27/12/2025
Tim forensik kayu dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tergabung dalam Tim Task Force Supporting Penanggulangan Bencana sedang menyelidiki asal-usul kayu gelondongan dalam banjir bandang Sumatra. Penyelidikan mereka bertujuan mengidentifikasi jenis, asal, dan mekanisme pergerakan kayu yang terbawa arus banjir dan longsor sebagai dasar penilaian penyebab serta perumusan mitigasi bencana berbasis data.
Ratih Damayanti, peneliti ahli utama bidang forensik kayu di BRIN, menjelaskan bahwa selain dirinya, tim forensik kayu BRIN yang terjun ke lokasi bencana di Sumatera Utara adalah Sudarmanto, perekayasa muda dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN.
Tim Task Force tersebut juga diperkuat oleh Lutfi Hakim, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, serta didampingi oleh Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Kementerian Kehutanan, Xylarium Bogoriense, Pusat Pembangunan Hutan Berkelanjutan Kemenhut, dan Bareskrim Polri.
Ratih menyampaikan bahwa sebelum turun ke lapangan, tim telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim dan BPHL Medan. “Pengambilan data dilakukan di lokasi-lokasi dengan timbunan kayu yang signifikan akibat bencana, antara lain di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta di Desa Tamiang, Aceh," jelasnya.
"Selain itu, tim juga menjadwalkan survei lanjutan di Pantai Parkit, Sumatra Barat," ujar peneliti yang kini juga menjabat sebagai Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam dan Ketenaganukliran BRIN itu.
Apa yang hendak mereka ungkap? Simak selengkaonya di:
Tim forensik kayu dari BRIN sedang menyelidiki asal-usul kayu gelondongan dalam bencana banjir Sumatra. Apa saja yang hendak mereka ungkap?