22/12/2025
SELAMAT HARI IBU
Ada satu sosok dalam hidup kita yang doanya selalu lebih cepat sampai ke langit, bahkan sebelum kita sempat memintanya. Sosok itu adalah ibu.
Rasulullah ﷺ pernah ditanya, “Siapakah yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Ditanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Ditanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau kembali menjawab, “Ibumu.”
Barulah setelah itu, “Kemudian ayahmu.”
Tiga kali.
Bukan tanpa alasan.
Sejak kita belum mengenal dunia, ibu sudah lebih dulu berjuang. Menahan lelah, sakit, dan rasa takut, hanya agar kita bisa lahir dengan selamat. Saat kita belum mampu berkata apa-apa, ibu sudah memahami segalanya lewat tangisan dan diam kita.
Kasih sayangnya tidak selalu terdengar. Kadang hadir dalam bentuk tangan yang menyiapkan bekal, langkah kaki yang bangun paling pagi, atau doa yang dilantunkan lirih di sepertiga malam. Ibu jarang mengeluh, meski lelah sering singgah di tubuhnya.
Wajahnya mungkin tak lagi muda. Ada guratan usia di sana—jejak dari waktu, pengorbanan, dan kesabaran. Namun justru di situlah letak keindahannya. Wajah yang teduh, penuh keikhlasan, dan selalu menguatkan.
Ketika kita tumbuh remaja, mulai merasa kuat, merasa bisa sendiri, ibu tetap berada di belakang kita. Tidak menuntut apa pun, hanya berharap kita berjalan di jalan yang diridhai Allah. Doanya menyertai setiap langkah kita, bahkan ketika kita lupa mengucapkan terima kasih.
Ada saatnya kita baru sadar, bahwa setiap kemudahan yang kita rasakan hari ini adalah hasil dari pengorbanan panjang yang dilakukan ibu dalam diam. Dari doa-doa yang tak pernah ia pamerkan. Dari air mata yang ia simpan sendiri.
Maka ketika seorang anak menunduk, mencium kaki ibunya, itu bukan sekadar tradisi. Itu adalah pengakuan. Bahwa surga ada di sana. Bahwa ridho Allah bergantung pada ridho ibu.
Hari ini, mungkin kita belum sempurna menjadi anak. Tapi satu hal yang selalu bisa kita lakukan: berbakti, berkata lembut, dan mendoakan ibu dengan tulus.
Karena sejatinya, selama doa ibu masih mengiringi hidup kita, kita tidak pernah benar-benar berjalan sendirian.
Ibu,
terima kasih atas cinta yang tak pernah lelah.
Semoga Allah membalas setiap pengorbananmu dengan surga yang paling indah.