04/10/2025
|| Allah Gunung Batu, Sumber Keselamatan ||
• Mazmur 144 : 1 - 2 •
Daud, sejatinya bukan siapa-siapa. Dia hanya putera bungsu yang perawakannya lebih kecil dan menjadi "suruhan" orang tuanya untuk menjaga kambing domba milik Isai, ayahnya. Di antara keluarganya saja, dari 7 bersaudara laki-laki, dia tidak masuk hitungan. Itu terjadi ketika Samuel mengurapi dia. Ketika seluruh kakak lelakinya yang dianggap layak tampil di depannya, Daud tidak disebutkan dan tidak masuk hitungan sama sekali. Apalagi ketika itu dia hanya menggembalakan kambing domba mereka. Tetapi Tuhan justeru memilih dia, sebagai raja menggantikan Saul sebagai raja atas Israel.
Dibandingkan orang lain, apalagi Saul, perawakan Daud lebih kecil. Itulah sebabnya ketika dia menawarkan diri melawan Goliat, banyak orang meragukannya. Bahkan baju zirah untuk berperang dan perlengkapan perang yang dikenakan padanya juga tak bisa dipakai, karena dia tidak terbiasa mengenakannya. Tapi Tuhan mengutus dan memakai dia untuk bertempur melawan pahlawan gagah perkasa, tinggi besar, lengkap dengan segala perlengkapan perangnya. So manusia raksasa Goliat pun merasa terhina dilawan oleh si "anak kecil," Daud.
Tetapi, dia mengalahkan sang pahlawan yang paling ditakutkan di Filistin oleh para musuhnya. Dari keadaannya yang biasa saja itu, justeru Allah memilih dan memanggil dia menjadi alat di tangan Tuhan bagi Israel, umat-Nya menggantikan Saul. Ketika masih gembala, memang dia sudah terbiasa mengalahkan singa dan binatang buas yang mengancam menerkam kambing dombanya. Maka ketika menghadapi Goliat, dia tidak takut. Mengapa? Karena dia tahu bahwa Tuhan menyertai dia dan membela serta memberkati bangsa pilihan-Nya. Maka dalam segala hal, dia berhasil. Termasuk ketika menjadi seorang prajurit, dia lebih berhasil dari bosnya, Saul (raja waktu itu). Sehingga orang-orang menyanyikan, "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, sedangkan Daud berlaksa-laksa." Inilah yang kemudian menimbulkan kecemburuan dan kedengkian Saul kepadanya.
Daud menyadari, semua yang dia alami, dia gapai atau capai, terjadi hanya karena perkenanan Tuhan semata. Sungguh Dialah Sumber kekuatannya. Dialah pembela, penjaga dan pahlawannya, sumber perlindungan dan kemenangan bagi dirinya, maupun bangsa dan umat Israel sebagai pilihan Tuhan. Ancaman, tekanan, perlawanan serta serangan dari dalam maupun dari luar dalam hidupnya, tak mampu mengalahkan kasih, perlindungan, penyertaan dan pembelaan Tuhan kepadanya. Apalagi dia hidup takut akan Tuhan, setia dan taat kepada Tuhan. Dalam sehari, Daud 7 kali memuji Tuhan (Maz 119:164).
Dari kelemahan dan ketidakberdayaannya itu, Daud terus hidup mengandalkan Tuhan, berharap dan bersandar penuh pada-Nya serta hidup takut akan Tuhan. Tuhan mengetahui hati Daud yang tulus mengasihi dan mengandalkan Dia. Maka Tuhan sangat mengasihi dia. Itulah sebabnya Daud mengatakan bahwa adalah gunung batu, tempat perlindungan, kubu pertahanan, kota benteng, penyelamat, perisai dan tempat berlindung bagi dirinya dan bangsa Israel. Tuhanlah yang mengajar tangannya bertempur dan jari-jarinya berperang. Segalanya Daud belajar dari Tuhan. Dengan hidup takut akan Tuhan, dia mendapatkan segalanya dari Tuhan, termasuk, keselamatan, perlindungan, kemenangan dan berkat melimpah.
Bangsa Israel, di bawah kepemimpinannya maupun jauh sebelum dia, khususnya dari zaman Musa, telah menikmati perlindungan, pembelaan, penyelamatan dan kasih karunia Tuhan, jika mereka hidup setia dan taat pada-Nya. Karena Tuhan maka bangsa Israel menundukkan bangsa-bangsa. Daud pun bukan hanya berkuasa atas Israel, tapi berkuasa atas bangsa-bangsa lain. Kekuasaan Daud menjadi kokoh karena Tuhan. Itulah sebabnya dia selalu memuji dan memuliakan Tuhan, bukan hanya tiap hari, tapi 7 kali sehari. Sungguh, berbahagialah umat bahkan bangsa yang memiliki Tuhan Allah yang kita kenal dalam Kristus. Sebab Dia yang menjamin seluruh keberadaan kehidupan kita, baik sebagai pribadi, berjemaah, masyarakat, maupun bangsa dan bernegara.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Dari Daud. "Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!.
Sahabat Kristus, Allah kita sungguh dahsyat, ajaib, heran dan luar biasa. Tiada allah seperti Allah kita. Tiada tuhan seperti kita Yesus Kristus. Dia bukan hanya sangat maha kuasa, tapi Dia juga amat sangat maha kasih, pemurah, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih karunia.
Dialah satu-satunya Tuhan, gunung batu, kota benteng perlindungan, sumber keselamatan dan Sumber segala sumber kehidupan. Dia pemberi segala sesuatu dalam kehidupan kita karena hanyalah Dia sumber kehidupan. Maka pujilah nama-Nya, muliakan Dia dan hiduplah takut akan Tuhan, setia dan taat pada-Nya. Itu menyenangkan hati-Nya. Tuhan menyertai dan memberkati kita bersama keluarga, selamanya. Amin
Doa: Tuhan Yesus yang amat baik dalam hidup kami, kota benteng perlindungan, terpujilah nama-Mu kekal selamanya. Bimbinglah kami hidup terus hanya memuliakan Tuhan saja. Amin
Syalom...
Dirgahayu ke 80 TNI.
Selamat hari Minggu n slamat beribadah. Allah benteng perlindungan, hiduplah setia pada-Nya
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin