03/10/2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Ramadan 1448 Hijriah dipastikan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027 Masehi.
Penetapan ini merujuk pada sistem kalender yang diadopsi Muhammadiyah melalui pendekatan hisab (perhitungan astronomi) yang bersifat global dan tunggal. Berbeda dengan metode rukyatul hilal yang bergantung pada penampakan bulan sabit di wilayah tertentu, KHGT menggunakan kriteria ilmiah yang seragam sehingga tanggal awal bulan Hijriah dapat ditentukan jauh sebelumnya dan berlaku secara konsisten di seluruh dunia.
Menurut data KHGT, bulan Sya’ban 1448 H berakhir pada 7 Februari 2027, sehingga 1 Ramadan 1448 H dimulai keesokan harinya, Senin 8 Februari 2027. Puasa Ramadan diperkirakan berlangsung selama 29 hari, hingga Senin 8 Maret 2027, sementara 1 Syawal 1448 H (Idul Fitri) diprediksi jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.
Penetapan ini memberikan kepastian bagi umat Muslim untuk mempersiapkan ibadah puasa, termasuk jadwal imsak, tarawih, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya. Meski demikian, di Indonesia, keputusan resmi awal Ramadan tetap mengacu pada hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama, yang mempertimbangkan baik hisab maupun rukyat.
Kalender Hijriah Global Tunggal sendiri merupakan upaya Muhammadiyah untuk mewujudkan kesatuan umat Islam dalam menentukan waktu-waktu ibadah penting, seperti awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, sehingga perbedaan tanggal antarnegara maupun antarorganisasi dapat diminimalkan.
Dengan informasi ini, umat Muslim diingatkan untuk mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, jauh sebelum datangnya 8 Februari 2027.