17/06/2014
assalamualaikum, wr wb.
"dari tanah kembali ke tanah" merupakan sebuah istilah yang tidak asing lagi bagi kita semua, kita SATU dalam kebersamaan, SATU langkah didalam prinsip hidup kita, SATU tujuan hidup menuju Allah SWT.
Kita hidup karena disuruh hidup oleh Yang Berhak, Yang Maha hidup (Haqq). kita berjalan karena DIPERKENANKAN berjalan oleh yang layak LOGIS LEGAL untuk memperkenankan KITA SEMUA berjalan. Nikah, hamil, beranak-pinak karena penyatuan CINTA, bukan melamar dan dilamar. Ada saat di lahirkan ada saat p**a kita di MATI kan oleh Yang Maha berHaqq. KITA tidak sanggup merencanakan dan meLAMAR kan apa-apa atas kehidupan. Tidak ada karier, tidak ada masa depan, yang ada hanya PERKENANNYA GUSTI ALLAH SWT : kalau di depan hidung disodorkan sawah, kita mencangkul, mempelajari tanah, sawah, tanaman, cuaca, musim dan lain sebagainya.
Tak ada permusuhan, yang ada hanya KASIH SAYANG yang melahirkan perkenanNYa. Yang berkenan adalah yang memiliki Haqq untuk memperkenankan. Kalau telah tiba kaki di batas MAUT, KEMATIAN sungguh tak pernah menunggu dilamar, sehingga kehidupan pun berlangsung tidak karena dilamar. MENITI JALAN MENUJU RUMAH MASA DEPAN.
HARI AHAD 24 SYA'BAN 1435 H / 22 JUNI 2014 MERUPAKAN SAKSI ATAS PERKENANNYA ALLAH SWT ATAS KITA SEMUA DENGAN MENGHADIRI ACARA "TABUR BUNGA SEJUTA DO'A MAKAM KERAMAT TAJUG TUBAGUS MUHAMMAD ATHIEF BIN SULTAN AGENG TYRTAYASA KELURAHAN CILENGGANG SERPONG"
PUKUL 08.00 - SELESAI.