03/10/2026
TINGKATKAN KUALITAS SHOLAT, YDSF ADAKAN PELATIHAN SHOLAT KAIFA TUSHOLLI
Berawal dari kitab Kaifa Tusholli yang ditulis oleh Kyai Haji Muhammad Ihya Ulumuddin, tentang tata cara shalat menurut riwayat hadits, maka berdirilah lembaga Kaifa Tusholli Center (KTC) lahir pada 2017.
“Lembaga kami bergerak di berbagai masjid, majelis taklim untuk training tata cara shalat menurut riwayat hadits, kemudian berkembang menjadi sebuah kurikulum yang bisa diajarkan di sekolah SD,” terang Ustadz Muhim Kamaluddin selaku Direktur KTC Pujon Malang.
Salah satunya hari ini (3/10) bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial al Falah Pelatihan Sholat Kaifa Tusholi diadakan di Masjid Al Maghfiroh sejak pukul 9 hingga menjelang Ashar. Diikuti oleh 50 orang peserta dari kalangan komunitas pengajian, donatur, maupun para guru ngaji wilayah Surabaya.
Bersama dua narasumber Ustadz Muhim Kamaluddin dan Master Trainer Ustadz Masyhuda Al Mawwaz, pelatihan ini diadakan selama 3 hari setiap hari Sabtu, dengan dua hari pertama fokus ke pembelajaran shalat sebagaimana riwayat Nabi, dan hari ketiga ujian praktek.
Ustadz Masyhuda Al Mawwaz menyampaikan bahwa Sholat adalah amal yang pertama kali dihisab oleh Allah SWT di tengah panjangnya proses hisab di hari kiamat. Selain itu juga pentingnya shalat itu dikaji dari sisi sunah rasulullah sehingga adab-adab shalat lebih maksimal bisa dimengerti dan bisa menjadi praktek harian umat Islam.
Peserta termotivasi ingin mempelajari bagaimana cara shalat dengan baik dan benar menurut ajaran Rasulullah, dan aktif mengajukan pertanyaan terkait materi shalat. Salah satunya Fahilita dari Mataka Majelis Ta'lim.
“Tadi saya dapat materi dari ustad, niat itu tidak harus diucapkan. Jadi bisa juga di dalam hati bahkan ketika kita berangkat ke masjid, itu saya baru tahu,” ucap Fahilita.
Supri dari Guru Ngaji SD Tanwir juga mendapatkan pandangan baru tentang perbedaan gerakan sholat.
“Dari materi yang saya ingat dan berkesan bagi saya, mengenai riwayat tentang ragam gerakan sholat. Anggapannya selama ini berbeda gerakan itu sebuah hal yang salah, ternyata berbeda itu ada riwayat dan dasarnya masing-masing,” kata Supri.
Pelatihan ini akan berlanjut pada Sabtu depan (10/9) yang akan memperdalam tentang tata cara shalat sempurna sesuai Riwayat Hadist Shahih.