04/09/2025
Karena Kitalah yang Dirindukan Rasul SAW !
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ketika itu Rasulullah SAW sedang berkumpul duduk bersama sahabat-sahabatnya. Di situ ada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan lainnya.
Rasul SAW pun bertanya kepada para sahabat, “Wahai sahabatku! Tahukah kalian siapakah hamba Allah yang paling mulia di sisi-Nya?” Para sahabat pun terdiam.
Salah seorang sahabat menjawab, "Para malaikat ya Rasulullah!”
Kemudian Nabi SAW berkata, “Ya, para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah mereka senantiasa bertasbih, berzikir, beribadah kepada Allah, tentulah mereka mulia. Namun bukan itu yang kumaksud.”
Seorang sahabat kembali menjawab, “Ya Rasulullah, tentulah para Nabi, mereka itu yang paling mulia.”
Sembari tersenyum Rasulullah SAW berkata, “Ya, para nabi itu mulia, mereka itu adalah utusan Allah di muka bumi ini, mana mungkin mereka tidak mulia, tentulah mereka mulia, tapi ada lagi yang mulia.”
Para sahabat terdiam. Siapa gerangan orang mulia yang dimaksud?
Sejurus kemudian, seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah! Apakah kami para sahabatmu wahai Rasulullah, apakah kami yang mulia itu?”
Kini Rasulullah SAW memandangi wajah sahabatnya satu per satu. Senyum pun mengembang. Tapi lagi-lagi bukan mereka yang dimaksud.
Rasulullah SAW berkata, “Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, bagaimana mungkin kalian tidak mulia, tentulah kalian mulia”.
Akhirnya, tak ada lagi kata-kata terucap. Sunyi. Semua merunduk tak tahu lagi apa jawaban yang dicari. Keharuan menyelimuti pertemuan itu. Haru penuh biru. Rasulullah SAW merundukkan wajahnya, menangis di hadapan para sahabatnya.
“Mengapa engkau menangis wahai Rasulullah?”
Rasulullah SAW mengangkat wajahnya. Terlihat jelas buliran air matanya membasahi p**i dan janggutnya.
Rasul yang mulia itu pun berkata,
“Wahai saudaraku, sahabatku! Tahukah kalian siapa yang mulia itu? Mereka adalah manusia-manusia, mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah. Dan tahukah kalian? Mereka tak pernah memandangku, mereka tak pernah melihat wajahku, mereka tidak hidup denganku seperti kalian, tapi mereka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya, akupun rindu kepada mereka, mereka yang mulia itu, mereka adalah umatku.”
Rasulullah SAW kembali meniteskan air matanya. Para sahabat pun ikut menangis. Umat yang dirindukan Rasulullah SAW itu ternyata ada di masa kita, masa di akhir zaman ini. Umat yang rindu kepada Rasulnya. Umat yang selalu meneladaninya dalam seluruh aspek kehidupan. Umat yang istiqomah di jalannya. Umat yang taat kepada segala perintahnya.
Lalu kita, apakah kita tergolong dari umat yang dirindukan Nabi SAW ?
Ya mudah-mudahan begitulah. AMINNN
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ