Karimun Goes Green

Karimun Goes Green Penggiat Penanaman Pohon (Tree Planting Activists), Penggalangan Dana Penghijauan (Tree Plantation Fundraiser)

Pertama kali KGG mendarat di SMAN 3 Karimun dalam rangka pembentukan Sispala (Siswa Pencinta Alam) SMANTIKA 22 Januari 2...
24/02/2026

Pertama kali KGG mendarat di SMAN 3 Karimun dalam rangka pembentukan Sispala (Siswa Pencinta Alam) SMANTIKA 22 Januari 2026

Sabtu Produktif Bersama Calon Penjaga Alam! πŸ₯ΎπŸŒ±Jam 9 pagi tadi sudah berada di tengah-tengah energi positif adik-adik Sis...
14/02/2026

Sabtu Produktif Bersama Calon Penjaga Alam! πŸ₯ΎπŸŒ±

Jam 9 pagi tadi sudah berada di tengah-tengah energi positif adik-adik Sispala! Kali ini seru banget karena ada kolaborasi antara Sispala Edelweis SMAN 2 dan Sispala Tapak Rimba SMAN 1.

Gak cuma seru-seruan, kegiatan ini dipandu langsung oleh abang-abang dari Outsider (Basri, Argan, Ichsan) dan tentunya Bu Susi selaku Pembina Sispala Edelweis.

Tadi saya sempat "ngobrol" banyak soal perjalanan Karimun Goes Green. Ternyata banyak yang belum tahu kalau KGG sekarang sudah berkembang pesat. Kita gak cuma bicara soal tanam pohon (penghijauan), tapi sudah mencakup edukasi dan aksi nyata untuk Lingkungan Hidup secara luas.

Senang sekali melihat semangat kolaborasi lintas sekolah seperti ini. Sampai bertemu di aksi hijau selanjutnya!

NOTULEN RAPAT (MINUTE OF MEETING)Forum: Koordinasi Karimun Goes Green (KGG) & Sispala SAMANEALokasi: Base Camp KGG, Ruko...
09/02/2026

NOTULEN RAPAT (MINUTE OF MEETING)
Forum: Koordinasi Karimun Goes Green (KGG) & Sispala SAMANEA
Lokasi: Base Camp KGG, Ruko Balai Garden A2/7
Tanggal: 6 Februari 2026
Waktu: 08.00 – 22.25 WIB
________________________________________
DAFTAR HADIR
1. Hasto Soesilo (Founder KGG / Pimpinan Rapat)
2. Bebenz (Aktivis Lingkungan Hidup)
3. Pak Chandra (Basarnas)
4. Bibin (Basarnas)
5. Pak Teguh (Puskesmas Tanjungbalai)
6. Jefry Aronal Rachman, S.Pd (Pembina Utama Sispala SMKN 1, SAMANEA)
7. Okky Darmanto (Pembina Sispala SMKN 1, SAMANEA)
8. Gragoris Jois (Ketua Sispala SMKN 1, SAMANEA)
9. Dendi Syahputra (Alumni/AK Sispala SMKN1, Samanea)
10. Boy (Muhammad Qoyum) (Aktivis Lingkungan Hidup)
________________________________________
AGENDA RAPAT
1. Rencana program kerja Sispala SMKN 1 (SAMANEA).
2. Teknis pembuatan mesin pencacah dan incinerator di SMKN 1.
3. Koordinasi pembentukan Sispala SMAN 3 (Arahan Ibu Merry).
4. Rencana pengambilan mesin pencacah di SMAN 1.
5. Program sosialisasi gabungan ke SMA/SMK se-Karimun.
________________________________________
HASIL DISKUSI & KESEPAKATAN
1. Program Kerja Sispala SAMANEA
β€’ Prioritas Utama: Pembibitan pohon untuk penanaman area baru dan revitalisasi pohon lama di sekolah.
β€’ Saran Tambahan: Memulai praktek pengomposan secara paralel dengan pembibitan di area sekretariat.
β€’ Tindak Lanjut: Tim KGG akan melakukan kunjungan ke Camp SAMANEA minggu depan untuk meninjau kesiapan teknis.
2. Pengadaan Mesin Cacah & Incinerator (SMKN 1)
β€’ Terdapat dua opsi jalur produksi: melalui BUMS (Badan Usaha Milik Sekolah) atau Praktek Siswa.
β€’ Catatan: Jalur Praktek Siswa membutuhkan waktu lebih lama. Jalur BUMS lebih cepat namun memerlukan kajian mendalam.
β€’ Tindak Lanjut: Perlu konsultasi intensif dengan Kepala Sekolah SMKN 1 untuk menentukan model kerja sama yang paling efisien.
3. Inisiasi Sispala SMAN 3
β€’ Kepala Sekolah SMAN 3 (Ibu Merry) berkomitmen membentuk Sispala dengan fokus awal pengolahan sampah daun menjadi kompos.
β€’ Tindak Lanjut: KGG dijadwalkan mengunjungi SMAN 3 pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.
4. Sosialisasi Terpadu & Penguatan Kapasitas
β€’ Sosialisasi KGG ke sekolah-sekolah akan disinergikan dengan agenda BASARNAS.
β€’ Tema: "Pembinaan dan Penguatan Kemampuan Dasar Pencarian dan Pertolongan bagi Siswa Pecinta Alam".
β€’ Peserta: Seluruh SMAN dan SMKN di Karimun.
5. Diskusi Teknis & Operasional
β€’ Pak Teguh: Berbagi pengalaman operasional incinerator KGG di Puskesmas Tanjungbalai.
β€’ Bebenz: Memaparkan teknis pengolahan sampah dan manajemen Bank Sampah di Karimun.
β€’ Wacana Tambahan: Rencana kegiatan "Susur Pantai" yang melibatkan anggota Sispala secara aktif.
________________________________________
PENUTUP
Rapat diakhiri dengan sesi foto bersama pada pukul 22.25 WIB dalam suasana akrab dan produktif.
Status Agenda 4: Ditunda (Skip) dikarenakan perwakilan dari Sispala SMANSAKA tidak hadir di lokasi.
________________________________________
Notulis: Gemini AI
Disetujui Oleh: Hasto Soesilo (Founder KGG)

Membangun Masa Depan Hijau:Kolaborasi Inspiratif Sispala SMAN 1 & SMAN 2 untuk Karimun Goes Green! (KGG) Sejak berdiri t...
01/12/2025

Membangun Masa Depan Hijau:

Kolaborasi Inspiratif Sispala SMAN 1 & SMAN 2 untuk Karimun Goes Green! (KGG)

Sejak berdiri tahun 2010, di tengah tantangan pemanasan global, kabar baik datang dari Karimun. Kami bangga melihat kolaborasi luar biasa yang menjadi jantung gerakan Karimun Goes Green (KGG): bersatunya dua kelompok Siswa Pencinta Alam (Sispala) dari SMAN 1 Karimun dan SMAN 2 Karimun.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa perbedaan atribut justru menjadi kekuatan untuk satu tujuan mulia: Menghijaukan Bumi dan Memperlambat Pemanasan Global.
Kekuatan Kolaborasi:
β€’ Sispala SMAN 1 (Akar Konservasi): Mereka membawa ilmu dan ketelitian. Fokus pada edukasi lingkungan dan penyediaan bibit unggul serta pengetahuan teknis penyerapan karbon, memastikan setiap penanaman memiliki dampak ekologis maksimal.
β€’ Sispala SMAN 2 (Jiwa Aksi Nyata): Mereka membawa tenaga dan semangat pelaksana. Dengan fisik yang tangguh, mereka siap menerjang medan sulit, bertanggung jawab atas eksekusi penanaman intensif dan perawatan pohon di lokasi-lokasi yang menantang.
Setiap pohon yang ditanam melalui kemitraan ini adalah satu langkah nyata melawan peningkatan suhu global. Ini bukan sekadar penanaman; ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas udara dan kelestarian ekosistem Karimun.
Generasi muda telah menunjukkan komitmennya. Bagaimana dengan kita?
Mari dukung Gerakan menghidupkan kembali Karimun Goes Green (KGG) dan tunjukkan kepedulian Anda terhadap lingkungan!
https://lynk.id/hastosusilo

30/11/2025
21/11/2025

🌳 Sejarah Hutan Organik Mega Mendung
Hutan Organik Mega Mendung adalah sebuah proyek rehabilitasi ekosistem yang luar biasa, mengubah lahan kritis dan gersang di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, menjadi kawasan hutan yang subur dan menjadi sumber kehidupan.

πŸ—“οΈ Awal Mula dan Ide (Tahun 1990-an - 2000)
Mimpi Bambang: Keinginan untuk menciptakan hutan berawal dari mimpi Bambang Istiawan, suami Rosita, yang ingin tinggal di hutan saat tua. Ia kecewa ketika hutan-hutan yang diimpikannya (seperti di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan) sudah berubah menjadi pemukiman dan kebun sawit.

Tantangan Rosita: Rosita menantang suaminya dengan berkata, "Kalau hutan sudah tidak ada, ya, ayo bikin hutan."

Pembelian Lahan Kritis: Sekitar tahun 2000, Rosita mulai membeli lahan tandus dan gersang sedikit demi sedikit di Megamendung, Bogor, sebagian besar adalah lereng bukit yang ditumbuhi alang-alang dan memiliki pH tanah sangat asam (hanya 2,5-4). Kondisi ini membuat tanah tidak memiliki cacing dan tidak ada mata air.

⛏️ Proses Pembangunan dan Tantangan (Sejak Tahun 2001)
Mulai Menanam: Proses penanaman dimulai pada tahun 2001. Mereka membagi lahan menjadi dua area utama: 2/3 untuk pohon pionir dan 1/3 untuk pohon keras (endemik) dan buah-buahan.

Pendekatan Organik: Mereka memutuskan untuk mengolah lahan tanpa menggunakan pupuk anorganik (kimia). Mereka menanam dengan sistem tumpang sari, menanam pohon keras di antara sayuran, dan menggunakan pupuk organik dari kotoran ternak (kambing) untuk merehabilitasi tanah.

Keraguan dan Perlawanan: Upaya mereka pada awalnya mendapat komentar sinis dan cibiran. Rosita bahkan dibilang "rada kurang sehat" karena membeli tanah di jurang, menanami pohon keras, dan menolak menjual hasilnya. Mereka juga harus berjuang melawan calo tanah yang ingin membeli lahan untuk dijadikan vila.

Keajaiban Tiga Tahun: Setelah sekitar tiga tahun bertekun, perlahan-lahan hasil mulai terlihat. Dua mata air yang sebelumnya mati, hidup kembali. Kawasan tersebut mulai menghijau dan membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) mikro yang mendukung DAS Ciliwung. Ini membuktikan bahwa komitmen dan kesabaran dapat mengubah lahan kritis.

🌱 Perkembangan dan Manfaat (Hingga Saat Ini)
Luas dan Keanekaragaman: Hutan Organik Megamendung kini memiliki luas total sekitar 30 hektare dan menampung sekitar 44 ribu pepohonan. Tempat ini menjadi habitat bagi ratusan satwa, termasuk sekitar 120 spesies satwa liar.

Pusat Edukasi: Hutan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi tempat edukasi masyarakat dan pelajar mengenai pemulihan lahan, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan pembuatan pupuk organik.

Warisan: Rosita Istiawan berkomitmen untuk tidak menjual hasil kayunya, bahkan ketika sudah banyak yang menawarkan untuk membeli. Beliau telah mewariskan hutan ini sebagai yayasan, dengan harapan agar hutan ini tetap hidup dan menjadi "kebun raya kecil tempat orang belajar" bagi generasi mendatang.

Penghargaan: Atas dedikasinya, Rosita Istiawan sempat masuk nominasi penerima penghargaan Kalpataru pada tahun 2023.

Hutan Organik Megamendung adalah contoh nyata dari perlawanan terhadap kerusakan lingkungan dan komitmen untuk menciptakan ekosistem yang sehat secara mandiri dan organik.

Hutan Organik adalah cikal bakal lahirnya Karimun Goes Green, mari menanam pohon sambil bersedekah di http://lynk.id/hastosusilo/3r77j6l130zo/checkout

Address

Jl, Raja Oesman, Ruko Balai Garden A2 No. 7
Tanjungbalai
29624

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karimun Goes Green posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Karimun Goes Green:

Share