07/01/2026
Natal Ortodoks 7 Januari: Beda Kalender, Makna Iman Tetap Sama
Tahukah kita kalau sebagian besar umat Kristen merayakan Natal pada 25 Desember, namun umat Ortodoks (Gereja Timur) baru merayakannya dua minggu kemudian, tepat pada 7 Januari.
Perbedaan ini bukan soal isi iman, melainkan soal kalender: Gereja Barat memakai kalender Gregorian, sementara Gereja Ortodoks tetap setia pada kalender Julian yang jauh lebih tua usianya.
Menariknya, sehari sebelum Natal Ortodoks, umat Kristen Barat memperingati Epifani pada 6 Januari. Di Barat, Epifani mengenang orang Majus yang datang menyembah Yesus, tanda pewahyuan Kristus kepada bangsa-bangsa. Di Timur, Epifani—atau Theophany—menekankan pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, saat Allah menyatakan Dia sebagai Putra-Nya.
Dengan demikian, meski berdekatan, Epifani dan Natal Ortodoks adalah dua perayaan berbeda dengan makna masing-masing.
Perbedaan ini justru memperkaya tradisi Kristen global. Ada yang menekankan kelahiran, ada yang menekankan pewahyuan. Semua berpusat pada satu pesan: Kristus hadir bagi dunia.
Natal Ortodoks pada 7 Januari bukanlah Natal yang lain, melainkan Natal yang sama dalam kalender yang berbeda. Dan Epifani sehari sebelumnya menambah lapisan makna: Kristus bukan hanya lahir, tetapi juga diwahyukan.
Pada akhirnya, baik 25 Desember, 6 Januari, maupun 7 Januari, semuanya adalah undangan untuk membuka hati pada damai dan kasih Allah—pesan yang melintasi waktu, tradisi, dan budaya.
Selamat merayakan Natal buat umat Kristen Ortodoks di Timur dan Epifani buat umat Kristen di Barat.
Tuhan memberkati... ❤️
Note:
Simak ulasannya di tautan video ini
Sebagian besar umat Kristen di dunia (Gereja-gereja Barat) merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, mengenang kelahiran Yesus Kristus. Namun, bagi jutaan um...