14/10/2025
Sebuah operasi penertiban "polisi tidur" ilegal di Medan Timur berakhir dengan adegan yang tak terduga dan sangat becek.
Lurah Perintis, Muhammad Fadli, yang sedang bertugas, harus rela "mandi lumpur" setelah didorong oleh seorang warganya hingga terjatuh ke dalam parit (got) hitam pekat.
Videonya saat keluar dari parit dengan seragam dinas yang penuh lumpur pun sontak viral.
- Akar masalah yaitu adanya 'polisi tidur' penuh paku yang meresahkan
Semua drama ini berpusat pada sebuah "polisi tidur" yang dibuat dari ban bekas oleh seorang warga bernama Adi.
Bukan sekedar gundukan biasa, polisi tidur ini ternyata menjadi teror bagi para pengendara karena banyak paku yang menonjol keluar, menyebabkan banyak ban kendaraan bocor.
Setelah menerima banyak keluhan, Lurah Fadli bersama jajarannya pun turun langsung untuk melakukan pembongkaran.
- Adu mulut berujung nyemplung
Namun Adi, sang pemilik "karya seni" tersebut, tidak terima.
la langsung mendatangi lokasi dan memprotes keras, adu mulut pun tak terhindarkan.
Puncaknya, saat terjadi aksi saling tarik ban bekas, Adi dengan nekat mendorong sang lurah hingga terjatuh ke dalam got.
Menurut Camat Medan Timur, Adi memang dikenal sebagai warga yang kerap membuat masalah di lingkungan tersebut, mulai dari menaruh pot bunga di tengah jalan hingga membuang sampah sembarangan.
- Berakhir visum dan penangkapan
Setelah berhasil keluar dari parit, Lurah Fadli langsung meminta agar Adi diamankan.
Dengan tangan yang bengkak, sang lurah kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk melakukan visum.
"Tangan saya bengkak... tidak bisa digerakkan normal", keluh Fadli saat ditemui di Mapolsek Medan Timur.
Sementara itu, Adi, sang pendorong, telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Lurah Fadli sendiri masih menimbang-nimbang apakah akan membuat laporan resmi atas penganiayaan yang ia alami saat sedang bertugas.
Kisah ini menjadi pelajaran bahwa menertibkan "polisi tidur" terkadang bisa lebih berbahaya daripada melewatinya.