Sukabumi Info

Sukabumi Info Hanya untuk hiburan Berbagi Informasi Sekitar Sukabumi,Kota lain dan Sekitarnya

Hahh
07/02/2025

Hahh

Puntung rokok, yang sering dianggap sebagai limbah, ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pestisida nabati unt...
29/01/2025

Puntung rokok, yang sering dianggap sebagai limbah, ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman. Kandungan nikotin dalam tembakau pada puntung rokok memiliki sifat insektisida yang efektif melawan berbagai jenis hama.

Cara Membuat Pestisida dari Puntung Rokok:

1. Pengumpulan Bahan:
- Kumpulkan sekitar 100 gram puntung rokok.
- Siapkan 7 liter air.
- Tambahkan 1 sendok teh sabun colek.

2. Proses Perendaman:
- Bersihkan puntung rokok dari abu dan kotoran.
- Rendam puntung rokok dalam air selama 4 hingga 7 hari di wadah tertutup untuk mengekstraksi zat aktifnya.

3. Penyaringan dan Penggunaan:
- Setelah perendaman, saring larutan untuk memisahkan ampasnya.
- Campurkan 20 ml larutan hasil saringan dengan 1 liter air bersih.
- Semprotkan larutan ini pada tanaman yang terserang hama.

Manfaat Penggunaan Pestisida dari Puntung Rokok:

- Efektifitas: Nikotin dalam tembakau bertindak sebagai racun saraf bagi serangga, sehingga efektif mengendalikan hama seperti ulat dan kutu.

- Ramah Lingkungan: Menggunakan pestisida nabati mengurangi residu kimia pada tanaman dan tanah, serta meminimalkan dampak negatif pada lingkungan.

- Pengurangan Limbah: Memanfaatkan puntung rokok membantu mengurangi limbah yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.

Catatan Penting:

- Keamanan: Meskipun berbahan alami, pestisida ini tetap beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Gunakan dengan hati-hati dan simpan jauh dari jangkauan anak-anak.

- Pengujian Awal: Sebelum aplikasi luas, uji pestisida pada sebagian kecil tanaman untuk memastikan tidak ada efek samping negatif.

Dengan memanfaatkan puntung rokok sebagai pestisida nabati, kita tidak hanya mengendalikan hama secara efektif, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah dan pelestarian lingkungan.

29/01/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Aris Yonaris Fmc, Farizz Alvaro, Oconk Serdadu Oi, John Ami M, Girsang Len's, Opik Pirsing, Ardi Orox Jr., Agus Darmadi, Lisna Ibeth BaraLas, Andry Kaskusmaniac, Joko Raharjo, Cahaya Mustika

Sad*s, Potret Suami Psik0p4t. Bun*h dan Mut*l*si Istrinya Hingga Di Masukin Ke Dalam Koper Merah. Korban di Eksekusi di ...
28/01/2025

Sad*s, Potret Suami Psik0p4t. Bun*h dan Mut*l*si Istrinya Hingga Di Masukin Ke Dalam Koper Merah. Korban di Eksekusi di Sebuah Kamar Hotel. Anggota Tubuh Dibuang Terpisah😱😱😱😱..


27/01/2025
Imbas gebrakan gubernur baru....semoga makin banyak pemimpin yg memikirkan rakyat kecil dan kebutuhan rakyat kecil..
23/01/2025

Imbas gebrakan gubernur baru....
semoga makin banyak pemimpin yg memikirkan rakyat kecil dan kebutuhan rakyat kecil..

Viral Guru Jalan Kaki 11 Km Tiap Hari ke Sekolah Demi Ngajar, Gaji Cuma Rp 192 RibuSosok guru honorer bernama Empan Supa...
20/01/2025

Viral Guru Jalan Kaki 11 Km Tiap Hari ke Sekolah Demi Ngajar, Gaji Cuma Rp 192 Ribu

Sosok guru honorer bernama Empan Supandi tengah menggugah hati banyak orang lantaran rela berjalan kaki sejauh 11 kilometer setiap hari demi mengajar di MTs Thoriqul Hidayah, Sukabumi

Adapun Nominal gaji yang diterimanya juga turut bikin miris.

Berstatus sebagai guru honorer, Pak Empan cuma digaji tak sampai Rp 200 ribu tiap bulan.

Untuk diketahui, Empan Supandi sudah menjadi guru selama 14 tahun

Pak Empan Supandi punya kemampuan yang mumpuni dalam mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

Setiap hari Pak Empan harus naik turun bukit serta melewati area perkebunan demi bisa sampai ke sekolah.

Ia juga sering dibantu warga sekitar untuk bisa sampai ke sekolah menggunakan kendaraan.

Namun hal tersebut tak setiap hari diterima Pak Empan.
Jika tak dibantu warga, Pak Empan berjalan kaki sendirian menuju sekolah.

Bocah Yatim Jualan Es Demi Bisa Makan dan SekolahCerita gadis bernama Intan (9), siswi kelas 3 SDN Malingut di Sukabumi,...
20/01/2025

Bocah Yatim Jualan Es Demi Bisa Makan dan Sekolah
Cerita gadis bernama Intan (9), siswi kelas 3 SDN Malingut di Sukabumi, Jawa Barat viral. Intan diketahui sebagai anak yatim yang berjualan es mambo karena ibunya sakit.
Intan sekolah di SDN Malingut atau yang juga dikenal SD Baru Gedong di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Rumah Intan berada di Kampung Cukang Lemah, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, jauh dari permukiman penduduk di daerah pegunungan kawasan Perkebunan Sukamaju.
Sejak kecil Intan sudah kehilangan ayah untuk selama lamanya akibat sakit, tak lama sang ibu pun mengalami sakit-sakitan terkadang depresi hingga gak bisa bekerja mencari uang seperti pada umumnya.
Dengan kondisi ekonomi yang sulit serta ibunya yang sakit sakitan membuat intan kecil harus mengeluarkan keringat dengan berjualan es mambo keliling.
Intan dan ibu tinggal jauh di pegunungan tanpa ada listrik, untuk bisa sekolah ia harus turun berjalan kaki 1,5 jam, jika musim hujan bisa 2 jam. setiap hari Intan harus berangkat sekolah pukul 05.30 wib agar ke sekolah tidak terlambat.
Sepulang sekolah ia tidak langsung pulang, Intan mampir ke rumah gurunya mengambil es mambo untuk ia jualkan keliling, hal itu ia lakukan demi bisa nabung buat makan dan beli perlengkapan sekolah.
“Iya kak, aku mau jualan biar bisa bantu ibu beli makan dan pengen nabung buat beli sepatu dan tas aku yang sudah rusak belum pernah ganti”. Ungkap Intan.
Bagi Intan, setiap receh uang yang ia terima dari jualannya sangatlah berharga. seringkali ia lebih memikirkan untuk makan bersama ibunya, mengalah untuk tidak menabung. padahal ia ingin sekali bisa membeli seragam sekolah, sepatu dan tas baru.
Intan tetaplah anak-anak yang harus mengutamakan sekolah, disela waktunya jualan ia sempatkan untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya. baginya sekolah adalah yang utama, meski ia harus merelakan tak bermain layaknya anak seusinya.
semoga kelak menjadi orang sukses ya dek, Aamiin

🥹DITELANTARKAN ORANGTUA🥹Ditelantarkan Orang Tua, Bocah 11 Tahun Ini Jualan KerupukNasib malang harus dirasakan oleh Faiz...
20/01/2025

🥹DITELANTARKAN ORANGTUA🥹

Ditelantarkan Orang Tua, Bocah 11 Tahun Ini Jualan Kerupuk

Nasib malang harus dirasakan oleh Faizal, untuk bertahan hidup ia keliling berjualan kerupuk milik orang.

Padahal usia Faizal masih 11 tahun.
Dua tahun lalu, kedua orang tuanya bercerai, saat itu Faizal tinggal bersama ibu, namun pilunya setelah itu ibunya pun pergi, Faizal dititipkan ke tantenya.

20/01/2025

Carilah ILMU sampai ke Negri China,,,Bukan Malah NGUTANG 😄

Penjual Kerupuk TunanetraPenyandang tunanetra Ibu Adel (48) berjalan bersama anak bungsunya menyusuri jalan raya Ciputat...
19/01/2025

Penjual Kerupuk Tunanetra
Penyandang tunanetra Ibu Adel (48) berjalan bersama anak bungsunya menyusuri jalan raya Ciputat menjajakan kerupuk Bangka
Setiap harinya mereka menyusuri jalan hingga 10 km menjajakan kerupuk yang dijualnya rp 25 ribu perbungkus. sudah beberapa bulan terakhir ini ia mengaku pendapatannya merosot drastis hanya sekitar 50 ribu perhari yang digunkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari

Selembaran info sore RESIKO SATPAM ( security ) Tewas me genaskan....❗*Setia*Kepada :*Yth. Kasi Intel*Selamat Pagi, Moho...
17/01/2025

Selembaran info sore
RESIKO SATPAM ( security ) Tewas me genaskan....❗

*Setia*

Kepada :
*Yth. Kasi Intel*

Selamat Pagi, Mohon Ijin melaporkan Perkembangan Situasi (Bangsit) Sekitar Ksatrian Paspampres Lawanggintung. Telah terjadi Pembunuhan Petugas Keamanan (Security) a.n. Sdr. Sopian di Kediaman Ibu Felix, Alamat RT:003, RW:005, Kel. Lawanggintung, Kec. Bogor Selatan. Adapun informasi Bangsit dari Wilayah yang kami dapatkan, sbb :

I. Fakta-fakta :

A. Pada Hari Jum'at, 17 Januari 2025, Pukul 04.30 WIB telah terjadi Pembunuhan terhadap Sdr. Sopian Petugas Keamanan (Security), bertempat di Kediaman Ibu Felix, Alamat RT 003 RW 005, Kel. Lawanggintung, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Prov. Jawa Barat.

B. Biodata :

1. Korban
- Nama : Sopian
- Usia : 39 Tahun
- Pekerjaan : Security (Petugas Keamanan)
- Alamat : Sukabumi, Jawa Barat.

2. Saksi
- Nama : Wawan
- Usia : 50 Tahun
- Alamat : Jawa tengah
- Pekerjaan : Sopir Pribadi Ibu Felix

C. Pejabat/Unsur terkait yang hadir :
1. Petugas INAFIS Polresta Bogor
2. Kapolsek Bogor selatan
3. Lurah Lawanggintung
4. Anggota Polsek Bogor Selatan
5. Babinsa Lawanggintung
6. Babinkamtibmas Lawanggintung

D. Tindakan yang dilakukan :
1. Melaporkan kejadian tersebut ke Pimpinan Atas.
2. Mendatangi Tempat Kejadian
3. Mengamankan Tempat Kejadian
4. Mengecek CCTV sekitar Tempat Kejadian
5. Mengevakuasi Jasad Korban ke RSUD Bogor Kota

*II. (INKOORD)*
A. Untuk saat ini Jasad Security Korban a.n. Sopian Pembunuhan sudah di bawa ke RSUD Kota Bogor oleh petugas INAFIS Polresta Kota Bogor.

B. Motif Pembunuhan s.d saat ini belum diketahui (Proses pendalaman Kepolisian)

C. Tersangka/Pelaku Pembunuhan, Sementara di duga Pelakunya adalah _Anaknya Ibu Felix_.

*(Dokumentasi terlampir)*

Demikian dilaporkan terimakasih.

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang ayah tega mencabuli anak kandungnya sendiri. Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Gun...
14/01/2025

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang ayah tega mencabuli anak kandungnya sendiri. Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Gunung Puyuh, Kota Sukabumi. Pelaku, berinisial TS (45), telah diamankan oleh pihak kepolisian Polres Sukabumi Kota.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut keterangannya, pelaku melakukan aksi bejatnya dengan modus mengiming-imingi korban sejumlah uang. Perbuatan ini telah berlangsung berulang kali.

"Pelaku telah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau 82 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara," kata Rita di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (13/01/2025).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Bagus Panuntun, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial TS telah melakukan aksi pencabulan terhadap anak bungsunya sebanyak lima kali. Tindakan keji ini dilakukan di berbagai lokasi di dalam sekolah, seperti UKS, kantin, dan kelas, saat sekolah dalam keadaan sepi.

Baca selengkapnya di jurnalsukabumi.com

Tahukah kamu ? Tentang pahlawan Djuanda KartawidjajaLahir di Tasikmalaya tetapi besar di Sukabumi. Ia merupakan Perdana ...
07/01/2025

Tahukah kamu ?

Tentang pahlawan
Djuanda Kartawidjaja

Lahir di Tasikmalaya tetapi besar di Sukabumi. Ia merupakan Perdana Menteri Indonesia terakhir dan dikenal dengan Deklarasi Djuanda yang memperjuangkan batas wilayah laut Indonesia.

Djuanda Kartawidjaja adalah seorang tokoh nasional yang dikenal sebagai Perdana Menteri Indonesia terakhir (1957–1959) dan seorang pahlawan nasional. Berikut adalah ringkasan sejarah hidup dan kontribusinya:

Kehidupan Awal

Nama Lengkap: Raden Djuanda Kartawidjaja

Tanggal Lahir: 14 Januari 1911

Tempat Lahir: Tasikmalaya, Jawa Barat

Meskipun lahir di Tasikmalaya, Djuanda menghabiskan masa mudanya di Sukabumi.

Ia merupakan lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) dalam bidang teknik sipil.

Karier Awal

Sebelum masuk dunia politik, Djuanda bekerja sebagai insinyur dan guru.

Ia memulai karier di Departemen Pekerjaan Umum dan kemudian dipercaya menjadi Menteri Perhubungan pada awal masa kemerdekaan.

Peran dalam Pemerintahan

Djuanda menjabat di berbagai kabinet sejak awal kemerdekaan hingga akhir hayatnya.

Jabatan penting yang pernah diemban:

Menteri Perhubungan

Menteri Keuangan

Menteri Pertahanan

Perdana Menteri Indonesia ke-10 (1957–1959)

Deklarasi Djuanda (1957)

Salah satu kontribusi terbesar Djuanda adalah Deklarasi Djuanda, yang diumumkan pada 13 Desember 1957.

Isi utama deklarasi ini adalah menegaskan bahwa laut di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan Indonesia adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Deklarasi ini menjadi dasar konsep Wawasan Nusantara dan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia.

Deklarasi ini diakui secara internasional melalui Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) tahun 1982.

Peninggalan dan Penghargaan

Djuanda wafat pada 7 November 1963 di Jakarta.

Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Atas jasanya, Djuanda dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1963.

Nama Djuanda diabadikan dalam berbagai bentuk, seperti:

Bandara Internasional Juanda di Surabaya

C***r Alam Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Bandung

Djuanda dikenang sebagai pemimpin yang sederhana, berdedikasi, dan visioner, terutama dalam membangun kedaulatan wilayah dan transportasi di Indonesia.

Orang yang diangkat derajatnya dengan cara yang berbeda..sehat selalu buat BPK . Sebentar lagi bakalan ketiban rezeki da...
04/12/2024

Orang yang diangkat derajatnya dengan cara yang berbeda..sehat selalu buat BPK . Sebentar lagi bakalan ketiban rezeki dari berbagai arah...

Sukabumi Tegal Buleud Pajampangan dilanda banjir
04/12/2024

Sukabumi Tegal Buleud Pajampangan dilanda banjir

KEREN SI AA
06/11/2024

KEREN SI AA

02/11/2024

Nyaan Kitu nya...
Eceuk beja ini mah...Amun kita kita makan kol Jeung wortel
Engke kaluar na bala bala

Aya NU pernah Kitu?

Address

Tangerang
43351

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sukabumi Info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sukabumi Info:

Share