09/07/2026
Sobat InTI
Daerah Aliran Sungai tidak mengenal batas negara. Karena itu, pengelolaannya pun membutuhkan kolaborasi yang melampaui batas administrasi dan sektoral.
Pada 9–10 Juli 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, para perwakilan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, Akademisi, Masyarakat Sipil, dan Mitra berkumpul dalam Lokakarya Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Daerah Aliran Sungai Lintas Batas Negara (DAS LBN) Tingkat Nasional.
Lokakarya ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola DAS lintas batas Indonesia–Timor-Leste. Pokja DAS LBN Nasional diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang mampu menyelaraskan kebijakan, memperkuat pertukaran data dan informasi, serta mengawal kerja sama pengelolaan DAS secara berkelanjutan antara kedua negara.
Lebih dari sekadar membentuk sebuah kelembagaan, forum ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air, mengurangi risiko degradasi lahan dan bencana, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan.
Melalui kolaborasi yang kuat, Pokja DAS LBN diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama pengelolaan DAS lintas batas yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan—karena masa depan daerah aliran sungai adalah tanggung jawab yang kita jaga bersama.
Lokakarya ini merupakan bagian dari Program Timor Island Watersheds (TIWA/MITLTW) yang didukung oleh Global Environment Facility (GEF) dan Conservation International, serta dilaksanakan di Indonesia bersama Inovasi Tangguh Indonesia (InTI) sebagai mitra pelaksana Kementerian Kehutanan.