DKM Baitul Muharram

DKM Baitul Muharram Didirikan atas dasar kebutuhan sarana ibadah umat Islam yang ada di Perumahan Cikupa Asri, Kab. Tangerang, Banten

Salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Baitul Muharram Berlangsung Khidmat, Khotib Ajak Jemaah Tingkatkan Kualitas Iman Pasca...
22/03/2026

Salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Baitul Muharram Berlangsung Khidmat, Khotib Ajak Jemaah Tingkatkan Kualitas Iman Pasca-Ramadan

Tangerang — Ratusan jemaah memadati Masjid Baitul Muharram untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu pagi (21/3/2026). Salat Id dipimpin oleh Kyai Yazid Busthomi yang sekaligus bertindak sebagai imam dan khotib. 🕌

Dalam khutbahnya, khotib menjelaskan bahwa makna lebaran tidak hanya sebatas perayaan atau seremoni setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, melainkan sebagai penanda telah selesainya rangkaian ibadah yang harus membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Lebaran berarti kita telah menyelesaikan puasa Ramadan dan mengakhirinya dengan salat Idul Fitri. Namun, jangan sampai seluruh ibadah yang telah kita jalani hanya bersifat seremonial tanpa memberikan pengaruh dalam kehidupan kita,” ujar beliau di hadapan jemaah.

Lebih lanjut, Kyai Yazid mengajak jemaah untuk meningkatkan dua aspek penting dalam kehidupan, yaitu kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan intelektual, kata beliau, dapat diwujudkan dengan berperan sebagai pengajar, pelajar, atau setidaknya menjadi simpatisan terhadap kegiatan keilmuan. “Jangan sampai kita tidak termasuk dalam ketiga-tiganya,” pesannya.

Khutbah juga menyinggung pentingnya meningkatkan kepedulian sosial. Kyai Yazid mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih empati terhadap sesama, yang diwujudkan dengan menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban sebelum Idul Fitri. 🤲

Pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Baitul Muharram berlangsung tertib dan lancar, diakhiri dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan antarjemaah, mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di hari kemenangan.

Segenap keluarga besar DKM Baitul Muharram mengucapkan:Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hتَقَبَّلَ اللَّهُ مِن...
20/03/2026

Segenap keluarga besar DKM Baitul Muharram mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita kembali fitri serta penuh keberkahan.

Perbanyak Tahlil dan Doa Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan Tangerang — Memasuki sepuluh malam terakhir bu...
12/03/2026

Perbanyak Tahlil dan Doa Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Tangerang — Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, jemaah Masjid Baitul Muharram kembali melaksanakan salat tarawih dengan khusyuk pada malam ke-22 Ramadan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam (11/3/2026) tersebut diisi dengan kultum yang disampaikan oleh Kyai Nur Shodiq Isbandi.

Dalam tausiyah singkatnya, Kyai Nur Shodiq Isbandi mengingatkan para jemaah agar memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak tahlil dan doa untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Ia kemudian mengajak jemaah untuk mengamalkan doa yang diriwayatkan dalam hadis sebagai doa yang dianjurkan dibaca pada malam-malam tersebut, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

yang berarti, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Menurutnya, doa tersebut mengandung makna mendalam tentang harapan seorang hamba agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca berulang kali pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Sebagai penutup, Kyai Nur Shodiq berharap agar seluruh jemaah dapat memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya, sehingga berpeluang meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT serta dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar. (KK)





Hidupkan Malam ke-21 Ramadan dengan I’tikaf di Masjid Baitul MuharramTangerang — Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan...
10/03/2026

Hidupkan Malam ke-21 Ramadan dengan I’tikaf di Masjid Baitul Muharram

Tangerang — Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, jemaah Masjid Baitul Muharram menggelar kegiatan i’tikaf pada malam ke-21 Ramadan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan yang dimulai pada Rabu malam (10/3/2026) dan diakhiri Kamis pagi (11/3/2026) diisi dengan berbagai rangkaian ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, dzikir, salat malam, serta doa bersama.

Sejak selesai salat tarawih, para jemaah yang mengikuti i’tikaf tetap berada di dalam masjid untuk memanfaatkan malam dengan memperbanyak ibadah. Suasana masjid tampak khidmat ketika para jemaah secara bergantian membaca Al-Qur’an dalam kegiatan tadarus yang dilakukan hingga larut malam.

Selain tadarus, para jemaah juga mengisi waktu dengan berdzikir, berdoa, serta melaksanakan salat sunnah seperti tahajud dan witir. Kegiatan i’tikaf ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan yang diyakini memiliki keutamaan besar, terutama dalam upaya meraih malam Lailatul Qadar.

Menjelang waktu sahur, panitia dan jemaah yang mengikuti i’tikaf bersama-sama menikmati hidangan sahur sederhana yang telah disiapkan. Kebersamaan tersebut menambah kehangatan dan mempererat ukhuwah di antara para jemaah yang bermalam di masjid.

Rangkaian kegiatan i’tikaf kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta i’tikaf dan jemaah lainnya. Setelah salat Subuh, beberapa jemaah masih melanjutkan dengan dzikir dan membaca Al-Qur’an sebelum kembali beraktivitas.

Kegiatan i’tikaf ini menjadi salah satu upaya jemaah Masjid Baitul Muharram dalam memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ibadah di bulan suci. (KK)





Buka Bersama Guru dan Pengurus, Yayasan Baitul Muharram Tekankan Pembinaan Akhlak SantriTangerang — Pembinaan akhlak san...
07/03/2026

Buka Bersama Guru dan Pengurus, Yayasan Baitul Muharram Tekankan Pembinaan Akhlak Santri

Tangerang — Pembinaan akhlak santri menjadi perhatian utama dalam kegiatan buka bersama dewan guru, ustadz, ustadzah, dan pengurus pendidikan Yayasan Baitul Muharram Perumahan Cikupa Asri, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga diisi dengan evaluasi kegiatan belajar mengajar yang telah berjalan selama ini di lingkungan Yayasan Baitul Muharram.

Dalam pertemuan tersebut, para guru dan pengurus pendidikan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran, termasuk perkembangan kegiatan belajar mengajar serta sejumlah kendala yang dihadapi selama pelaksanaannya.

Selain melakukan evaluasi, pertemuan itu juga membahas target pembelajaran yang ingin dicapai hingga akhir tahun ajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan pengurus yayasan, Ustadz Syamsul Mubarok, turut memberikan pembekalan kepada para guru. Ia menekankan pentingnya pembinaan akhlak dalam proses pendidikan.

“Dalam pendidikan, akhlak harus menjadi perhatian utama. Santri tidak hanya dituntut cerdas dalam ilmu, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para santri melalui keteladanan dalam sikap dan perilaku. Hal ini senada dengan pesan yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Kyai Nurahodiq Isbandi pada acara Gebyar Ramadan 1447H.

Para guru dan pengurus pendidikan juga menyampaikan sejumlah masukan dan saran guna mendukung peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di lingkungan yayasan.

Kegiatan buka bersama berlangsung dalam suasana kebersamaan dan diakhiri dengan makan bersama seluruh peserta yang hadir. (RAS)





Menghayati Mukjizat Al-Qur’an Melalui Peringatan Nuzulul QuranTangerang — Jemaah Masjid Baitul Muharram Perumahan Cikupa...
06/03/2026

Menghayati Mukjizat Al-Qur’an Melalui Peringatan Nuzulul Quran

Tangerang — Jemaah Masjid Baitul Muharram Perumahan Cikupa Asri memperingati malam Nuzulul Quran dengan khidmat pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan salat Tarawih berjemaah serta tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Syamsul Mubarok.

Dalam tausiahnya, Ustaz Syamsul Mubarok mengingatkan jemaah tentang peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. di Gua Hira, yaitu lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa tersebut menjadi awal turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

“Al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah saw. yang paling besar. Keistimewaannya tidak hanya pada kandungannya, tetapi juga pada bagaimana Allah menjaga keasliannya sepanjang zaman,” ujar Ustaz Syamsul Mubarok di hadapan jemaah.

Ia juga menjelaskan sejarah pencatatan Al-Qur’an. Pada masa Rasulullah saw., setiap wahyu yang turun dihafalkan para sahabat dan dituliskan di berbagai media seperti pelepah kurma, tulang, dan kulit.

Setelah Rasulullah saw. wafat, pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq atas usulan Umar bin Khattab. Proses tersebut dipimpin oleh Zaid bin Tsabit hingga akhirnya terkumpul dalam satu mushaf.

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, mushaf tersebut kemudian disalin dan disebarkan ke berbagai wilayah Islam. Mushaf inilah yang kemudian dikenal sebagai Mushaf Utsmani dan menjadi rujukan umat Islam hingga sekarang.

Melalui momentum Ramadan dan peringatan Nuzulul Quran, jemaah diharapkan semakin meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (RAS)





*Tradisi Nasi Kupat Sambut Malam ke-15 Ramadan di Masjid Baitul Muharram*Tangerang — Warga Perumahan Cikupa Asri menggel...
05/03/2026

*Tradisi Nasi Kupat Sambut Malam ke-15 Ramadan di Masjid Baitul Muharram*

Tangerang — Warga Perumahan Cikupa Asri menggelar tradisi makan bersama nasi kupat dalam rangka menyambut malam ke-15 Ramadan 1447 H di Masjid Baitul Muharram pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jemaah menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan masjid.

Usai salat Tarawih, jemaah membawa hidangan nasi kupat beserta lauk-pauk dari rumah masing-masing untuk kemudian disantap bersama di halaman masjid. Tradisi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.

Ketua DKM Masjid Baitul Muharram, Ustaz Syaiful Mujab, mengatakan tradisi nasi kupat merupakan bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi jemaah sekaligus menumbuhkan kebersamaan di bulan Ramadan,” ujarnya.

Suasana hangat terlihat saat jemaah duduk bersama menikmati hidangan sambil berbincang. Melalui tradisi ini, warga berharap kebersamaan dan ukhuwah Islamiah terus terjaga di tengah masyarakat.(RAS)





Gerhana Bulan Jadi Pengingat Kebesaran Allah, Tarawih Malam ke-15 di Masjid Baitul Muharram Penuh Tafakur Tangerang — Sa...
05/03/2026

Gerhana Bulan Jadi Pengingat Kebesaran Allah, Tarawih Malam ke-15 di Masjid Baitul Muharram Penuh Tafakur

Tangerang — Salat tarawih malam ke-15 Ramadan di Masjid Baitul Muharram berlangsung khusyuk pada Rabu malam (4/3/2026). Kegiatan ibadah tersebut terasa semakin bermakna karena jemaah turut diajak merenungi fenomena gerhana bulan yang terjadi pada malam sebelumnya sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT.

Dalam tausiyah singkat setelah salat isya, H. Wiji Susanto menyampaikan bahwa berbagai peristiwa alam yang terjadi di bumi, termasuk gerhana bulan maupun gerhana matahari, merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang patut direnungkan oleh manusia. Fenomena tersebut tidak sekadar peristiwa astronomi, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat manusia untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya.

Sebelumnya, pada Selasa malam (3/3/2026), jemaah Masjid Baitul Muharram juga melaksanakan salat gerhana bulan. Salat sunnah tersebut dipimpin oleh H. Muhammad Rifai dan diikuti oleh jemaah yang ingin memanfaatkan momen langka tersebut sebagai bentuk ibadah dan refleksi spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, jemaah diingatkan bahwa gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang hendaknya disikapi dengan memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar. Rasulullah SAW juga mencontohkan agar umat Islam melaksanakan salat gerhana ketika fenomena tersebut terjadi.

Pelaksanaan salat tarawih malam ke-15 pun berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Para jemaah tampak memadati masjid sejak salat Isya hingga rangkaian ibadah selesai.

Melalui rangkaian ibadah dan perenungan terhadap fenomena alam tersebut, jemaah diharapkan semakin menyadari bahwa setiap kejadian di alam semesta ini merupakan bagian dari kekuasaan Allah SWT yang mengajak manusia untuk selalu bersyukur, bertafakur, serta meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadan. (KK)





Puasa sebagai Perisai Tubuh, Pesan Kesehatan dalam Kultum Tarawih Malam ke-13 Tangerang — Salat tarawih malam ke-13 Rama...
03/03/2026

Puasa sebagai Perisai Tubuh, Pesan Kesehatan dalam Kultum Tarawih Malam ke-13

Tangerang — Salat tarawih malam ke-13 Ramadan 1447 H di Masjid Baitul Muharram (2/3/2026) berlangsung khusyuk. Dalam kultum yang disampaikan usai salat Isya, H. Wiji Susanto mengangkat tema tentang manfaat puasa bagi tubuh manusia, seraya menegaskan bahwa puasa merupakan “perisai” bagi kesehatan jasmani dan rohani.

Di hadapan jemaah, H. Wiji Susanto menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan hanya bernilai spiritual, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan. Ia menyampaikan bahwa saat berpuasa, tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat dari proses pencernaan yang berlangsung terus-menerus sepanjang hari di luar Ramadan.

“Puasa itu adalah perisai. Bukan hanya perisai dari perbuatan maksiat, tetapi juga perisai bagi tubuh kita. Dengan pola makan yang teratur dan terkontrol, tubuh menjadi lebih sehat dan sistem metabolisme bekerja lebih seimbang,” ujarnya.

Menurutnya, puasa membantu proses detoksifikasi alami dalam tubuh, memperbaiki pola makan, serta melatih kedisiplinan dalam mengatur asupan gizi. Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak berlebihan saat berbuka maupun sahur, karena esensi puasa adalah pengendalian diri.

Selain aspek fisik, H. Wiji Susanto menekankan bahwa puasa memperkuat mental dan spiritual. Kesabaran dalam menahan lapar dan dahaga, kata dia, membentuk ketahanan diri yang berdampak positif pada kesehatan secara menyeluruh.

Selain faktor kewajiban, bahkan jika hanya dilihat dari manfaatnya,  maka kegiatan puasa ramadan layak untuk menjadi sesuatu yang dinanti oleh segenap umat islam di seluruh dunia. (KK)





Sudah Tahu Perbedaan Qadha dan Fidyah? Kajian Ahad Pagi di Masjid Baitul Muharram MenjawabnyaTangerang  — Kajian Ahad pa...
01/03/2026

Sudah Tahu Perbedaan Qadha dan Fidyah? Kajian Ahad Pagi di Masjid Baitul Muharram Menjawabnya

Tangerang — Kajian Ahad pagi di Masjid Baitul Muharram (1/3/2026) berlangsung khidmat dengan pembahasan fiqih puasa yang disampaikan Ustaz Muhammad Geri Haitami. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memahami perbedaan antara kewajiban qadha (mengganti puasa), fidyah, maupun keduanya.

“Orang yang meninggalkan puasa karena sakit yang masih ada harapan sembuh atau karena safar (perjalanan jauh) wajib mengganti puasanya di hari lain setelah Ramadan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, perempuan yang sedang haid atau nifas juga diwajibkan mengganti puasa yang ditinggalkan, tanpa kewajiban membayar fidyah.

Sementara itu, kewajiban membayar fidyah berlaku bagi orang yang tidak mampu berpuasa dan kecil kemungkinan untuk dapat menggantinya, seperti orang tua renta atau penderita sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh. Fidyah dibayarkan dengan memberi makan kepada fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan mengenai kondisi ibu hamil atau menyusui. Menurutnya, terdapat perbedaan pendapat ulama. Namun secara umum, apabila keduanya khawatir terhadap keselamatan diri sendiri, maka cukup mengganti puasa. Adapun jika kekhawatiran lebih kepada kondisi bayi, sebagian ulama mewajibkan qadha disertai fidyah.

Selain itu, ia mengingatkan agar umat Islam tidak menunda-nunda qadha puasa tanpa alasan yang dibenarkan. Jika seseorang menunda hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur, maka menurut sebagian pendapat ulama, selain tetap wajib mengganti puasa, juga diharuskan membayar fidyah sebagai bentuk kehati-hatian.

Kajian yang diikuti segenap jamaah tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias menggali persoalan fiqih praktis yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian ini, diharapkan masyarakat semakin memahami ketentuan syariat terkait puasa, sehingga dapat menunaikan ibadah Ramadan dengan lebih tenang, tepat, dan penuh tanggung jawab. (KK)





Tarawih Malam Ke-11, Ustaz Sobri Ajak Jemaah Tingkatkan Kualitas Puasa dan Hidupkan Malam RamadanTangerang — Memasuki ma...
28/02/2026

Tarawih Malam Ke-11, Ustaz Sobri Ajak Jemaah Tingkatkan Kualitas Puasa dan Hidupkan Malam Ramadan

Tangerang — Memasuki malam ke-11 Ramadan 1447 H, jemaah Masjid Baitul Muharram Perumahan Cikupa Asri melaksanakan salat tarawih dengan khusyuk pada Jumat (28/2/2026). Dalam tausiah seusai salat, Ustaz Sobri mengajak jemaah meningkatkan kualitas puasa sekaligus menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah yang seimbang.

Ia menjelaskan bahwa malam ke-11 termasuk fase sepuluh hari kedua Ramadan yang dikenal sebagai fase magfirah (ampunan). Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, memperbaiki kualitas ibadah, serta menjaga konsistensi amal.

“Ibadah di bulan Ramadan harus seimbang antara siang dan malam. Siang kita menjaga kualitas puasa, malam kita menghidupkannya dengan tarawih, tadarus, dan doa,” ujarnya di hadapan jemaah.

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum pembinaan diri agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Kegiatan tarawih dan tausiah tersebut menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid serta memperkuat kebersamaan umat dalam mengisi bulan suci dengan amal terbaik. (RAS)





*Habib Ja’far Al Kaff Sampaikan Keutamaan Tiga Fase Ramadan di Tarawih Malam ke-9 Baitul Muharram*Tangerang — Masjid Bai...
27/02/2026

*Habib Ja’far Al Kaff Sampaikan Keutamaan Tiga Fase Ramadan di Tarawih Malam ke-9 Baitul Muharram*

Tangerang — Masjid Baitul Muharram, Perumahan Cikupa Asri, menggelar salat Tarawih malam ke-9 Ramadan 1447 H pada Kamis (26/2/2026) dengan menghadirkan Habib Ja’far Al Kaff sebagai pengisi kuliah tujuh menit (kultum). Kegiatan tersebut diikuti ratusan jemaah dan berlangsung khidmat.

Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa Ramadan terbagi dalam tiga fase utama yang masing-masing memiliki keutamaan berbeda bagi umat Islam.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sepuluh hari pertama adalah fase rahmat, sepuluh hari kedua fase maghfirah atau ampunan, dan sepuluh hari terakhir pembebasan dari api neraka,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia menegaskan, pembagian tersebut menjadi pedoman agar umat Islam meningkatkan kualitas ibadah secara bertahap dan memaksimalkan momentum Ramadan sebagai bulan pembinaan diri.

Habib Ja’far juga mengingatkan pentingnya menghidupkan sepuluh malam terakhir karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

“Sepuluh malam terakhir adalah puncak perjuangan spiritual. Di sanalah terdapat Lailatul Qadar. Satu malam ibadah dengan penuh keikhlasan nilainya melampaui puluhan tahun. Karena itu, manfaatkan fasilitas yang sudah ada di masjid ini, seperti tadarus, kajian, dan kegiatan ibadah lainnya. Teruslah belajar bersama ustaz dan para guru yang ada di Masjid Baitul Muharram agar pemahaman agama kita semakin kuat dan amalan kita semakin berkualitas,” tegasnya.

Pelaksanaan Tarawih yang disertai tausiyah rutin tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus meningkatkan partisipasi warga Perumahan Cikupa Asri selama bulan suci Ramadan.(RAS)




Address

Masjid Baitul Muharram, Cikupa Asri
Tangerang
15710

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DKM Baitul Muharram posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to DKM Baitul Muharram:

Share