24/12/2024
Di sebuah rumah gedhek di Dusun Persilan, RT 01 RW 02, Desa Babadan, Kec. Karangrejo, Kab. Tulungagung.
Mbah Margo (68 tahun) dan Mbah Supini (71 tahun) menjalani hidup dengan keterbatasan. Tidak memiliki anak, hari-harinya diisi dengan perjuangan menghadapi tubuh yang makin renta dan keadaan rumah yang tidak memadai.
Tidak memiliki kasur, yang digunakan hanyalah tikar tipis. Tidur menjadi menyakitkan karena punggung bungkuknya yang tua dan rapuh sering terasa nyeri. Ketidaknyamanan ini membuat Mbah Margo dan Mbah Supini sulit beristirahat dengan layak, sehingga mereka sering terbangun malam hari hanya untuk mengubah posisi agar rasa sakitnya sedikit berkurang.
Dapurnya yang sederhana menjadi sangat berisiko dan memprihatinkan. Mereka masih menggunakan kayu bakar untuk memasak, meskipun tangannya yang lemah sering kesulitan mengendalikan api. Bara dari kayu bakar itu terkadang menyebar, membuat Mbah Supini khawatir rumahnya bisa terbakar kapan saja. Namun, karena keterbatasannya, ia tidak memiliki pilihan lain selain terus menggunakan cara ini. Ketakutannya terhadap penggunaan kayu bakar tidak hanya terkait risiko kebakaran, tetapi juga karena ia merasa lelah dan rentan setiap kali harus mengumpulkan kayu.
Kamar mandi luar yang hanya ditutupi anyaman bambu terlihat sangat memprihatinkan, kondisi tanah sekitar yang licin, sangat menyulitkan Mbah Margo ketika hendak mandi.
Dalam keterbatasannya, mereka tetap berjuang bertahan hidup, dari kantor desa hanya mendapatkan bantuan tunai sekian ratus ribu saja dan terkadang makanan dari tetangga. Namun, hidup yang penuh kekurangan ini membuat Mbah Margo dan Mbah Supini sangat memprihatinkan atau jauh dari kata layak. Mereka membutuhkan bantuan beras atau bahan pokok lainnya, alas tidur yang layak, serta alat pemanas yang aman untuk memasak agar ia bisa menjalani sisa hidupnya dengan lebih nyaman dan aman.
Mbah Margo dan Mbah Supini adalah salah satu keluarga yang sangat membutuhkan perhatian kita. Dengan membantu memenuhi kebutuhan dasarnya, kita tidak hanya meringankan bebannya tetapi juga memberikan rasa aman dan kasih sayang di usia senjanya. (/)
Ike Okta Viani
Muhammad Wulida Fidhdhuha