02/05/2022
Minggu Thomas, Sang Rasul
Minggu setelah Paskah, disebut Munggu Thomas. Hari Minggu ini mengakhiri masa pekan-gemilang. Minggu Thomas mengingat peristiwa dimana hari ke delapan setelah Kebangkitan (setelah peringatan Paskah), Kristus bersama para Rasul dimana Thomas juga bersama dengan mereka (bacaan Leksionari Injil hari Yoh 20:19-31). Rasul Thomas tidak percaya sebelum melihat sendiri, mencucukkan tangannya ke dalam lambung Kristus.
Saudara terkasih, apa yang engkau lihat dalam peristiwa ini? Apakah engkau benar-benar percaya bahwa itu adalah kebetulan saja bahwa murid yang dipilih ini tidak hadir, kemudian datang dan mendengar, mendengar dan meragukan, meragukan dan menyentuh, menyentuh dan percaya? Itu bukan kebetulan saja tetapi oleh pemeliharaan Allah. Dalam cara yang luar biasa, rahmat Allah mengatur bahwa dengan menyentuh luka tubuh dari Sang Guru-nya, itu menyembuhkan suatu luka ke-tidak percaya-an kita. Ke-tidak percaya-an Thomas telah melakukan sesuatu yang lebih bagi iman kita. Saat ia menyentuh Kristus lalu menjadi percaya, setiap keraguan disingkirkan dan iman kita dikuatkan. Jadi dari murid yang meragukan, kemudian merasakan luka Kristus, lalu menjadi saksi kebangkitan yang sungguh nyata.
Rasul Paulus berkata: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1). Apa yang dilihat memberikan pengetahuan, bukan iman. Karena apa yang dia lihat dan apa yang dia yakini adalah hal yang berbeda. Yang Ilahi tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Thomas melihat manusia, yang ia lalu akui sebagai Tuhan. Disinilah dapat menunjuk kepada diri kita sendiri; kita memegang didalam hati kita, DIA yang kita sendiri tidak melihatnya dalam daging. Kita termasuk didalam perkataan ini, namun hanya jika kita mengikuti iman kita dengan perbuatan. Orang percaya yang sejati mempraktekkan dalam perbuatan apa yang ia percayai. Tetapi orang-orang yang beriman hanya dimulut saja, Rasul Paulus telah mengatakan: Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia.(Titus 1:16).Oleh karena itu Rasul Yakobus mengatakan: iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak 2:26)