Mencari Orang Tua Kandung

Mencari Orang Tua Kandung Itu adalah hak untuk menemukan keluarga
*Free posting & share info mencari DM us
Keluarga besar bantu mencari orang tua kandung
Reunite families in Indonesia!

Terpisah benua dan waktu selama lebih dari 40 tahun tidak membuat rasa rindu dengan tanah kelahiran serta ibu kandungnya...
05/06/2026

Terpisah benua dan waktu selama lebih dari 40 tahun tidak membuat rasa rindu dengan tanah kelahiran serta ibu kandungnya memudar.

Bagi Ronny, atau yang terlahir dengan nama “Achmad Yatim”, pencarian ini adalah misi hidup untuk menambal ruang kosong di hatinya: menemukan “Ibu Kamah”, wanita yang telah melahirkannya ke dunia.

Lahir di RS Brimob Surabaya pada Agustus 1980, Ronny harus dibawa ke Belanda demi masa depan yang lebih baik saat usianya bahkan belum genap dua bulan.

Berbekal dokumen-dokumen hukum usang dari masa lalu, ia terus merajut kembali rekam jejak yang sempat terputus. Kini, bantuan dari kita semua sangat berarti untuk membantunya pulang ke sang ibunda.

Jika Anda memiliki informasi, sekecil apa pun, mengenai keberadaan atau keluarga dari Ibu Kamah (asal Desa Ngambek, Sukodadi, Lamongan), atau memiliki relasi dengan ahli waris dari saksi-saksi masa lalu yang tercatat:

1. Tuan Achmad Sofjan (pernah tinggal di Jl. Gresik No. 123, Surabaya)
2. Tuan Muntawis (pernah tinggal di Jl. Tambak Asri No. 17, Surabaya)

Mohon luangkan waktu sejenak untuk menghubungi kami melalui Direct Message (DM). Mari bersama-sama kita bantu Ronny menuntaskan pencarian panjangnya.

Segala informasi sekecil apapun sangatlah berarti untuk kami, terima kasih.

02/06/2026

Perjuangan 28 tahun itu akhirnya menemui titik terang. Setelah melalui jalan panjang yang penuh dengan penolakan dan luka masa lalu, Nata akhirnya berhasil terhubung kembali dengan sang ayah kandungnya, “Mohammad Tony Liau Nanta”.

Semua ini tidak lepas dari kebaikan hati para netizen. Melalui informasi di kolom komentar postingan sebelumnya, Nata mendapatkan petunjuk berharga bahwa sang ayah berasal dari Sungai Duri, Kalimantan Barat.

Berbekal informasi tersebut, Nata memberanikan diri masuk ke grup komunitas lokal di Facebook dan membuat unggahan pencarian.

Tak disangka, the power of social media membawa posting-an itu sampai ke pihak keluarga ayah. Kini, untuk pertama kalinya, Nata bisa berkomunikasi langsung dan disambut dengan hangat oleh keluarga di sana.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh netizen yang telah meluangkan waktu untuk membagikan posting-an, memberikan petunjuk, serta menyelipkan doa di setiap kolom komentar.

Kebaikan kecil yang kalian berikan telah membantu Nata menemukan kembali kepingan identitasnya yang hilang, membuktikan bahwa harapan sekecil apa pun selalu layak untuk diperjuangkan.

Semoga Nata dapat melanjutkan hidupnya dengan berbahagia. Sekali lagi, terima kasih.

CASE CLOSED

31/05/2026

How deep has the Indonesian transnational baby trafficking network spread to Singapore?
The Lianhe Zaobao team conducted investigations in Indonesia and Singapore to analyze the core and complexity of the issue through the perspective of adoptive parents, child welfare commissioners, and adoption agents.

30/05/2026
30/05/2026

Kami, Tim MOTK selalu berkomitmen untuk membantu rekan-rekan yang membutuhkan pertolongan dalam mencari orang tua kandung.

Walaupun memang terkadang banyak hambatan yang kami temui, entah data yang tidak ketemu, dipalsukan, dan lain sebagainya…Kami akan terus berusaha sekeras mungkin untuk menemukan orang tua kandung mereka.

Karena, bertemu dengan orang tua kandung adalah hak setiap anak.

Terpisah samudra selama lebih dari 40 tahun, namun ikatan darah tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu dan jarak.Ini ...
27/05/2026

Terpisah samudra selama lebih dari 40 tahun, namun ikatan darah tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu dan jarak.
Ini adalah kisah Sumaryono.

Pada hari Kamis, 12 November 1981, seorang bayi kecil lahir di B.K.I.A. Kecamatan Tandes, Surabaya. Ia lahir dari rahim seorang ibu bernama Ibu Tumi, yang kala itu tinggal di kawasan Kompleks Moroseneng, Kelurahan Klakahrejo, Surabaya.

Hanya dalam hitungan minggu setelah kelahirannya, takdir membawa mereka ke jalan yang berbeda. Melalui proses administrasi yang sangat cepat di akhir tahun 1981, hak asuh Sumaryono beralih hingga akhirnya sebuah ketukan palu di Pengadilan Negeri Surabaya meresmikan adopsi internasionalnya ke Belanda.

Sejak saat itu, Sumaryono tumbuh besar di Eropa, menjadi warga negara Belanda, dan terpisah sepenuhnya dari dekapan Ibu Tumi serta tanah kelahirannya.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Sumaryono yang telah dewasa ingin mencari jalan pulang. Ia ingin menemukan kepingan masa lalunya yang hilang. Ia ingin mencari keberadaan ibu kandungnya, Ibu Tumi.

Perjalanan pelacakan ini tentu tidak mudah. Tim MOTK sempat turun ke lapangan dan mendapati bahwa yayasan yang mengurus adopsinya dahulu sudah lama tutup tanpa menyisakan kontak atau dokumen apa pun. Namun, celah harapan belum sepenuhnya mati.

Kami mengetuk hati kemanusiaan teman-teman semua, khususnya warga Surabaya, wilayah Tandes, Klakahrejo, Benowo, atau siapa saja yang mungkin memiliki informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Ibu Tumi, keluarga, atau kerabatnya.

Bagi siapa pun yang memiliki informasi, mohon hubungi kami melalui DM. Mari kita bersama-sama menjadi perantara kebaikan untuk membantu Sumaryono menemukan ibu kandungnya.

Terputus sejak lahir, boneka panda cokelat ini menjadi satu-satunya saksi bisu kasih sayang yang tersisa.Risa Rahma Eliz...
25/05/2026

Terputus sejak lahir, boneka panda cokelat ini menjadi satu-satunya saksi bisu kasih sayang yang tersisa.

Risa Rahma Eliza, seorang wanita kelahiran Manonjaya, Tasikmalaya pada 19 Februari 1992, kini sedang berjuang mengumpulkan kepingan identitasnya yang hilang selama 34 tahun.

Kisah Risa bermula dari situasi darurat ketika orang tua kandungnya sedang melintas di Desa Pasir Panjang. Risa akhirnya lahir di rumah Pak Kuwu (Kepala Desa) setempat.

Karena usia yang masih sangat belia dan tanpa ikatan pernikahan, kedua orang tua kandungnya menyerahkan sang bayi kepada warga desa hingga akhirnya diadopsi oleh pasangan Yati Sumiarti dan Mamat Rahmat, pemilik pabrik kerupuk kulit dan kue bolu Agosari/Purbasari.

Di masa kecilnya, orang tua kandung Risa sebenarnya sempat datang berkunjung beberapa kali dan meninggalkan sebuah boneka panda berwarna cokelat. Namun, kunjungan itu terhenti total setelah adanya pembatasan akses dari pihak keluarga asuh.

Risa baru mengetahui status adopsinya saat kelas 4 SD, namun memilih menyimpannya demi menjaga perasaan orang tua asuhnya hingga mereka berdua wafat pada 2017 dan 2019.

Kini, saksi-saksi kunci seperti staf desa dan Pak Kades telah tiada, bahkan buku besar pernikahan tahun 1992 di KUA Manonjaya pun dinyatakan hilang. Namun, harapan tidak pernah padam.

Berdasarkan ingatan keluarga asuh, muncul dua nama yang diduga kuat sebagai orang tua kandungnya:
Ayah kandung: Asep Suhenda alias Asep Emon. Memiliki ciri fisik berbadan tinggi dan rambut keriting (sama seperti rambut Risa).

Ibu kandung: Nia Kurniasih. Memiliki perawakan kecil dan konon berasal dari daerah Kuningan atau Majalengka.

Bagi siapa pun Anda, atau kerabat yang mungkin mengenali nama Asep Suhenda (Asep Emon) dan Nia Kurniasih yang pernah berada di sekitar Manonjaya, Kuningan, atau Majalengka pada periode tahun 1991 hingga 1992, mohon hubungi kami.

Informasi sekecil apa pun dari Anda akan sangat berarti untuk mengantarkan Risa pulang ke akar identitasnya. Mari bantu sebarkan postingan ini.

Hubungi kami melalui DM, terima kasih🙏

24/05/2026

BINGKAIKOTA.COM – Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum Republik Indonesia melakukan Verifikasi...

24/05/2026

BeritaNasional.com - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum (Kemenkum) melakukan verifikasi pendalaman informasi dan klarifikasi terkait adanya dugaan praktik adopsi ilegal anak Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Warga Negara Asing (WNA).

Address

Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mencari Orang Tua Kandung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Mencari Orang Tua Kandung:

Share