4 Februari 2015 adalah perayaan hari kanker sedunia, bagi semua orang yang memiliki orang-orang tercinta yang menderita kanker, kehilangan karena kanker, yang sedang berjuang melawan kanker, atau yang sudah menang dari kanker, hari perayaan ini mungkin memiliki makna bagi mereka. Survey membuktikan adanya peningkatan tajam penderita kanker dari berbagai usia di dunia, terutama di Indonesia. Tercat
at semakin banyak bayi yang sedari lahir sudah terkena kanker hingga mereka yang lanjut usia, kanker tidak mengenal umur, suku, agama, tingkat ekonomi. Kita hidup dalam dunia yang rusak lingkungannya. Banyaknya pengawet dalam makanan, MSG, makanan yang diproses, pestisida, minuman berkarbonasi, cream malam, pembalut wanita, radiasi dari gadget bahkan pengharum ruangan pun dapat memicu kanker. Hari-hari ini banyak virus penyebab kanker yang merajalela, mereka datang tiba-tiba dan umumnya bersifat ganas. Tidak hanya itu, stres berkepanjangan juga merupakan salah satu pemicu utama timbulnya kanker. Kanker sendiri adalah pembunuh nomer 2 di dunia setelah jantung. Kanker terkenal misterius dan sering disebut sebagai pembunuh berdarah dingin karena nyaris tanpa gejala dan tidak memberi sinyal nyeri pada stadium awal. Kanker memiliki cara pengobatan yang lama dan menyakitkan, tanpa adanya jaminan kesembuhan. Penderita kanker seringkali shock dan stress dalam menghadapi penyakitnya. Keluarga dan orang-orang di sekitarnyapun tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap si penderita.