Mission
Tujuan Kampanye EARTH HOUR 2012
- Menjaring sebanyak-banyaknya individu, rumah tangga, dan bisnis untuk ikut mematikan lampu sebagai simbol kontribusi mereka terhadap perubahan iklim
- Mengedukasi masyarakat mengenai ancaman pemanasan global dan apa yang bisa setiap individu lakukan untuk membuat suatu perubahan dalam kehidupan mereka sehari-hari dalam mengurangi emisi mereka
- Menjaring
partisipasi korporasi untuk mengomunikasikan EARTH HOUR, baik staf maupun jejaring eksternal untuk berkomitmen mematikan lampunya pada jam yang ditentukan dan melakukan perubahan kebijakan dalam pengunaan energi
- Mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan
- Memberikan preseden baik agar EARTH HOUR dilakukan setiap tahun
- Mengukur perubahan emisi gas rumah kaca di Jakarta
- Memperoleh kurang lebih 500,000 orang pendukung EARTH HOUR, melalui kampanye online EARTH HOUR Indonesia di web, facebook twitter, dan mailing list
- Kegiatan komunitas masyarakat di Jakarta dan 7 kota besar lainnya di wilayah Jawa-Bali (Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Malang, Bali)
- Dukungan dari Walikota 5 wilayah DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Presiden, Menteri Lingkungan Hidup, dan Dewan Nasional Perubahan Iklim
- Dukungan dari pemerintah daerah dan publik di kota-kota besar lain yang menjadi target EARTH HOUR
Company Overview
EARTH HOUR Tangerang merupakan sebuah gerakan individu dan komunitas di wilayah Tangerang yang bertujuan khusus untuk menyadarkan masyarakat Tangerang untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim, di bentuk tahun 2012 di bawah pengarahan EH Indonesia dan merupakan gerakan pertama yang menggabungkan komunitas/universitas/sekolah Tangerang untuk terlibat langsung menularkan gaya hidup hijau dan khususnya memberikan informasi tentang Earth Hour yaitu sebuah petisi global untuk mematikan alat elektronik yang tidak terpakai di tanggal tertentu di setiap tahun. Berdasarkan kondisi konsumsi listrik di Indonesia yang masih memperlihatkan pola penggunaan yang boros, maka WWF-Indonesia berkomitmen untuk tetap mengusung kampanye ini hingga 2014 untuk membangun kesadartahuan sehingga publik Indonesia, terutama di kota-kota besar di Jawa - Bali, teredukasi dan terus diingatkan berpartisipasi lalu menindaklanjuti EARTH HOUR dengan perubahan gaya hidup lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang. Matikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai pada Sabtu, 31 Maret 2012, pukul 20.30 - 21.30 (waktu setempat). Tunjukkan bahwa kamu peduli perubahan iklim. Tindakan kecil dapat membuat perubahan besar. "INI AKSIKU, MANA AKSIMU?"
Description
EARTH HOUR adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Tahun 2007, EARTH HOUR diadakan pada tanggal 31 Maret 2007. Tahun 2008, EARTH HOUR diadakan pada tanggal 29 Maret 2008. Tahun 2009, EARTH HOUR diadakan pada tanggal 28 Maret 2009. Tahun 2010, EARTH HOUR diadakan pada tanggal 27 Maret 2010. Tahun 2011, EARTH HOUR diadakan pada tanggal 26 Maret 2011. EARTH HOUR diadakan pada tanggal 31 Maret 2012. EARTH HOUR berawal dari kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Keberhasilan kampanye ini diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang sederhana sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik. General Information
OFFICIAL SITE:
http://www.wwf.or.id/earthhour
OFFICIAL TWITTER :
http://twitter.com/EHTangerang
FACEBOOK :
Fan Page : https://www.facebook.com/EHTangerang
"Bergaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di EARTH HOUR saja, tetapi harus terus dibuktikan setiap hari, dan diikuti dengan mengubah gaya hidup ramah lingkungan lainnya, seperti: menggunakan kendaraan umum atau bersepeda untuk bepergian, hemat air, menanam pohon, dan lain-lain."