02/05/2023
Di Perancis misalnya, Julies Gaude, yang telah mendapatkan pengampunan (amnesti), sehubungan dengan keterlibatannya dalam "pemberontakkan" komune Paris … telah memperoleh sambutan dan perhatian yang antusias dari gerakan/serikat-serikat buruh yang baru. Bahkan setelah tahun 1880 ia berhasil mengorganisir pembentukan partai sosialis yang kuat. Di Inggris sendiri, telah dibentuk kelompok-kelompok propagandis bagi penyebaran ajaran-ajaran Marx dan gagasan sosialis.
Misalnya Federasi Sosial Demokratik (the Social democratic Federation ), masyarakat Fabian (Fabian Society) . melewati tahun 1880-an partai-partai buruh maupun sosialis, diorganisir atau bahkan telah ditegakkan di berbagai negeri antara lain; Denmark, Swedia, Belgia, Austria, Swiss dan Italia. Kelompok-kelompok Marxis sudah mulai bekerja di Finlandia dan Rusia.
Di Amerika Serikat, Partai buruh Sosialis (Socialist Labour Party) dibentuk tahun 1877; kemudian pada tahun 1886 kita dapat saksikan masa-masa kejayaan Knights of Labour (Ksatria-ksatria buruh ) yang menggelar aksi-aksi pemogokan buruh berskala nasional. Kejatuhan monopoli Inggris atas pasar dunia (setelah 1878), berakibat pada melonjaknya angka pengangguran dan tekanan-tekanan sosial. Hal ini secara tajam terjadi di pojok timur kota London. Tahun 1886 di Hyde Park, terjadi aksi demonstrasi kaum pengangguran yang berakhir dengan kekerasan.
Dengan anjloknya industri (yang berakibat menyempitnya lapangan kerja), membanjiri gerakan besar dari kalangan massa pengangguran (yang tak berpendidikan/tak berketrampilan). Ini terjadi pada tahun 1889. Momen yang paling mengesankan dari gerakan "Unionisme Baru" tersebut dipimpin oleh John Burns, Tom Mann dan Bemn Tillet ( yang juga adalah anggota-anggota Federasi Sosial Demokratik /Social Federatinj Democratic, yang bersimpati dengan gagasan-gagasan sosialis).
Momen tersebut ketika buruh-buruh galangan kapal dan minyak melancarkan aksi pemogokan besar-besaran. Berikut ini adalah pengamatan ringkas yang dibuat Engels sehubungan gerakan ini (ditulis oleh Engels tahun 1892); Pojok timur kota London (East end of London) tidak lagi merupakan "kubangan" yang mandul sebagaimana halnya 6 tahun lalu. Ia telah kembali hidup -- menggugurkan sisa-sisa ketidakberdayaannya -- dengan menjadi pusat markas Unionisme baru (New Unionism). Yakni organisasi massa buruh yang "tak berketrampilan".
Organisasi ini mungkin saja menyerap sebagian bentuk dari serikat-serikat buruh lama (yang beranggotakan buruh-buruh yang "terampil") namun sama sekali berbeda dalam wataknya. Serikat-serikat buruh yang lama di bangun dan bekerja, dengan berlandaskan tradisi mapan yang masih juga di pertahankan. Contohnya saja mereka memandang sistem pengupahan sebagai sesuatu yang sudah baku, mapan, sinal; sesuatu yang hanya perlu disesuaikan saja, sesuai kebutuhan anggota-anggotanya.
Sementara serikat-serikat buruh yang baru, dilahirkan ketika kepercayaan/jaminan bagi kelanggengan sistem pengupahan tengah terguncang sangat keras. Para pendiri dan penganjur gerakan ini adalah -- kaum sosialis -- secara sadar maupun secara emosional. Massa buruh yang berlimpah ini -- yang dipersatukan dalam ketertindasan yang sama-- memang nampak lugu, kasar, dipandang remeh oleh kalangan aristokrat kelas buruh. Namun harus dicamkan. Pikiran mereka masih benar-benar murni.
Semuanya terbebas dari prasangka-prasangka/pandangan-pandangan "terhormat" kaum borjuis. Sesuatu yang masih juga di pertahankan dan diwarisi oleh para pimpinan/anggota serikat - serikat buruh "lama". Dan sekarang kita lihat sendiri, betapa serikat-serikat buruh yang baru ini mengambil posisi memimpin. Memberikan arah gerakan kepada klas buruh pada umumnya. Bahkan dari waktu ke waktu mulai menyeret serikat buruh lama yang kaya dan sombong (Korespondensi Terseleksi, New York, halaman 465).
Momen penting yang melatari internasional kedua adalah peringatan ke-100 tahun Revolusi Besar Perancis 1889. Tercatat tidak kurang dari 69 kongres bertaraf internasional diselenggarakan -- bersamaan dengan pameran internasional yang juga diadakan di Paris oleh Pemerintah Perancis -- untuk memperingati peringatan bersejarah tersebut. Di antara kongres-kongres tersebut, terdapat dua kongres terpisah yang mewakili kaum buruh dan sosialis dari dua kubu yang berbeda. Yang satu dirancang oleh kaum sosialis Jerman dan di selenggarakan oleh kaum Guesdites Perancis, sedangkan yang lainnya di rancang oleh pimpinan serikat Buruh Inggris bersama kaum reformis Perancis (biasa disebut kaum Posibilis).
Mengenai hal ini, Hyndman, seorang sosialis dari Inggris berkomentar," Dua kongres yang saling menjelek-jelekkan satu sama lain itu, diselenggarakan di gedung yang terpisah; oleh kaum posibilis dan imposibilis. Sedangkan kaum anarkis, bersikap netral dengan menghadiri kedua-duanya. Pemberitaan di koran-koran tentang pertengkaran di antara persaudaraan sosialis yang tidak mau akur, disambut dengan cemooh/ejekan oleh dunia yang bebal " (lihat-Braunthal, Sejarah Internasional, Volume 1 halaman 198-200).
Kongres kaum Imposibilis yang berbasiskan prinsip-prinsip Marxis; yang ternyata menghasilkan kesatuan dan vitalitas. Sejarah mencatat bahwa kongres itu p**alah yang merupakan tonggak pendirian Internasional Kedua. Kongres itu sendiri secara resmi disahkan menjadi kongres Internasional Kedua.
Ada dua persoalan praktis yang mengedepan dalam kongres ini. Untuk menangkis anggapan pihak-pihak yang bersikap bahwa, " Undang-undang perburuhan adalah tidak sesuai dengan prinsip-prinsip sosialis"; kongres ini justru menyerukan kaum buruh untuk mendukung program legislasi/undang-undang perburuhan secara internasional. Kongres juga menetapkan dukungan untuk perjuangan delapan kerja, yang dilancarkan oleh Federasi Buruh Amerika (American Federation of Labour/AFL) Walaupun pada saat itu, AFL tidak hadir dalam salah satu kongres tersebut di atas; AFL telah mengirimkan pesan dukungan kepada kedua-duanya. Pada saat yang sama AFL mengajak kaum buruh, untuk ikut mendukung kampanye tuntutan delapan jam kerja.
Kampanye itu sendiri di jadwalkan untuk di mulai pada 1 Mei 1890. Kongres Pertama Internasional kedua menetapkan, untuk melakukan persiapan bagi demonstrasi serentak yang akan dilancarkan secara Internasional pada tanggal tersebut. Dengan demikian, di awalilah tradisi peringatan 1 Mei (May Day) secara Internasional. AFL sendiri,-- yang ajakannya melahirkan peringatan 1 Mei -- di kemudian hari ternyata memisahkan diri dari tradisi peringatan hari libur kaum sosialis (secara internasional).
Mereka malah mempromosikan hari buruh secara tersendiri, dengan semangat nasionalis borjuis. Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi: Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.
Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka. Pada kongres Internasional di Amsterdam tahun 1904, resolusi Dresden di atas, menjadi pusat perdebatan sengit yang berlangsung sampai empat hari. Kongres ini juga menjadi saksi bagi terjadinya " duel dua raksasa berkaliber internasional" antara Jaures (seorang sosialis Perancis) melawan Babel (pimpinan sosialis Jerman). Dengan menerima resolusi Dresden , internasional secara resmi menyingkirkan teori kaum revisionis, dan sekali lagi mengukuhkan dirinya berdiri tegak di bawah panji-panji revolusi Marxisme.
Kongres Amsterdam sendiri menandai titik puncak internasional kedua. Kongres dihadiri oleh 444 delegasi, yang merupakan kelompok perwakilan gerakan sosialis terbesar dan paling solid, sejauh yang pernah dicatat. Ketika Van Kol (seorang sosialis dari Belanda) memberikan sambutan, ia membandingkan perbedaan yang sangat, mencolok antara kongres internasional tahun 1872 dengan 1904 ini. Di tahun 1872 seingatnya, beberapa lusin delegasi International Pertama bertemu di Den Haag (Belanda), di sebuah Kafe … hanya untuk membubarkan organisasinya. Dalam waktu 30 tahun orang-orang pengasingan dan pejuang-pejuang buruh yang tadinya diburu tersebut telah menggerakan dunia.