Biennale Jogja

Biennale Jogja Yayasan Biennale Yogyakarta

Dimulai sejak Biennale Jogja XI 2011 s.d Biennale Jogja 2021, Biennale Jogja akan bekerja di sekitar katulistiwa 23.27 derajad Lintang Utara dan Lintang Selatan. Biennale Jogja mencoba untuk memandang ke depan, mengembangkan perspektif baru yang sekaligus juga membuka diri untuk melakukan konfrontasi atas ‘kemapanan’ ataupun konvensi atas event sejenis.

Sebagai rangkaian dari program inkubasi Asana Bina Seni, Yayasan Biennale Yogyakarta dan Cemeti – Institusi untuk Seni d...
30/04/2024

Sebagai rangkaian dari program inkubasi Asana Bina Seni, Yayasan Biennale Yogyakarta dan Cemeti – Institusi untuk Seni dan Masyarakat mengadakan percakapan publik dengan seniman Internasional untuk berbagi praktiknya dengan penonton di Yogyakarta. Membuka akses untuk berbincang melampaui batas-batas, serta solidaritas dan aktivisme dalam lingkup seni kontemporer.

“Imagining Relational Activism”, sebagai topik yang menjadi haluan percakapan dengan Pratchaya Phinthong, membayangkan bentuk aktivisme sosial yang informal dan pendekatan personal dalam praktiknya sebagai seniman kontemporer.

Rabu, 8 Mei 2024
18:30 - 20:30 WIB
Cemeti – Institute for Art and Society
Jl. D.I. Panjaitan No. 41, Mantrijeron, Yogyakarta
https://maps.app.goo.gl/ACzD1pqxW4EDDYFB6

*The presentation will be in English

Profil
PRATCHAYA PHINTHONG
Pratchaya Phinthong tinggal dan berkarya di Bangkok, Thailand. Ia bekerja dengan pendekatan riset yang melihat relasi kuasa dalam konteks sosial ekonomi sebagai titik pijak. Pratchaya tertarik pada fenomena perpindahan dan kaitannya pergeseran narasi geopolitik dan geoekonomi.

_______________________________________

Media sosial:
Website: biennalejogja.org/

Diselenggarakan oleh:


Didukung oleh:
.ri

Sebagai rangkaian dari program inkubasi Asana Bina Seni, Yayasan Biennale Yogyakarta dan Cemeti – Institusi untuk Seni d...
29/04/2024

Sebagai rangkaian dari program inkubasi Asana Bina Seni, Yayasan Biennale Yogyakarta dan Cemeti – Institusi untuk Seni dan Masyarakat mengadakan percakapan publik dengan seniman Internasional untuk berbagi praktiknya dengan penonton di Yogyakarta. Membuka akses untuk berbincang melampaui batas-batas, serta solidaritas dan aktivisme dalam lingkup seni kontemporer.

“Building Common Ground: On Voice, Sound and the Potential of Borderlessness” akan membawa Hajra Waheed berbincang bersama kita untuk mengevaluasi suara kemanusiaan dalam media auditori untuk solidaritas global.

Senin, 6 Mei 2024
18:30 - 20:30 WIB
Cemeti – Institute for Art and Society
Jl. D.I. Panjaitan No. 41, Mantrijeron, Yogyakarta
https://maps.app.goo.gl/ACzD1pqxW4EDDYFB6

*Presentasi dalam Bahasa Inggris

Profil
HAJRA WAHEED
Praktik multidisipliner Hajra Waheed menelusuri jejaring kuasa yang mempengaruhi kehidupan, juga menjadi siasat menghadapi trauma dan alienasi sebagai subjek yang tercerabut oleh kekejaman kolonial dan negara. D**enal dengan karakter bahasa visual yang khas dan pendekatan puitis yang unik, karyanya sering menggunakan hal yang biasa untuk membicarakan isu yang mendalam, dan lanskap alam sebagai media untuk mentransposisi pergulatan manusia dan politik radikal resistensi dan ketangguhan.
_______________________________________

Media sosial:
Website: biennalejogja.org/

Diselenggarakan oleh:


Didukung oleh:
.ri

Venice Biennale 60 tahun 2024 () ini menjadi momentum penting untuk membincangkan dekolonisasi seni, sesuatu yang juga m...
28/04/2024

Venice Biennale 60 tahun 2024 () ini menjadi momentum penting untuk membincangkan dekolonisasi seni, sesuatu yang juga menjadi pijakan penting bagi kerja-kerja Biennale Jogja. Dalam Venice Biennale kali ini, ada 6 seniman Indonesia terlibat menampilkan karyanya, yang terutama menunjukkan keterkaitan trans-nasional Global Selatan pada konteks modern dan masa kini. Emiria Sunassa, Affandi, Dullah, Hendra Gunawan, Fadjar Sidiq menjadi bagian perhelatan ini.

Selain itu, ada keterlibatan kurator dan seniman kontemporer Indonesia lainnya:

(foto 4)
#1 Alia Sw****ka, direktur Yayasan Biennale Yogyakarta bertugas sebagai salah satu International Jury of Biennale Arte 2024, Venice Biennale

(foto 5)
#2 Seniman partisipan Biennale Jogja XI dan Biennale Jogja 17 -- Jompet Kuswidananto, mempresentasikan karyanya "Terang Boelan" (2022) dalam Bangkok Art Biennale Foundation, Collateral Event of 60th International Art Exhibition, La Biennale di Venezia "The Spirit of Maritime Crossing".

(foto 6)
#3 Irwan Ahmett & Tita Salina pernah berpartisipasi dalam Biennale Jogja XI dan Biennale Jogja XIII, turut serta dalam La Biennale di Venezia, Marco Scotini's "Disobidience Archive (The Zoetrope)" dengan karyanya "B.A.T.A.M -- Bila Anda Tiba Anda Menyesal" (2020).

Berpartisipasi p**a seniman partisipan Biennale Jogja dari kawasan lain seperti: (foto 9) Gunes Terkol (Turki/BJ 17) dalam pameran utama
(foto 8) Ndidi D**e (Nigeria/BJ13) dalam Paviliun Nasional Nigeria.
______________________________________
Media sosial:
Website: biennalejogja.org/

Segenap keluarga besar Yayasan Biennale Yogyakarta mengucapkan:Hari Raya Idul Fitri 1445 HEid Mubarak 2024Semoga Hari Ra...
08/04/2024

Segenap keluarga besar Yayasan Biennale Yogyakarta mengucapkan:
Hari Raya Idul Fitri 1445 H
Eid Mubarak 2024

Semoga Hari Raya menjadi momentum bagi kita semua untuk menguatkan solidaritas dan tali kasih pada berbagai lapis masyarakat yang membutuhkan perhatian dan uluran, menjadi ruang sosial untuk saling menyapa dan menjaga.

Photo credits: Lembâna Artgroecosystem - "Bhâko: So Which of the Favors of Your Land Would You Deny?", 2023
courtesy from archive of Biennale Jogja 17: Titen

08/04/2024
Selama dua hari lalu, 3-4 April 2024, Yayasan Biennale Yogyakarta menyelenggarakan lokakarya bersama para pelaku festiva...
05/04/2024

Selama dua hari lalu, 3-4 April 2024, Yayasan Biennale Yogyakarta menyelenggarakan lokakarya bersama para pelaku festival penerima Dana Indonesiana untuk memikirkan strategi bersama berkaitan dengan internasionalisme seni dan kaitannya dengan wacana dekolonisasi yang telah menjadi perbincangan penting dalam ekosistem seni global. Selain Biennale Jogja, partisipan lain adalah perwakilan dari Festival Film Dokumenter, Jogja Asia Film Festival, ArtJog, Indonesian Dance Festival, dan Indonesian Dramatic Reading Festival, bersama partisipan Asana Bina Seni Peneliti dan kurator.

Sesi pertama dibuka dengan kuliah dari Wildan Sena Utama, sejarawan yang fokus penelitiannya adalah pengaruh Konferensi Asia Afrika dalam beragam bidang dan aspek kehidupan Indonesia pasca kemerdekaan, termasuk dalam bidang seni budaya. Dari pemaparan Wildan kita membawa pertanyaan lebih jauh: Apakah Spirit Bandung masih relevan dalam membayangkan pergaulan seni dunia hari ini? Bagaimana ia mewujud dalam dunia masa kini? Bagaimana memetakan Indonesia dalam konteks politik wilayah?

Setelah itu diskusi dilanjutkan dalam empat kelompok; seni rupa, film, sastra dan seni pertunjukan untuk menggali bagaimana wacana internasionalisasi, dekolonisasi dan solidaritas, yang dipresentasikan untuk membayangkan satu langkah kolektif menggambar peta seni dunia.

Lokakarya ditutup dengan mendengar Rayhan Robby membaca puisi Mahmoud Darwish yang secara tepat berbicara pentingnya solidaritas dan kosmopolitanisme “Kita Berkelana Seperti Semua Orang”.

Semangat teman2 semua! Terimakasih untuk diskusi yang menyenangkan dan menunggu untuk terus dilanjutkan.

Kelas  #1 Asana Bina Seni - Seniman telah dilaksanakan Kamis lalu (21/3) bersama Antonius Maria Indrianto membahas metod...
25/03/2024

Kelas #1 Asana Bina Seni - Seniman telah dilaksanakan Kamis lalu (21/3) bersama Antonius Maria Indrianto membahas metode "Pemetaan dan Analisis Sosial" yang diharapkan dapat digunakan seniman untuk merespon keresahan diri atau masyarakat lainnya secara autentik, menghindari eksploitasi isu dan objektifikasi karakter, merepresentasikan isu sosial dengan tepat. Pemateri dan fasilitator (Mega Nur), melaksanakan sesi kelas lewat dialog tentang ragam pengalaman seniman peserta Asana Bina Seni dalam praktiknya mendekati isu sosial dalam konteks budaya masing-masing.

Kelas  #1 Asana Bina Seni - Penulis bersama Alia Sw****ka dengan "Sejarah Biennale & Kurator Global Selatan" telah dilak...
25/03/2024

Kelas #1 Asana Bina Seni - Penulis bersama Alia Sw****ka dengan "Sejarah Biennale & Kurator Global Selatan" telah dilaksanakan pada Rabu lalu (20/3). Kelas ini akan membahas pemikiran para kurator global dengan perspektif dekolonial untuk mempelajari sejarah seninyang lain. Setelah materi kelas dilanjutkan dengan workshop terkait trajektori kuratorial peserta dibantu oleh fasilitator, Hartmantyo Pradigdo. Pelaksanaan dilakukan secara hybrid (daring dan luring) untuk mengakomodir peserta yang berasal dari luar kota.

Temu Perdana Asana Bina Seni 2024 dilaksanakan pada Jumat (15/3) di Taman Budaya Yogyakarta, sebagai rangkaian pembuka d...
25/03/2024

Temu Perdana Asana Bina Seni 2024 dilaksanakan pada Jumat (15/3) di Taman Budaya Yogyakarta, sebagai rangkaian pembuka dari program inkubasi seniman dan penulis yang akan berlangsung Maret-Mei 2024. Alia Sw****ka (Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta) menyambut para peserta yang terseleksi lewat panggilan terbuka, rekomendasi dan alumni Asana Bina Seni dengan menjelaskan arah program Asana 2024. Kemudian dilanjutkan dengan kelas bersama In Budi Nugroho dengan tema "Menyoal Desa: Potensi Estetika dan Tantangan" untuk melihat fenomena seni masuk desa, yang akan sangat berbeda jika dibentangkan dalam konteks ragam desa di Indonesia dan di dunia global. Peserta juga aktif berbagi praktik dan interpretasi masing-masing tentang desa dalam kelas. Kelas ini difasilitasi oleh dua fasilitator: Amos Ursia (untuk kategori Penulis) dan Shohifur Ridhoi (untuk kategori Seniman).

Embarking on a transformative journey with organizing team of Biennale Jogja 17 along with students from MA Curatorial P...
19/03/2024

Embarking on a transformative journey with organizing team of Biennale Jogja 17 along with students from MA Curatorial Practices Chulangkorn University, curators from neighbooring Chiang Mai and Phuket, we explored inspiring atmosphere of Thailand Biennale in Chiang Rai. Together, we delved into on and off site curation, absorbing its cultural essence through diverse artworks and experiences. We also feel honored to get our director Alia Sw****ka presenting female gaze that was use as the praxis of curatorial team, featuring works from latest edition "TITEN - Embodied Knowledge, Shifting Ground". Later on the day, the curatorial workshop served as a catalyst for collaborative exploration, as we navigated the complexities of artmaking in public, sharing curatorial trajectory and engaged in insightful dialogue on our practices. This collective endeavor has not only broadened our artistic horizons but also strengthened transnational bond. Grateful for the shared moments of discovery and growth on this unforgettable adventure! ขอบคุณมาก to Gridthiya, Manuporn, Angkrit , Haisang lecturer from Chula Curatorial Practice () , Bo Vi from OCAC (). Part of the travel is supported by British Council.

-----

Memulai perjalanan tim penyelenggara Biennale Jogja 17 bersama dengan mahasiswa dari MA Curatorial Practices Chulangkorn University, kurator dari kota Chiang Mai dan Phuket, kami menjelajahi Thailand Biennale di Chiang Rai. Bersama-sama, kami menjelajahi pendekatan kuratorial on-site dan off-site, menyerap beragam karya seni dan pengalaman yang dihadirkan. Direktur YBY, Alia Sw****ka mempresentasikan female gaze yang digunakan sebagai praksis tim kuratorial Biennale Jogja, menampilkan praktik seniman dalam edisi Biennake Jogja "TITEN - Pengetahuan Menubuh, Pijakan Berubah”. workshop kuratorial menekankan pada kompleksitas seni dan publik, berbagi visi kuratorial, dan terlibat dalam dialog pertukaran. Sangat bersyukur atas pertemuan dan potensi yang tumbuh dalam perjalanan kali ini. Sebagian perjalanan ini didukung oleh British Council

Embarking on a transformative journey with organizing team of Biennale Jogja 17 along with students from MA Curatorial P...
19/03/2024

Embarking on a transformative journey with organizing team of Biennale Jogja 17 along with students from MA Curatorial Practices Chulangkorn University, curators from neighbooring Chiang Mai and Phuket, we transitioned from the inspiring atmosphere of our origin culture to the captivating world of Thailand Biennale in Chiang Rai. Together, we delved into on and off site curation, absorbing its cultural essence through diverse artworks and experiences. We also feel honored to get our director Alia Sw****ka presenting female gaze that was use as the praxis of curatorial team, featuring works from latest edition "TITEN - Embodied Knowledge, Shifting Ground" artists: Betty Adii, Monica Hapsari, Arum Dayu, Anca Bucur, Gunes Terkol, and Fitri DK. Later on the day, the curatorial workshop served as a catalyst for collaborative exploration, as we navigated the complexities of artmaking in public, sharing curatorial trajectory and engaged in insightful dialogue on our practices. This collective endeavor has not only broadened our artistic horizons but also strengthened transnational bond. Grateful for the shared moments of discovery and growth on this unforgettable adventure! ขอบคุณมาก to Gridthiya, Manuporn, Angkrit , Haisang lecturer from Chula Curatorial Practice () , Bo Vi from OCAC (), for organizing a memorable encounter 🙏🏻

-----

Memulai perjalanan tim penyelenggara Biennale Jogja 17 bersama dengan mahasiswa dari MA Curatorial Practices Chulangkorn University, kurator dari kota Chiang Mai dan Phuket, kami beralih dari atmosfer budaya asal kami menuju Thailand Biennale di Chiang Rai. Bersama-sama, kami menjelajahi pendekatan kuratorial on-site dan off-site, menyerap esensi budaya melalui beragam karya seni dan pengalaman yang dihadirkan. Direktur YBY, Alia Sw****ka mempresentasikan female gaze yang digunakan sebagai praksis tim kuratorial Biennale Jogja, menampilkan praktik seniman dalam edisi Biennake Jogja "TITEN - Pengetahuan Menubuh, Pijakan Berubah" : Betty Adii, Monica Hapsari, Arum Dayu, Anca Bucur, Gunes Terkol, and Fitri DK. Di hari yang sama, workshop kuratorial menjadi pendorong bagi eksplorasi kola

PENGUMUMAN PESERTA LOLOS SELEKSI PENULIS/KURATOR ASANA BINA SENI 2024Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mendaftar...
16/03/2024

PENGUMUMAN PESERTA LOLOS SELEKSI PENULIS/KURATOR ASANA BINA SENI 2024

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mendaftar pada Open Call Penulis / Kurator Asana Bina Seni seri keenam. Kami menerima banyak tulisan dan gagasan menarik dan berhasil memilih 13 peserta yang lolos panggilan terbuka dalam Asana Bina Seni kali ini, berikut nama-namanya.

Kami ucapkan selamat untuk peserta yang lolos, untuk yang belum terpilih tetap semangat berkarya dan nantikan panggilan terbuka berikutnya ya!

———
ASANA BINA SENI

Email: [email protected] Media sosial:
Website: biennalejogja.org/asanabinaseni

Diselenggarakan oleh:


Didukung oleh:
Dinas Kebudayaan DIY ()
Taman Budaya Yogyakarta ()

Address

Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sri Wedani No. 1 Yogyakarta
Yogyakarta City
55151

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Biennale Jogja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Biennale Jogja:

Share