12/06/2026
Sobat InTI
“Ketika berbicara tentang tata kelola DAS, kita selalu bersinggungan dengan tata kelola sumber daya alam yang bisa menimbulkan konflik. Terutama dalam konteks DAS Mota Masin, ketika kita berbicara tentang masyarakat di sekitar perbatasan Indonesia dan Timor-Leste yang secara adat bersaudara dan berbagi sumber daya alam dalam praktik penghidupan dan kehidupan sehari-hari, namun secara administrasi tinggal di dua negara yang berbeda dan sangat mungkin memiliki kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang berbeda pula.”
— Johan Rachmat Santosa, Technical Lead Indonesia InTI
Pengelolaan DAS lintas batas tidak hanya berbicara tentang sungai, air, atau sumber daya alam. Di dalamnya ada masyarakat, relasi sosial, kepentingan yang beragam, dan tantangan untuk membangun kesepahaman di tengah perbedaan.
Melalui Pelatihan Dasar Manajemen Konflik, Resolusi Konflik, dan Pembangunan Perdamaian bagi Pokja DAS LBN Mota Masin di Kabupaten Malaka, para peserta bersama-sama memetakan berbagai dinamika yang mereka hadapi sekaligus mendiskusikan pendekatan untuk mengelolanya secara kolaboratif.
“Pengelolaan DAS perbatasan memerlukan koordinasi, kolaborasi, dan partisipasi semua pihak, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.”
— Henri M. Simu, Wakil Bupati Malaka
Karena membangun DAS yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan solusi teknis, tetapi juga dialog, kepercayaan, dan kerja sama.
Baca selengkapnya di https://inovasitangguhindonesia.org/read/147/in/dari-memetakan-konflik-menuju-mencari-solusi-bersama-di-das-mota-masin.html atau scabn QR Code.