Big Family of Lazio Indonesia

Big Family of Lazio Indonesia Halaman resmi Komunitas Lazio Indonesia.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: MENIT BERMAIN TERBANYAKSelama musim 2025/2026, Lazio telah melakoni 43 pertandingan di ko...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: MENIT BERMAIN TERBANYAK

Selama musim 2025/2026, Lazio telah melakoni 43 pertandingan di kompetisi Serie A dan Coppa Italia. Tanpa memperhatikan injury tima, jumlah pertandingan tersebut jika dikonversi bernilai 3.870 menit. Jumlah itu masih bertambah dengan 30 menit yang dilakoni Lazio pada leg kedua babak semifinal Coppa Italia saat ditahan imbang Atalanta. Dari jumlah menit sebanyak ini, siapakah pemain Lazio yang memiliki catatan bermain paling lama?

Adam Marusic menjadi pemain dengan catatan minutes play terbanyak pada musim 2025/2026 ini. Pemain 33 tahun itu mencatat 3.192 menit penampilan di semua kompetisi di musim ini. Di bawah Marusic, Alessio Romagnoli menyusul dengan catatan 3.147 menit disusul Mario Gila yang tampil selama 2.919 menit. Catatan menit bermain ketiga pemain tersebut melampaui jumlah menit yang dikumpulkan Ivan Provedel yang sebagai kiper biasanya memiliki menit bermain lebih banyak ketimbang pemain lain. Musim ini, karena cedera Provedel 'hanya' mencatat 2.610 menit bermain bagi Lazio.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: YANG PERTAMA DAN TERAKHIRDari keseluruhan pemain Lazio musim 2025/2026, tercatat 16 pemai...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: YANG PERTAMA DAN TERAKHIR

Dari keseluruhan pemain Lazio musim 2025/2026, tercatat 16 pemain yang telah mencetak gol di semua kompetisi. Jumlah tersebut sudah termasuk Valentin Castellanos dan Matteo Guendouzi yang telah berpindah klub pada jendela transfer Januari lalu.

Guendouzi menjadi pemain pertama yang mencetak gol bagi Lazio pada musim 2025/2026. Gelandang asal Perancis tersebut membuka aliran gol Lazio dalam laga giornata 2 melawan Hellas Verona pada 31 Agustus 2025.

Di akhir musim, Pedro menjadi pemain terakhir yang menutup aliran gol Lazio di musim 2025/2026. Golnya ke gawang Pisa dalam laga yang digelar pada 23 Mei 2026 tersebut sekaligus menutup perjalanan karir pemain Spanyol tersebut bersama Lazio.

Dari pihak lawan, Anastasios Douvikas menjadi pemain pertama yang menjebol gawang Lazio. Pemain Como itu mencetak gol pembuka di pekan perdana yang digelar pada 24 Agustus 2025 lalu. Sebagai penutup, gol pemain Pisa, Stefano Moreo, menjadi pemain terakhir yang membobol gawang Lazio di musim 2025/2026.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: PALING BANYAK KEBOBOLANLazio menjadi satu-satunya klub Serie A yang memainkan empat kiper...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: PALING BANYAK KEBOBOLAN

Lazio menjadi satu-satunya klub Serie A yang memainkan empat kiper dalam satu musim kompetisi. Ivan Provedel, Christos Mandas, Edoardo Motta, dan Alessio Furlanetto sama-sama pernah mendapatkan kesempatan bermain baik di Serie A maupun di Coppa Italia. Bagaimana catatan keempat kiper tersebut?

Provedel kebobolan 30 gol sepanjang musim dengan rincian 27 gol Serie A dan 3 gol Coppa Italia. Jumlah tersebut diperolehnya dalam 29 kali penampilan.

Motta kebobolan 13 gol sepanjang musim ini. 10 gol bersarang di gawangnya dalam sembilan laga serie A ditambang tiga gol pada dua laga Coppa Italia.

Furlanetto kebobolan tiga gol dalam dua laga Serie A, sementera Mandas tidak kebobolan karena hanya sekali tampil di Coppa Italia.

Di kubu lawan, Lorenzo Montipo menjadi kiper paling banyak dibobol pemain Lazio. Kiper Hellas Verona itu dipaksa lima kali memungut bola dari gawangnya setelah dibobol para pemain Lazio dalam dua pertemuan Serie A. Di bawah Montipo ada Nicola Leali (Genoa), Maduka Okoye (Udinese), dan Franco Israel (Torino) yang gawangnya dibobol tiga kali saat berhadapan dengan Lazio. Ada juga Marco Carnesecchi (Atalanta) yang juga gawangnya juga tiga kali dibobol pemain Lazio dalam dua pertemuan di ajang Coppa Italia.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: PALING BANYAK GOLSelalu ada pencetak gol terbanyak bagi Lazio di setiap musim. Pada musim...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: PALING BANYAK GOL

Selalu ada pencetak gol terbanyak bagi Lazio di setiap musim. Pada musim 2025/2026, Gustav Isaksen dan Pedro menjadi dua pencetak gol terbanyak Lazio dengan masing-masing menyumbangkan 5 gol. Tijjani Noslin ikut melengkapi daftar top skor klub jika perolehan empat golnya di Serie A ditambahkan satu gol Coppa Italia. Di bawahnya ada Mattia Zaccagni dan Matteo Cancellieri dengan masing-masing 4 gol, disusul Kenneth Taylor dan Danilo Cataldi dengan 3 gol masing-masing.

Sementara itu, di pihak lawan Nico Paz menjadi pemain paling banyak membobol gawang Lazio. Gelandang asal Spanyol itu tercatat tiga kali mencetak gol dalam dua pertemuan Lazio vs Como. Selain Paz, ada Lautaro Martinez (Inter) yang juga mencetak tiga gol ke gawang Lazio, di mana satu golnya dicetak di ajang Coppa Italia. Selanjutnya ada Giovanni Simeone (Torino), Arthur Atta (Udinese), Gianluca Mancini (Roma), Robin Gosens (Fiorentina), dan Mario Pasalic (Atalanta) yang masing-masing berhasil membobol gawang Lazio sebanyak dua kali baik di Serie A maupun Coppa Italia.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: DIBANTU DUA GOL BUNUH DIRI, SELISIH GOL LAZIO HANYA SATUSalah satu variabel penting yang ...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: DIBANTU DUA GOL BUNUH DIRI, SELISIH GOL LAZIO HANYA SATU

Salah satu variabel penting yang menjadi perhatian bagi sebuah tim sepak bola adalah jumlah gol yang diciptakan dan jumlah kebobolan. Dua variabel tersebut cukup mewakili bagaimana kualitas dan efektifitas sebuah tim.

Pada musim 2025/2026, produktivitas gol Lazio di kompetisi Serie A cukup mengkhawatirkan. Dalam 38 pertandingan, para pemain Lazio hanya mampu mencetak 39 gol. Dengan tambahan dua gol bunuh diri pemain lawan, jumlah gol Lazio seluruhnya tercatat sebanyak 41 gol. Jumlah ini terbilang rendah jika dibandingkan produktivitas dalam beberapa musim terakhir. Terakhir kali Lazio mencatat gol lebih sedikit dari jumlah ini adalah pada musim 2009/2010 saat hanya mencetak 39 gol.

Jumlah gol yang sedikit ini tidak diimbangi dengan pertahanan yang kuat. Dalam 38 pertandingan, 40 kali gawang Lazio dijebol pemain lawan dan tak satu pun gol bunuh diri yang diciptakan pemain Lazio. Dengan jumlah ini, selisih gol Lazio di ajang Serie A musim ini hanya +1 saja.

Bagaimana dengan Coppa Italia? Tanpa memasukkan gol yang dicetak dalam babak adu penalti, dalam lima laga sejak babak 16 besar hingga final, Lazio mencetak lima gol dan kebobolan enam gol. Dengan jumlah ini, selisih gol Lazio di ajang Coppa Italia musim ini -1.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: YANG TERBESAR DAN TERBANYAKAda beberapa catatan menarik yang sifatnya terbesar dan terban...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: YANG TERBESAR DAN TERBANYAK

Ada beberapa catatan menarik yang sifatnya terbesar dan terbanyak terkait klub pada perjalanan Lazio di musim 2025/2026 ini. Berikut beberapa catatannya.

Kemenangan Lazio dengan skor terbesar di kompetisi Serie A musim musim 2025/2026 adalah melawan Hellas Verona pada giornata 2. Dalam laga yang dihelat di Stadion Olimpico pada 31 Agustus 2025 tersebut, Lazio memberondong gawang Hellas Verona melalui gol-gol yang dicetak Matteo Guendouzi, Mattia Zaccagni, Valentin Castellanos, dan Boulaye Dia.

Kekalahan Lazio dengan skor terbesar di kompetisi Serie A musim musim 2025/2026 adalah melawan Como pada giornata 21 dan melawan Inter pada giornata 36. Kedua laga tersebut berkesudahan dengan 0–3 untuk kemenangan Como dan Inter. Parahnya, kedua kekalahan besar itu sama-sama terjadi di Stadion Olimpico.

Satu catatan lagi dari Lazio musim ini adalah jumlah penonton pada laga kandang. Menurut statistik, jumlah penonton rata-rata musim ini adalah 29.394 orang. Jumlah tertinggi diraih ketika laga melawan Roma pada 21 September 2025 dengan penonton mencapai 63.000 orang. Sementara jumlah penonton paling sedikit diperoleh ketika menjamu Sassuolo pada 9 Maret 2026 yang hanya disaksikan oleh 2.000 pasang mata.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: HEAD TO HEAD DENGAN LAWANDari 19 lawan yang dihadapi Lazio di Serie A musim 2025/2026, ha...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: HEAD TO HEAD DENGAN LAWAN

Dari 19 lawan yang dihadapi Lazio di Serie A musim 2025/2026, hanya Hellas Verona dan Genoa yang Lazio kalahkan di laga kandang maupun tandang. Sebaliknya, ada tiga klub yang mengalahkan Lazio di laga kandang maupun tandang. Mereka adalah Como, Roma, dan Inter. Sementara itu, ada tiga lawan yang saling mengalahkan di dua pertemuan kandang-tandang, yaitu Sassuolo, Milan, dan Napoli.

Bagaimana dengan 11 lawan lainnya? Dari jumlah itu, ada tujuh lawan yang tidak bisa mengalahkan Lazio dalam dua pertemuan di kandang dan tandang. Hasil melawan mereka hanya seri dan menang. Mereka adalah Juventus, Pisa, Cagliari, Lecce, Bologna, Parma, dan Cremonese. Empat lawan sisanya menjadi lawan yang tidak pernah Lazio kalahkan dalam dua pertemuan kandang dan tandang. Pertemuan dengan mereka hanya menghasilkan hasil seri dan kekalahan. Mereka adalah Atalanta, Torino, Udinese, dan Fiorentina.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: TRANSFER PEMAIN YANG TAK SEIMBANGLazio memulai musim 2025/2026 dengan pembatasan transfer...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: TRANSFER PEMAIN YANG TAK SEIMBANG

Lazio memulai musim 2025/2026 dengan pembatasan transfer yang berakibat pada sulitnya pelatih Maurizio Sarri dalam menyiapkan amunisi sesuai dengan gaya permainan yang diusungnya. Pada 26 Mei 2025, Komisi Pengawas Klub Profesional Italia (Covisoc) melalui surat elektronik bersertifikat (PEC) memberitahukan kepada manajemen Lazio bahwa klub gagal memenuhi sejumlah parameter keuangan yang ditetapkan. Akibatnya, Covisoc memutuskan untuk membekukan aktivitas transfer masuk Lazio selama seluruh periode bursa transfer musim panas.

Keputusan tersebut didasarkan pada laporan keuangan triwulanan per 31 Maret 2025. Dalam evaluasi tersebut, Lazio dinilai melampaui batas yang ditetapkan untuk tiga parameter Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), yakni indeks likuiditas, tingkat utang, serta rasio biaya tenaga kerja yang diperluas (costo del lavoro allargato).

Meski tetap dinyatakan memenuhi syarat untuk berkompetisi di Serie A, klub asal ibu kota Italia itu tidak diizinkan mendatangkan pemain baru selama jendela transfer musim panas berlangsung.

Dengan kondisi ini, kekuatan skuad Lazio hanya ditambah oleh datangnya para pemain pinjaman serta pemain yang dipermanenkan setelah sebelumnya berstatus pinjaman di Lazio. Mereka adalah Dimitrije Kamenović, Danilo Cataldi, Matteo Cancellieri, Samuel Gigot, Luca Pellegrini, Nuno Tavares, Nicolo Rovella, dan Fisayo Dele-Bashiru.

Di sisi lain, kekuatan Lazio terkurangi setelah melepas beberapa pemain, baik karena telah habis kontrak, kembali setelah dipinjam, maupun dijual. Mereka adalah Arijon Ibrahimović, Andre Anderson, Jean-Daniel Akpa Akpro, Nicolò Casale, Loum Tchaouna, Valerio Crespi, Marco Bertini, Fabio Andrea Ruggeri, dan Gaetano Castrovilli. Selain itu, beberapa pemain juga dilepas sebagai pemain pinjaman ke klub lain seperti Filipe Bordon, Gabriele Artistico, Romano Floriani Mussolini, Davide Renzetti, dan Mohamed Farès.

Situasi berubah pada akhir tahun 2025. Pada 23 Desember 2025, FIGC mengumumkan bahwa Lazio kembali diperbolehkan beroperasi tanpa pembatasan di bursa transfer musim dingin. Keputusan tersebut diambil setelah Komisi Pemerintah Italia menyelesaikan proses verifikasi terhadap rasio biaya tenaga kerja yang diperluas dibandingkan dengan pendapatan klub per 30 September 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Lazio berhasil memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 0,8.

Dengan terpenuhinya parameter tersebut, FIGC memberikan izin kepada Lazio untuk melakukan aktivitas transfer tanpa kendala selama jendela transfer musim dingin.

Dibukanya pintu transfer Januari membuat Lazio melakukan penyesuaian skuad. Beberapa pemain dilepas terlebih dahulu baik untuk mendapatkan dana maupun untuk memberi ruang di skuad. Mereka yang dilepas di bursa transfer musim dingin adalah Diego Gonzalez, Valentin Castellanos, Mattéo Guendouzi, Dimitrije Kamenović, dan Matias Vecino. Ada juga Christos Mandas yang meninggalkan Lazio sebagai pemain pinjaman di jendela transfer musim dingin.

Sebagai pengganti, Lazio mendatangkan beberapa pemain untuk memperkuat tim. Mereka adalah Petar Ratkov, Kenneth Taylor, Edoardo Motta, dan Adrian Przyborek. Ada juga Daniel Maldini yang didatangkan sebagai pemain pinjaman pada sesi bursa transfer kali ini.

Lazio memang berkecimpung di bursa transfer selama musim 2025/2026 ini. Akan tetapi, dengan kurang sepadannya kuantitas dan kualitas pemain yang keluar dan masuk tidak hanya membuat kekuatan Lazio melemah, tapi juga menimbulkan kekecewaan banyak pihak yang berdampak pada kekacauan yang timbul di sepertiga akhir musim.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: RUNNER-UP COPPA ITALIABermodalkan posisi tujuh klasemen akhir Serie A musim 2024/2025, La...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: RUNNER-UP COPPA ITALIA

Bermodalkan posisi tujuh klasemen akhir Serie A musim 2024/2025, Lazio mendapat keuntungan dengan langsung bermain di babak 16 besar Coppa Italia musim 2025/2026. Pada babak ini, Lazio langsung ditantang Milan yang merupakan runner-up Coppa Italia edisi sebelumnya. Pada babak ini, Lazio sukses mengalahkan Milan melalui gol tunggal Mattia Zaccagni dan melaju ke babak delapan besar.

Pada babak delapan besar, Lazio harus berhadapan dengan Bologna yang berstatus juara bertahan. Bermain di Stadio Renato Dall'Ara, Lazio berhasil memaksa imbang tuan rumah dengan skor 1-1 hingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Di momen hidup-mati ini, empat eksekutor yang ditunjuk Maurizio Sarri sukses melaksanakan tugasnya, berbanding satu dari pihak Bologna. Lazio pun melaju ke semifinal dengan kemenangan adu penalti.

Pada babak semifinal, Lazio harus berhadapan dengan Atalanta. Sesuai regulasi, babak semifinal dilakukan dengan sistem home-away. Lazio yang menjadi tuan rumah lebih dulu, gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 2-2 oleh Atalanta. Pada laga away, giliran Lazio yang menahan imbang Atalanta dengan skor 1-1 yang bertahan hingga babak tambahan. Agregat 3-3 memaksa Lazio kembali melakoni babak adu penalti.

Pada babak adu penalti, Lazio sukses mempermalukan Atalanta di hadapan publik Stadio Atleti Azzurri d'Italia usai kiper muda Edoardo Motta melalui aksi heroiknya berhasil menggagalkan empat eksekutor penalti Atalanta. Dengan skor 2-1 pada babak adu penalti, Lazio pun melaju ke babak final.

Pada babak final, Lazio harus berhadapan dengan Inter yang telah merengkuh scudetto beberapa hari sebelumnya. Dengan kondisi krisis pemain dan perbedaan kualitas pemain, Lazio harus mengakui keunggulan Inter dengan skor akhir 0-2. Lazio pun harus puas menjadi runner-up dan merelakan trofi Coppa Italia yang menjadi harapan terakhir mereka untuk mendapatkan tiket kompetisi Eropa musim depan.

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: DIAWALI KEKALAHAN, DIAKHIRI KEMENANGAN, TERDAMPAR DI LUAR DELAPAN BESAR KLASEMEN SERIE AP...
31/05/2026

SEASON REVIEW LAZIO 2025/2026: DIAWALI KEKALAHAN, DIAKHIRI KEMENANGAN, TERDAMPAR DI LUAR DELAPAN BESAR KLASEMEN SERIE A

Perjalanan Lazio di kompetisi Serie A musim 2025/2026 bisa dibilang mengecewakan untuk ukuran tim yang masih kerap disebut termasuk tim besar Italia peninggalan kejayaan 2-3 dekade lalu. Dengan koleksi 54 poin dari 14 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 12 kali kalah, Lazio terdampar di posisi sembilan. Keberadaan Lazio di luar delapan besar ini terakhir kali terjadi pada musim 2013/2014. Saat itu, di bawah pelatih Vladimir Petković yang dilanjutkan Edoardo Reja, Lazio dengan susah payah mengakhiri musim di posisi sembilan.

Pada musim 2025/2026 ini, Lazio mengawali perjalanan dengan kekalahan 2 gol tanpa balas dari Como. Sempat bangkit di giornata 2 dengan kemenangan 4-0 atas Hellas Verona, Lazio kembali kalah di dua pertandingan berikutnya, yang salah satunya laga DDC yang sarat gengsi.

Giornata 5 sampai giornata 10 menjadi salah satu timeline terbaik Lazio di musim ini. Dalam enam pertandingan, Lazio tidak pernah mengalami kekalahan dan mengumpulkan 12 poin hasil dari tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.

Setelah pekan-pekan apik itu, Lazio kembali mengalami naik-turun performa. Dari giornata 11 hingga 27, Lazio hanya mampu mengumpulkan 19 poin hasil dari empat kemenangan dan tujuh hasil imbang. Sementara enam laga sisanya Lazio harus gigit jari karena berakhir dengan kekalahan.

Giornata 28 hingga 31, Lazio kembali memasuki pekan produktif. Dalam empat giornata tersebut, Lazio sukses membukukan 10 poin hasil dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Pekan ke-32 hingga pekan ke-37 menjadi masa-masa krusial bagi Lazio yang masih punya peluang mengakhiri musim di posisi delapan besar. Sayang, dalam enam pekan penting tersebut, Lazio gagal memanfaatkan kesempatan setelah hanya mampu mengumpulkan tujuh poin saja hasil dari dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Giornata 38 yang menjadi akhir perjalanan Serie A musim 2025/26 menjadi pekan yang tidak lagi dapat menolong Lazio untuk masuk ke jajaran delapan besar di klasemen. Lazio justru mendapat tekanan dari Udinese dan Sassuolo yang berada di bawahnya. Jika Lazio kalah dan keduanya menang, maka Lazio dipastikan finish di posisi 11. Beruntung, bersamaan dengan kekalahan yang diderita Udinese dan Sassuolo, Lazio bisa mengakhiri musim dengan mengatasi perlawanan Pisa melalui kemenangan 2-1 serta memastikan posisi sembilan di tangga klasemen Serie A sebagai akhir perjalanan musim 2025/2026.

Address

Menganti
Surabaya
61174

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Big Family of Lazio Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Big Family of Lazio Indonesia:

Share