Bakudapan Food Study Group

Directions Website Contact the organization

Bakudapan  Food Study Group BAKUDAPAN is a study group, based in Yogyakarta, that discuss ideas about food and it's relation with issues such politics, social and art.

Tentang kami

BAKUDAPAN adalah sebuah kelompok studi yang mengkaji topik-topik mengenai makan dan makanan, diinisiasi oleh Elia Nurvista dan Khairunnisa. BAKUDAPAN sendiri terinspirasi dari kata “bakudapa” yang berasal dari bahasa Manado (Sulawesi Utara), yang berarti “bertemu”, dan “kudapan” adalah makanan ringan yang biasa disajikan saat adanya aktivitas bertemu orang lain, baik bertamu, rapat, ataupun nongkrong. Sehingga “bakudapan” dapat diartikan sebagai kegiatan bertemu sambil memakan kudapan. Melalui nama inilah, kami ingin bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap makanan. Kami percaya bahwa makanan tidak hanya berbicara mengenai memasak, sejarah, bagaimana melestarikannya, dan mengenalkannya kepada dunia. Makanan dapat menjadi alat dan jalan masuk untuk membicarakan isu yang lebih luas, baik itu ekonomi, politik, sosial, seni, maupun budaya.

-

About us

BAKUDAPAN is a study group that discuss ideas about food, this group was initiated by Elia Nurvista and Khairunnisa. The word BAKUDAPAN itself is inspired by “bakudapa”, which comes from Manadonese (North Sulawesi) language meaning to “meet”, and also “kudapan” which is a kind of snack that is usually served when there is are activities such as a meeting, visiting, and even when hanging out. Therefore, “bakudapan” can be translated as eating snacks while meeting. Through this name, we would like to meet with people who have an interest in food. We believe that food can not only be about cooking and about history, conservation and introduce it to the world. Food can also be an instrument to speak about broader issues, such as politics, social, art and culture.

28/08/2026

Ekspansi perkebunan sawit merenggut hutan dan mengubah bentang alam. Namun di Sanggau, pertemuan kami dengan kelompok ibu-ibu PKK Meliau Hulu dan teman-teman di Desa Sungai Ranas memperlihatkan bahwa kenyataan ini bukan hanya tentang hutan yang hilang, tetapi juga tentang berbagai bentuk kehidupan yang tumbuh dan bertahan di tengahnya.

Perempuan menjadi garda terdepan ketahanan pangan melalui segala yang mereka tanam di pekarangan. Kiat-kiat berhemat di dapur tanpa mengorbankan kenikmatan rasa lahir dari pengetahuan lokal, mulai dari membuat pekasam hingga mengolah kulat sawit.

Namun, ketika kehidupan mulai beradaptasi dengan ekspansi sawit, ancaman baru justru membayangi. Pertambangan bauksit dan emas ilegal datang merenggut kebun dan ladang sembari mencemari sungai.

Temukan cerita perjalanan kami belajar dari kawan-kawan dan komunitas di Sanggau sebagai rangkaian dari Festival Lestari ke 6 di berbagai luaran yang dapat diakses melalui tautan lnk.bio/bakudapantelusurkalbar

Video: Reza Darwin
Editor: Reza Darwin

25/08/2026

Lanskap yang berubah, dari ladang di belantara hutan menjadi perkebunan karet dan sawit turut menggeser pemaknaan terhadap tanah. Dari ruang berdaulat menjadi akses komoditas. Di Sintang, kami turut belajar tentang kiat-kiat meneruskan kedaulatan hidup melalui berbagai keseharian di rumah betang Ensaid Panjang. Hutan adat Tawang Serimbak adalah supermarket kehidupan.

Di kota pun, resep dan cara memasak yang mengutamakan pengetahuan lokal tentang pangan dan budaya juga dihidupi oleh teman-teman di Jerau Cafe, Tempayan Project, dan Lab Inovasi Bestari. Percakapan dengan Bang Hipolitus Januar Pogo, Forum Komunikasi Masyarakat Sipil Kab. Sintang, dan Gemilang turut menuntun kami dalam memahami ragam resiliensi sehari-hari.

Temukan cerita perjalanan kami belajar dari kawan-kawan dan komunitas di Sintang sebagai rangkaian dari Festival Lestari ke 6 di berbagai luaran yang dapat diakses melalui tautan lnk.bio/bakudapantelusurkalbar

Video: Reza Darwin
Editor: Reza Darwin

22/08/2026

Di seputaran Lanjak Deras, di Rumah Makan Padmi, Desa Ukit-Ukit, Desa Kelawik, dan Desa Ngaung Keruh kami belajar tentang bagaimana menjalani keseharian yang bertaut dengan hutan, tanah, dan air di sekitaran Kapuas Hulu. Begitu pun ketika kami mengarungi Danau Sentarum dan berkunjung ke Dusun Sungai Pelaik.

Upaya preservasi pengetahuan luhur merasuki bulir padi, begitu p**a dengan berbagai sajian hari-hari yang mencerminkan bagaimana merawat hidup di tengah gempuran perubahan.

Temukan cerita perjalanan kami belajar dari kawan-kawan dan komunitas di Kapuas Hulu sebagai rangkaian dari Festival Lestari ke 6 di berbagai luaran yang dapat diakses melalui tautan lnk.bio/bakudapantelusurkalbar

Video: Reza Darwin
Editor: Reza Darwin

20/08/2026

Pada Juni 2025, Bakudapan Food Study Group berkesempatan belajar dari teman-teman di tiga anggota kabupaten lestari di Kalimantan Barat: Kapuas Hulu, Sintang, dan Sanggau. Pertanyaan sederhana tentang bagaimana perubahan lanskap ekologis dan sosial mengubah cara orang makan, menanam, dan memahami dunia di sekitarnya menuntun kami pada berbagai cerita tentang cita rasa, hidup yang bertaut dengan hutan, air, dan tanah, cara-cara merawat, hingga pangan yang bertahan.

Banyak dari cerita tersebut dituturkan oleh kawan-kawan baik yang membagikan sebagian dunianya kepada kami, dan teman-teman lain yang berkehendak memahami ragam berkehidupan di Kalimantan Barat. Upaya itu kami rangkum dalam zine “𝑻𝒂𝒏𝒂𝒉, 𝑨𝒊𝒓, 𝒅𝒂𝒏 𝑫𝒂𝒑𝒖𝒓: 𝑴𝒆𝒏𝒆𝒍𝒖𝒔𝒖𝒓𝒊 𝑹𝒖𝒂𝒔 𝑺𝒖𝒏𝒈𝒂𝒊 𝑲𝒂𝒑𝒖𝒂𝒔” yang memuat beberapa tulisan berikut:
1. Hardiyanti Hardiyanti – “Padi lokal, peluru terakhir melawan revolusi hijau”
2. Claudia Liberani Randungan Cloud – “Dari isi piring hingga siasat melawan hantu tak terlihat”
3. Anzase Mika – “Sungai dan aku” & “Kebun buah dan ruang berkumpul bersama”
4. Meivy Andriani 🕊 M ₑ ᵢ ᵥ y & Shilfina Putri Widatama shilfinaputri – “Memaknai kebersamaan melalui gawai”
5. ⁠Meivy Andriani – “Jalin-menjalin alam dan budaya: percakapan dengan Bang Pogo” & “Lima resep rumahan untuk bertahan”
6. Esty Wika Silva Silva – “Kupu-kupu dalam perut ibu buaya”
7. Esty Wika Silva & Meivy Andriani – “Merawat kehidupan di tengah perubahan”

Zine ini turut memuat foto dan potongan gambar yang diambil oleh Reza Darwin rezadarwin dan Aldi Khatami aldikhatamii.

“𝑻𝒂𝒏𝒂𝒉, 𝑨𝒊𝒓, 𝒅𝒂𝒏 𝑫𝒂𝒑𝒖𝒓: 𝑴𝒆𝒏𝒆𝒍𝒖𝒔𝒖𝒓𝒊 𝑹𝒖𝒂𝒔 𝑺𝒖𝒏𝒈𝒂𝒊 𝑲𝒂𝒑𝒖𝒂𝒔” turut menjadi bagian dari perjalanan kami di Festival Lestari ke 6. Silakan baca dan unduh zine ini melalui tautan: lnk.bio/bakudapantelusurkalbar.

Video: Aldi Khatami dan Reza Darwin
Editor: Ari Muhammad Dihan dan Reza Darwin

Pada hari Minggu (16 Agustus 2026) yang mudah-mudahan cerah ini, Bakudapan ingin bertemu dan mengajak teman-teman untuk ...
11/08/2026

Pada hari Minggu (16 Agustus 2026) yang mudah-mudahan cerah ini, Bakudapan ingin bertemu dan mengajak teman-teman untuk berkumpul dan berbagi cerita terkait topik "mengawetkan". Utamanya, mengawetkan yang bertautan dengan pengetahuan dalam bentuk tulisan ataupun makanan.

Kami juga kedatangan satu kawan, Lintang Lanthip. Ia adalah seorang quality control dan praktisi kopi dari Bali. Lintang akan mengambil alih sementara Warung Ramah selama beberapa jam dan tentunya ditemani juga sajian khas sourdough dari warung.

Ngobrol nyore Bakudapan
16.00–17.30 WIB

Takeover Warung Ramah oleh Lintang Lanthip
16.00–21.00 WIB

Mari datang untuk menyantap dan berbagi cerita bersama Bakudapan, Lintang, dan Warung Ramah.

Sampai jumpa pada hari Minggu di Warung Ramah :)

09/08/2026

Dari yang tersisa di kebun sawit, lahir hidangan yang hangat dan mengenyangkan. Umbut sawit dan kulat yang kerap luput dari perhatian, nyatanya bisa diolah menjadi pangan sehari-hari; menunjukkan upaya untuk terus beradaptasi.

Dua resep ini muncul dari keuletan para ibu-ibu mencari cara untuk bertahan di tengah keterbatasan dan pengetahuan membaca bahan pangan yang ada di sekitar.

Ketika perkebunan monokultur menggeser tanaman pangan yang dekat dengan keseharian, bagaimana kita bisa terus merawat pengetahuan?

Baca resep lainnya dengan mengunduh E-Zine “Tanah, Air, dan Dapur: Menelusuri Ruas Sungai Kapuas” di lnk.bio/bakudapantelusurkalbar

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bakudapan Food Study Group posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Bakudapan Food Study Group:

Shortcuts

Share