Gerakan Literasi Indonesia (GLI) adalah sebuah gerakan ekonomi, politik dan budaya yang diinisiasi oleh penulis, akademisi, seniman, pegiat LSM, dan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh dan berkembangnya kebudayaan Indonesia dalam arti seluas-luasnya. GLI bersifat terbuka, mandiri, egaliter, majemuk, demokratis, progresif, dan revolusioner. Tujuan Gerakan Literasi Indonesia adalah te
rciptanya masyarakat Indonesia yang ‘melek’ ekonomi, politik dan budaya dan bertanggungjawab atas setiap pikiran dan tindakannya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut GLI berorientasi pada usaha-usaha penyadaran terhadap kondisi riil masyarakat Indonesia yang masih mengalami dominasi politik, ekonomi, dan kebudayaan dari kelompok-kelompok tertentu. Selain melakukan usaha penyadaran atas ketertindasan struktural dan kultural, gerakan ini juga berupaya mewujudkan perikehidupan yang setara, berdaulat, dan kreatif di seluruh lapisan masyarakat. Lingkup kegiatan GLI di antaranya aktif dan teratur mengadakan serial diskusi, mengadakan Bengkel Menulis dan Bengkel Jurnalistik, mendirikan dan membesarkan Kooperasi Litera, dan berinisiatif membangun media berbasis kooperasi sebagai bukti konkret melawan oligarki dan konglomerasi media massa yang membuat pembacanya tak berdaulat. Dalam mewujudkan cita-cita kedaulatan ekonomi, politik dan budaya bagi segenap lapisan masyarakat tersebut Gerakan Literasi Indonesia membentuk biro-biro kerja yang mewadahi semangat, arah dan tujuan gerakan. Ada empat biro kerja yang merupakan infrastruktur dan tulang punggung gerakan ini, yaitu: (1) Biro Penelitian dan Media, (2) Biro Pengorganisasian dan Jaringan, (3) Biro Aksi Budaya, dan (4) Biro Kedaulatan Ekonomi. Keempat biro ini bekerja sinergis satu sama lain untuk mencapai cita-cita dan tujuan Gerakan Literasi Indonesia.