20/11/2025
Sebuah petaka datang kepada seorang bapak-bapak pensiunan ASN, Zumardi (Lampung). ia berencana untuk membangun sebuah peternakan ayam modern, dimana memang disiapkan sebagai pendapatan sampingan untuk kegiatan harian setelah pensiun.
Namun rencananya berubah, setelah ia melihat iklan di sosial media yang menawarkan keuntungan titip ternak, dimana penitip dana dijanjikan cukup duduk manis dirumah dan keuntungan datang setiap bulannya.
Zumardi awalnya di tawari investasi titip ternak domba dan sapi, namun akhirnya ia memilih menitipkan dananya pada peternakan ayam petelur, karena keuntungan yang dijanjikan lebih besar.
Mereka mengaku lokasi peternakan ayam nya berada di wilayah Bogor, sembari memperlihatkan beberapa testimoni dan portofolio peternakan dari oknum tersebut.
sempat bertemu beberapa kali di salah satu coffee di Lampung, sehingga membuat Zumardi semakin percaya dan yakin.
Pada tahap pertama, ia menyetor modalnya sekitar 100 juta rupiah dengan angka kesepakatan sekitar 2000 ekor ayam. ia mengaku diberi deviden sekitar 15 juta / bulan, dan rutin ditransfer ke dalam rekening miliknya.
Pembayaran bagi hasil pada bulan ke 1-3 berjalan lancar, namun pada bulan ke 4 mulai bermasalah dan mengalami keterlambatan, akhirnya ia memilih untuk menemui pelaku untuk membicarakan masalah tersebut, namun upayanya gagal, karena oknum tersebut sudah menghapus sosial media dan memblokir kontak Zumardi.
Biasanya, para oknum pelaku investasi titip ternak ini menerapkan skema Ponzi, para korban diminta untuk mengajak temannya agar bergabung, jika berhasil akan dijanjikan keuntungan yang berkali-kali lipat.
Selain itu, oknum juga menerapkan promosi digital via platform sosial media, paket yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari titip ternak ikan, ayam, sapi, bebek, hingga budidaya lobster, dengan memperlihatkan legalitas palsu atau perusahaan cangkang kepada calon korban.
Sumber: Peternak Hebat [h1. nu/1jr8H]