08/04/2026
Ketua Umum Pelbakori Ajak Anggota Perkuat Manajemen dan Legalitas Hadapi Tantangan LPK Bahasa Korea Kedepan
Bertempat di Oak Tree Emerald Hotel Semarang Perkumpulan Lembaga Pelatihan Kerja dan Kursus Bahasa Korea di bawah naungan Pelbakori kembali menggelar pertemuan silaturahmi sebagai sarana penguatan antar anggota di tengah kondisi sektor penempatan tenaga kerja Korea yang saat ini mengalami penurunan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pelbakori, Bapak Didik, menekankan bahwa kondisi penurunan saat ini bersifat "laten", berbeda dengan masa pandemi COVID-19 yang merupakan pemberhentian total secara mendadak. Beliau mengingatkan para pemilik LPK agar tetap waspada dan tidak lalai dalam mengantisipasi situasi pasar yang sedang lesu akibat faktor eksternal.
"Kita ini pengusaha, harus siap kaya dan siap miskin. Namun, yang tidak boleh hilang adalah *mental dan semangat kita,* karena itulah yang bisa kita kendalikan," tegas Bapak Didik dalam arahannya kepada para anggota.
*Momentum Pembenahan Tata Kelola dan Legalitas*
Alih-alih berdiam diri, Pelbakori mendorong para pengelola LPK untuk memanfaatkan waktu luang di saat rutinitas mengajar berkurang untuk melakukan *introspeksi dan pembenahan manajemen internal*. Fokus utama yang ditekankan adalah pemenuhan aturan pemerintah terkait tata kelola lembaga yang baik.
Poin krusial yang disampaikan adalah mengenai *legalitas*. Pemerintah kini telah menerapkan perizinan berbasis risiko yang wajib diikuti oleh seluruh lembaga. Lebih lanjut, pada tahun *2027*, *akreditasi* akan menjadi syarat wajib bagi setiap LPK.
"Mari kita benahi lembaga kita bersama-sama agar bisa 'naik kelas'. Kita siapkan lembaga yang kuat untuk menghadapi tahun 2027 yang kita optimis akan menjadi masa *sunrise* kembali," tambah Bapak Didik,.
*Membangun Terobosan melalui Kolaborasi*
Dalam pertemuan tersebut, Pelbakori juga menghadirkan peluang kerja sama dengan pihak eksternal, seperti PKS dengan *KOLA* untuk Program Kuliah sambil Bekerja di Korea dengan kuota 300.000 di tahun ini, Program RPL bagi Siswa dan Alumni yang sudah bekerja di Korea dari *UNISSULA* dan kolaborasi dengan *Siemenjaya* penyiapan kompetensi sektor Fishing. Langkah ini diambil sebagai strategi agar lembaga tetap eksis dan tidak "mati" di tengah keterbatasan operasional,.
Meskipun kondisi keuangan beberapa lembaga mungkin sedang tergerus, Pelbakori optimis bahwa *badai pasti berlalu*,. Mengingat sejarah sektor ini sejak tahun 2004 yang selalu mengalami siklus naik-turun, kebutuhan Korea akan tenaga kerja dari LPK di Indonesia diyakini akan pulih kembali di masa depan.
Pertemuan ditutup dengan ajakan bagi seluruh anggota untuk terus berbagi informasi dan memberikan masukan terkait program-program yang dibutuhkan demi kemajuan bersama seluruh anggota Pelbakori