ICJ - Indonesian Community in Japan

ICJ - Indonesian Community in Japan ICJ (Indonesian Community in Japan), founded in 2007, is an organization for Indonesians living in Japan.

Our vision is to be the most impactful and beneficial platform to bridge the Indonesian and Japanese communities. ICJ - Indonesian Community in Japan
email : [email protected]
FB page : facebook.com/icj.today
FB group : facebook.com/groups/icjnetwork
website : https://www.icj.today/

Indonesian Community in Japan (ICJ) mengucapkan selamat kepada Ibu Dr. Nurmala Kartini Sjahrir atas penunjukan sebagai D...
19/12/2025

Indonesian Community in Japan (ICJ) mengucapkan selamat kepada Ibu Dr. Nurmala Kartini Sjahrir atas penunjukan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang.
Kami percaya pengalaman dan dedikasi Ibu dalam diplomasi, akademisi, dan pelayanan publik akan membawa kontribusi besar bagi penguatan hubungan Indonesia–Jepang.
Atas nama ICJ, kami mendoakan kelancaran dan keberhasilan dalam menjalankan amanah ini. Selamat berkarya!

🇬🇧
Indonesian Community in Japan (ICJ) congratulates Dr. Nurmala Kartini Sjahrir on her appointment as Ambassador of the Republic of Indonesia to Japan.
We are confident that her extensive experience and commitment to diplomacy and public service will further strengthen the partnership between Indonesia and Japan.
On behalf of ICJ, we wish her every success in this important role.

🇯🇵
Indonesian Community in Japan (ICJ) は、ヌルマラ・カルティニ・シャフリール博士の駐日インドネシア共和国大使へのご就任を心よりお祝い申し上げます。
長年にわたる外交と公共サービスへのご尽力が、インドネシアと日本の関係をさらに深めることを確信しております。
ICJを代表し、今後のご活躍と成功をお祈りいたします。

Selamat atas pelantikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Ibu Dr. Nurmala Kartini Sjahrir. 🇮🇩🇯🇵

Semoga senantiasa diberikan kesuksesan dalam menjalankan amanah untuk menjaga dan meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Jepang serta Indonesia-Federasi Mikronesia 🤝✨


___
インドネシア共和国駐日本国兼ミクロネシア連邦特命全権大使に任命されたNurmala Kartini Sjahrir博士のご就任を心よりお祝い申し上げます。🇮🇩🇯🇵

インドネシアと日本、ならびにインドネシアとミクロネシア連邦との二国間関係を維持・発展させるという使命を遂行されるにあたり、常に成功が伴いますようお祈り申し上げます。 🤝✨

Jepang Aman dan Siap Menghadapi Berbagai Bencana Alam – Jangan Khawatir Kami memahami bahwa keluarga di Indonesia bisa m...
31/07/2025

Jepang Aman dan Siap Menghadapi Berbagai Bencana Alam – Jangan Khawatir

Kami memahami bahwa keluarga di Indonesia bisa merasa cemas saat mendengar berita tentang gempa bumi, badai, tsunami, atau bahkan letusan gunung berapi di Jepang. Namun, penting untuk diketahui bahwa Jepang adalah salah satu negara paling aman dan paling siap di dunia dalam menghadapi berbagai jenis bencana alam.

Kenapa Jepang Tetap Aman?

1. Infrastruktur Tahan Bencana
Bangunan dan fasilitas umum di Jepang dirancang untuk tahan terhadap gempa, angin topan, dan banjir. Kota-kota memiliki sistem drainase modern, tanggul, dan penghalang tsunami yang canggih.

2. Sistem Peringatan Dini dan Teknologi Canggih
Jepang memiliki sistem pemantauan dan peringatan dini untuk gempa bumi, tsunami, badai, dan letusan gunung berapi. Warga dan turis menerima notifikasi langsung di ponsel mereka, memberi waktu untuk bersiap dan bertindak.

3. Pemerintah dan Masyarakat yang Terlatih
Pemerintah Jepang rutin mengadakan pelatihan dan simulasi bencana. Masyarakat sangat disiplin dan tahu apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat. Bahkan anak-anak pun diajarkan cara bertindak saat bencana.

4. Informasi dan Bantuan untuk Orang Asing
Tersedia informasi keselamatan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Inggris dan kadang Bahasa Indonesia, di tempat umum dan aplikasi ponsel. Petugas dan warga lokal juga sangat membantu kepada orang asing.

5. Layanan Darurat yang Cepat dan Terorganisir
Tim penyelamat dan layanan darurat di Jepang sangat profesional dan cepat dalam merespons. Mereka bekerja dengan tenang dan efisien untuk menjaga keselamatan semua orang.

Pesan untuk Keluarga di Indonesia

Jika Anda memiliki keluarga atau teman di Jepang, percayalah bahwa mereka berada di tempat yang sangat aman dan terlindungi. Jepang bukan hanya negara yang indah, tetapi juga negara yang sangat siap menghadapi berbagai tantangan alam. Tetap tenang dan percaya bahwa mereka dalam kondisi baik.

ICJ adalah salah satu organisasi untuk WNI (termasuk yang terbesar) yang resmi terdaftar di KBRI, dan tergabung dalam Fo...
17/07/2025

ICJ adalah salah satu organisasi untuk WNI (termasuk yang terbesar) yang resmi terdaftar di KBRI, dan tergabung dalam Forum Komunikasi WNI di Jepang, atau FORKOM WNI.

15/07/2025

親愛なる日本人の皆さまへ

私たちは、法律を守り、納税し、日本社会の一員として真面目に暮らしている外国籍住民です。とくにここに住むインドネシア人コミュニティとして、日々の生活の中で地域と共に生き、支え合うことを大切にしています。しかし近年、「外国人は危険だ」「福祉を食い物にしている」「税金を払わない」といった、事実とは異なる主張や誤解が広がっていることに、深い困惑と不安を感じています。

もちろん、社会にはさまざまな問題があります。それでも、特定の属性を持つ人々全体を非難したり、敵視したりする風潮は、真の解決にはつながらず、むしろ分断と差別を深めるだけです。

とくに私たちが強く懸念しているのは、このような偏見が暴力につながる可能性です。つい最近、中国では日本人の子どもが刺されるという痛ましい事件がありました。これは、外交的緊張と、それに伴って膨らんだ感情に起因するものでした。

同じように、日本国内でも、デマを信じ込んだ一部の人が私たち外国籍住民に対して危害を加える危険性があります。だからこそ、票を得るために外国人を悪者に仕立て上げるような政治的言動、そしてそれを無批判に拡散することは、非常に危険なのです。

以下に、多く見られる誤解に対し、事実に基づいた情報を共有させてください。

■「外国人の犯罪率は高い」
→ 外国人による検挙件数は、2005年の約4.3万件から2023年には1.5万件まで大幅に減少しています(–64%)。しかも、外国人住民の数はこの間に増加しています。年齢構成(若年層が多い)を考慮すれば、日本人と比べて特別に高いとは言えません。

■「外国人患者が医療費を踏み倒している」
→ 多くの長期在留者は日本の健康保険制度に加入し、日本人と同じ条件で医療費を支払っています。未収金の多くは観光客や緊急治療に関係する一時的なものであり、医療費全体に占める割合は0.5%未満です。

■「外国人は税金を払わず福祉を受けている」
→ 約185万人の就労外国人は、所得税・住民税・社会保険料を日本人と同じく納めています。生活保護などの制度は基本的に日本国籍者を対象としており、外国人による利用は極めて限定的です(主に難民認定者など)。

■「日本は移民を無制限に受け入れている」
→ 在留制度は厳格で、職種や期間に制限があります。永住資格の取得には10年以上の継続的な滞在、日本語能力、安定した収入、無犯罪歴など厳しい条件が課されています。

私たちは、この国の一員として、地域社会に貢献したいと願っています。どうか、「印象」や「感情」ではなく、「事実」に基づいて判断していただけたらと、心から願っています。

インドネシア人として、日本を敬い、日本で暮らす責任を真摯に受け止めています。だからこそ、誤った情報がさらなる誤解や対立、暴力を生むことのないよう、皆さんの理性と思いやりに期待しています。

______________

Dear Japanese Friends,

We are law-abiding, tax-paying foreign residents who live sincerely as members of Japanese society. As members of the Indonesian community in particular, we value living together and supporting one another in our daily lives. However, in recent years, we have become deeply troubled and anxious about the spread of claims and misunderstandings that do not reflect reality—such as “foreigners are dangerous,” “they exploit welfare,” or “they don’t pay taxes.”

Of course, every society faces various challenges. But scapegoating or vilifying an entire group based on one attribute does not lead to real solutions—it only deepens division and discrimination.

What we are most concerned about is that such prejudice could lead to violence. Recently, there was a tragic incident in China where a Japanese child was stabbed. According to reports, the act was fueled by rising diplomatic tension and misguided anger among some Chinese people.

Likewise, in Japan, there is a real danger that individuals who believe in these falsehoods might inflict harm on foreign residents like us. This is precisely why it is extremely dangerous for politicians to spread rhetoric that paints foreigners as a threat just to gain votes—and for others to amplify those messages without thinking critically.

Below, we would like to respond with facts to some of the most common misunderstandings:

■ “Foreigners have a high crime rate”
→ In fact, the number of foreign nationals arrested dropped from about 43,000 in 2005 to 15,000 in 2023—a 64% decrease. Meanwhile, the number of foreign residents increased during that time. Taking into account that most foreign residents are young adults (a group with naturally higher crime rates across populations), the crime rate is not particularly high compared to Japanese nationals.

■ “Foreign patients don’t pay their medical bills”
→ Most long-term foreign residents are enrolled in Japan’s public health insurance system and pay the same co-payments as Japanese people. Unpaid bills mostly involve tourists or emergency cases and make up less than 0.5% of total hospital income. These are mostly due to language or procedural issues—not intentional evasion.

■ “Foreigners don’t pay taxes but live off welfare”
→ About 1.85 million foreign residents hold work visas and pay income tax, resident tax, and social insurance premiums just like Japanese citizens. Public welfare programs like seikatsu hogo (livelihood protection) are generally limited to Japanese nationals. Only rare exceptions, such as recognized refugees, are eligible.

■ “Japan is accepting unlimited immigration”
→ Japan’s immigration system is strictly regulated. Visa types are limited by occupation and duration, and permanent residency is difficult to obtain—it requires long-term residence, Japanese language ability, stable income, and a clean legal record.

We hope to contribute to Japanese society as members of our local communities. We sincerely ask that you consider the facts—not impressions or emotions—when forming your opinions.

As Indonesians, we respect Japan deeply and take the responsibility of living here seriously. That is why we hope that misinformation does not lead to further misunderstanding, division, or violence. We trust in your reason and compassion.
________________

Sahabat-sahabat Jepang yang kami hormati,

Kami adalah warga negara asing yang tinggal di Jepang dengan mematuhi hukum, membayar pajak, dan berusaha menjalani hidup dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari masyarakat. Secara khusus, kami dari komunitas Indonesia sangat menghargai kehidupan bersama dan saling mendukung dalam keseharian. Namun, akhir-akhir ini kami merasa sangat prihatin dan gelisah dengan makin meluasnya pandangan keliru seperti “orang asing itu berbahaya,” “menyalahgunakan bantuan sosial,” atau “tidak membayar pajak,” yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Kami menyadari bahwa setiap masyarakat menghadapi tantangan. Tetapi menyalahkan atau mencurigai sekelompok orang hanya berdasarkan latar belakangnya bukanlah jalan menuju solusi—malah justru memperdalam jurang diskriminasi dan perpecahan.

Yang paling kami khawatirkan adalah ketika prasangka semacam ini berubah menjadi tindakan kekerasan. Kita tentu masih ingat insiden tragis di Tiongkok baru-baru ini, di mana seorang anak Jepang diserang secara fisik. Insiden itu dipicu oleh ketegangan politik antarnegara yang kemudian melahirkan kemarahan yang salah arah.

Hal yang sama bisa saja terjadi di Jepang. Jika informasi yang tidak benar terus dipercaya dan diulang-ulang, bisa saja ada individu yang akhirnya bertindak ekstrem terhadap kami, para penduduk asing. Inilah sebabnya mengapa pernyataan-pernyataan dari politisi yang menjadikan warga asing sebagai kambing hitam demi meraih suara, dan penyebaran narasi semacam itu tanpa berpikir kritis, merupakan sesuatu yang sangat berbahaya.

Berikut kami sampaikan beberapa hal yang sering disalahpahami, beserta fakta yang sebenarnya:

---

■ “Tingkat kejahatan orang asing tinggi”
→ Jumlah kasus kriminal yang melibatkan warga asing justru menurun drastis—dari sekitar 43.000 kasus pada tahun 2005 menjadi 15.000 kasus pada tahun 2023, meskipun jumlah penduduk asing meningkat. Bila kita perhitungkan bahwa mayoritas warga asing berada dalam kelompok usia muda (yang secara statistik memang lebih sering terlibat dalam pelanggaran), tingkat kejahatannya tidak lebih tinggi dibanding warga Jepang.

■ “Pasien asing sering kabur tanpa membayar biaya rumah sakit”
→ Sebagian besar warga asing yang tinggal jangka panjang di Jepang telah terdaftar dalam sistem asuransi kesehatan nasional, dan membayar biaya pengobatan dengan ketentuan yang sama seperti warga Jepang. Kasus tagihan tak terbayar sebagian besar melibatkan wisatawan atau keadaan darurat, dan nilainya hanya di bawah 0,5% dari total biaya medis—seringkali disebabkan oleh kendala bahasa atau prosedur, bukan niat untuk menghindar.

■ “Orang asing tidak bayar pajak tapi mendapat tunjangan”
→ Sekitar 1,85 juta warga asing yang bekerja di Jepang membayar pajak penghasilan, pajak daerah, dan iuran jaminan sosial seperti halnya warga negara Jepang. Sementara itu, bantuan sosial seperti *seikatsu hogo* umumnya hanya diperuntukkan bagi warga negara Jepang, dan sangat sedikit warga asing yang menerima—biasanya mereka yang telah memperoleh status pengungsi.

■ “Jepang menerima imigran tanpa batas”
→ Sistem izin tinggal di Jepang diatur dengan ketat. Jenis pekerjaan dan lama tinggal dibatasi secara jelas. Untuk memperoleh izin tinggal permanen pun tidak mudah—diperlukan masa tinggal yang panjang (minimal 10 tahun), penguasaan bahasa Jepang, penghasilan yang stabil, dan catatan hukum yang bersih.

---

Kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat Jepang sebagai bagian dari komunitas lokal. Kami memohon dengan tulus agar kita semua dapat mengambil sikap berdasarkan fakta, bukan kesan atau emosi semata.

Sebagai warga Indonesia yang hidup di Jepang, kami sangat menghormati negara ini dan bertanggung jawab atas kehadiran kami di sini. Karena itulah kami merasa perlu menyuarakan keprihatinan kami—agar informasi keliru tidak berkembang menjadi kesalahpahaman, pertentangan, atau bahkan kekerasan. Kami percaya pada akal sehat dan empati Anda semua.

住所

Shinagawa Station
Minato, Tokyo

ウェブサイト

アラート

ICJ - Indonesian Community in Japanがニュースとプロモを投稿した時に最初に知って当社にメールを送信する最初の人になりましょう。あなたのメールアドレスはその他の目的には使用されず、いつでもサブスクリプションを解除することができます。

その団体に問い合わせをする

ICJ - Indonesian Community in Japanにメッセージを送信:

共有する

カテゴリー