Macan Kerinci

Macan Kerinci Organisasi sosial

21/02/2026

MACAN KERINCI penjago Negeri

21/02/2026

Negeri beradat alam berajo

13/02/2026

Yang mengunakan sistem MATRILINIAL
Atau mengikuti garis keturunan ibu
Adalah kerinci
Sko ibu yang dipegang ,masih terjaga dan berlangsung
Sampai sekarang

07/02/2026

Kapten Muradi pejuang gerilya dari kerinci

05/02/2026

Filem ini diangkat dari Perjuangan 4 kaum di Kerinci,alim ulama,cerdik pandai,kaum adat dan hulubalang.bersatu melawan penjajah
Penjaga negeri
sebuah wilayah yang telah lama dikenal dengan kekayaan alamnya, menjadi saksi bisu perjuangan heroik melawan penjajahan Belanda. Pada abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1815, Belanda berhasil menguasai Muko-Muko dan Indrapura. Kekayaan hasil bumi Kerinci menjadi daya tarik bagi Belanda, yang kemudian berusaha keras untuk menguasai wilayah ini.

Pada tahun 1900, Belanda mengirim pasukan dari Muko-Muko untuk mengadakan patroli di Bukit Setinjau Laut. Mereka mendirikan pesanggrahan di puncak Gunung Raya sebagai tanda kehadiran mereka. Kehadiran Belanda yang dianggap kafir oleh penduduk Kerinci yang mayoritas beragama Islam, memicu kemarahan besar.

Para hulubalang Kerinci, yang dipimpin oleh Depati Parbo dari Lolo dan Depati Agung di Lempur, menghadang utusan Belanda di antara Lempur dan Lolo. Utusan tersebut dibunuh, memicu persiapan Belanda untuk menyerang Kerinci. Pasukan Belanda berjumlah 300 orang, tetapi para hulubalang Kerinci telah siap menghadang.

Pertempuran Awal di Renah Manjuto
Pertempuran pertama terjadi di Renah Manjuto. Depati Parbo memimpin perlawanan dengan benteng pertahanan di selatan Desa Lempur Mudik. Banyak korban jatuh di pihak Belanda, dan mereka gagal memasuki Kerinci. Perang Kerinci melawan penjajahan Belanda pun dimulai pada tahun 1901.

Di bawah pemerintahan G.G. Van Hents, Belanda terus mencari jalan ke Kerinci dengan bantuan Tuanku Regen Indrapura. Namun, bujuk rayu mereka tidak berhasil. Pada Oktober 1901, Kumendur H.K Manupasya bersama asisten Residen Kooreman meminta Tuanku Regen membujuk para depati dan hulubalang Kerinci untuk menerima pemerintahan Belanda.

Para depati dan hulubalang Kerinci sudah bertekad mempertahankan wilayah mereka sampai titik darah penghabisan. Pada Maret 1902, pasukan Belanda sebanyak 500 orang di bawah komando Kapten Bolmar mendarat di Muaro Sakai. Mereka menyerang dari tiga jurusan: Renah Manjuto, Koto Limau Sering, dan Temiai. Pertempuran sengit terjadi di ketiga tempat ini.

02/02/2026

Depati parbo

Movies penjago negeri
02/02/2026

Movies penjago negeri

filem ini melambangkan persatuan 4 kaum di kerinci sebagai simbol kekuata.

01/02/2026

Sko Depati alam kerinci

31/01/2026

Aku menemukan jatidiriku yang sudah lama hilang

30/01/2026

Rajo alim Rajo di sembah,Rajo zalim Rajo disanggah



30/01/2026

Idak lekang karno paneh
Idak lapuk Karno hujan


Address

Sungaipenuh

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Macan Kerinci posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share