Yayasan Gita Pertiwi

Call Directions Website Contact the organization

Yayasan Gita Pertiwi Gita Pertiwi adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memfokuskan diri pada kegiatan pelestarian

Selamat Memperingati Hari Tani Nasional 2026Terimakasih kepada para petani yang turut menjaga kebaikan dalam setiap maka...
24/09/2026

Selamat Memperingati Hari Tani Nasional 2026

Terimakasih kepada para petani yang turut menjaga kebaikan dalam setiap makanan di atas meja makan kita.

Perjuangan para petani turut menjaga bumi dan pangan yang berkelanjutan kelak akan dirasakan juga oleh anak keturunan kita.

Bersama Petani, Menjaga Pangan Negeri!

Telah diselenggarakan kegiatan diskusi secara hybrid dengan menghadirkan Bapak Nana Prayatna dari FKPDAS Cisadane sebaga...
24/09/2026

Telah diselenggarakan kegiatan diskusi secara hybrid dengan menghadirkan Bapak Nana Prayatna dari FKPDAS Cisadane sebagai narasumber.
JPG

Fokus utama pembahasan pada diskusi kali ini mencakup penerapan Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) di kawasan DAS Cisadane. Pembahasan mendalam ini meliputi beberapa poin penting, yaitu:
✅ Pemahaman terkait aspek regulasi
✅ Tahapan implementasi di lapangan
✅ Proses pemantauan secara berkala .

Semoga diskusi ini dapat memberikan wawasan baru dan langkah konkret untuk mendorong pengelolaan lingkungan serta daerah aliran sungai yang lebih lestari!

23/09/2026

Tahukah kamu? Sebagian besar sampah laut berasal dari daratan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa melalui selokan, sungai, dan aliran air hingga akhirnya bermuara ke laut.

Plastik yang masuk ke lingkungan perairan tidak begitu saja menghilang. Seiring waktu, plastik dapat terfragmentasi menjadi mikroplastik yang kemudian ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk air dan rantai makanan.

Dampaknya juga dirasakan oleh biota laut. Sampah plastik dapat tertelan oleh hewan laut karena menyerupai makanan, menyebabkan gangguan kesehatan hingga kematian. Kasus penyu yang menelan plastik menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana sampah yang kita buang di daratan dapat berakhir menjadi ancaman bagi kehidupan di laut.

Persoalan sampah laut bukan sekadar masalah kebersihan pantai. Ini adalah persoalan ekosistem, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan kehidupan manusia.

Karena itu, upaya menjaga laut perlu dimulai dari daratan.

🌱 Selamat siang Bapak/Ibu dan Teman-teman Peserta Forum Jaringan Sekolah Ekologis (SEKO) Solo Raya.Kami mengingatkan kem...
20/09/2026

🌱 Selamat siang Bapak/Ibu dan Teman-teman Peserta Forum Jaringan Sekolah Ekologis (SEKO) Solo Raya.
Kami mengingatkan kembali dan mengundang Bapak/Ibu serta teman-teman untuk mengikuti Forum Jaringan Sekolah Ekologis (SEKO) Solo Raya dengan tema *”membangun kepedulian terhadap sumber daya air dan ekosistem sungai”*.
Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, serta membangun kolaborasi dalam mendorong praktik energi berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

📅 Selasa, 22 September 2026
⏰ 13.00 – 15.00 WIB
💻 Zoom Meeting
https://us06web.zoom.us/j/8794513385?pwd=NKOIrxxNU1mgXg7GBzqBwDbGlpVwLi.1&omn=87309128208

🔗 Link Pendaftaran
bit.ly/daftarfsekosolo

mari bersama-sama belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat jaringan Sekolah Ekologis Solo Raya🌿
Sampai jumpa di ruang forum!
Salam lestari 🌱
Tim Sekolah Ekologis Solo Raya
Yayasan Gita Pertiwi

Selamat Hari Pemantauan Air Sedunia! Setiap tetes air menyimpan kehidupan. Namun, kualitas air terus menghadapi berbagai...
18/09/2026

Selamat Hari Pemantauan Air Sedunia!

Setiap tetes air menyimpan kehidupan. Namun, kualitas air terus menghadapi berbagai tantangan akibat pencemaran, perubahan lingkungan, dan aktivitas manusia.

Hari Pemantauan Air Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kualitas air bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.

Mari mulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah ke sungai, mengurangi penggunaan bahan pencemar, menjaga sumber-sumber air, serta turut memantau kondisi lingkungan di sekitar kita.

Karena air yang bersih hari ini adalah investasi bagi kehidupan generasi mendatang. 🌱💧

Jaga airnya, jaga kehidupannya.

14/09/2026

Apa yang Terkandung dalam Air Lindi TPA Putri Cempo?
TPA Putri Cempo di Surakarta masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan air lindi (leachate). Air lindi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi membawa berbagai zat pencemar, termasuk logam berat, yang dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Sebuah penelitian oleh Kusumaningrum dkk. (2025) menganalisis kandungan logam berat Nikel (Ni), Kromium (Cr), Kadmium (Cd), dan Seng (Zn) dalam air lindi dari TPA Putri Cempo menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi:
🔹 Ni: 2,2544 mg/L
🔹 Cd: 0,1246 mg/L
🔹 Zn: 11,8265 mg/L
🔹 Cr: 0,3986 mg/L
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi Cd melebihi batas yang diperbolehkan untuk air lindi, sementara keberadaan Ni, Zn, dan Cr juga perlu menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Air lindi yang tidak ditangani dengan baik dapat meresap ke dalam tanah dan berpotensi mencemari air tanah maupun badan air di sekitar TPA.
Karena itu, pengelolaan air lindi tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata. Diperlukan pengolahan yang efektif, pemantauan kualitas air secara berkala, sistem TPA yang lebih aman, serta upaya untuk mencegah masuknya limbah berbahaya ke dalam timbulan sampah.
🌱 Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya tentang mengurangi sampah yang terlihat, tetapi juga mencegah pencemaran yang mungkin tersembunyi di baliknya.
📚 Sumber: Kusumaningrum, L., dkk. (2025). “Characterization of heavy metals Cr, Zn, Cd, and Ni in leachate from Putri Cempo landfill as indicators of environmental pollution.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1556, 012030.

🌱 Pelatihan Manajemen Produksi Regenerative AgricultureYayasan Gita Pertiwi menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Produks...
04/09/2026

🌱 Pelatihan Manajemen Produksi Regenerative Agriculture

Yayasan Gita Pertiwi menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Produksi Regenerative Agriculture pada 28–29 Agustus 2026 di Hotel Zest Manahan, Surakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petani dalam merencanakan dan mengelola produksi secara efektif, efisien, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan pasar.

Dalam penerapan regenerative agriculture, kemampuan mengelola produksi menjadi bagian penting untuk menjaga kontinuitas dan konsistensi kualitas hasil panen. Petani masih menghadapi tantangan dalam mengatur pola tanam dan waktu produksi yang dapat menyebabkan panen berlangsung secara bersamaan, kelebihan pasokan, hingga penurunan harga.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai rantai pasok pangan, manajemen produksi, diskusi dan studi kasus, serta praktik penyusunan rencana produksi berdasarkan produk potensial di masing-masing wilayah.

Kegiatan ini juga mempertemukan peserta dari berbagai wilayah, yaitu Boyolali, Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, dan Klaten, bersama fasilitator dan narasumber untuk membangun pemahaman serta rencana produksi yang lebih terarah.

Melalui penguatan kapasitas dan perencanaan produksi, diharapkan petani dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menjaga produktivitas, mengurangi risiko panen serempak, serta memenuhi kebutuhan pasar secara lebih konsisten.

Mendorong pertanian regeneratif yang tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga memperkuat kapasitas petani dan sistem pangan lokal. 🌾

🥬 Penyelamatan Pangan melalui Tebus Murah Sayur dalam Rangka HUT Provinsi Jawa Tengah 🥬Dalam rangka memperingati Hari Ul...
03/09/2026

🥬 Penyelamatan Pangan melalui Tebus Murah Sayur dalam Rangka HUT Provinsi Jawa Tengah 🥬

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Tengah, Gita Pertiwi berkolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Boyolali, serta masyarakat sekitar dalam kegiatan Penyelamatan Pangan dengan Tebus Murah Sayur yang bertempat di Alun-Alun Boyolali.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta sebagai bentuk gerakan bersama untuk mengurangi potensi pangan terbuang, khususnya sayuran berlebih dari pedagang dan produsen petani dataran tinggi Selo, Boyolali.

Melalui kegiatan ini, sayuran yang masih layak konsumsi diselamatkan agar tidak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat melalui mekanisme tebus murah.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendorong praktik penyelamatan pangan, pengurangan sampah pangan, serta akses pangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Membaca Ekosistem Sawah untuk Pertanian yang Lebih SehatPada Kamis, 13 Agustus 2026, telah dilaksanakan Pengamatan Agroe...
31/08/2026

Membaca Ekosistem Sawah untuk Pertanian yang Lebih Sehat

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, telah dilaksanakan Pengamatan Agroekosistem Lahan Sawah Desa Keprabon di Hamparan Blok 3, Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Kegiatan yang diikuti oleh petani, PPL, Pemerintah Desa Keprabon, dan mahasiswa KKN UNDIP ini mengajak peserta mengamati kondisi tanaman, tanah, air, hama, penyakit, gulma, serta keberadaan musuh alami secara langsung di lahan.

Hasil pengamatan kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok untuk bersama-sama mengidentifikasi kondisi dan permasalahan yang ditemukan. Sebagai tindak lanjut, petani melakukan penyemprotan serentak bio enzim di lahan sawah untuk mendukung pertumbuhan dan memperkuat imun tanaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sawah yang lebih tepat, sehat, dan berkelanjutan.

Address

Yayasan Gita Pertiwi
Surakarta

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+6262271710465

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Gita Pertiwi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Gita Pertiwi:

Share