Yayasan Rekat Peduli Indonesia

Yayasan Rekat Peduli Indonesia Selamat datang di Yayasan Rekat Peduli Indonesia, 98% anggota kami adalah penyintas Tuberkulosis (TB)

BISMILLAH, Semua OAT Milik Allah✨Semua OAT (Obat Anti Tuberkulosis) memang disediakan GRATIS oleh negara melalui program...
06/05/2026

BISMILLAH, Semua OAT Milik Allah✨

Semua OAT (Obat Anti Tuberkulosis) memang disediakan GRATIS oleh negara melalui program TBC nasional. Tapi ingat, pengobatan TBC tidak boleh asal dijalani atau berhenti di tengah jalan.

Kalau pengobatan terputus, kuman TBC bisa menjadi kebal obat (resistan). Akibatnya, pengobatan jadi lebih lama, lebih sulit, dan efek sampingnya bisa lebih berat.

Karena itu, jangan hilang saat pengobatan. Tetap disiplin minum obat, kontrol rutin, dan tuntaskan pengobatan sampai sembuh. Dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat berarti bagi perjuangan pasien TBC.

Mari bersama hilangkan stigma, kuatkan dukungan, dan pastikan tidak ada pasien TBC yang berjuang sendirian. ❤️💊




Kadang yang paling berbahaya bukan yang terlihat, melainkan yang luput dari perhatian. Menciptakan ruang kerja yang seha...
05/05/2026

Kadang yang paling berbahaya bukan yang terlihat, melainkan yang luput dari perhatian. Menciptakan ruang kerja yang sehat bukan pilihan tambahan, melainkan langkah penting untuk melindungi dan mencegah penyakit yang dapat mengancam para pekerja.

Keluarga Besar Rekat Peduli Indonesiamenyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi K.A. Argo Bromo Anggrek (4) dan C...
29/04/2026

Keluarga Besar Rekat Peduli Indonesia
menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi K.A. Argo Bromo Anggrek (4) dan Commuter Line (5568A) di Stasiun Bekasi Timur

Musibah kecelakaan kereta api di Kota Bekasi telah merenggut nyawa sedikitnya belasan orang, yang sebagian besar merupakan perempuan dari kalangan pekerja, mereka yang setiap hari berjuang demi kehidupan.

Semoga para korban, khususnya para perempuan pekerja yang gugur dalam peristiwa ini, mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka ini.

20/10/2025

Every 20 seconds, someone dies from TB — a disease that can be cured and prevented.

When USAID funding ended, many community-led TB programs lost support.
Through the Challenge Facility for Civil Society (CFCS), communities continue to reach those most at risk and keep TB response people-centered.

But without new funding, these voices could disappear.

✍️ Sign the petition today to keep TB community work alive:
🔗 https://tbpeopleukraine.com/en/petytsiya

We cannot stop now — together, we can End TB.

TBpeople Stop TB Partnership

07/10/2025

Every 20 seconds, TB takes a life.
A curable disease, still killing 1.25 million people in 2023.

When USAID withdrew its funding, thousands of community-led TB programs were left hanging.
But there’s still hope — through the Challenge Facility for Civil Society (CFCS),
the only global fund dedicated to TB communities.

💡 CFCS empowers people most affected by TB — the ones who truly know how to fight it.
But without new support, their work could stop.

🖋️ Sign the petition now!
Urge governments and donors to invest USD 20 million annually to keep alive.

Your signature means voices heard, lives saved, and justice restored.

👉 Click the link in https://tbpeopleukraine.com/en/petytsiya/
bio to sign and stand with TB communities.



Stop TB Partnership TBpeople

Address

Jalan Ngagel Wasana I No. 36
Surabaya
60284

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281342278164

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Rekat Peduli Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Rekat Peduli Indonesia:

Share