Pendirian yayasan Bina Karya Tiara diawali dengan amat tingginya minat masyarakat penyandang cacat dari seluruh penjuru Indonesia, yang ingin bekerja dan mengasah keterampilan di Tiara Handicraft, sebuah usaha mikro di bidang kerajinan yang sebagian besar pekerjanya adalah penyandang cacat. (Untuk lebih jelas tentang Tiara Handicraft, kami lampirkan Profil Perusahaan)
Awalnya Tiara Handicraft se
lalu merekrut setiap penyandang cacat yang datang melamar pekerjaan, untuk dilatih sambil bekerja. Namun dengan berjalannya waktu, jumlah penyandang cacat yang melamar bekerja di Tiara Handicraft semakin "membludak", sehingga kemudian Tiara Handicraft menghadapi dilema. Sebagai badan usaha yang dituntut profesional,Tiara Handicraft harus melakukan seleksi, dan seharusnya menerima orang-orang terbaik untuk menjaga produktifitas dan kualitas. Namun di sisi lain, Tiara Handicraft merasa memiliki kewajiban untuk tetap melatih para pelamar yang belum dapat diterima bekerja karena keterampilannya belum mencukupi. Yayasan pembinaan penyandang cacat di negri ini masih sangat sedikit, dan lebih sedikit lagi yang dapat langsung menyalurkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal kebanyakan penyandang cacat ini berasal dari golongan ekonomi sangat lemah. Dengan alasan itulah, Yayasan Bina Karya Tiara kemudian didirikan. Yayasan Bina Karya Tiara ingin ikut berperan dalam melakukan pelatihan bagi penyandang cacat yang belum terampil, sehingga mereka mempunyai kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian Yayasan Bina Karya Tiara mengambil alih peran sosial, sementara Tiara Handicraft meneruskan usaha secara profesional. Para penyandang cacat yang telah dilatih dapat disalurkan bekerja di Tiara Handicraft atau di perusahaan-perusahaan rekanan Tiara.