13/10/2026
๐ง BILAKAH KITA MULA MENJADI MASYARAKAT YANG LEBIH S**A MEMBUANG DARIPADA MEMBAIKI?
Dalam dunia hari ini, menggantikan barang yang rosak sering dianggap lebih mudah daripada membaikinya. Namun, adakah kita semakin lupa menghargai apa yang sudah kita miliki?
Ketika berkunjung ke Surat, India, Dr Sajad Hussein Kamarally bertemu dengan dua insan biasa, seorang tukang membaiki jam dan seorang tukang kasut muda, yang melalui pekerjaan sederhana mereka telah memberikan pengajaran yang cukup bermakna. ๐ฎ๐ณ
โค๏ธ Kisah mereka mengingatkan kita tentang maruah dalam mencari rezeki yang halal, nilai kemahiran tangan serta pentingnya mensyukuri apa yang kita miliki dalam dunia yang semakin didorong oleh budaya kepenggunaan.
๐ Dua insan biasa. Dua pertemuan sederhana. Pengajaran yang cukup berharga untuk kita semua.
Baca perkongsian penuh di sini:
https://gerbangilmu53.blogspot.com/2026/10/repair-culture-vs-throwaway-culture-two.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ง WHEN DID WE BECOME A SOCIETY THAT THROWS THINGS AWAY INSTEAD OF FIXING THEM?
In a world where replacing something is often easier than repairing it, have we forgotten the value of what we already own?
During his visit to Surat, India, Dr Sajad Hussein Kamarally encountered two ordinary men, a watch repairman and a young cobbler, whose simple livelihoods offered some extraordinary lessons. ๐ฎ๐ณ
โค๏ธ Their stories remind us of the dignity of honest work, the value of practical skills and the importance of finding contentment in a world increasingly driven by consumption.
๐ Two ordinary men. Two simple encounters. Some valuable lessons for all of us.
Read the full blog here:
https://gerbangilmu53.blogspot.com/2026/10/repair-culture-vs-throwaway-culture-two.html
Repair Culture vs Throwaway Culture: Two Small Men Who Taught Me a BIG Lesson in Surat, India By Dr. Sajad Hussein Kamarally In Malays...