23/12/2025
Taring Padi, “Rakyat Demokratik,” 1999 (replika 2021),
5 x 4 m, akrilik di atas kain
Selamat Ulang tahun ke 27 Taring Padi!
“Rakyat Demokratik” dibuat sebagai bagian dari deklarasi Lembaga Budaya Kerakyatan TARING PADI di LBH Yogyakarta 21 Desember 1998. Banner ini menandai orientasi artistik dan ideologis Taring Padi yang lahir di tengah keriuhan dan gempita reformasi, penuh carut marut tapi juga harapan. Dalam transisi sosio-politik di era awal reformasi itu, Taring Padi melihat bahaya konflik horizontal yang memecah belah gerakan sosial di akar rumput dan merusak insiatif-inisiatif demokratis di berbagai elemen rakyat, seperti ketika Pangab Jendral Wiranto membentuk milisi Ratih (rakyat terlatih) menjelang pemilu 1999. Ironisnya, banner “Rakyat Demokratik” ini dibakar oleh milisi militer dalam aksi solidaritas kaum miskin kota di Titik Nol Yogyakarta tahun 2000. Militerisme tidak begitu saja hilang setelah diktator militeristik Suharto jatuh. Militerisme akan selalu ada sebagai bahaya laten yang mengancam terselenggarannya proses-proses domokrasi kerakyatan di semua level tatanan kehidupan sosial dan bernegara. Semua ini muncul secara literal dan visual di dalam banner “Rakyat Demokratik.” Di bagian atas banner, seruan massa “Tolak Ratih” berhadapan dengan wajah Karl Marx (1818-1883) sebagai simbol ide-ide kiri progresif demokrasi kerakyatan yang salah satunya divisualisasikan dalam bentuk solidaritas sosial figur tokoh agama, petani dan bisnis. Di bagian bawah, adalah solusi yang ditawarkan Taring Padi: koperasi untuk petani, okupasi pabrik oleh buruh dan pendidikan rakyat yang akan membawa kesejahteraan sosial (disimbolkan oleh dua untai padi) dan terciptanya Rakyat Demokratik, tertulis di pita kuning dengan tinta merah.
Pict 2. The first public display of "Rakyat Demokratik" LBH Yogyakarta, 21 December 1998
Pict 3. The installation of "Rakyat Demokratik" in Yogyakarta city center prior to its destruction by militia forces in 1999