Yayasan Dian Desa

Yayasan Dian Desa YDD seeks a balance: to keep the concerns and traditions of the people as the top priority, while also being critical of unsustainable practices.

Helping Communities Help Themselves

For many people throughout rural Indonesia, “Dian Desa” has come to mean a better quality of life. A better life means not only the improvement of living conditions, but also a sense of empowerment. YDD’s working principle is to spread the use of appropriate technology to provide sustainable solutions for development throughout Indonesia. Working as a catalyst,

YDD introduces new ideas to communities which are then refined, maintained, and spread by the villagers themselves. Using a ‘self-help’ approach to build the capability and capacity of people, all projects draw upon local resources and expertise, and give individuals and communities ownership and responsibility for the projects. YDD is a local Indonesian NGO that has been operating on national, regional, and local levels since its inception in 1972. Programs and projects at YDD have evolved over the years, based on the changing needs of the communities it serves. Past programs include:

Coastal Area Development / Aquaculture
Sustainable Agriculture
Community Involvement in Urban Development

Due to Dian Desa’s experience with ground-level project implementation, it has become a hub for international aid groups and local partners to put their plans into action. At present Dian Desa divides into five program divisions: Clean Water and Sanitation, Waste Water Treatment, Renewable Energy, Micro Financing and Small Industry.

03/11/2025

AI Sebagai Participative Tools, Mungkinkah?

"Eh mungkin nggak sih pakai image prosesing AI ketika ada kegiatan di masyarakat?"

Kenapa tidak.

Misal dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi untuk pembuatan logo sebuah produk. Untuk kebutuhan tersebut, AI bisa digunakan ketika ada sesi pertemuan dengan masyarakat. Dalam sebuah pertemuan bersama, ide-ide dari masyarakat akan kebutuhan logo bisa dimasukkan dalam detil perintah/Prompt yang kemudian hasil generatenya bisa langsung ditunjukkan untuk dimintai persetujuan kepada masyarakat yang terlibat dalam sesi pertemuan tersebut.

Singkatnya, bahkan AI pun bisa dimanfaatkan sebagai 'participative tools' untuk pertemuan di tingkat desa. Untuk kebutuhan lain yang lebih kompleks, bukan tidak mungkin AI juga digunakan sebagai alat partisipatif.

Menarik bukan?

——
Slide: Sesi DD Tech Class yang diadakan akhir Oktober lalu. DD Tech Class adalah salah satu sesi sharing berkenaan dengan teknologi IT. Sesi ini diadakan secara reguler dan diikuti oleh Staff YDD. Dalam sesi kali ini, pematerinya adalah Sdr. Supriyono selalku Media & LIvelihood Officer.

Caption: Diadaptasi dari artikel Sdr. Supriyono. Artikel lebih lengkap, silahkan akses di: https://www.linkedin.com/pulse/ai-sebagai-participative-tools-mungkinkah-r-supriyono-apwxc/?trackingId=tuAEJFSPofoZDfmBWioa%2FQ%3D%3D

Pentingnya Pendampingan UMKM: Olahan Sehat Dari Dapur Ke Kustomer/Pasar.(Oleh: Supriyono, Media & Livelihood YDD Officer...
02/11/2025

Pentingnya Pendampingan UMKM: Olahan Sehat Dari Dapur Ke Kustomer/Pasar.
(Oleh: Supriyono, Media & Livelihood YDD Officer)

Pagi tadi, di berita pagi CNN, CNN menayangkan liputan pendek industri rumahan pengolahan Bandeng Presto dan Pindang Bandeng di salah satu daerah di Jawa Tengah. Sedari dulu, di beberapa wilayah Jawa Tengah memang sangat ikonik dengan aneka olahan Bandeng. Kondisi geografis di pesisir utara Jawa yang memudahkan pembuatan tambak menjadi salah satu faktor utama kenapa produk Bandeng dan olahannya menjadi ikon yang cukup kuat untuk beberapa daerah di Jawa Tengah.

Dalam liputan pendek CNN tersebut, pengolahannya cukup sederhanam yaitu setelah Bandeng di bersihkan kemudian diletakkan bertumpuk dalam sebuah kotak kayu kecil yang tiap kotaknya berisi 2 Bandeng, dialasi satu dua bahan kemudian ditabur dengan garam di atasnya. Kotak kayu kecil tersebut di tumpuk dengan bagian atas terbuka. Beberapa kotak tersebut di ikat dengan Tali Rafia. Proses selanjutnya, kotak-kotak kayu yang berisi Bandeng tersebut di presto di sebuah alat masak presto besar.

Di atas aku tulis Tali Rafia. Iya, kalian tidak salah baca. Tali Rafia digunakan untuk mengikat dan mengalami pemanasan dalam wajan presto.

Di tayangan yang sama, untuk pengolahan Pindang Bandeng, separuh bagian atas tubuh Bandeng 'diselimuti' (ditutup) dengan potongan kertas. Yang tampak dalam tayangan tersebut, potongan kertas yang dipakai adalah potongan kertas bekas yang terlihat ada teks/hasil print/cetak.

Bahaya Penggunaan Alat Masak Tidak Food Grade.

Kertas bekas yang mengandung pelarut kimia, zat pewarna, dll serta penggunaan tali rafia seharusnya tidak bersentuhan langsung dengan bahan makanan yang akan di olah apalagi jika itu melalui proses pemanasan.

Tali Rafia terbuat dari bahan dasar polimer plastik yang di sebut Polipropilena (PP). Kalau kita melihat Tali Rafia mempunyai warna yang beragam, itu karena dalam prosesnya diberi warna sintetis.

Pada dasarnya, peruntukan penggunaan tali rafia bukan untuk menjadi alat ikat dan bersentuhan langsung dengan bahan makanan apalagi harus mengalami proses pemanasan bersama bahan makanan yang di olah. Jika tali rafia digunakan seperti yang terjadi dalam proses pembuatan Bandeng Presto, itu jelas berbahaya karena tali ini tidak dirancang buat untuk food grade. Proses pelepasan zat kimia berbahaya saat Tali Rafia mendapat pemanasan berlebih dalam presto besar kemungkinan terjadi. Dan dalam konteks pengolahan Bandeng Presto seperti yang terlihat dalam tayangan CNN, pelepasan zat berbahaya dari Tali Rafia akan 'intouch' (bersentuhan) langsung dengan produk makanan yang sedang di olah.

"Kami sering mengkonsumsi Bandeng Presto, sehat-sehat aja kok"

Ya memang tidak akan langsung terasa dampaknya. Bagi sedikit orang yang tubuhnya sangat sensitif mungkin akan langsung terasa dampak kesehatannya tapi bagi kebanyakan orang dan jika panganan dengan proses seperti ini dikonsumsi dalam jangka panjang maka akan berdampak pada kesehatan. Masalah kesehatan seperti kanker lah, kerusakan organ, dan lain-lain adalah fenomena jamak saat ini dan itu bukan tidak mungkin merupakan kontribusi konsumsi pangan tidak sehat (atau mungkin beracun) yang selama ini kita konsumsi setiap hari.

Kemudian apa solusi pengganti tali rafia dan kertas bekas?

Banyak. Walaupun akan sedikit 'costly'. Tali rafia bisa diganti dengan benang katun masak ataupun tali bambu, tali janur pisang dan tali janur kelapa. Sedangkan untuk kertas bisa menggunakan kertas roti yang memang dirancang tahan panas dan food grade.

Pengawasan dan Pendampingan Dinas terkait?

Fenomena penggunaan bahan berbahaya dalam proses olahan makanan/minuman dan terjadi bertahun-tahun tidak lepas dari rendahnya pengawasan dan pendampingan dinas terkait.

Apa sebenarnya yang harus di lakukan oleh Dinas terkait berkenaan dengan penggunaan alat/bahan makanan berbahaya dalam produk olahan makanan atau minuman?

Pada dasarnya ada 3 hal, yaitu:

1. Regulasi ketat dan detil yang mengatur boleh atau tidaknya penggunaan bahan tertentu dalam makanan/minuman olahan.

2. Edukasi dan Pendampingan. Regulasi harus di ikuti pemberian pemahaman yang tepat kepada pelaku. Sedangkan pendampingan untuk memastikan bahwa pelaku usaha telah berjalan di arah yang tepat.

3. Solusi dan Dukungan (initial fund) Pembiayaan. Dua hal di atas harus juga disertai dengan solusi. Misal untuk bahan yang dilarang, solusi penggantinya apa dan kemudian jika solusi tersebut akan menambah biaya produksi maka perlu di berikan dukungan pembiayaan sebagai daya bantu awal untuk menggerakan produksi menghasilkan produk yang aman dan sehat/tidak berbahaya.

Kenapa usaha rumahan seperti ini harus dibantu?

Jawabannya karena potensi menggerakkan ekonominya besar. Dan kedua, karena potensi ekonominya besar tentu hal tersebut berkaitan dengan konsumen yang juga besar. Karena berhubungan dengan konsumen yang jumlahnya tidak sedikit, maka konsumen berhak mendapat perlindungan untuk mendapatkan produk makanan/minuman yang aman.

Bicara potensi industri rumah tangga, potensinya luar biasa besar di negeri ini. Dari Data Kemenkop 2024 tercatat ada lebih dari 64 juta unit usaha UMKM dan menyumbang lebih dari 60 % PDB. Jumlah tersebut mampu menyerap 90 % tenaga kerja di Indonesia. Jumlah yang sangat fantastis. Bayangkan akibatnya jika jutaan pelaku usaha yang berkaitan dengan makanan/minuman ini tidak menggunakan alat/bahan yang aman untuk kesehatan. Kebayang kan dampaknya ke depan seperti apa?

Pemberdayaan Ekonomi.

Apakah tugas pengawasan dan pendampingan UMKM hanya bisa dilakukan oleh Dinas atau Pemerintah?

Tentu saja tidak. Siapapun yang punya daya untuk membenahi hal seperti ini bisa berkontribusi. Penggiat sosial atau lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang concern dalam ragam kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat, rasanya punya 'kewajiban moral' membenahi hal seperti: food processingnya harus benar, bahan produksi harus aman, tepat dan tidak menggunakan alat produksi yang berbahaya dan lain sebagainya.

Kegiatan pemberdayaan ekonomi di masyarakat bukan berangkat muluk-muluk dengan tujuan menghasilkan inovasi (produk) baru. Ya itu tidak salah tetapi yang paling bijak seharusnya diawali dengan identifikasi potensi, kebiasaan produksi yang sudah ada, bahan, segmentasi pasar produk, dan lain-lainnya.

Dengan identifikasi awal tersebut maka kita bisa melakukan pembenahan atau peningkatan kualitas di proses produksi ataupun bahan yang digunakan. Dengan itu dan di titik itulah sebenarnya kita ikut melestarikan budaya/tradisi pangan lokal yang banyak di antaranya sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun.

"Apakah saat ini penggalakan penggunan Tungku Hemat Energi & Sehat masih relevan?"Dalam beberapa kesempatan, pertanyaan ...
16/09/2025

"Apakah saat ini penggalakan penggunan Tungku Hemat Energi & Sehat masih relevan?"

Dalam beberapa kesempatan, pertanyaan di atas kerap terlontar kepada kami.

Sekarang, mari kita bedah perlahan.

Di tahun 2010, berdasar data dari World Bank, rumah tangga di Indonesia yang masih menggantungkan kayu bakar sebagai bahan bakar utama tungku untuk memasak berjumlah 24.5 juta rumah atau sekitar 40 % rumah tangga di Indonesia.

Dari 24.5 juta rumah tangga tersebut, jika kita dedah lebih dalam jumlah kayu yang digunakan sebagai bahan bakar, diproyeksi penggunaannya sebanyak 26.95 juta ton/tahun. 26.95 juta ton didasarkan pada hitungan moderat rata-rata penggunaan sebanyak 3 kg/hari/rumah tangga yang jika dijumlah dalam setahun berarti per rumah tangga ekuivalen menggunakan 1.1 ton kayu sebagai bahan bakar. Dari 1.1 ton/tahun/rumah tangga jika dikalikan 24.5 juta rumah tangga didapat hasil 26.95 juta ton/tahun kayu yang dijadikan sebagai bahan bakar.

Jumlah 24.5 juta rumah tangga pengguna tersebut sebenarnya sudah menurun cukup signifikan akibat dicanangkannya program nasional konversi LPG oleh Pemerintah. Berawal dari tahun 2007, penggunaan tungku tradisional berbahan bakar kayu serta kompor berbahan bakar minyak tanah perlahan mulai susut jumlahnya.

"Bagaimana dengan data terkini?"

Data terakhir tahun 2023 menunjukkan masih ada 9.82 % rumah tangga yang menggantungkan kayu bayar sebagai bahan bakar tungku untuk memasak. 9.82 % kurang lebih setara dengan 7.39 juta rumah tangga.

Jika menggunakan asumsi yang sama dengan data 2010, maka konsumsi rumah tangga atas kayu untuk dijadikan bahan bakar di tahun 2023 sebesar 8.129/ton/tahun.

Walau jumlahnya terlihat sudah menurun dibandingkan 2010 tetapi dari segi jumlah total kayu bakar yang digunakan per tahunnya masih terbilang tinggi. Penggunaan kayu yang tidak terkontrol bisa menyebabkan deforestasi. Dan deforestasi bisa menimbulkan tekanan pada hutan. Sementara, terganggunya keanekaragaman hayati serta emisi karbon yang dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna akibat tungku yang tidak tepat juga dapat berkontribusi pada pemanasan global.

Selama ada kelompok masyarakat yang masih menggunakan tungku tradisional berbahan bakar kayu dan tungkunya tidak sehat - tidak hemat energi, selama itu p**a ruang penggalakan penggunaan Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) masih terbuka dan tidak kehilangan relevansinya.

Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) Keren Super.

Salah satu Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) yang dikembangkan oleh Yayasan Dian Desa adalah Tungku Keren Super. Pengembangan Tungku Keren Super yang dilakukan oleh Yayasan Dian Desa dilandasi rasionalitas akan penghematan energi bahan bakar serta kesehatan.

Tungku Keren Super tidak hanya hemat atau efisien dalam penggunaan energi tetapi tungku ini juga signifikan mengurangi asap yang dihasilkan. Dalam konteks ini, Tungku Keren Super sama artinya membantu menjaga kesehatan pengguna tungku.

Bicara efisiensi: tingkat efisiensi dari TSHE Keren Super mencapai 40 %. Efisiensi sebesar 40 % ini nyata signifikansinya dalam pengurangan konsumsi kayu sebagai bahan bakar.

Dalam beragam kegiatan sosialisasi Tungku Keren Super di masyarakat, Yayasan Dian Desa selalu menguji coba dan membandingkannya secara langsung (live demo) dengan tungku tradisional yang biasa digunakan masyarakat dalam keseharian seperti yang terlihat dalam foto di postingan ini. Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat diberi kesempatan untuk menguji serta mengoperasikan langsung menggunakan TSHE Keren Super.

Jadi, sudah paham kan kenapa sampai sekarang Yayasan Dian Desa masih ‘keukeh’ menggalakkan pengenalan serta penggunaan Tungku Sehat Hemat Energi.

Yuk, kenalkan dan pakai tungku yang hemat energi, tungku yang juga sehat bagi penggunanya.

Foto 1-2: live demo membandingkan tungku tradisional & TSHE Keren Super.
Foto 3-4: TSHE Keren Super.

Perempuan .... Sosok yang membekap keagungan. Keagungan itu terbekap secara purba dalam sosok Perempuan.Dari dirinya p**...
09/03/2025

Perempuan .... Sosok yang membekap keagungan. Keagungan itu terbekap secara purba dalam sosok Perempuan.

Dari dirinya p**a lahir peradaban dan karena dirinya juga sejarah manusia tetap tumbuh.

Walau keagungan itu ada dalam sosok Perempuan, perjalanan sejarah berkata sebaliknya. Diskriminasi, kesempatan yang tidak sama, akses ruang publik yang tidak ramah, dan lain sebagainya adalah sejentik cerita bahwa ketidaksetaraan terhadap Perempuan itu nyata. Ketidaksetaraan itu ada!!

Pergerakan Perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan senyatanya sudah dimulai sejak 1911 di beberapa negara Eropa seperti Austria, Denmark, Swiss dan Jerman.

Perjuangan menuju setara tersebut berbuah pengakuan di tahun 1975 oleh PBB dengan menjadikan tanggal 8 Maret sebagai 'International Women's Day'.

Kini, tanggal 8 Maret dirayakan sebagai pengingat kesadaran bahwa perjuangan kesetaraan terhadap perempuan belum selesai dan masih perlu terus diupayakan bersama dengan seluruh stakeholder.

Tulisan Puan.

Di Indonesia, salah satu platform digital yang cukup giat menyuarakan isu-isu Perempuan adalah Tulisan Puan.

Menarik mengikuti sepak terjang Tulisan Puan di ranah digital. Isu-isu kekinian yang dekat dan terjadi di masyarakat dikuliti dengan 'serius'. Tentu saja perspektif yang dipakai adalah perspektif yang berkeadilan terhadap Perempuan. Narasi-narasi Feminimisme begitu kental tertuang dalam tulisan digital di platform mereka.

Dalam International Women's Day 2025, Tulisan Puan menginisiasi sebuah selebrasi sederhana dengan kegiatan pemutaran film, art worshop dan berbincang tentang isu Perempuan. Venue selebrasi ini bertempat di Yayasan Dian Desa.

Yayasan Dian Desa dan Perempuan.

Isu Kesetaraan pada Perempuan bukanlah isu baru bagi Yayasan Dian Desa.

Sekian puluh tahun YDD bekerja di masyarakat, hampir semua program yang dilakukan dengan spirit pewujudan akses setara, pemberian perlindungan pada Perempuan, peningkatan kualitas kesehatan Ibu - Anak dan lain sebagainya.

Contoh lebih detil bahwa kegiatan yang dilakukan YDD yang berangkat dari spirit berkeadilan terhadap Perempuan, misal ketika melaksanakan Program Air Bersih Sanitasi, pada dasarnya yang YDD lakukan adalah bagaimana membantu serta memudahkan kerja-kerja Perempuan dalam penyediaan air bersih untuk keluarga. Dan dalam kontek sanitasi, pelaksanaan program tersebut jelas memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas kesehatan Perempuan (Ibu), anak dan keluarga.

Pada Program lain seperti Renewable Energy - Improve Cookstove misalnya, kegiatan dalam program ini dijalankan yang salah satu tujuannya adalah agar Perempuan terbantu secara efektif dalam aktifitas memasak serta terjamin kesehatannya karena flow memasak, konstruksi tungku, penempatan tungku, cerobong tungku, ventilasi udara dan lain-lainnya di desain secara detil dan tepat.
...

Seperti yang tertulis di awal, Perempuan .... Sosok yang membekap keagungan. Keagungan itu terbekap secara purba dalam sosok Perempuan .....

Maka, cerita tentang Perempuan tak akan pernah menemukan jeda. Tak akan pernah jeda karena sejarah manusia membutuhkannya. Membutuhkannya agar peradaban dan sejarah manusia tetap tumbuh.

Happy International Women's Day everyone.

Courtesy Photo: Septiyah Widyaningsih & Tulisan Puan.

Prof. Ir. Herman Johannes adalah Rektor ke 2 UGM sekaligus juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UGM.Prof. ...
17/02/2025

Prof. Ir. Herman Johannes adalah Rektor ke 2 UGM sekaligus juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UGM.

Prof. Ir. Herman Johannes yang lebih akrab dikenal dengan nama Pak Jo adalah salah satu tokoh besar di Fakultas Teknik UGM. Dedikasi serta kontribusi Prof. Herman tidak hanya di dunia pendidikan tetapi beliau juga sosok aktif terlibat secara politik dalam pergolakan perebutan kemerdekaan RI. Atas jasanya tersebut, Prof. Herman ditahbiskan sebagai salah satu Pahlawan Nasional RI.

UGM, tepatnya Fakultas Teknik UGM sebagai tanah pijak Prof. Herman akhirnya mengabadikan nama besar ini dalam sebuah award yang bernama Herman Johannes Award.

Herman Johannes Award diberikan kepada tokoh yang dianggap berjasa dan memberi dampak positif salah satunya dalam pembangunan ataupun sosial kemasyarakatan.

Pagi tadi, Founder - Direktur Yayasan Dian Desa yaitu Bapak Anton Soedjarwo memperoleh kehormatan mendapat Herman Johannes Award dari UGM.

Award ini adalah salah satu apresiasi dan pengakuan atas kerja-kerja Bapak Anton Soedjarwo selama puluhan tahun di masyarakat.

Award ini hanyalah satu titik/penanda dari sebuah perjalanan. Adanya award ini menjadi pemicu terutama bagi kami di Yayasan Dian Desa untuk bersama-sama dengan Pak Anton menjadi berkat bagi sesama, lingkungan ataupun bangsa.

Address

Jalan Grafika 2
Yogyakarta City
55597

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 14:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Dian Desa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Dian Desa:

Share