21/04/2026
Tidak semua luka terlihat.
Bagi banyak perempuan di situasi jalanan, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan ekonomi—tetapi juga ruang aman untuk bercerita, didengar, dan diterima tanpa dihakimi.
Melalui pendampingan ibu muda dan ibu tunggal muda, Harapan Fian menemukan bahwa ruang aman menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Banyak perempuan memikul beban rumah tangga, tekanan mengasuh anak, hingga luka emosional seorang diri, tanpa tempat untuk berbagi.
Ruang aman bukan sekadar tempat fisik. Ia adalah ruang sosial dan emosional—tempat perempuan bisa merasa bahwa mereka tidak sendiri.
Yogyakarta masih minim ruang publik yang benar-benar ramah bagi perempuan di situasi jalanan. Karena itu, membangun ruang aman seharusnya menjadi tanggung jawab bersama—bukan hanya organisasi masyarakat, tetapi kita semua.
Ketika perempuan memiliki ruang untuk didengar, proses pemulihan bisa dimulai.