14/09/2023
Dasa Darma Pramuka
• Pengertian Dasa Darma Pramuka
Dasa Darma terdiri dari dua kata, yaitu “dasa” yang berarti sepuluh dan “darma” yang berarti perbuatan baik dan mulia. Oleh karena itu, Dasa Darma bisa diterjemahkan sebagai sepuluh tindakan baik dan mulia yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap anggota Pramuka dalam aktivitas mereka.
Setiap anggota Pramuka harus memiliki sepuluh sikap ini, mulai dari tingkat penggalang hingga tingkat atas. Dasa Darma memuat nilai-nilai moral yang dapat menjadi dasar bagi setiap anggota Pramuka untuk melakukan tugasnya. Dengan mempraktikkan Dasa Darma, anggota Pramuka dapat membentuk karakter dan akhlak yang luhur dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
• Sejarah Dasa Darma Pramuka
Apakah kamu sudah mengetahui kapan dan oleh siapa Dasar-Dasar Pramuka diciptakan?
Dasar-Dasar Pramuka tidak diciptakan oleh satu orang saja, tetapi terbentuk dari ide dan gagasan beberapa orang yang digabungkan. Pembentukan Dasar-Dasar Pramuka melibatkan perjuangan dan proses yang panjang dari sejumlah tokoh. Selain itu, Dasar-Dasar Pramuka telah mengalami lima kali perubahan sejak awal dibentuk.
• Dasa Darma I (1961-1966)
Dasa Darma Pramuka pertama kali dibentuk sebagai lampiran pada Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961. Rumusan pertama dari Dasa Darma Pramuka disusun oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka, dan digunakan dari tahun 1961 hingga 1966. Berikut ini adalah hasil rumusan dari Dasa Darma Pramuka yang pertama:
Pramuka dapat dipercaya
Pramuka setia
Pramuka sopan dan berperilaku baik
Pramuka sahabat bagi sesama manusia dan saudara bagi setiap anggota Pramuka
Pramuka penyayang sesama makhluk
Pramuka siap menolong dan berbakti kepada sesama
Pramuka taat pada perintah tanpa ragu-ragu
Pramuka sabar dan ceria dalam menghadapi segala kesulitan
Pramuka hemat dan cermat dalam penggunaan waktu, tenaga, dan harta benda
Pramuka suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
• Dasa Darma II (1966-1974)
Pada tahun 1966, Dasa Darma Pramuka yang kedua dibentuk oleh Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah (Muker Anpuda), yang saat ini dikenal dengan sebutan Musyawarah Nasional (Munas). Dasa Darma Pramuka kedua ini digunakan dari tahun 1966 hingga 1974. Berikut adalah rumusan dari Dasa Darma Pramuka kedua:
Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan patriot Indonesia yang setia
Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliaan Indonesia
Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat, dan bersahaja
Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kes**aran
Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggung jawab dan gembira untuk dapat berguna
Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin.
• Dasa Darma III (1974-1978)
Pada tahun 1974, dasa darma pramuka mengalami perubahan lagi yang dibuat oleh Munas Bukit Tinggi, berdasarkan rekomendasi perubahan yang telah diamanatkan dalam MMP tahun 1970 dan Munas di tahun 1974. Dasa darma pramuka ini kemudian digunakan dari tahun 1974 hingga 1978. Berikut adalah isi dari dasa darma pramuka rumusan ketiga:
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
Patriot yang sopan dan berwibawa
S**a bermusyawarah dan patuh
Rela menolong dan tabah
Rajin, riang, dan terampil
Hemat, cermat, dan bersahaja
Disiplin, setia, dan berani
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
• Dasa Darma IV (1978-2009)
Pada tahun 1978, dasa darma pramuka mengalami perumusan ulang setelah memorandum dikeluarkan oleh Munas Gerakan Pramuka di Manado. Kemudian, perumusan tersebut diresmikan dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 036/KN/79. Dasa darma pramuka keempat ini digunakan mulai dari tahun 1978 hingga 2009. Berikut adalah isi dari rumusan dasa darma keempat:
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Patriot yang sopan dan ksatria
Patuh dan s**a bermusyawarah
Rela menolong dan tabah
Rajin, terampil dan gembira
Hemat, cermat, dan bersahaja
Disiplin, berani dan setia
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
• Dasa Darma V (2009 sampai sekarang)
Terjadi perubahan terakhir dalam susunan dasa darma pramuka yang masih digunakan hingga saat ini. Perubahan ini tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Tahun 2009, berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 Tahun 2009.
Susunan dasa darma pramuka yang kelima ini ditegaskan kembali dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka atas Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun 2012. Berikut adalah isi dasa darma pramuka kelima yang masih digunakan hingga saat ini:
Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Patriot yang sopan dan kesatria.
Patuh dan s**a bermusyawarah.
Rela menolong dan tabah.
Rajin, terampil dan gembira.
Hemat, cermat dan bersahaja.
Disiplin, berani dan setia.
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.
Setiap anggota pramuka harus memahami dan mempraktikkan isi dasa darma pramuka, sehingga mereka dapat membangun karakter yang baik dan membentuk kepribadian yang luhur. Berikut ini makna dari setiap dasa darma pramuka:
• Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Takwa adalah sikap tunduk dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini berarti bahwa setiap anggota Pramuka harus memahami dan memegang teguh akan kebesaran dan kekuasaan Tuhan, dan selalu berusaha untuk menjalankan hidup sesuai dengan petunjuk-Nya.
Takwa juga melibatkan penghormatan dan pengakuan terhadap hak asasi manusia dan toleransi terhadap perbedaan agama dan kepercayaan.
• Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Setiap anggota Pramuka harus memiliki rasa cinta dan sayang terhadap alam sekitarnya dan juga terhadap sesama manusia. Anggota harus memahami bahwa alam dan manusia merupakan bagian dari lingkungan yang harus dipelihara dan dihormati.
Maka, anggota Pramuka harus berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan yang positif dan membantu sesama manusia dalam memajukan kehidupan bersama. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia adalah salah satu dasar yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang anggota Pramuka.
• Patriot yang sopan dan ksatria
Patriotisme yang sopan dan bersifat seperti seorang pahlawan atau ksatria. Anggota pramuka harus memiliki rasa cinta terhadap negara dan bangsa, dan juga harus memperlihatkan sikap yang sopan dan baik sebagai warga negara. Selain itu, anggota pramuka juga harus memiliki sikap dan tindakan seperti seorang pahlawan atau ksatria dalam menegakkan keadilan dan mempertahankan negaranya.
• Patuh dan s**a bermusyawarah
Dalam bahasa Indonesia, “Patuh” berarti taat dan “s**a bermusyawarah” berarti s**a berdiskusi. Maka, makna dari kalimat ini adalah anggota Pramuka harus taat dan s**a berdiskusi dalam setiap tindakan yang akan dilakukan.
Anggota harus dapat memahami dan menghormati hasil diskusi yang sudah dilakukan, dan menerapkan hasil diskusi tersebut dalam tindakan nyata. Bersikap patuh dan s**a bermusyawarah merupakan salah satu bagian dari proses pembentukan karakter anggota Pramuka yang baik.
• Rela menolong dan tabah
“Rela Menolong” dan “Tabah” merupakan dua nilai yang sangat penting bagi setiap anggota Pramuka. Dalam hal “Rela Menolong”, anggota Pramuka harus siap untuk membantu sesama tanpa pamrih dan dengan s**arela. Ini meliputi tidak hanya membantu teman-teman Pramuka, tetapi juga orang lain yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, “Tabah” menekankan pentingnya teguh dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Anggota Pramuka harus memiliki semangat yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh kegagalan atau kesulitan dalam mencapai tujuannya. Nilai ini penting untuk membangun karakter dan mengatasi masalah dengan cara yang baik dan positif.
• Rajin, trampil dan gembira
Rajin artinya selalu berusaha untuk bekerja dengan baik dan selalu mengerjakan tugas-tugas dengan sungguh-sungguh. Trampil menunjukkan kemampuan dan keterampilan dalam mengerjakan sesuatu dengan baik.
Gembira artinya selalu berusaha untuk memelihara suasana hati yang baik dan bahagia, serta selalu membawa energi positif dalam segala aktivitas yang dilakukan. Ketiga hal ini sangat penting bagi seorang anggota pramuka untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
• Hemat, cermat dan bersahaja
Istilah “hemat” berarti menjaga dan menggunakan sumber daya secara bijak dan tidak boros. “Cermat” berarti berhati-hati dan bijaksana dalam membuat keputusan dan bertindak. “Bersahaja” berarti tidak sombong dan merasa rendah diri, serta mampu menerima kenyataan dan situasi dengan lapang dada.
• Disiplin, berani dan setia
“Disiplin, berani, dan setia” mengandung makna bahwa setiap anggota pramuka harus memiliki sikap disiplin dan memegang teguh pada tata tertib yang berlaku. Mereka juga harus berani mengambil tindakan dan memegang teguh pada prinsip yang mereka yakini, serta setia pada tugas dan tanggung jawab yang telah diterima. Ini membantu anggota pramuka untuk menjalankan tugas mereka dengan baik dan membentuk karakter yang baik.
• Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
Mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan dapat dipercaya dalam melakukan tugas dan tanggung jawab yang diterima. Ini menjadi bagian dari dasar moral yang harus ditanamkan dan dipegang teguh oleh setiap anggota Pramuka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pramuka.
• Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Maksud dari “Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan” adalah setiap anggota pramuka harus memiliki sikap yang baik dan bersih dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Mereka harus menjaga integritas dan martabat diri dengan memperlakukan orang lain dengan hormat dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain atau lingkungan. Ini adalah bagian penting dari menjaga karakter dan membangun citra positif bagi diri sendiri dan organisasi Pramuka.
Fungsi Dasa Darma Pramuka
Dasa darma pramuka memiliki beberapa fungsi atau tujuan, antara lain:
Menanamkan nilai-nilai luhur
Dengan mempraktikkan dasa darma pramuka, anggota pramuka akan menanamkan nilai-nilai luhur seperti takwa kepada Tuhan, cinta alam, kasih sayang sesama manusia, dll.
Membentuk karakter
Dasa darma pramuka berfungsi sebagai pedoman untuk membentuk karakter anggota pramuka agar menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Mengembangkan potensi
Anggota pramuka memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan, dan dengan mempraktikkan dasa darma pramuka, mereka dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
Meningkatkan solidaritas
Dasa darma pramuka memfokuskan pada kerjasama dan kerjasama tim, sehingga anggota pramuka akan memiliki rasa solidaritas yang kuat antar sesama anggota.
Meningkatkan kepemimpinan
Anggota pramuka akan memiliki kemampuan dan sikap kepemimpinan yang baik sebagai hasil dari mempraktikkan dasa darma pramuka.