: “Jika Engkau Anak Allah seperti yang dikatakan Alkitab, tunjukkanlah diri-Mu di kamar ini, dan aku akan menyerahkan hidupku kepada-Mu.”

Pagi harinya, sekitar pukul 03.00 saat ia hendak melakukan shalat Subuh, ia mendengar suara yang memanggil namanya dalam aksen Persia sempurna, seperti panggilan ibunya: “Reza, kamu tidak perlu berdoa seperti ini lagi. Dosamu sudah diampuni.” Ia merasakan pengampunan dan kelahiran baru yang mendalam, seolah-olah beban berat dicabut dari dalam dirinya. Itulah awal imannya sebagai Kristen pada sekitar tahun 1980.

Keputusan ini tidak mudah. Keluarganya, terutama ayahnya, menolak keras. Ayahnya bahkan mengatakan jika Reza berada di Iran, ia akan membunuhnya sendiri. Reza sempat mengalami kesepian dan depresi berat, hingga sempat memikirkan bunuh diri. Namun, imannya semakin kuat.

Ia kemudian menjadi pendeta, mendirikan Harvesters World Outreach, dan melayani di lebih dari 50 negara. Pada 2003, ia mulai menyiarkan program Kristen berbahasa Farsi, dan pada 2006 meluncurkan TBN Nejat TV (Nejat berarti “keselamatan”) bersama Trinity Broadcasting Network. Melalui siaran ini, jutaan orang di Iran dilaporkan menemukan iman Kristen meski menghadapi penganiayaan.

Reza Safa juga menulis beberapa buku, termasuk Inside Islam dan The Coming Fall of Islam in Iran.

Sumber:
- CBN News: Wawancara lengkap dengan Reza Safa tentang testimoninya
- Situs Resmi TBN Nejat TV: Biografi lengkap Reza Safa
- TBN(dot)org: Profil Reza Safa sebagai pendiri Nejat TV.

Karim Shamsi-Basha, seorang pria asal Suriah yang dibesarkan dalam keluarga Muslim taat, mengalami perubahan hidup yang ...
06/12/2026

Karim Shamsi-Basha, seorang pria asal Suriah yang dibesarkan dalam keluarga Muslim taat, mengalami perubahan hidup yang dramatis pada tahun 1992. Setelah pindah ke Amerika Serikat, ia terserang aneurisma otak parah, pingsan, dan jatuh ke dalam koma hampir tiga minggu.

Dokter memprediksi peluang hidupnya sangat kecil dan kemungkinan besar akan mengalami kerusakan otak permanen. Namun, komunitas Kristen yang dikenalnya berdoa dengan tekun untuk kesembuhannya.

Secara luar biasa, Karim sadar dari koma dan pulih dengan cepat melebihi prediksi medis. Pengalaman tersebut membawanya mulai membaca Alkitab. Setelah perjalanan rohani panjang, ia akhirnya dibaptis dan pada tahun 2008 sepenuhnya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Kini Karim membagikan kesaksiannya melalui buku yang ia tulis, melihat kesembuhannya sebagai mukjizat yang mengubah hidupnya dari Islam ke iman Kristen.

Sumber:
Kesaksian Karim Shamsi-Basha (Fox News, CBN, Christian Post)

Otoritas Siprus menangkap empat warga Palestina pada akhir Mei/awal Juni 2026 atas dugaan merencanakan serangan teror. D...
06/12/2026

Otoritas Siprus menangkap empat warga Palestina pada akhir Mei/awal Juni 2026 atas dugaan merencanakan serangan teror. Dalam penggeledahan, polisi menemukan bahan pembuat bahan peledak, termasuk ammonium nitrate.

Salah satu tersangka mengaku bahwa target serangan adalah warga Israel (Israeli targets). Keempat tersangka diduga memiliki kaitan dengan jaringan Hamas. Tiga di antaranya telah dirujuk ke pengadilan dengan tuduhan terkait terorisme.

Kasus ini menjadi bagian dari upaya keamanan yang lebih luas di Siprus untuk mencegah serangan terhadap kepentingan Israel di wilayah Eropa Tengah.

Sumber:
- Cyprus Mail
- Kathimerini Cyprus
- Laporan resmi Kepolisian Siprus (9-10 Juni 2026)

Bea Cukai Armenia menyita 26 kilogram rambut alami (143 bundel) yang diselundupkan dari Iran melalui Pos Lintas Batas Ag...
06/11/2026

Bea Cukai Armenia menyita 26 kilogram rambut alami (143 bundel) yang diselundupkan dari Iran melalui Pos Lintas Batas Agarak pada 9 Juni 2026. Rambut tersebut disembunyikan di dalam bantal di kabin sebuah truk yang dikemudikan oleh warga Iran.

Ini merupakan kasus penyelundupan rambut terbaru. Sejak awal tahun 2026, Armenia telah menyita total lebih dari 135 kg rambut alami dari Iran.

Penyelundupan rambut manusia merupakan praktik ilegal yang cukup umum karena tingginya permintaan pasar global untuk wig dan ekstensi rambut. Namun, kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah situasi politik Iran yang sedang tegang.

Sumber:
- Panorama(dot)am (9 Juni 2026)
- State Revenue Committee of Armenia (SRC)
- Laporan resmi bea cukai Armenia

Ricardo Kaká, legenda sepak bola Brasil dan pemenang Piala Dunia 2002, dikenal luas karena iman Kristennya yang kuat. Se...
06/11/2026

Ricardo Kaká, legenda sepak bola Brasil dan pemenang Piala Dunia 2002, dikenal luas karena iman Kristennya yang kuat. Sebuah cerita yang populer beredar menyebutkan bahwa setelah Brasil menjuarai Piala Dunia 2002, Kaká tidak menuliskan prestasi atau trofi di lokernya, melainkan menuliskan kalimat sederhana: “Jesus, the only way.”

Meskipun cerita spesifik tentang tulisan di locker tersebut lebih bersifat anekdot inspiratif yang banyak dibagikan di kalangan komunitas Kristen, iman Kaká memang sangat nyata dan konsisten sepanjang kariernya. Kaká sering mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan, termasuk dengan mengenakan kaos bertuliskan “I Belong to Jesus” di bawah jersey saat merayakan kemenangan besar, seperti final Liga Champions 2007 bersama AC Milan.

Kaká kerap menyatakan: “Saya membutuhkan Yesus setiap hari dalam hidup saya. Tanpa Dia, saya tidak bisa melakukan apa pun.”

Sumber:
- Wawancara Kaká di Cru(dot)org dan The Guardian
- Wikipedia & laporan resmi FIFA
- Liputan ESPN dan Beliefnet

Address

New York, NY
10001

Telephone

+628979609715

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jesus Love posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share