08/08/2026
08 Juli 2026
Tidak dikasih makan,PMI juga dituduh mencuri uang majikan!
===================================
PRT ini dua bulan bekerja dimajikan yang baru dan di bulan pertama tanpa menandatangani kontrak.Dengan pekerjaan harus menjaga anak sekaligus membersihkan rumah 5 lantai setiap hari.Namun makanan yang diberikan tidak cukup hingga kesehatannya terus menurun dan akhirnya dirawat di rumah sakit.
Sepulang dari RS, kondisinya masih lemah dan selama dua hari majikan tidak menyediakan makanan dengan alasan PMI tidak bekerja. Kami mencoba mengirim makanan melalui pemesanan online tetapi pintu rumah dikunci dari luar.
Karena kondisi sangat lemah sehingga PMI menghubungi 1955 dan polisi. Ambulans datang, PMI kembali dibawa ke RS, diinfus, dan hasil pemeriksaan dokter menyatakan ia memang sedang sakit(ada suket dokter sebagai penguat)
Bukannya mendapat perlindungan, agensi justru menuduh PMI berpura-pura sakit.Dan PMI dijemput agensi untuk ambil barang di majikan dan ttd putus kontrak seperti arahan kami.Namun majikan melapor ke polisi dengan tuduhan mencuri uang. Tas PMI digeledah di periksa ditempat tetapi tidak ditemukan bukti apa pun. Karena keterangan majikan berubah-ubah, polisi mengizinkan PMI menuju shelter.
Drama belum berakhir.Saat mencari taksi, PMI dikejar dan dicegat majikan serta agensi. Majikan bahkan memanggil ambulans agar PMI dibawa ke rumah sakit jiwa.
Kamipun minta bantuan untuk panggilkan polisi dan delapan(8) personil polisi akhirnya turun tangan.Perdebatan di lokasi terjadi antara PMI,agensi dan majikan hingga polisi memberikan keputusan seperti semula yaitu hitungan gaji dan ttd putus kontrak di rumah majikan sekalian buktikan PMI mencuri atau tidak
Saat rumah digeledah, uang yang dituduhkan hilang tetap tidak ditemukan. Meski sempat berjanji memberi gaji dan menandatangani pemutusan kontrak, majikan mengingkari janjinya.
PMI akhirnya dibawa ke kantor agensi dengan masih mengintimidasi supaya PMI cabut laporan 1955.Dan hingga kini PMI kekeuh tidak mau cabut laporan sebelum gaji serta haknya terpenuhi.
Kami terus mendampingi dan mensupport PMI serta siapkan kemungkinan yang bisa saja terjadi.Beruntung PMI punya keberanian yang kuat untuk berjuang hingga di titik ini walau disertai drama drama yang menegangkan.
Akan kami posting perkembangan kasus ini untuk pembelajaran kepada kawan kawan yang lain dengan harapan berani hadapi masalah sesuai aturan yang ada.
👉 Untuk konsultasi silahkan hub Tim Advokasi dan Humas:
• Ribut +886 967 084 647
• Ari +62 851 3243 8106
📌 Informasi tentang SBIPT (daftar anggota, grup sharing tentang ketenagakerjaan Taiwan dan lainnya) silakan klik di sini: https://linktr.ee/sbipt
SBIPT BERDAYA SEJAHTERA TERLINDUNGI