30/06/2026
KH. AHMAD DJAZULI UTSMAN Lahir di Ploso, Kediri, pada 16 Mei 1900 dengan nama kecil Mas'ud. Beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang berdiri pada tahun 1925 dan kini menjadi salah satu pesantren tertua yang usianya 101 tahun serta terbesar di Indonesia.
Pernah menempuh pendidikan umum hingga STOVIA (Sekolah Kedokteran Pribumi di Batavia), tetapi kemudian memilih mendalami ilmu agama setelah mendapat nasihat dari KH Muhammad Ma'ruf Kedunglo.
โBeliau berguru kepada banyak ulama besar, termasuk KH Hasyim Asy'ari. Beliau juga berperan dalam perjuangan bangsa pada masa penjajahan Jepang dan Revolusi Kemerdekaan.
โKH Ahmad Djazuli Utsman dikenal sebagai sosok yang istiqamah dalam mengajar, sangat menjaga sanad keilmuan serta memadukan pendidikan agama dengan wawasan umum. Warisan beliau masih diteruskan oleh keluarga dan para santrinya hingga sekarang.
โKH Ahmad Djazuli Utsman bukan hanya pendiri pesantren, tetapi juga penanam peradaban. Beliau mengajarkan bahwa kekuatan umat tidak lahir dari kemegahan, melainkan dari ilmu yang diamalkan, akhlak yang dijaga, dan keikhlasan yang terus menyala.
โDari Ploso, beliau melahirkan jutaan santri yang menjadi penerus dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama'ah, menjaga tradisi keilmuan, serta mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
โJejak perjuangannya mengajarkan bahwa membangun manusia berilmu adalah investasi terbesar bagi masa depan umat. Ulama boleh wafat, tetapi ilmu, adab, dan perjuangannya akan terus hidup di hati para santri.
KH. AHMAD DJAZULI UTSMAN Lahir di Ploso, Kediri, pada 16 Mei 1900 dengan nama kecil Mas'ud. Beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang berdiri pada tahun 1925 dan kini menjadi salah satu pesantren tertua yang usianya 101 tahun serta terbesar di Indonesia.