21/04/2026
HARI PALING BAHAGIA DALAM HIDUP; Selasa PEKAN PASKAH III; Kis 7:51 - 8:1a; Yoh 6: 30-35
Kita mungkin ingat hari paling bahagia dalam hidup. Tapi, kita jarang memikirkan hal-hal seperti itu. Kita lebih sibuk memikirkan hari ini makan apa dan dapat apa. Tapi, Kaisar Napoleon Bonaparte dari Prancis pernah ditanya oleh anak buahnya.
Mereka bertanya pada Napoleon tentang hari paling bahagia dalam hidupnya. Mereka berharap, mungkin hari kemenangan perang. Tapi, jawaban Napoleon di luar dugaan. โHari paling bahagia dalam hidup adalah ketika saya menerima Komuni Pertama untuk pertama kalinya.โ
Jawaban Napoleon mungkin terdengar sok suci untuk zaman kita. Tapi, justru jawaban inilah inti iman Kristiani. Menerima Tubuh Kristus tentulah membahagiakan kita. Lebih dari bahagianya umat Israel yang lapar, yang menerima Manna dari Moses di Padang Gurun.
Menyadarkan banyak orang termasuk umat Israel tentang asal usul manna ini tidaklah mudah. Mereka tetap yakin bahwa manna itu dari Musa, tapi Yesus sendiri menegaskan bahwa itu berasal dari Allah di surga. Dan, sekarang, Yesus adalah roti hidup itu.
Hari ini juga, kita belajar dari Stefanus. Dia mempunyai komitmen yang total untuk mengabdikan dirinya mewartakan Allah yang bangkit. Termasuk dalam pelayanannya melayani orang-orang miskin.
Baik Stefanus, maupun Tuhan Yesus dalam Injil mengajak kita untuk memusatkan perhatian pada Yesus, Roti Hidup yang turun dari surga. Menerima Yesus berarti menerima roti yang mengenyangkan selamanya.
Jika bagi Napoleon Bonaparte menerima Yesus berarti menerima kebahagiaan, manakah hari paling bahagia dalam hidup kita?
Selamat beraktivitas.
๐๐๐ ๐, ๐๐ค๐ข๐ข๐๐ฃ๐ฉ, ๐จ๐๐๐ง๐, ๐๐ค๐ก๐ก๐ค๐ฌ