18/05/2026
Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap pengetahuan, gerakan dan kmunitas-komunitas literasi tidak lagi hanya dituntut menjadi ruang baca atau tempat berkumpul semata, melainkan juga harus mampu menciptakan ekosistem yang hidup, relevan, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi masa depan gerakan literasi itu sendiri.
Pertanyaannya, sejauh mana komunitas mampu bertahan di tengah keterbatasan sumber daya, minimnya dukungan, hingga perubahan cara masyarakat memaknai literasi?
Melalui bincang interaktif bersama Banyumas International Literacy Festival .fest dan Langgam Pustaka Indonesia .indonesia, diskusi ini akan membahas bagaimana komunitas dapat saling menguatkan sebagai gerakan kultural yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu melahirkan ruang belajar, jejaring kolaborasi, regenerasi pelaku literasi, hingga strategi menghadapi tantangan zaman.
Sebab masa depan literasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya buku yang dibaca, tetapi juga oleh sejauh mana komunitas mampu menjaga api percakapan, merawat solidaritas, dan menciptakan ruang hidup bagi pengetahuan di tengah masyarakat.
Informasi lengkap tertera di flyers, pelanggam! Sampai berjumpa. 🥳🙌