15/05/2026
InsyaAllah, menjelang berakhirnya bulan Dzulqa’dah, kami ingin kembali mengingatkan tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari yang mulia ini sering kali luput dari perhatian sebagian kaum muslimin, padahal jika kita menelaah dalil-dalil shahih yang menjelaskan keutamaannya, akan tampak bahwa hari-hari tersebut memiliki kedudukan yang sangat istimewa, sebagaimana istimewanya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Berikut beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
1. Firman Allah سبحانه وتعالى :
وَالْفَجْر ` وَلَيَالٍ عَشْر الفجر :1-2
“Demi fajar dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr :1-2)
Sebahagian besar ahli tafsir menafsirkan bahwa makna “Malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan sumpah Allah سبحانه وتعالى atas waktu tersebut menunjuk-kan keagungan dan keutamaannnya (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4:535 dan Zaadul Maad 1:56)
2. Diriwayatkan dari shahabat Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda : “Tidak ada hari-hari yang didalamnya amalan yang paling dicintai oleh Allah kecuali hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah” Para shahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah amal-amal shalih pada hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah dari pada jihad fii sabilillah ?” Nabi r bersabda : ”Ya, kecuali seseorang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dari jihad tersebut dengan sesuatu apapun” (HR. Bukhari)
3. Dan diriwayatkan dari Imam Ahmad -rahimahullah- dari Ibnu Umar dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan amal shalih yang lebih dicinrtai oleh Allah padanya, melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka perbayaklah pada hari itu tahlil ( لا إله إلا الله), Takbir (الله أكبر) dan Tahmid ( الحمد لله)”
4. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Qurath RA beliau berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Hari yang paling afdhal / utama (dalam setahun) adalah hari raya qurban (10 Dzuulhijjah)” (HSR. Ibnu Hibban)
5. Jika seseorang bertanya :”Yang manakah yang lebih afdhal sepuluh terakhir di bulan Ramadhan ataukah sepuluh awal bulan Dzulhijjah ?” Imam Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata “Jika dilihat pada waktu malamnya, maka sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama” (Lihat Zaadul Ma’ad 1:57)
selengkapnya di.. https://wahdah.or.id/keutamaan-10-hari-pertama-di-bulan-dzulhijjah/