Nama Nur Harias mempunyai arti yaitu, NUR = cahaya dan HARIAS = padi unggul Sejarah NH
Nur Harias didirikan pada tanggal 7 Mei 1972 di Surabaya, yang didirikan oleh Drs. Nama Nur Harias mempunyai arti yaitu, NUR = cahaya dan HARIAS = padi unggul, yang memakai prinsip ilmu padi yakni semakin berisi makin merunduk. Tujuan awal didirikannya Nur Harias adalah pengebangan Islam lewat pencak silat (
syiar). Kenurhariasan
Nur Harias bersifat kekeluargaan, persaudaraan, dan kemasyarakatan yang gotong royong. Membentuk warga Nur Harias menjadi warga negara Indonesia yang taqwa, sanggup membela diri, mempertahankan eksistensinya, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Memberi tuntunan, haluan, dan pedoman hidup kepada warga Nur Harias melalui pencak silat, menuntun peri kehidupan gotong-royong, berbudi daya religius dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berpartisipasi dalam usaha-usaha Ikatan Pencak Silat Indonesia yang sesuai dan sejalan dengan asas dan tujuannya. Membentuk pesilat yang tangguh dan berprestasi. Taqwa kepada Allah
b. Lurus, Laras, Leres (jujur/benar, bijak dan betul)
c. Ilmu padi (makin berisi makin merunduk)
d. Nang, Neng, Ning, Nung, Nong
e. Welas asih (peri kemanusian)
f. Ngapuranta (s**a memaafkan, tidak mendendam)
g. Lilo-legowo (ikhlas, berserah diri, tawakal)
Keterangan:
Nang = Lanang, jantan, wenang, tanggung jawab, kompeten
Neng = Hening, Dian
Ning = Hening, bening, jernih
Nung = Renung, renungan yang berisi/terarah, berkelanjutan
Nong = Hasil yang bulat, bergema ke seluruh penjuru
Prinsip dasar sebagai Aliran Pencak Silat
a. Silaturahmi/persaudaraan
b. Menghindari permusuhan
c. Pantang surut
d. Menguasai lawan
e. Permainan posisi, pemindahan titik berat badan
f. Getap, permainan kecepatan
g. Ekonomis (memanfaatkan tenaga lawan, membuang tenaga lawan, tidak menerima/melawan/mengadu kekuatan)
Syarat-syarat pesilat:
a. Tenang
b. Waspada (tata,titi, tutu)
c. Tatag (tak gentar, mantap)
d. Mapan (posisi yang baik)
e. Laras (bijak, melihat salatan/arah, pandai menyesuaikan)
f. Tatas, T**is, Tutus, Tetes, Tetes
g. Ilmu padi (sopan, santun, selalu merendah)
Keterangan:
Tata - teratur, tertib, disiplin
T**i - teliti, seksama, hati-hati
Tutu - tetap, tekun, terus menerus, tak putus asa
Tatas - tangkas, tegas, mumpuni
T**is - tepat, mengenai sasaran
Tutus - tulus, yakin , dapat dipercaya
Tetes - berhasil, menghasilkan
Tetes - menetas, mengamalkan, menyebarluaskan
Panca Prasetya
Mengabdi kepada Allah SWT
Patuh pada pimpinan dan menjunjung tinggi nama perguruan
Berbakti kepada Ibu, Bapak, Guru, Masyarakat, bangsa, dan negara
Menjalankan yang baik, menjauhi yang buruk
bergotong royong dalam s**a dan duka
Nur Harias memiliki lambang yang pada hakekatnya merupakan proyeksi dari bentuk, corak, isi, dan tujuan pendidikan pencak silatnya, yaitu:
Kubah bunga teratai merah bersegi lima = Sasana Pendidikan
Merah = Ketahanan fisik, semangat, cinta, tanah air, bangsa, dan negara
Latar belakang/dasar. Hitam = kekal abadi, tahan uji, menimbulkan yang haq
Enam batang dan daun padi berwarna hijau, berbuah 21 butir berwarna kuning = ilmu padi makin berisi makin merunduk
Enam batang daun = enam dasar kepercayaan, Rukun Iman:
· Iman kepada Allah SWT
· Iman kepada Malaikat
· Iman kepada kitab- kitab Allah
· Iman kepada rasul-rasul Allah
· Iman kepada hari kiamat
· Iman kepada qadlo’ dan qadar
Hijau = lurus, benar, baik
21 butir padi = s**a menolong, membela yang lemah, membela yang teraniaya
21 = 3 x 7 (pitu, 21 = 3 x 7) = pitutur, pituduh, pitulung
Pitutur = nasehat lisan
Pitulung = petunjuk, pengarahan, peragaan
Padi = Hajat hidup, kebutuhan pokok masyarakat
Cabang putih - senjata persilatan murni
Bagian yang bulat = lambang kebulatan tekad
Bagian yang bengkok = untuk pertahanan, menguasai dan berarti laras, bijaksana
Bagian yang lurus = jalan yang lurus (sirathal mustaqim) menuju kesempurnaan di jalan Allah
Putih = sempurna
Bintang lima di ujung berwarna putih adalah lambang Nur Illahi yang bersinar keseluruh penjuru sebagai tujuan akhir, tempat berlindung dan kembali semua ciptaan-Nya
Tingkatan pendidikan:
I. Kawi (sabuk hitam dasar) =kijang
II. Bharata (sabuk merah) = jasmaniah, semangat = kuda
III. Nimpuno (sabuk biru) = lurus, benar, baik = banteng
IV. Manggala-panji (sabuk hijau) = welas asih, manusiawi = singa
V. Seno – pendekar muda ( sabuk kunyit) = ngapuranta, memaafkan = gajah
VI. Sasmito – pendekar madya ( sabuk gading ) = lili legowo = naga = pendekar Ki anom
VII. Waskito – pendekar utama ( sabuk putih ) = sampurno = garuda = Ki
VIII. Sabuk Intan – pendekar agung ( sabuk putih satin ) = Ki Agung