Kendal Mulia Tanpa Riba

Kendal Mulia Tanpa Riba Gerakan Kendal Mulia Tanpa Riba Komunitas Hijrah Masyarakat Anti Riba di Kota Kendal. Anda Muslim ?? Gabung Yuk.....

Permanently closed.
18/04/2026

“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” (HR. An-Nasai, no. 36 #94 dan 3695)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku be...
18/04/2026

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏

“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” (HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695)

Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa sedekah yang paling utama adalah memberi air…
Saat ini ada kesempatan bagi kita untuk ikut dalam wakaf p**a air bersih di Semin Gunung Kidul 💧
untuk membantu 122 KK
💸 Rp 50.000 / meter
Semoga Allah jadikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir 🤲
🏦 BSI: 7212692934
a.n Yayasan Orang Islam Sehati
Jazakumullahu khairan katsiran ✨

‎🌿🌿 *BERHIAS DIRI PADA HARI JUM'AT*‎‎Salman radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabd...
17/04/2026

‎🌿🌿 *BERHIAS DIRI PADA HARI JUM'AT*

‎Salman radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat, bersuci semampunya, berminyak dari minyaknya, mengenakan wewangian dari rumahnya, kemudian ia keluar lalu tidak memisahkan antara dua orang yang sedang duduk, kemudian ia melakukan shalat sebagaimana yang telah ditetapkan untuknya, lalu diam ketika imam berbicara, melainkan diampuni baginya dosa-dosa yang ada di antara Jumat tersebut dan Jumat yang lain.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 883]



‎Faedah Hadits


‎Pertama: Hadits ini jadi dalil mengenai hukum shalat Jumat. Menurut jumhur ulama dari Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah, Hambali, hukum mandi Jumat adalah sunnah, tidak wajib, yang mengerjakannya mendapatkan pahala. Namun jika berwudhu ketika ingin pergi shalat Jumat, itu pun sudah sah.

‎Kedua: Disunnahkan memakai wewangian ketika pergi shalat Jumat, juga dianjurkan memakai pakaian yang bagus, begitu p**a dianjurkan dalam penampilan yang baik. Wewangian yang dikenakan bisa pada badan dan pakaiannya hingga tidak mengganggu dengan bau yang tidak enak pada lainnya. Namun jika tidak memakai wewangian karena tidak memiliki, tidaklah berdosa.

‎Ketiga: Diperintahkan diam ketika mendengar khutbah Jumat.


‎Sumber :
https://rumaysho.com/20951-berhias-diri-pada-hari-jumat.html

‎Barakallahu fikum
‎.
‎Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah
‎.


‎_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
‎_RESIK - RESIK MASJID_
‎_BROTHER IN DEEN_
‎_O.B.AB.A_
‎_ORANG ISLAM SEHATI_

‎📝📝 *BAGAIMANA CARA BERBAKTI PADA ORANG TUA KETIKA MEREKA TELAH MENINGGAL DUNIA ATAU TIADA ?*‎‎Bagaimana cara berbakti p...
16/04/2026

‎📝📝 *BAGAIMANA CARA BERBAKTI PADA ORANG TUA KETIKA MEREKA TELAH MENINGGAL DUNIA ATAU TIADA ?*

‎Bagaimana cara berbakti pada orang tua ketika mereka telah meninggal dunia atau tiada?

‎Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

‎بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

‎“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

‎Dalam hadits yang lain, kita dapat melihat bagaimana bentuk berbakti pada orang tua yang telah meninggal dunia lewat berbuat baik pada keluarga dari teman dekat orang tua.

‎Ibnu Dinar meriwayatkan, ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata bahwa ada seorang lelaki Badui bertemu dengan Ibnu Umar di tengah perjalanan menuju Makkah. Kemudian ‘Abdullah bin ‘Umar memberi salam dan mengajaknya untuk naik ke atas keledainya serta memberikan sorban yang dipakai di kepalanya. Ibnu Dinar berkata kepada Ibnu Umar, “Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu, sesungguhnya orang itu adalah orang Badui dan sebenarnya ia diberi sedikit saja sudah senang.” ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Sesungguhnya ayah Badui tersebut adalah kenalan baik (ayahku) Umar bin Al-Khattab. Sedangkan saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

‎“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim no. 2552)


‎Sumber :
https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html

‎Barakallahu fikum
‎.
‎Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah
‎.


‎_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
‎_RESIK - RESIK MASJID_
‎_BROTHER IN DEEN_
‎_O.B.AB.A_
‎_ORANG ISLAM SEHATI_

‎📌📌 *BERJALAN DENGAN TENANG, JANGAN BURU-BURU*‎‎Penjelasan dalam hadits berikut adalah mengenai salah satu adab ketika m...
14/04/2026

‎📌📌 *BERJALAN DENGAN TENANG, JANGAN BURU-BURU*

‎Penjelasan dalam hadits berikut adalah mengenai salah satu adab ketika mendatangi shalat, yaitu tidak perlu terburu-buru menuju shalat.

‎Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

‎“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun bersikap tenang dan khusyu’lah. Gerakan imam yang kalian dapati, ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR. Bukhari no. 636 dan Muslim no. 602)

‎Di antara faedah dari hadits ini:

‎1. Terlarangnya terburu-buru menuju shalat ketika mendengar iqomah atau takut akan luput raka’at.

‎2. Ketika seorang makmum masuk shaf, maka hendaklah ia mengikuti imam dalam apa pun kondisi imam, baik ia berdiri, ruku’ atau sujud. Ketika imam sujud, maka makmum hendaklah bertakbiratul ihram dan langsung sujud dalam rangka mengikuti imam.

‎3. Gerakan yang luput dari imam, hendaklah disempurnakan sendirian setelah imam salam.

‎4. Alasan tidak boleh bercepat-cepat ketika itu adalah karena seseorang yang berjalan menuju shalat sudah terhitung layaknya ia berada dalam shalat. Sehingga sudah sepatutnya ia khusyu’ dan tenang sebagaimana orang yang shalat.

‎5. Asy Syaukani berkata bahwa tidak dikatakan makruh bagi seseorang yang bercepat-cepat sebelum iqomah. (Nailul Author)

‎Jadi yang dikatakan makruh tergesa-gesa adalah ketika telah dikumandangkan iqomah atau takut akan luput raka’at.


‎Sumber :
https://rumaysho.com/1768-tidak-perlu-terburu-buru-menuju-shalat.html

‎Barakallahu fikum
‎.
‎Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah
‎.


‎_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
‎_RESIK - RESIK MASJID_
‎_BROTHER IN DEEN_
‎_O.B.AB.A_
‎_ORANG ISLAM SEHATI_

‎‼️‼️ *MEREMEHKAN MAKSIAT*‎‎Abu ‘Ali Ar-Rudzbari rahimahullah berkata:‎‎من الاغترار أن تسيء، فيحسن إليك، فتترك التوبة تو...
12/04/2026

‎‼️‼️ *MEREMEHKAN MAKSIAT*

‎Abu ‘Ali Ar-Rudzbari rahimahullah berkata:

‎من الاغترار أن تسيء، فيحسن إليك، فتترك التوبة توهمًا أنك تسامح في الهفوات.

‎“Termasuk bentuk ketertipuan adalah ketika engkau berbuat buruk, lalu Allah tetap berbuat baik kepadamu, maka engkau meninggalkan tubat karena menyangka bahwa kesalahan-kesalahan kecilmu dimaafkan begitu saja.”

‎___________

‎📚 Shoidul Khatir, hlm. 32


‎Referensi :
https://shahihfiqih.com/jangan-salah-sangka/

‎Barakallahu fikum
‎.
‎Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah
‎.


‎_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
‎_RESIK - RESIK MASJID_
‎_O.B.AB.A_
‎_ORANG ISLAM SEHATI_

‎📝📝 *IKHTIAR MERAIH AKHIR YANG BAHAGIA*‎‎Syaikh Sulaiman bin salimullah ar-Ruhaily hafidzahullahu menukilkan perkataan s...
01/04/2026

‎📝📝 *IKHTIAR MERAIH AKHIR YANG BAHAGIA*

‎Syaikh Sulaiman bin salimullah ar-Ruhaily hafidzahullahu menukilkan perkataan sebagian ulama:

‎من جعل أيام حياته كأيام رمضان جعل الله له آخر حياته كالأعياد

‎“Barangsiapa yang menjadikan hari-hari hidupnya seperti hari-harinya saat bulan Ramadhan, maka Allah akan menjadikan akhir hidupnya seperti hari raya.”

‎__________________

‎📚 Fikih Muamalah Maliyah hal. 284


‎Referensi :
https://shahihfiqih.com/jadikan-hari-harimu-seperti-saat-ramadhan/

‎Barakallahu fikum
‎.
‎Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah
‎.


‎_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
‎_RESIK - RESIK MASJID_
‎_O.B.AB.A_
‎_ORANG ISLAM SEHATI_

🌙🌤️ *SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُBacaan latin: Taqa...
21/03/2026

🌙🌤️ *SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H*

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ

Bacaan latin: Taqabbalallahu minna wa minkum wa taqabbal ya karim

Artinya: "Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan kamu semua, dan terimalah ya (Allah) Yang Maha Mulia."

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

Aamiin ya rabbal 'aalamiin 🤲🏻

_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
_RESIK - RESIK MASJID_
_O.B.AB.A_
_ORANG ISLAM SEHATI_

📝📝 *LAILATUL QADAR, WAKTU PENCATATAN TAKDIR TAHUNAN*Di antara maksud lailatul qadar adalah waktu penetapan atau pencatat...
19/03/2026

📝📝 *LAILATUL QADAR, WAKTU PENCATATAN TAKDIR TAHUNAN*

Di antara maksud lailatul qadar adalah waktu penetapan atau pencatatan takdir tahunan. Adapun keyakinan seorang muslim terhadap takdir, ia harus meyakini bahwa Allah mengetahui takdir hingga masa akan datang, Dia mencatat takdir tersebut, yang Dia tetapkan pasti terjadi, serta Dia pun menciptakan perbuatan hamba.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disebut lailatul qadar karena di malam tersebut dicatat untuk para malaikat catatan takdir, rezeki dan ajal yang terjadi pada tahun tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (maksudnya: takdir dalam setahun, -pen).” (QS. Ad Dukhon: 4).

Begitu p**a firman Allah Ta’ala,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. ” (QS. Al Qadr: 4). Yang dimaksud ayat ini adalah diperlihatkan pada malaikat kejadian-kejadian dalam setahun, lalu mereka diperintahkan melakukan segala yang menjadi tugas mereka. Namun takdir ini sudah didahului dengan ilmu dan ketetapan Allah lebih dulu. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 57.

Mengenai surat Ad Dukhon ayat 4 di atas, Qotadah rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah pada malam lailatul qadar ditetapkan takdir tahunan.” (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 13: 132)

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa dicatat dalam induk kitab pada malam lailatul qadar segala yang terjadi selama setahun berupa kebaikan, kejelekan, rezeki dan ajal, bahkan sampai kejadian ia berhaji. Disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir, 7: 338.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Pada malam lailatul qadar ditetapkan di Lauhul Mahfuzh mengenai takdir dalam setahun yaitu terdapat ketetapan ajal dan rezeki, begitu p**a berbagai kejadian yang akan terjadi dalam setahun. Demikianlah yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak, dan ulama salaf lainnya.” Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim dalam penjelasan ayat di atas.

Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman berkata, “Ada salah satu pencatatan kitab yang terdapat pada malam lailatul qadar. Kitab tersebut dicatat namun masih bersesuaian dengan takdir yang dulu sudah ada, di mana Allah sudah menetapkan berbagai takdir makhluk, mulai dari ajal, rezeki, perbuatan serta keadaan mereka. Dalam penulisan tersebut, Allah menyerahkan kepada para malaikat. Takdir tersebut dicatat pada hamba ketika ia masih berada dalam perut ibunya. Kemudian setelah ia lahir ke dunia, Allah mewakilkan kepada malaikat pencatat untuk mencatat setiap amalan hamba. Di malam lailatul qadar tersebut, Allah menetapkan takdir dalam setahun. Semua takdir ini adalah tanda sempurnanya ilmu, hikmah dan ketelitian Allah terhadap makhluk-Nya.”

Semoga dengan semakin merenungkan tulisan di atas, kita pun semakin merenungkan malam kemuliaan lailatul qadar dan semakin beriman p**a pada takdir ilahi.

Sumber :
https://muslim.or.id/17685-kajian-ramadhan-19-lailatul-qadar-waktu-pencatatan-takdir-tahunan.html

Barakallahu fikum
Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah

_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
_RESIK - RESIK MASJID_
_O.B.AB.A_
_ORANG ISLAM SEHATI_

🤲🏻🤲🏻 *MENGAMALKAN DOA PADA MALAM LAILATUL QADAR*Mengamalkan doa pada malam Lailatul QadarDari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha...
16/03/2026

🤲🏻🤲🏻 *MENGAMALKAN DOA PADA MALAM LAILATUL QADAR*

Mengamalkan doa pada malam Lailatul Qadar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNI (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau s**a memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Ibnu Rajab rahimahullah memberi penjelasan menarik,

و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر

“Dianjurkan banyak meminta maaf atau ampunan pada Allah di malam lailatul qadar setelah sebelumnya giat beramal di malam-malam Ramadhan dan juga di sepuluh malam terakhir. Karena orang yang arif (bijak) adalah yang bersungguh-sungguh dalam beramal, namun dia masih menganggap bahwa amalan yang ia lakukan bukanlah amalan, keadaan, atau ucapan yang baik (saleh). Oleh karenanya, ia banyak meminta ampun pada Allah seperti orang yang penuh kekurangan karena dosa.”

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.” (Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363).

Moga kita mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar dan dimudahkan beramal saleh di dalamnya.

Sumber :
https://rumaysho.com/24368-ini-amalan-amalan-di-malam-lailatul-qadar.html

Barakallahu fikum
Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah

_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
_RESIK - RESIK MASJID_
_O.B.AB.A_
_ORANG ISLAM SEHATI_

🌙🌙 *BERBURU MALAM LAILATUL QADAR*Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam b...
15/03/2026

🌙🌙 *BERBURU MALAM LAILATUL QADAR*

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَالْتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, carilah pada malam-malam ganjil.” (HR. Bukhari, no. 2027 dan Muslim, no. 1167)

Sumber :
https://rumaysho.com/28288-malam-lailatul-qadar-kapan-terjadi-tanda-tanda-dan-amalan-di-dalamnya.html

Barakallahu fikum
Free to Share, Semoga menjadi amal jariyah

_KENDAL MULIA TANPA RIBA_
_RESIK - RESIK MASJID_
_O.B.AB.A_
_ORANG ISLAM SEHATI_

Address

Weleri
51356

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kendal Mulia Tanpa Riba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share