Remaja GMIM Tiberias Kiniar

Remaja GMIM Tiberias Kiniar Pusat Informasi Remaja Jemaat GMIM Tiberias Kiniar

Ibadah Remaja  "GMIM" Tiberias KiniarMinggu 15 Maret 2026Tuhan Yesus Memberkatitiberski
15/03/2026

Ibadah Remaja "GMIM" Tiberias Kiniar
Minggu 15 Maret 2026
Tuhan Yesus Memberkatitiberski

Syalom..Hadiriliah dan Doakanlah Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman Sekaligus Pembukaan Kegiatan Panitia Hari Raya Gerejaw...
28/01/2026

Syalom..
Hadiriliah dan Doakanlah Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman Sekaligus Pembukaan Kegiatan Panitia Hari Raya Gerejawi Tahun 2026..

28/11/2025

|| Isteri Terbaik, Dipuji Suami dan Anak ||

• Amsal 31 : 28 - 29 •

Haruskah kita memuji isteri? Apakah isteri butuh pujian? Pernahkah kita sebagai suami memuji isteri? Sudahkah kita sebagai isteri dipuji suami? Tidak pernahkah? Atau mungkin pernah tapi itu dulu waktu masih masa-masa bulan madu. Atau memuji isteri hanya karena ada maunya saja. Apakah isteri kita butuh pujian? Yang pasti, tidak seperti ungkapan dalam bahasa Manado, _"makang puji."_ Sesungguhnya, isteri butuh pujian. Tapi sekali lagi, bukan karena "makang puji." Tetapi, memang itu pantas untuk mereka yang telah bekerja, berdedikasi, dan terutama telah menyerahkan dirinya seutuhnya dan sepenuhnya, sepanjang hidupnya kepada suami. Dia telah meninggalkan "zona nyaman" dengan orang tuanya, memilih sehidup semati bersama suami tercinta.

Apalagi jika dia adalah isteri yang takut akan Tuhan. Yang setia dan taat kepada Tuhan. Dia pasti setia dan penuh cinta kasih kepada suaminya. Dia pasti sangat menyayangi anak-anaknya dan telah berkorban segalanya untuk mereka. Mereka melihat dan merasakan serta menikmati sendiri bagaimana kebajikan hatinya, perbuatan tangannya yang menguntungkan dan membahagiakan hidup mereka. Bahwa isteri yang demikian tidak pernah lalai dengan pekerjaan tangannya di rumah maupun tanggungjawabnya pada suami dan anak-anaknya serta orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kasihnya.

Itulah sebabnya, pengamsal Lemuel mengatakan bahwa isteri yang demikian disebut oleh anak-anaknya berbahagia. Sebab, setiap dia bangun pagi, dilihatnya tak pernah istirahat mata, tangan, kaki dan pikirannya bergerak untuk kebaikan seisi rumah. Masakkan kepada perempuan yang demikian, tidak dipuji suaminya? Suami yang normal dan takutbakan Tuhan pasti mengucapkan pujian kepadanya. Tentu sebagai tanda syukurnya kepada Tuhan menganugerahkan isteri yang sedemikian baiknya kepadanya.

Memang banyak wanita telah berbuat baik, tetapi isteri yang takut akan Tuhan jauh melebihi mereka. Yah, merekalah isteri terbaik bagi suaminya dan mama atau ibu paling baik bagi anak-anak, serta nenek terbaik bagi cucu cicitnya. Sungguh berbahagia seisi rumah jika memiliki isteri yang demikian baik. Dia membawa s**acita dan damai sejahtera bagi keluarganya. Sukacitanya menjadi sempurna karena ada dalam Tuhan. Ya, karena dia adalah isteri yang takut akan Tuhan.

Isteri yang terbaik yakni isteri yang takut akan Tuhan seperti itu, layak diberi pujian oleh suaminya, maupun seisi rumahnya. Karena dia telah mendedikasikan seumur dan seluruh hidupnya untuk mereka. Apakah mereka mengejar-ngejar pujian? Sesungguhnya tidak. Tetapi mereka memang layak dipuji sebagai apresiasi sekaligus ungkapan cinta dan terima kasih padanya. Isteri seperti ini tidak mengejar pujian. Tetapi kewajiban suamilah melakukannya.

Mereka tidak s**a pujian yang lebay. Tapi ucapan dan perlakuan apa adanya. Dan pujian tidak harus dengan rangkaian kata yang manis dan muluk-muluk. Cukup dengan senyuman, tepukan tangan di pundak, belaian atau usapan lembut dengan kasih di kepala. Atau dengan dekapan pelukan, ciuman di dahi, dll. Itu sudah memberikan adrenalin positif dalam hidupnya. Sebab pujian yang demikian akan menjadi vitamin bagi dia untuk terus melakukan yang terbaik bagi suami, anak-anak dan seisi rumahnya. Sebab dia melakukan itu, sebagai ketaatannya kepada Tuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, p**a suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.

Sahabat Kristus, jadilah isteri yang membanggakan dan membahagiakan suami, anak-anak dan seisi rumah. Hai suami dan anak-anak, hargailah segala kebajikan dan ketulusan hati mereka mengasihi kita. Sehingga keluarga kita diberkati Tuhan dan terus menjadi berkat bagi banyak orang.

Jadilah teladan dengan terus hidup takut akan Tuhan. Jadilah dan lakukanlah yang terbaik kepada isteri, suami, anak-anak dan orang tua. Mulailah segala yang baik dari rumah dan teruskanlah itu di tengah jemaat dan masyarakat. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita selalu. Amin

Doa: Tuhan Yesus, jadikan kami kebanggaan dan kebahagiaan dalam keluarga dengan terus hidup takutbakan Tuhan. Pakailah kami sesuai kehendak-Mu yang mulia. Amin

Syalom...

Jadilah isteri terbaik dan bahagiakanlah keluargamu
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin

12/10/2025

|| Mengajar Firman dengan Perumpamaan ||

• Lukas 8 : 4 - 5 •

Sungguh amat banyak mujizat yang dilakukan Yesus. Apa yang Dia lakukan sungguh sangat ajaib, dahsyat, heran dan luar biasa. Semua yang mendengar apalagi melihat, pasti takjub, kagum, percaya dan mengikuti Dia. Sebab, di depan mata mereka, Yesus mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, meredakan badai, berjalan di atas air, melahirkan orang kusta, orang buta melihat, yang lumpuh dan pincang berjalan, bahkan, orang mati dibangkitkan. Itulah sebabnya, ke mana saja Dia pergi dan berada untuk mengajar dan memberitakan Injil, apalagi melakukan mujizat, pasti orang-orang menyemut berbondong-bondong datang kepada-Nya.

Orang-orang datang membawa saudara atau keluarga mereka yang sakit, untuk disembuhkan. Yang keras**an setan, dipulihkan. Orang banyak diberi makan. 5000 orang yang lapar, kenyang hanya dengan 5 roti dan 2 ekor ikan, yang sisanya sampai 12 bakul. Maka orang dari desa-desa dan kota-kota di berbagai tempat datang mengerubuti Dia. Selain menyaksikan dan menikmati mujizat-Nya, orang-orang juga datang untuk menerima pengajaran dan Berita Injil, Kabar Baik untuk mereka. Mereka disegarkan oleh Injil Keselamatan yang diberitakan-Nya.

Namun, di sekitar mereka banyak juga orang munafik, yang sudah dikeraskan untuk Mencobai bahkan menjebak Yesus. Mereka sakit hati, dengki dan cemburu dengan apa yang diajarkan oleh Yesus. Sehingga mereka datang untuk mencari celah menyalahkan dan menyerang serta menjebak Yesus agar masuk perangkap mereka dan dihukum mati. Mereka adalah orang Farisi, Saduki, ahli-ahli Taurat, imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, yang merasa tersaingi dan berikhtiar membunuh Yesus. Yesus tahu mereka semuanya.

Maka, terkadang Yesus menegur mereka dengan keras dan menyebut mereka sebagai orang munafik, dan keturunan ular beludak yang sudah dirasuki iblis. Mereka tidak akan pernah menerima pengajaran Yesus, padahal semuanya itu murni bersumber dari Kitab Suci, yang sudah disampaikan oleh para nabi. Karena itu, selain menegur dengan keras, Yesus memberitakan Injil dan mengajar mereka dengan semua umat menggunakan perumpamaan. Salah satunya adalah perumpamaan tentang penabur.

Tuhan Yesus sengaja menggunakan perumpamaan untuk mengajarkan mereka tentang kebenaran firman Allah yang hanya mereka pelajari, namun tidak lakukan. Orang-orang Farisi, Saduki, para ahli Taurat itu, hanya belajar tentang Hukum Taurat dan mengajarkan kepada orang-orang, tapi mereka sendiri tidak melakukannya. Malah mereka melanggar apa yang mereka ajarkan. Jadi Yesus membuka wawasan mereka, agar mengerti firman, tetapi mereka tetap hidup dalam kebodohannya, sehingga mereka akan menikmati kebinasaan dari kedegilan hatinya itu.

Perumpamaan tentang penabur adalah kisah atau analogi tentang kehidupan dalam bidang pertanian. Penabur adalah Tuhan Yesus, yang juga bisa dipahami atau dilakukan oleh gereja beserta para hamba-Nya, sedangkan bibit adalah firman Tuhan yang ditaburkan, dan tanah adalah loh hati atau manusia itu sendiri, sebagai alamat firman atau tempat bertumbuhnya firman itu. Perumpamaan ini dimaksudkan untuk menggampangkan orang memahami firman Tuhan. Namun bagi mereka yang sudah dikeraskan, apapun firman Tuhan itu, tetap ditolak. Hati mereka jahat dan tidak bisa lagi menerima ajaran sehat sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Sehingga, salah satu cara yang tepat adalah menjelaskan atau mengajarkan dan memberitakan firman dengan menggunakan perumpamaan, analogi, atau ceritera ilustrasi, amsal atau contoh konkret dalam kehidupan manusia yang nyata. Itulah antara lain yang Tuhan Yesus lakukan bagi umat-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

Sahabat Kristus, kita telah menerima firman Tuhan dari Alkitab. Sangat gampang kita memperoleh dan membacanya, yakni hanya di ujung jari kita. Hanya membuka smartphone di tangan, kita bisa langsung membacanya. Kristus mengajarkan kita agar belajar memahami firman dan melakukan-Nya. Kita telah diperlengkapi untuk menabur firman kepada sesama. Maka kita juga dapat menggunakan contoh, analogi, ceritera ilustrasi atau perumpamaan dalam menjelaskan dan mengabarkannya kepada sesama.

Belajarlah firman dan ajarkan dalam kesetiaan kepada semua orang, sesuai talenta yang dikaruniakan Tuhan secara khusus bagi kita. Daratkan firman Tuhan dalam hati batin kita dan juga semua orang. Jadilah berkat bagi sesama. Amin

Doa: Tuhan Yesus, jadikan kami penyambung lidah Allah memberitakan Injil, sehingga hidup kami menjadi hormat dan kemuliaan Tuhan. Amin

Syalom...

Selamat hari Minggu n slamat beribadah. Kabarkan firman Tuhan kepada semua orang
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin

10/10/2025

|| Berbahagia Bangsa Punya Allah Sebagai Tuhan ||

• Mazmur 144: 15 •

Sungguh Israel bangsa yang istimewa karena diberkati oleh Tuhan secara khusus. Hanya Israel yang dipilih Allah menjadi umat kesayangan dan biji mata Tuhan. Allah berjanji kepada nenek moyang mereka, yakni Abraham, Ishak dan Yakub akan menjadikan keturunannya sebagai umat pilihan, dan Allah menjadi Tuhan mereka. Jika mereka menuruti segala hukum, ketetapan dan peraturan atau firman Tuhan, maka mereka akan berbahagia. Karena seluruh keberadaan hidup mereka, diberkati oleh Tuhan. Dijaga, dilindungi dan dipakai menjadi berkat bagi segala bangsa di muka bumi.

Israel, terutama ketika dibebaskan dari perbudakan di Mesir, menikmati penyertaan Tuhan yang sempurna. Ketika Firaun menghalangi kep**angan mereka ke tanah Kanaan, Allah memberi tulah bagi mereka. Tulah ke sepuluh yang akhirnya memaksa Firaun dan rakyatnya mengizinkan mereka pergi adalah kematian seluruh anak sulung Mesir. Ironinya, ketika mereka keluar dari Mesir, mereka mengejar eksodus yang berjumlah jutaan jiwa itu. Orang Israel terperangkap di depan laut Merah atau laut Teberau. Tapi, mujizat Tuhan membelah air laut itu, sehingga mereka boleh menyeberang, sementara Firaun dan tentaranya yang mengejar mereka, justeru tenggelam di kegelapan malam.

Demikian dalam perjalanan mereka selama 40 tahun di padang gurun, meski mereka banyak mengeluh dan memberontak kepada Tuhan, tapi sesungguhnya hidup mereka nyaman. Di siang hari ada tiang awan yang meneduhkan mereka, di waktu malam ada tiang api sebagai sumber listrik raksasa dan ajaib yang menerangi mereka. Mereka tidak pernah kehabisan makanan, baik roti maupun daging karena Allah menurunkannya langsung dari sorga. Air minum keluar dari batu cadas di depan mereka. Siapapun yang melawan mereka, pasti dikalahkan.

Walau Dia sangat mengasihi umat Israel, tapi Dia berlaku adil. Siapa yang melawan atau memberontak, dihukum-Nya. Maka ada hukum yang diberikan bagi mereka sebagai pandu hidup untuk kebaikan mereka. Tuhan menjamin kehidupan mereka di padang gurun, hingga akhirnya mereka masuk di Tanah Perjanjian, Kanaan. Di negeri yang berlimpah susu dan madunya ini, Tuhan menjamin hidup mereka. Tuhan menjaga, melindungi, memelihara dan memberkati mereka. Tidak ada satupun musuh yang sanggup melawan mereka. Karena Tuhan yang ganti menjadi pahlawan mereka yang mengalahkan musuh sekuat apapun. Bangsa ini, di berkati, sungguh makmur dan sejahtera. Keadilan Allah berlaku, sehingga siapa yang bersalah dihukum, siapa yang hidup taat diberkati dan berhasil dalam segala hal.

Raja Daud, menikmati kebahagiaan sebagai raja bagi bangsa pilihan Tuhan. Daud sadar siapa dan dari mana dia datang. Dia tidak punya apa-apa, karena dia bukan siapa-siapa. Tetapi karena Tuhan yang memakai dia, maka dia menjadi raja yang paling termasyur di seluruh dunia, bahkan dalam segala zaman. Namanya bukan hanya dikenal dan terkenal di masa hidupnya, tapi sampai sekarang. Dia telah menikmati sendiri bagaimana kebesaran, kemahakuasaan dan sempurnanya kasih Tuhan bagi dia dan bagi bangsanya. Sungguh dia sangat berbahagia karena memiliki, Allah sebagai Tuhannya.

Itulah sebabnya dia mengungkapkan testimoninya ini sekaligus sebagai rasa bangga, takjub, hormat dan kagum kepada Allah. Bahwa betapa bahagianya umat dan bangsa yang memiliki Dia, sebagai Allah dan Tuhan. Sungguh sulit melukiskan bagaimana berbahagianya bangsa yang demikian keadaannya karena memiliki Allah, sebagai Tuhan satu-satunya dalam hidupnya. Dia menjamin dan mengatur segalanya begitu heran, dahsyat, ajaib dan luar biasa. Suatu kebahagiaan yang tak terlukiskan dialami oleh Israel, bangsa yang memiliki Allah sebagai Tuhannya. Ini kesaksian Daud tentang begitu agungnya Tuhan kita, kepada segala bangsa. Jika bangsa-bangsa ingin berbahagia dan diberkati sedemikian, milikilah Allah sebagai Tuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

Sahabat Kristus, kita sungguh berbahagia dan bers**acita, karena percaya kepada Allah, sebagai Tuhan yang kita kenal dalam Yesus Kristus. Dia Penguasa Tunggal alam semesta. Dia yang menciptakan, mengendalikan dan mengatur manusia dan alam semesta ini. Dia adalah Sumber dari segala sumber kehidupan. Dia menjamin kita, maka aman, nyaman, selamat dan bahagialah kekal, karena Dia Tuhan dan Juruselamat kita.

Sebagai umat kesayangan-Nya, jagalah kekudusan hidup. Lakukan yang baik dan benar, sesuai firman-Nya. Setia dan taatlah pada-Nya. Muliakan Dia dalam perkataan dan perbutan, jadilah saksi-Nya kepada semua orang, sehingga dari hidup kita, semakin banyak orang mengenal, percaya dan mengikuti Kristus Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat umat dunia. Amin

Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur memiliki Engkau sebagai Tuhan kami. Terpujilah nama-Mu kekal selamanya. Pakailah hidup kami terus hanya Memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Amin

Syalom...

Selamat berakhir pekan. Berbahagia dan bersyukurlah, karena kita memiliki Allah,
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin

04/10/2025

|| Allah Gunung Batu, Sumber Keselamatan ||

• Mazmur 144 : 1 - 2 •

Daud, sejatinya bukan siapa-siapa. Dia hanya putera bungsu yang perawakannya lebih kecil dan menjadi "suruhan" orang tuanya untuk menjaga kambing domba milik Isai, ayahnya. Di antara keluarganya saja, dari 7 bersaudara laki-laki, dia tidak masuk hitungan. Itu terjadi ketika Samuel mengurapi dia. Ketika seluruh kakak lelakinya yang dianggap layak tampil di depannya, Daud tidak disebutkan dan tidak masuk hitungan sama sekali. Apalagi ketika itu dia hanya menggembalakan kambing domba mereka. Tetapi Tuhan justeru memilih dia, sebagai raja menggantikan Saul sebagai raja atas Israel.

Dibandingkan orang lain, apalagi Saul, perawakan Daud lebih kecil. Itulah sebabnya ketika dia menawarkan diri melawan Goliat, banyak orang meragukannya. Bahkan baju zirah untuk berperang dan perlengkapan perang yang dikenakan padanya juga tak bisa dipakai, karena dia tidak terbiasa mengenakannya. Tapi Tuhan mengutus dan memakai dia untuk bertempur melawan pahlawan gagah perkasa, tinggi besar, lengkap dengan segala perlengkapan perangnya. So manusia raksasa Goliat pun merasa terhina dilawan oleh si "anak kecil," Daud.

Tetapi, dia mengalahkan sang pahlawan yang paling ditakutkan di Filistin oleh para musuhnya. Dari keadaannya yang biasa saja itu, justeru Allah memilih dan memanggil dia menjadi alat di tangan Tuhan bagi Israel, umat-Nya menggantikan Saul. Ketika masih gembala, memang dia sudah terbiasa mengalahkan singa dan binatang buas yang mengancam menerkam kambing dombanya. Maka ketika menghadapi Goliat, dia tidak takut. Mengapa? Karena dia tahu bahwa Tuhan menyertai dia dan membela serta memberkati bangsa pilihan-Nya. Maka dalam segala hal, dia berhasil. Termasuk ketika menjadi seorang prajurit, dia lebih berhasil dari bosnya, Saul (raja waktu itu). Sehingga orang-orang menyanyikan, "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, sedangkan Daud berlaksa-laksa." Inilah yang kemudian menimbulkan kecemburuan dan kedengkian Saul kepadanya.

Daud menyadari, semua yang dia alami, dia gapai atau capai, terjadi hanya karena perkenanan Tuhan semata. Sungguh Dialah Sumber kekuatannya. Dialah pembela, penjaga dan pahlawannya, sumber perlindungan dan kemenangan bagi dirinya, maupun bangsa dan umat Israel sebagai pilihan Tuhan. Ancaman, tekanan, perlawanan serta serangan dari dalam maupun dari luar dalam hidupnya, tak mampu mengalahkan kasih, perlindungan, penyertaan dan pembelaan Tuhan kepadanya. Apalagi dia hidup takut akan Tuhan, setia dan taat kepada Tuhan. Dalam sehari, Daud 7 kali memuji Tuhan (Maz 119:164).

Dari kelemahan dan ketidakberdayaannya itu, Daud terus hidup mengandalkan Tuhan, berharap dan bersandar penuh pada-Nya serta hidup takut akan Tuhan. Tuhan mengetahui hati Daud yang tulus mengasihi dan mengandalkan Dia. Maka Tuhan sangat mengasihi dia. Itulah sebabnya Daud mengatakan bahwa adalah gunung batu, tempat perlindungan, kubu pertahanan, kota benteng, penyelamat, perisai dan tempat berlindung bagi dirinya dan bangsa Israel. Tuhanlah yang mengajar tangannya bertempur dan jari-jarinya berperang. Segalanya Daud belajar dari Tuhan. Dengan hidup takut akan Tuhan, dia mendapatkan segalanya dari Tuhan, termasuk, keselamatan, perlindungan, kemenangan dan berkat melimpah.

Bangsa Israel, di bawah kepemimpinannya maupun jauh sebelum dia, khususnya dari zaman Musa, telah menikmati perlindungan, pembelaan, penyelamatan dan kasih karunia Tuhan, jika mereka hidup setia dan taat pada-Nya. Karena Tuhan maka bangsa Israel menundukkan bangsa-bangsa. Daud pun bukan hanya berkuasa atas Israel, tapi berkuasa atas bangsa-bangsa lain. Kekuasaan Daud menjadi kokoh karena Tuhan. Itulah sebabnya dia selalu memuji dan memuliakan Tuhan, bukan hanya tiap hari, tapi 7 kali sehari. Sungguh, berbahagialah umat bahkan bangsa yang memiliki Tuhan Allah yang kita kenal dalam Kristus. Sebab Dia yang menjamin seluruh keberadaan kehidupan kita, baik sebagai pribadi, berjemaah, masyarakat, maupun bangsa dan bernegara.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Dari Daud. "Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!.

Sahabat Kristus, Allah kita sungguh dahsyat, ajaib, heran dan luar biasa. Tiada allah seperti Allah kita. Tiada tuhan seperti kita Yesus Kristus. Dia bukan hanya sangat maha kuasa, tapi Dia juga amat sangat maha kasih, pemurah, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih karunia.

Dialah satu-satunya Tuhan, gunung batu, kota benteng perlindungan, sumber keselamatan dan Sumber segala sumber kehidupan. Dia pemberi segala sesuatu dalam kehidupan kita karena hanyalah Dia sumber kehidupan. Maka pujilah nama-Nya, muliakan Dia dan hiduplah takut akan Tuhan, setia dan taat pada-Nya. Itu menyenangkan hati-Nya. Tuhan menyertai dan memberkati kita bersama keluarga, selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus yang amat baik dalam hidup kami, kota benteng perlindungan, terpujilah nama-Mu kekal selamanya. Bimbinglah kami hidup terus hanya memuliakan Tuhan saja. Amin

Syalom...

Dirgahayu ke 80 TNI.
Selamat hari Minggu n slamat beribadah. Allah benteng perlindungan, hiduplah setia pada-Nya
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin

29/09/2025

|| Peka Mendengar Peringatan Tuhan ||

• Yehezkiel 33 : 3 - 6 •

Sangkakala adalah tanda peringatan kepada umat, dan masyarakat bangsa Israel. Setiap jenis tiupannya, memiliki makna tersendiri. Artinya, ketika sangkakala ditiup, pasti ada sesuatu hal besar yang akan terjadi atau dilakukan. Sangkakala bisa ditiup untuk mengumpulkan orang Israel, juga ditiup sebagai tanda mereka akan berangkat dalam perjalanan di padang gurun. Demikian juga jika dalam keadaan darurat, baik berperang maupun diperangi, sangkakala selalu dibunyikan. Dan untuk berperang, misalnya sangkakala harus dibunyikan dengan semboyan. Jadi, umat Israel mengenal sangkakala sebagai tanda juga peringatan bagi umat. Termasuk ketika mereka dalam bahaya. Artinya, ketika sangkakala berbunyi, semua orang Israel harus siaga, entah untuk berkumpul, berangkat, berperang atau melindungi dirinya, sesuai dengan tanda-tanda bunyi sangkakala, apakah ditiup dua kali, dengan semboyan, dengan suara yang panjang, berulang, atau tanda lainnya.

Hal ini juga berlaku di zaman pembuangan dan penawanan bangsa Israel, ke Babel dan beberapa bangsa lainnya. Tuhan menggunakan hamba-Nya, nabi Yehezkiel untuk menyampaikan firman-Nya kepada orang Israel dan Yehuda. Bahwa jika ada bunyi sangkakala ditiup seorang yang diangkat sebagai penjaga, mereka harus senantiasa siaga dan waspada. Mereka harus mendengarkan peringatan dari Tuhan, untuk menghindar dan melindungi diri supaya tidak termakan oleh pedang, sehingga nyawa mereka dilenyapkan. Semua umat tanpa kecuali, harus mendengar peringatan itu dan menyelamatkan nyawanya, agar tidak hilang lenyap, binasa oleh pedang itu.

Ketika penjaga telah melihat pedang dari Tuhan datang, dia harus segera meniup sangkakala memeringatkan orang-orang agar mendengarkan peringatannya demi keselamatan mereka. Sebaliknya, ketika pedang Tuhan datang dan si penjaga tidak meniupkan sangkakala sebagai tanda peringatan kepada umat, sehingga banyak yang mati, maka darah dan nyawa mereka tertanggung pada penjaga. Karena itu, si penjaga harus siaga dan melakukan tugasnya dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Kecuali jika mereka sudah mendengar peringatan berupa tiupan sangkakala itu tapi abai, mereka menanggung sendiri akibatnya. Sedangkan si penjaga tidak menanggung segala yang menimpa mereka. Jadi, kalau penjaga abai dengan tugasnya, dia menanggung akibatnya. Juga ketika orang-orang cuek atau tak peduli dengan peringatan yang disampaikan penjaga, mereka dihukum bahkan dibinasakan. Demikianlah jika pedang Tuhan datang menimpa umat. Penjaga harus siaga, waspada dan memeringatkan mereka. Tidak boleh tidak, harus. Kalau tidak, si penjaga yang akan menanggung darah dan nyawa para korban pedang itu, meski mereka memang patut untuk dihukum karena kejahatan dan kefasikannya.

Allah menghendaki ada pertobatan dari orang Israel dan Yehuda. Dia ingin mereka berbalik kepada-Nya, agar tidak binasa. Sebab jika mereka bertobat, mereka akan diterima-Nya kembali menjadi umat-Nya, dan Dia menjadi Allah mereka. Sehingga, jika mereka mau bertobat dan mencari Tuhan, mereka akan terhindar dari hukuman. Karena hukuman Tuhan pasti terjadi, dan tak ada yang bisa menghindarinya, kecuali jika mereka bertobat dan kembali setia dan taat pada-Nya.

Israel tetap merupakan umat kesayangan Tuhan. Tapi Tuhan tidak berkompromi dengan dosa dan kejahatan mereka. Allah sedia menerima mereka kembali, asal bertobat dari segala kejahatan, dengan mendengarkan peringatan-Nya agar tidak dihukum dalam kebinasaan, di mana hukuman kekal menanti. Sebagai penjaga kita harus tetap siaga agar umat tidak binasa, dan umat harus peka mendengar peringatan Tuhan, bertobat dan berbalik pada-Nya dalam kesetiaan kepada-Nya. Kalau tidak, mereka menanggung kejahatannya, baik penjaga maupun umat.

Demikian firman Tuhan hari ini
Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya. Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.

Sahabat Kristus, Tuhan telah memberikan peringatan kepada kita melalui firman-Nya. Bahwa kita harus bertobat dan berbenah diri, mendengar suara-Nya dan setia mengikuti segala firman dan perintah-Nya.

Sebagai hamba Tuhan, kita juga adalah "penjaga." Penjaga bagi diri kita sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga diri kita dan orang lain agar peka pada peringatan Tuhan lewat firman-Nya, menaati perintah-Nya serta menyenangkan hati-Nya, dan selalu memuji dan memuliakan Dia. Amin

Doa: Tuhan Yesus, ajar kami peka terhadap peringatan-Mu, hidup dalam pertobatan dan terus menyenangkan hati Tuhan. Terpujilah nama Tuhan kekal selamanya. Amin

Syalom...

Semangat hari Senin. Siaga dan pekalah mendengar peringatan Tuhan dalam hidup kita
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin

28/09/2025

|| Berbicara Sesuai Firman Tuhan ||

• Yehezkiel 33 : 1 - 2 •

Pasal 33 Yehezkiel ini merupakan titik kulminasi sekaligus titik balik dari tindakan Allah atas bangsa Israel. Setelah mengungkapkan berbagai kedurhakaan dan pemberontakan umat Israel, juga penghukuman atas mereka dan berbagai bangsa yang akan menindas mereka karena kedegilan hati mereka, saatnya waktu Tuhan memulihkan bangsa pilihan, umat kesayangan-Nya Israel. Dalam bagian sebelumnya juga dikisahkan tentang penghukuman Tuhan terhadap berbagai bangsa yang menjadi angkuh karena kejatuhan dan kehancuran Israel. Mereka merasa besar kepala, merasa kuat setelah mengalahkan Yehuda maupun Israel. Padahal, semua itu terjadi karena penghukuman dari Tuhan, atas kefasikan dan perlawanan umat-Nya.

Allah memakai sejumlah hamba-Nya sebagai penyambung lidah-Nya untuk menyampaikan kebenaran firman-Nya bagi bangsa Israel, dan juga bangsa yang telah menawan dan menindas Israel. Termasuk Yehezkiel, anak Busi. Dia tergolong nabi besar karena tulisannya yang panjang dan juga bagaimana Allah menggunakan Dia sebagai alat di tangan Tuhan secara luar biasa. Hal ini dimulai dari pemanggilan dia menjadi nabi ketika mendapatkan penglihatan di tepi sungai Kebar, di negeri Kasdim (Babel).

Firman Tuhan datang berulang kali kepada Yehezkiel. Kali ini sebenarnya datang lebih soft (lembut) dari sebelumnya. Sebab, sebelumnya Allah telah menyatakan murkanya atas kedurhakaan Israel yang berzinah dengan menyembah Baal dan patung-patung buatan manusia, serta menyembah pohon yang rimbun, berlaku degil kepada sesamanya, mempersembahkan anak mereka dibakar untuk baal, s**a menindas orang miskin, asing dan lemah, serta banyak lagi kejahatan.

Setelah segala penghukuman itu terjadi dengan sangat berat kepada orang Israel, maka Yehezkiel diperintahkan Tuhan menyampaikan firman-Nya yang menguntungkan dan melegakan orang Israel. Tetapi, Tuhan mengingatkan kepada Yehezkiel untuk berbicara kepada bangsa itu sesuai dengan apa yang difirmankan-Nya. Allah menyebut orang Israel dan Yehuda kepada Yehezkiel sebagai teman-teman sebangsamu. Bahwa Allah sesungguhnya mau berkompromi dengan mengampuni dosa mereka, memulihkan, menyelamatkan dan menolong mereka dari keterpurukan dan ketertindasan sebagai tawanan entah di Asyur, Babel, Mesir, Media dan Persia, dll. Tetapi bukan berarti Allah berkompromi dengan dosa mereka. Maksudnya adalah, jika bangsa itu bertobat, maka mereka akan hidup dan diselamatkan.

Karena itu Allah menugaskan Yehezkiel menjadi penjaga Israel. Tetapi penjaga di sini berarti konotatif (kiasan). Dia bukan menjadi Satpam, sekuriti atau petugas keamanan. Namun dia lebih menjadi pengawas dan pengingat bagi mereka agar bertobat dari dosa dan terus melakukan kebaikan. Yehezkiel bertugas untuk memeringatkan orang Israel bertobat dari segala dosanya. Siapa yang telah berdosa dan berubah menjadi percaya dan setia, akan diselamatkan dan menikmati hidup. Siapa yang tidak bertobat, akan menuai kebinasaan.

Sebaliknya, siapa yang setia dan taat kepada Tuhan, tetapi dalam perjalanan hidupnya berubah menjadi tidak setia, maka dia akan dihukum. Mereka akan dibinasakan dan tidak menikmati hidup sebagaimana yang dikehendaki Tuhan, demi kebaikan dan keselamatan mereka. Yehezkiel harus menyampaikan firman ini apa adanya kepada umat Israel tanpa takut dan gentar. Jika tidak, dia yang menanggung segala dosa Israel. Dialah yang dihukum. Bangsa Israel memang akan dihukum atas kejahatan mereka, namun jika Yehezkiel tidak menyampaikan peringatan Tuhan, dia juga akan dihukum Tuhan. Jadi, Yehezkiel memiliki tugas dan tanggungjawab berat menyampaikan firman apa danya, bukan karena ada apanya. Yehezkiel tidak boleh membiarkan atau abai dengan firman Tuhan itu.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya, (ay 1-2)

Sahabat Kristus, kita juga seperti Yehezkiel, sudah menerima firman Tuhan. Tuhan ingin adalah, kita harus berbicara kepada teman-teman sebanga, sejemaat, sepergaulan dan keluarga sesuai dengan firman Tuhan. Kita harus menyampaikan kebenaran firman kepada semua orang, baik dalam tutur kata, maupun perbuatan atau tindakan nyata. Sehingga kita dapat menolong orang yang jatuh menjadi bangkit dari keterpurukan, juga menjadi saluran berkat bagi semua orang di sekitar kita.

Maka jadilah kita sebagai pembawa Berita Sukacita, Kabar Baik yaitu firman Tuhan kepada siapapun juga, sehingga dari cara hidup kita, nama Tuhan dimuliakan dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan dan diselamatkan. Amin

Doa: Tuhan Yesus, jadikan kami saluran pemberitaan firman-Mu dalam perkataan maupun perbuatan, sehingga hidup kami jadi berkat bagi sesama. Amin

Syalom...

Selamat hari Minggu n selamat beribadah. Jadilah pewarta Firman kepada semua orang
Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin

Address

JLN.DI.PANJAITAN, KEL.KINIAR
Tondano
95611

Telephone

+6282112008023

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Remaja GMIM Tiberias Kiniar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Remaja GMIM Tiberias Kiniar:

Share