Cemeti - Institute for Art and Society

Cemeti - Institute for Art and Society Cemeti – Institute for Art and Society (formerly ‘Cemeti Gallery’, then ‘Cemeti Art House’) is Indone

“Pulse of Ritual”Solo Exhibition | Pameran Tunggal:Citra SasmitaOpening | Pembukaan:12 June 202616.00 WIBExhibition | Pa...
07/06/2026

“Pulse of Ritual”
Solo Exhibition | Pameran Tunggal:
Citra Sasmita

Opening | Pembukaan:
12 June 2026
16.00 WIB

Exhibition | Pameran:
12 June - 8 August, 2025

Perjalanan artistik Citra Sasmita dalam menginvestigasi irisan antara tradisi, spiritualitas, dan mitologi dengan percepatan serta modernitas zaman telah berlangsung sejak 2018. Pameran tunggalnya yang berjudul Pulse of Ritual atau Denyut Ritual merupakan perjalanan panjang yang menelusuri cara hidup masyarakat Bali yang hidup berdampingan dengan alam—gunung dan laut—dalam sebuah siklus yang tak terputus. Di tengah gejolak alam yang terus berlangsung, ritual hadir sebagai laku ketubuhan yang mampu menjaga keseimbangan antara kekhawatiran terhadap gejolak tersebut dan harapan akan keberkahan yang menyertainya.

Sebagai seniman, Citra tidak hanya mempelajari berbagai praktik artistik dan laku spiritual yang berakar pada sejarah lokal Bali, tetapi juga menelusuri bagaimana sejarah kolonial secara memaksa membentuk cara hidup masyarakat modern dengan menciptakan jarak terhadap pengetahuan lokal serta mengabaikan narasi-narasi sejarah setempat. Baginya, ritual juga merupakan perjalanan spiritual untuk memaknai trauma dan kekerasan yang telah terjadi maupun yang masih berlangsung hingga kini.

Dalam konteks kolonialisme, ritual menjadi instrumen politis sekaligus bentuk perlawanan. Ia hadir sebagai denyut yang terus hidup dan meneguhkan ketahanan, baik dalam perlawanan terhadap hierarki kekuasaan kolonial pada masa lalu, terhadap objektifikasi dan eksotisasi budaya, maupun terhadap narasi tunggal yang kerap mengabaikan peran perempuan dalam sejarah kebudayaan. Lebih jauh, Pulse of Ritual menggambarkan sebuah siklus berbentuk spiral yang terus bergerak, saling terhubung, dan tak pernah terputus—berpilin dari masa lalu menuju masa kini.

(English in comment)

Hariterakhir dari pameran residenai 2026 oleh Julien Grossmann (NL) dan Zulfian Amrullah (ID)Pameran ini merupakan bagia...
30/05/2026

Hariterakhir dari pameran residenai 2026 oleh Julien Grossmann (NL) dan Zulfian Amrullah (ID)

Pameran ini merupakan bagian dari program residensi yag telah berlangsung selama tiga bulan, Maret-Mei 2026. Selama proses residensi, kedua seniman melakukan riset, dan hasil temuan kedua seniman dihadirkan dalam bentuk karya yang dipamerkan bersama di ruang galeri Cemeti Institut.

Terima kasih kepada seluaruh reman dan kolega yang telah hadir sepanjang durasi pameran berlangsung. Sampai jumpa di program Cemeti Institut berikutnya.

*Program residensi ini merupakan kerjasama Cemeti Institut denga Mondiaan Fonds.

Foto:

28/05/2026

Wicara Seniman-Sesi Mendengar | Artist Talk-Listening Session

Acara ini merupakan bagian dari Pameran Residensi 2026 oleh Julien Grossmann (NL) dan Zulfian Amrullah (NL).

Listening Session:
Julien Grossmann

Sabtu, 30 Mei 2026
15.00 - 17.00 WIB

Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat
Jl.D.I. Panjaitan No.41, Mantrijeron, Yogyakarta.

Pameran Residensi 2026 | Residency 2026 ExhibitionSeniman | Artists:Julien GrossmannZulfian Amrullah ()Penulis | Writers...
24/05/2026

Pameran Residensi 2026 | Residency 2026 Exhibition

Seniman | Artists:
Julien Grossmann
Zulfian Amrullah ()

Penulis | Writers:
Bob Edrian ()
Ibrahim Soetomo ()

Pembukaan | Opening:
Selasa, 26 Mei 2026
16.00 WIB

Pameran | Exhibition:
26 - 30 Mei 2026

___

(ID)
Melalui program Artist-in-Residence, Cemeti bertujuan untuk menggarisbawahi pentingnya proses dan praktik artistik, serta pengalaman sosial. Dalam program Residensi 2025, dua seniman, Julien Grossmann (NL), dan Zulfian Amrullah (ID) menjadi bagian dari residensi kolaboratif ini. Program ini memungkinan terjadinya kolaborasi antara seniman, profesional, dan komunitas lokal, serta mendorong mereka untuk berkreasi, bereksperimen, dan berinteraksi bersama. Ini adalah ruang di mana berbagai moda penciptaan dieksplorasi untuk bekerja dalam wacana kritis dan beragam bentuk seni visual. Program residensi ini merupakan inisiatif bersama Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat dan Mondriaan Fund (Belanda).

(EN)
Through the Artist-in-Residence program, Cemeti aims to underscore the importance of artistic practice, with a special focus on artistic processes and social experiences. For the 2024 Residency, three artists, Julien Grossmann (NL), and Zulfian Amrullah (ID) were part of this collaborative residency. This program fosters a sense of community among artists, professionals, and local communities, encouraging them to create, experiment, and interact together. It’s a space where various models are explored for working within critical discourse and diverse visual art forms. This residency program is a joint initiative by the Cemeti Institute for Arts and Society and the Mondriaan Fund (Netherlands).

Following up on a research project we did at Het Noordbrabants Museum last year, we returned this year for a longer peri...
13/05/2026

Following up on a research project we did at Het Noordbrabants Museum last year, we returned this year for a longer period of study of the collection. Originally assembled in the nineteenth century, the collection brings together ethnographic objects, weapons, shells, natural specimens, textiles, and everyday tools gathered largely through a family networks in the Dutch East Indies. Many of the objects were collected during the family's travels and military postings in colonial Indonesia, before being donated to the Provincial Society for Arts and Sciences in North Brabant—the institutional predecessor of the museum. Parts of the collection later circulated within contexts of military education and training, including at the Royal Military Academy (KMA), where colonial objects and ethnographic knowledge were studied as instruments of governance and control, before eventually returning to the museum collection.

This research marks the first in-depth research project dedicated to the particular collection, developed in collaboration with its Indonesian counterpart, Cemeti Institute for Art and Society.

After visiting the museum depos and reviewing the collection closely, we became increasingly fascinated by the breadth and complexity of the archive. The diversity of the objects reveals not only a history of collecting, but also a layered system of classification and knowledge production shaped by colonial frameworks and opened a critical perspective on how objects were decontextualized, categorized, and instrumentalized under the colonial gaze.

In the coming years, there will be a long-term project that recontextualizes the collection through artistic and academic project, artist residency, and presentation of collection rotation within the museum, alongside further activations and reinterpretations of it. Through this project, we aim to reverse that historical gaze: rather than treating the collection as a static archive of “curiosities,” we approach it as a living and contested site of inquiry, where meanings remain open, unstable, and continuously renegotiated through collaborative and interdisciplinary work.

Public Program:Kelola Art Talk  #40Artikulasi Ruang Pameran Seni RupaZulfian Amrullah(Seniman Residensi Cemeti Institut ...
11/05/2026

Public Program:
Kelola Art Talk #40
Artikulasi Ruang Pameran Seni Rupa

Zulfian Amrullah
(Seniman Residensi Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat – Indonesia)

📅 Rabu, 13 Mei 2026
🕒 09.00–11.30 WIB*
📍 Gedung Jurusan Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta*
https://share.google/GSToGBIGizoxAL8KE

Dalam Public Program kali ini, Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat bekerja sama dengan Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta untuk mengadakan Kelola Art Talk #40 bersama seniman residensi Zulfian Amrullah.

Pada kesempatan ini, Zulfian akan berbagi pengalaman dan praktiknya sebagai seniman dengan latar belakang pendidikan formal arsitektur yang kemudian berkembang ke ranah seni rupa dan penataan artistik.

Praktik artistik Zulfian yang berkelindan dengan desain presentasi karya, tata letak dan desain spasial, hingga praktik event management, kerja produksi, dan kolaborasi lintas disiplin akan menjadi titik tolak diskusi mengenai bagaimana ruang pamer seni rupa diartikulasikan, dibangun, dan dihadirkan kepada publik.

———
*Acara ini merupakan bagian dari Program Reguler Residensi Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat, berkolaborasi dengan Jurusan Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Last month, Cemeti had the pleasure of welcoming institutions such as LaSalle College (Singapore), Museum Prinsenhof (De...
02/05/2026

Last month, Cemeti had the pleasure of welcoming institutions such as LaSalle College (Singapore), Museum Prinsenhof (Delft), Stichting Perdu (Amsterdam), Gadjah Mada University (Yogyakarta), and long-time friends from around the globe.

We would like to express our heartfelt appreciation for their visit and the thoughtful dialogue we shared. We look forward to hosting more institutional and educational visits as a way to continue our mission—fostering a constellation of friendships through genuine and meaningful conversations.

Memasuki tiga hari terakhir Open Studio: Rega Ayundya "Laboratorium Suara Masa Lalu". Kami ucapkan terima kasih untuk se...
29/04/2026

Memasuki tiga hari terakhir Open Studio: Rega Ayundya "Laboratorium Suara Masa Lalu". Kami ucapkan terima kasih untuk semua teman-teman yang telah berkolaborasi dalam mewarnai bersama, mengunjungi dan meramaikan program open studio kali ini.

Open studio akan berlangsung hingga tanggal 2 Mei 2026. Kami tunggu kedatangannya!
_____

We would like to thank all friends who collaborated with us, and for those who visit the studio during the program.

The open studio will open until May 2, 2026. Don't miss it!

KUA (Kantor Urunan Animasi) merupakan program publik bagian dari sesi Open Studio Rega Ayundya Putri: Laboratorium Suara...
23/04/2026

KUA (Kantor Urunan Animasi) merupakan program publik bagian dari sesi Open Studio Rega Ayundya Putri: Laboratorium Suara Masa Lalu. KUA mengundang publik untuk terlibat dalam proyek animasi yang sedang dikembangkan oleh Rega.

Diadakan pada tanggal 24-30 April, dari jam 13.00 - 17.00, publik dapat datang ke ruangan Open Studio untuk berpartisipasi (dengan alat yang sudah disediakan).

Turut diramaikan dengan jajanan Lekker oleh (khusus hari Jumat, 24 April 2026 & Selasa, 27 April 2026).

Minggu terakhir dari pameran "Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga", yang menampilkan karya Nindityo Adipurnomo da...
14/04/2026

Minggu terakhir dari pameran "Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga", yang menampilkan karya Nindityo Adipurnomo dan Agung Kurniawan.

Pameran ini menyoroti dua gagasan yang saling terhubung: keluarga sebagai kekayaan terbesar dalam hidup, serta resonansinya yang problematis dalam realitas sosial-politik, baik historis maupun kontemporer.

Pameran masih akan berlamgsung hingga 18 April 2026. Kami tunggu kedatangannya.

Address

Jalan D. I. Panjaitan 41
Yogyakarta City
55143

Opening Hours

Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00
Saturday 10:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cemeti - Institute for Art and Society posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Cemeti - Institute for Art and Society:

Share