Nasuha korda DIY Jateng

Nasuha korda DIY Jateng Nasuha adalah komunitas yang membimbing umat agar terbebas dari jerat hutang dan riba.

Dengan dakwah akidah dan solusi islami, Nasuha mengajarkan cara hidup berkah, bahagia, dan meraih lunas hutang sesuai syariat

04/08/2026

🟩🟦 *Punya bisnis ditengah masyarakat Non Muslim. Apa yang perlu saya perhatikan agar bisnis tetap barokah?*

Tanya.

Assalamu'alaikum Pakde.

Saya berencana berikhtiar bisnis di tengah masyarakat yang seluruhnya non-muslim, termasuk pegawai-pegawai nya.

Dan masyarakatnya sangat taat dengan ibadah mereka termasuk beribadah di tempat kerja.

Apa yang perlu saya perhatikan agar bisnis tetap barokah?

Dan seberapa saya bisa mentolerir aktivitas ibadah karyawan saya?

Misalnya mrk melakukan ritual agama di tempat kerja.

Mohon penjelasan. Wassalamu'alaikum

🟥 JAWAB.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Baarakallahu fiikum.

Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan pada usaha antum, melapangkan rezeki yang halal, serta menjadikan bisnis tersebut sebagai jalan dakwah dan sebab datangnya hidayah bagi banyak orang. Aamiin.

Pada dasarnya, berbisnis di lingkungan yang mayoritas non-Muslim _*diperbolehkan*_, selama usaha yang dijalankan halal dan tidak mengharuskan kita melakukan atau mendukung perkara yang diharamkan.

Allah Ta’ala berfirman:

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama…”
(QS. Al-Mumtahanah: 8)

Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassalaam juga pernah bermuamalah dengan orang-orang Yahudi di Madinah, bahkan pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dan menggadaikan baju besinya kepada mereka. (HR. Bukhari no. 2513 dan Muslim no. 1603).

Ini menunjukkan bahwa muamalah dengan non-Muslim pada asalnya dibolehkan.

Namun, _*ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar usaha tetap diberkahi Allah.*_

🟦 *Jangan menjadikan tempat usaha sebagai sarana ibadah agama lain.*

Antum tidak boleh menyediakan tempat, fasilitas, anggaran, perlengkapan, atau kebijakan yang bertujuan mendukung ritual keagamaan yang bertentangan dengan Islam.

Allah Ta’ala berfirman:

”…Janganlah tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)

Karena itu, seorang Muslim tidak boleh memberikan bantuan yang termasuk bentuk dukungan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain.

🟦 *Bedakan antara toleransi dan ikut mendukung.*

Islam mengajarkan berbuat adil, santun, dan menghormati hak orang lain.

Namun toleransi tidak berarti ikut memfasilitasi atau menyetujui ibadah mereka.

Misalnya:

✅ Bersikap sopan kepada seluruh karyawan.

✅ Tidak mengganggu keyakinan mereka.

✅ Memenuhi hak-hak mereka sebagai pekerja.

Tetapi:

❌ Tidak ikut dalam ritual mereka.

❌ Tidak mengucapkan doa bersama menurut tata cara agama mereka.

❌ Tidak menyediakan fasilitas khusus yang memang ditujukan untuk pelaksanaan ritual keagamaan mereka.

🟦 *Bagaimana jika karyawan melakukan ritual di tempat kerja?*

Hal ini bergantung pada kondisi usaha.

Jika antum sebagai pemilik usaha memiliki kewenangan membuat aturan, maka sebaiknya sejak awal dibuat peraturan bahwa:

* tempat kerja digunakan untuk bekerja;
* setiap aktivitas keagamaan dilakukan di luar area dan jam kerja, kecuali yang diwajibkan oleh peraturan negara;
* tidak ada ritual keagamaan di area operasional perusahaan.

Dengan demikian perusahaan bersikap profesional dan tidak menjadi tempat penyelenggaraan ibadah agama apa pun.

Apabila kondisi hukum atau budaya setempat mengharuskan perusahaan memberikan kelonggaran tertentu, maka usahakan _*sebatas memenuhi ketentuan yang berlaku*_, tanpa ikut berpartisipasi, mempromosikan, atau mendukung ritual tersebut.

🟦 *Bangun budaya perusahaan yang islami tanpa memaksa.*

Tunjukkan akhlak Islam melalui:

* kejujuran,
* amanah,
* tepat waktu,
* tidak menzalimi pekerja,
* membayar gaji tepat waktu,
* tidak ada suap,
* tidak ada riba,
* tidak ada penipuan.

Sering kali dakwah yang paling kuat adalah akhlak yang mulia.

Allah Ta’ala berfirman:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
(QS. An-Nahl: 125)

📌 Fatwa para ulama

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh membantu orang kafir dalam perkara yang menjadi syiar agama mereka, karena hal itu termasuk bentuk tolong-menolong dalam dosa.

Demikian p**a Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa seorang Muslim boleh bermuamalah dengan non-Muslim, tetapi tidak boleh ridha terhadap kekufuran mereka ataupun membantu syiar agama mereka.

🟦 *Kesimp**an*

✅ Boleh berbisnis di lingkungan mayoritas non-Muslim.

✅ Perlakukan seluruh karyawan dengan adil dan profesional.

✅ Jangan ikut serta dalam ritual agama mereka.

✅ Jangan menyediakan fasilitas atau dukungan untuk ibadah agama lain.

✅ Bila memungkinkan, buat aturan bahwa tempat kerja digunakan untuk bekerja, bukan untuk penyelenggaraan ritual keagamaan.

Semoga Allah menjaga aqidah antum, memberkahi usaha yang dirintis, menjadikannya wasilah rezeki yang halal, serta membuka pintu hidayah bagi siapa pun yang berinteraksi dengan antum melalui akhlak Islam yang mulia.

Demikian. Wallāhu a‘lam. Barakallah fiikum.


Komunitas Pengusaha Muslim




02/08/2026

Muhasabah



01/08/2026

Setiap langkah menjadi referensi hidup.
Dalam setiap riwayat, selalu berkembang kisah dan hikmah.

Di antara baik dan buruknya, bukan manusia yang berhak menilai.
Karena ikhlas adalah harta yang sangat mahal.

Rezeki yang besar, manfaat yang besar,
semuanya butuh proses dan perjalanan.

Mengayuh di samudera ilmu yang luas,
yang tak akan pernah habis saat berpadu pada satu titik:
ilmu dari Sang Pencipta.

Tujuan besar di dunia ini sejatinya bukan tentang siapa-siapa,
dan bukan tentang apa-apa.

Katanya hanya mimpi,
katanya hanya fatamorgana,
ruang semu yang tak mungkin diraih.

Namun itu hanyalah kata dan praduga.

Apa yang diyakini dengan kebaikan,
insyaAllah akan menemukan jalannya.

Bukan seberapa besar hasilnya,
bukan siapa yang paling cepat,
tetapi bagaimana langkah itu benar dan bernilai.

Solusi langit selalu sempurna.

Walau tak selalu berjumpa di dunia,
semoga persahabatan berlanjut hingga surga.

Hidup adalah anugerah,
dengan berkah, perjuangan, dan sejarah
untuk menuju niat dan tujuan terbaik.




31/07/2026

Jangan kejar cepat kaya, tapi kejar paham dan sabar.

Karena yang cepat datang, sering kali cepat p**a pergi.
Namun yang dibangun dengan ilmu, akan bertahan dan menenangkan.

Banyak orang lelah bukan karena kurang harta,
tetapi karena salah arah dalam melangkah.
Ingin hasil besar tanpa proses,
ingin panen tanpa menanam dengan benar.

Padahal hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai,
tetapi siapa yang tetap istiqomah berjalan.

Belajarlah memahami sebelum berharap memiliki.
Tenangkan hati sebelum mengejar dunia.
Sebab rezeki bukan hanya soal angka,
tapi juga keberkahan dan ketenangan jiwa.

Sabar bukan berarti lambat,
tapi kuat dalam proses.
Paham bukan berarti tahu segalanya,
tapi mengerti mana yang harus dijalani dan mana yang harus ditinggalkan.

Maka berjalanlah dengan ilmu,
melangkahlah dengan kesadaran,
dan percayalah…

Yang datang dengan cara baik,
akan tinggal lebih lama dan membawa kebaikan.




Nasuha Official

Muhasabah
31/07/2026

Muhasabah

29/07/2026

Bank plecit, bank keliling, bank konvensional
Pinjol (pinjaman online)
Pindar
Apapun jenisnya, ingatlah: ada yang lebih baik, yaitu membiasakan diri untuk belajar mengelola keuangan.
Jika harus meminjam untuk usaha,
lakukan dengan penuh pertimbangan dan kebijaksanaan.
Kalau sudah waktunya mundur,
tetaplah belajar tentng percepatan melunasi utang

🟪 *KELAS MENENGAH MULAI TERTEKAN: TABUNGAN MENYUSUT, BIAYA HIDUP MENINGKAT…*Ada fenomena menarik dalam kondisi keuangan ...
27/07/2026

🟪 *KELAS MENENGAH MULAI TERTEKAN: TABUNGAN MENYUSUT, BIAYA HIDUP MENINGKAT…*

Ada fenomena menarik dalam kondisi keuangan masyarakat saat ini.

Secara keseluruhan, jumlah dana masyarakat di perbankan masih meningkat.

Namun jika dilihat lebih dalam, pertumbuhannya ternyata tidak merata.

Data yang bersumber dari LPS menunjukkan bahwa pada periode Mei 2025–Mei 2026:

* Total simpanan perbankan meningkat dari sekitar Rp9.109,3 triliun menjadi Rp10.329,9 triliun.
* Simpanan kelompok Rp500 juta–Rp1 miliar turun sekitar 0,3%.
* Simpanan kelompok Rp2 miliar–Rp5 miliar turun sekitar 0,8%.
* Sebaliknya, simpanan kelompok di atas Rp5 miliar meningkat sekitar 4,1%.

Artinya, *kenaikan total tabungan masyarakat tidak otomatis berarti seluruh kelompok masyarakat semakin kuat secara finansial….*

Justru ada indikasi sebagian kelas menengah sedang mengalami tekanan.

✅ *RUANG KEUANGAN KELAS MENENGAH MAKIN SEMPIT*

Pendapatan mungkin masih ada. Usaha mungkin masih berjalan. Gaji mungkin masih diterima.

Tetapi uang yang tersisa setelah seluruh kebutuhan dibayar semakin sedikit.

Biaya makan meningkat, pendidikan anak, kesehatan, transportasi, cicilan, kebutuhan rumah tangga, biaya usaha, serta berbagai pengeluaran lainnya terus mengambil porsi pendapatan.

Masalah keuangan sebenarnya bukan hanya:

“Berapa besar penghasilan kita?”

Tetapi juga:

“Berapa yang masih tersisa setelah semua pengeluaran?”

Orang dengan penghasilan Rp30 juta per bulan tetapi pengeluaran Rp29 juta bisa lebih rapuh dibanding orang berpenghasilan Rp15 juta tetapi mampu menyisihkan Rp5 juta.

Penghasilan besar belum tentu berarti keuangan sehat.

✅ *TABUNGAN KELAS MENENGAH MULAI TERGERUS.*

Penurunan saldo kelompok tertentu bisa terjadi karena berbagai faktor.

Karena itu, data simpanan saja belum cukup untuk memastikan penyebabnya.

Namun ada beberapa kemungkinan yang masuk akal:

▪️ Pertama, tabungan dipakai untuk mempertahankan standar hidup.

Ketika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, kekurangannya mulai ditutup dari tabungan.

Awalnya tidak terasa.

Rp5 juta diambil.
Bulan berikutnya Rp3 juta.
Kemudian Rp7 juta.

Tanpa disadari, tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun mulai habis untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

▪️ Kedua, sebagian dana berpindah ke instrumen investasi.

Masyarakat semakin mengenal emas, sukuk, saham, reksa dana, properti dan berbagai instrumen investasi lainnya.

Jadi turunnya simpanan bank tidak selalu berarti masyarakat semakin miskin. Sebagian mungkin hanya memindahkan aset.

Karena itu, kita harus hati-hati membaca data.

✅ *FENOMENA YANG PERLU DIWASPADAI: “KELIHATAN MAPAN, TAPI RAPUH”.*

Ini yang sering terjadi pada kelas menengah.

Rumah bagus.
Mobil ada.
Anak sekolah bagus.
Liburan masih berjalan.
Penghasilan relatif tinggi.

Tetapi ketika penghasilan berhenti selama tiga atau enam bulan, keuangan *langsung terguncang.*

Kenapa?

*Karena kekayaan yang terlihat belum tentu sama dengan ketahanan keuangan….*

Ada orang punya aset Rp3 miliar tetapi utangnya Rp2,5 miliar.

Ada p**a orang yang asetnya lebih kecil tetapi hampir tidak memiliki utang dan mempunyai dana darurat.

Secara kas, orang kedua bisa jauh lebih tenang.

Karena itu jangan hanya bertanya:

“Berapa aset saya?”

Tetapi tanyakan juga:

“Berapa utang saya, berapa biaya hidup saya, dan berapa lama keluarga saya mampu bertahan jika pendapatan berhenti?”

✅ *JANGAN TERJEBAK LIFESTYLE INFLATION.*

Salah satu jebakan terbesar kelas menengah adalah:

Pendapatan naik → gaya hidup ikut naik.

Dulu makan Rp30 ribu cukup.
Pendapatan meningkat, standar berubah.

Dulu mobil sederhana cukup.
Penghasilan meningkat, ingin upgrade.

Dulu liburan setahun sekali.
Kemudian menjadi beberapa kali.

Akhirnya penghasilan bertambah tetapi tabungan tidak bertambah.

Allah mengingatkan:

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”
(QS. Al-Isra’: 26)

Kemudian Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
(QS. Al-Isra’: 27)

Islam tidak melarang menikmati rezeki. *Yang dilarang adalah israf dan tabdzir….*

✅ *INVESTASI BOLEH, TETAPI JANGAN SEMUA UANG DIINVESTASIKAN…*

Poster juga menunjukkan kemungkinan sebagian tabungan berpindah menuju investasi.

Ini bisa menjadi hal positif.

Tetapi ada kesalahan yang juga harus dihindari:

semua uang dipaksa produktif.

Dana darurat berbeda dengan dana investasi.

Dana kebutuhan sehari-hari jangan dipaksakan masuk investasi berisiko hanya karena mengejar keuntungan.

Prinsip sederhananya:

Likuiditas untuk bertahan.
Investasi untuk berkembang.

Keduanya dibutuhkan.

Dan bagi seorang Muslim, investasi juga harus memperhatikan kehalalan akad dan objek investasinya, bukan sekadar mengejar return tertinggi.

Allah berfirman:

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)

✅ *KELAS MENENGAH HARUS MULAI MEMBANGUN “BENTENG KEUANGAN”…*

Jangan menunggu krisis datang.

Mulailah membangun pertahanan keuangan keluarga.

Prioritasnya bisa berupa:

▪️ *Kendalikan gaya hidup.*

Jangan biarkan kenaikan penghasilan selalu diikuti kenaikan pengeluaran.

▪️ *Miliki dana darurat.*

Tujuannya bukan mencari keuntungan, tetapi menyediakan likuiditas ketika terjadi masalah.

▪️ *Kurangi utang konsumtif.*

Terlebih utang berbunga/riba harus diupayakan keluar secara bertahap dan sungguh-sungguh.

▪️ *Pisahkan uang usaha dan rumah tangga.*

Jangan sampai kebutuhan keluarga terus-menerus mengambil modal usaha.

▪️ *Bangun aset produktif secara bertahap.*

Carilah instrumen yang halal, dipahami risikonya, dan sesuai kemampuan

▪️ *Persiapkan pensiun sebelum pensiun.*

Jangan baru memikirkan sumber penghasilan ketika gaji sudah berhenti.

❌ *PELAJARAN BESAR: JANGAN HANYA MENGEJAR KAYA, BANGUN KETAHANAN.*

Kondisi ekonomi dapat berubah.

Bisnis bisa turun.
Pekerjaan bisa hilang.
Kesehatan bisa terganggu.
Pendapatan bisa berhenti.

Karena itu perencanaan keuangan bukan sekadar bagaimana memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.

Tetapi juga:

Bagaimana keluarga tetap bisa hidup ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

Nabi Shalallaahu Alaihi Wassalaam bersabda:

“Kekayaan bukanlah banyaknya harta benda, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

✅ *ISLAM MENGAJARKAN PERSIAPAN MASA DEPAN…*

Menyiapkan keuangan untuk masa sulit tidak bertentangan dengan tawakal.

Kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam justru memberikan pelajaran tentang perencanaan menghadapi masa sulit.

Allah berfirman:

“Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.”
(QS. Yusuf: 47)

Setelah tujuh tahun masa produktif akan datang masa sulit.

Pesannya sangat relevan:

Saat kondisi masih baik, jangan habiskan semuanya.

Sebagian dinikmati.
Sebagian disimpan.
Sebagian dikembangkan.
Sebagian dipersiapkan untuk menghadapi masa sulit.

🟦 *PENUTUP….*

Fenomena menyusutnya sebagian kelompok simpanan kelas menengah seharusnya menjadi alarm.

Bukan untuk menakut-nakuti.

Tetapi untuk mengingatkan:

Jangan tertipu oleh besarnya penghasilan.
Jangan tertipu oleh banyaknya aset.
Jangan tertipu oleh gaya hidup yang terlihat mapan.

Ukuran kesehatan finansial bukan sekadar berapa banyak uang yang masuk, tetapi juga:

Berapa yang bisa disimpan.
Berapa utang yang harus ditanggung.
Berapa aset produktif yang dimiliki.
Dan berapa lama kita mampu bertahan ketika penghasilan berhenti.

Dan yang terpenting bagi seorang Muslim:

Bukan sekadar banyak hartanya, tetapi halal sumbernya, benar pengelolaannya, berkah penggunaannya, dan selamat pertanggungjawabannya di hadapan Allah.

Kita tidak tahu bagaimana kondisi ekonomi lima tahun mendatang. Tetapi kita bisa mulai mempersiapkannya dari sekarang.

Demikian. Wallāhu a‘lam. Barakallah fiikum.


Komunitas Pengusaha Muslim

Click https://chat.whatsapp.com/FBJV5mjWp5bF02LpVY1a1p?mode=wwc

Sudah saatnya kita menyerah dalam arti yang sebenar-benarnya: berserah diri kepada Allah. Mengakui dengan penuh kesadara...
27/07/2026

Sudah saatnya kita menyerah dalam arti yang sebenar-benarnya: berserah diri kepada Allah. Mengakui dengan penuh kesadaran bahwa hanya Engkaulah, ya Allah, yang memiliki izin dari segala arah, yang menentukan apa yang pantas bagi kami. Segala sesuatu telah Engkau rencanakan dengan sempurna, dan tidak ada satu pun yang luput dari ketetapan-Mu.

Kami hanyalah hamba yang bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Lemah, terbatas, dan sangat membutuhkan pertolongan-Mu di setiap langkah kehidupan. Terkadang ada “berhala” yang tak kasat mata—kesombongan, ketergantungan pada selain-Mu, atau harapan yang keliru. Ada p**a luka yang tak terlihat, tak terucap, namun terasa begitu dalam, sulit dipahami bahkan oleh diri sendiri.

Namun di balik semua itu, kami belajar bahwa setiap yang terjadi adalah atas izin dan kuasa-Mu. Apa yang kami terima, bahkan yang kami inginkan, sejatinya adalah bagian dari proses-Mu dalam mendidik hati kami. Engkau sedang mengajarkan kami bagaimana mengelola rasa, menerima takdir, dan memaknai setiap pemberian dengan penuh kesyukuran.

Ya Allah, kuatkan hati kami untuk menerima setiap ketetapan-Mu. Lapangkan dada kami untuk memahami hikmah di balik setiap peristiwa. Jadikan setiap rasa—baik s**a maupun duka—sebagai jalan untuk mendekat kepada-Mu, memperbesar rasa syukur, dan menerima setiap karunia-Mu dengan ikhlas.

Karena pada akhirnya, hanya kepada-Mu kami bersandar, dan hanya dengan izin-Mu kami mampu menjalani kehidupan ini.







Nasuha Official

Address

DIY Dan Jateng
Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nasuha korda DIY Jateng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share