Stindergros pada awalnya didirikan sebagai bentuk protes pada pelacur – pelacur politik, koruptor, orang-orang munafik dan orang yang tidak pernah dapat menghargai orang lain sebagai manusia.Ketika Protes dan demo sudah tidak lagi didengarkan, terali besi sudah tidak lagi menakutkan dan api neraka hanya dianggap sebagai hayalan semata, maka hal yang dapat dilakukan oleh orang-orang tersisih adalah
dengan teriak sekeras-kerasnya melalui musik Underground,Protes melalui kaos oblong warna hitam sebagai bentukduka dan pada even ini salah -satu tulisan menarik di kaos tersebut adalah Koruptor dan kroni-kroninya dipelihara oleh negara dibawahnya ada tulisan UUD pasal sekian-sekian.. Upaya untuk menginisiasi stindergros berawal dari kumpul-kumpul beberapa pemuda desa Tieng yang ada diberbagai kota baik yang masih kuliah atau yang sudah bekerja, seperti di jogja, semarang, magelang, purwokerto dan kota- kota lain. yang beberapa diantaranya memiliki hoby aneh yaitu mendengarkan spultura untuk mengiringi tidur,karena ada kedekatan dan kebetulan sering bertemu, akhirnya memutuskan untuk menggalang anak-anak muda desa tieng yang pada waktu itu tidak pernah dianggap ada oleh lingkungannya, dianggap perusuh, dianggap sebagai orang-orang yang tidak perlu bersuara apapun kepada siapapun.pada awal berdirinya ada sekitar 75 pemuda yang tergabung dalam stindergros dan siapapun dapat
bergabung, tampang boleh sangar melebihi preman tapi hati dan perilaku harus tetap manis, tidak boleh mengkonsumsi alkohol, narkoba, perjudian, dan sejenisnya.dan yang mungkin dianggap agak aneh oleh sebagian orang adalah hampir semua anggota stindergros tetap melaksanakan sholat walaupun sedang mengurusi even besar seperti even hari ini, mereka secara bergantian melakukan di masjid terdekat. Sampai saat ini anggota stindergros datang dan pergi, untuk generasi pertama dan kedua sudah banyak yang berkonsentrasi dengan keluarga dan saat ini masih dijalankan oleh generasi ketiga yang tetap bergerak untuk menyuarakan protes dan teriakan scream of terror, serta menyuarakan tentang kematian yang pasti akan datang kepada semua manusia.