KIM Rancakalong

KIM Rancakalong Komunitas Informasi Masyarakat Rancakalong yang mempunyai
visi transparansi publik
misi penyampaian infromasi kepada masyarakat
(1)

Turut Berduka Cita
16/04/2026

Turut Berduka Cita

Literasi Digital Kuatkan Peran KIM sebagai Garda Informasi di Era DigitalTanjungsari ( kimrancakalong.com ) Semangat kol...
14/04/2026

Literasi Digital Kuatkan Peran KIM sebagai Garda Informasi di Era Digital

Tanjungsari ( kimrancakalong.com ) Semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi era digital tampak nyata dalam kegiatan literasi digital yang digelar di Aula Desa Tanjung Sari. Acara ini menjadi ruang strategis bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai kecamatan untuk saling berbagi wawasan, pengalaman, serta memperkuat peran sebagai penyebar informasi yang edukatif dan membangun.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan KIM dari Kecamatan Jatinangor, Cimanggung, Tanjungsari, Sukasari, Pamulihan, hingga Rancakalong. Kehadiran lintas wilayah ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, cerdas, dan berdaya guna bagi masyarakat tidak ketinggalan kepala desa tanjungsari heri supriadi sebagai tuan rumah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, yang menegaskan pentingnya literasi digital sebagai pondasi utama dalam menghadapi derasnya arus informasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa KIM memiliki peran vital sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya.
Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Yomanius Untung. Ia menggarisbawahi pentingnya pesan strategis KIM di tengah era digitalisasi yang kian masif. Menurutnya, KIM harus mampu bertransformasi menjadi agen literasi yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mampu menangkal hoaks serta membangun kesadaran kritis masyarakat.
Materi utama disampaikan oleh Komisioner KPID Jawa Barat, Achmad Abdul Basith, yang mengupas tentang kekuatan dan peluang konten lokal dalam ekosistem digital. Ia menyoroti bahwa konten berbasis kearifan lokal memiliki daya tarik tersendiri dan dapat menjadi identitas kuat daerah jika dikemas secara kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selanjutnya, narasumber Najib Hendra membawakan materi tentang pentingnya public speaking. Ia menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu keterampilan penting bagi anggota KIM agar mampu menyampaikan informasi secara jelas, persuasif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Tidak kalah penting, Diah Gusrayani turut memberikan pemaparan mengenai peran KIM sebagai mitra diseminasi informasi pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa KIM memiliki posisi strategis dalam menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat secara efektif, sekaligus menjadi sarana umpan balik dari masyarakat kepada pemerintah menyaring dulu infirmasi sebelum di publikasikan itu salah satu kunci utama.ungkapnya
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga mempererat jejaring antar-KIM di wilayah Sumedang dan sekitarnya. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan KIM mampu menjadi motor penggerak literasi digital yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan bijak dalam bermedia.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, peran KIM semakin relevan sebagai penjaga kualitas informasi. Dari desa, untuk Indonesia—literasi digital tumbuh, masyarakat pun tangguh.

EKOSISTEM BUDAYA KASUMEDANGAN VOL. 19 Geotheater Rancakalong Jadi Panggung Harmoni Generasi MudaSumedang (Sinfonews)Ranc...
11/04/2026

EKOSISTEM BUDAYA KASUMEDANGAN VOL. 19 Geotheater Rancakalong Jadi Panggung Harmoni Generasi Muda

Sumedang (Sinfonews)Rancakalong kembali bergema oleh semangat budaya dalam gelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 19 yang berlangsung meriah di kawasan Geotheater Rancakalong. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya tidak hanya dijaga, tetapi juga terus dihidupkan oleh generasi muda melalui ruang ekspresi yang kreatif dan edukatif.
Suasana alam terbuka yang asri berpadu dengan semangat para pelajar dari berbagai sekolah, menjadikan acara ini terasa istimewa. Penampilan demi penampilan tersaji dengan penuh penghayatan, menghadirkan kekayaan seni tradisional khas Sumedang yang dikemas dengan sentuhan kekinian.
Partisipasi aktif datang dari siswa-siswi SDN Citungku, SDN Darangdan Tingkat, SDN Pasirbenteng II, serta SMPN 1 Rancakalong. Mereka tampil memukau melalui beragam kesenian, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan teatrikal yang sarat makna budaya. Setiap gerakan dan alunan musik menjadi simbol kecintaan terhadap identitas lokal yang terus dijaga.
Tak hanya menjadi ajang pertunjukan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran budaya yang kontekstual. Para siswa tidak hanya tampil, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofi di balik setiap kesenian yang mereka bawakan. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang berakar pada budaya.
Geotheater Rancakalong sendiri semakin menunjukkan perannya sebagai ruang budaya yang strategis. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi pertunjukan, tetapi juga wadah kolaborasi lintas generasi dalam melestarikan kearifan lokal.
Dengan terselenggaranya Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 19, harapan akan keberlanjutan budaya daerah semakin kuat. Generasi muda Rancakalong telah membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, budaya tetap dapat hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama.

31/03/2026

Halal Bihalal Kecamatan Rancakalong

Mudik ke Sumedang makin tenang, karena semua informasi ada di tangan.Lewat lebaran.sumedangkab.go.id, wargi bisa memanta...
13/03/2026

Mudik ke Sumedang makin tenang, karena semua informasi ada di tangan.

Lewat lebaran.sumedangkab.go.id, wargi bisa memantau kondisi Sumedang secara real-time selama Lebaran. Mulai dari CCTV lalu lintas, titik rawan macet dan kecelakaan, kondisi jalan, layanan darurat, hingga rekomendasi tempat wisata.
Jadi perjalanan lebih aman, nyaman, dan terencana.

Sebelum berangkat, cek dulu informasinya di
lebaran.sumedangkab.go.id. Mudik tenang, liburan pun senang.

07/03/2026

Kafilah Polres Sumedang Siap Meriahkan Semarak Ramadhan 1447 H Polda Jabar
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta syiar Islam di tengah masyarakat. Dalam rangka memeriahkan Semarak Ramadhan 1447 Hijriah, Polda Jawa Barat menggelar berbagai perlombaan bernuansa islami yang melibatkan perwakilan dari seluruh jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat.
Sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut, Kasat Binmas Polres Sumedang, Taufik Risnandar, S.H., C.PHR., C.HRA, mengirimkan kafilah utusan dari Polres Sumedang untuk mengikuti rangkaian lomba Semarak Ramadhan Polda Jabar tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, dengan beberapa cabang lomba yang dipertandingkan, di antaranya Lomba Marawis, Lomba Dai, dan Tilawah Al-Qur’an.
Untuk cabang Tilawah Al-Qur’an, perlombaan akan dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Misbahunur yang beralamat di Jalan Kolonel Masturi No. 272, Lingkungan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sementara itu, lomba Dai akan digelar di Pondok Pesantren Nurul Iman yang berada di Jalan Cibaduyut Raya Blok TVRI 3, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Adapun lomba Marawis akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Basyariah di Jalan Mahmud Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Dalam ajang tersebut, Polres Sumedang mengirimkan peserta terbaiknya dari berbagai daerah di Kabupaten Sumedang. Untuk cabang Tilawah Al-Qur’an, diwakili oleh Sahlin Nurihsan yang berasal dari Dusun Kaum Kaler, Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Sementara itu, pada cabang lomba Dai, Polres Sumedang mengutus Arya Miguna dari Dusun Cipareuag, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Untuk memeriahkan cabang seni islami, lomba Marawis akan diwakili oleh Grup Marawis Rudhan Najah, yang siap menampilkan kemampuan terbaiknya dalam melantunkan irama shalawat dan musik tradisional islami yang penuh semangat dan kekhidmatan.
Keikutsertaan kafilah dari Polres Sumedang ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kepolisian dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang untuk menebarkan syiar, seni, dan dakwah Islam secara luas.
Dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah, kafilah Polres Sumedang optimistis dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah dalam ajang Semarak Ramadhan Polda Jawa Barat 2026. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dakwah, dan seni islami di tengah kehidupan sehari-hari.

25/02/2026

Kabar sumedang

17/02/2026

Ibing tarawangsa

Dengan Humas Sumedang – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉
16/02/2026

Dengan Humas Sumedang – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉

14/02/2026

Ekosistem Budaya Kasumedangan kembali menggema di Alun-Alun Kabupaten Sumedang, menghadirkan ruang temu antara tradisi, kreativitas, dan kebanggaan akan jati diri daerah. Mengusung tema “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu”, perhelatan ini menjadi refleksi nilai penghormatan, pengagungan, dan penghayatan terhadap sosok pemimpin sebagai simbol kebijaksanaan dan pengayoman dalam khazanah budaya Sunda.
Tema tersebut bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan filosofi yang hidup dalam setiap rangkaian acara. “Pangjajap Rasa” menggambarkan penghantaran rasa hormat dan bakti yang tulus, sementara “Panghiap Ratu” memaknai pengagungan terhadap nilai kepemimpinan yang arif, adil, dan melindungi rakyatnya. Dalam konteks budaya Kasumedangan, ratu bukan hanya figur, tetapi representasi martabat, kehormatan, dan tatanan sosial yang dijaga bersama.
Sepanjang kegiatan, berbagai elemen seni tradisi tampil memukau—mulai dari tari, musik, hingga pertunjukan rakyat—yang seluruhnya merangkai pesan tentang harmoni antara pemimpin dan masyarakat. Busana adat, irama kendang, serta lantunan tembang Sunda menjadi medium penyampai makna, menghadirkan suasana yang sakral sekaligus membumi.
Ekosistem Budaya Kasumedangan juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukanlah upaya yang berdiri sendiri. Ia tumbuh dari kolaborasi seniman, budayawan, pemerintah, komunitas, hingga generasi muda yang bersama-sama menjaga warisan leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan ini menjadi jangkar identitas, meneguhkan kembali nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Melalui tema “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu”, masyarakat diajak untuk tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga merenungkan makna kepemimpinan yang berakar pada budaya. Bahwa penghormatan lahir dari ketulusan, dan kebesaran tercipta dari kebijaksanaan. Inilah semangat Kasumedangan—budaya yang hidup, dijunjung, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

14/02/2026

Gelar Ekosistem Budaya Kasumedangan

Ekosistem Budaya Kasumedangan kembali menggema di Alun-Alun Kabupaten Sumedang, menghadirkan ruang temu antara tradisi, kreativitas, dan kebanggaan akan jati diri daerah. Mengusung tema “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu”, perhelatan ini menjadi refleksi nilai penghormatan, pengagungan, dan penghayatan terhadap sosok pemimpin sebagai simbol kebijaksanaan dan pengayoman dalam khazanah budaya Sunda.
Tema tersebut bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan filosofi yang hidup dalam setiap rangkaian acara. “Pangjajap Rasa” menggambarkan penghantaran rasa hormat dan bakti yang tulus, sementara “Panghiap Ratu” memaknai pengagungan terhadap nilai kepemimpinan yang arif, adil, dan melindungi rakyatnya. Dalam konteks budaya Kasumedangan, ratu bukan hanya figur, tetapi representasi martabat, kehormatan, dan tatanan sosial yang dijaga bersama.
Sepanjang kegiatan, berbagai elemen seni tradisi tampil memukau—mulai dari tari, musik, hingga pertunjukan rakyat—yang seluruhnya merangkai pesan tentang harmoni antara pemimpin dan masyarakat. Busana adat, irama kendang, serta lantunan tembang Sunda menjadi medium penyampai makna, menghadirkan suasana yang sakral sekaligus membumi.
Ekosistem Budaya Kasumedangan juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukanlah upaya yang berdiri sendiri. Ia tumbuh dari kolaborasi seniman, budayawan, pemerintah, komunitas, hingga generasi muda yang bersama-sama menjaga warisan leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan ini menjadi jangkar identitas, meneguhkan kembali nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Melalui tema “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu”, masyarakat diajak untuk tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga merenungkan makna kepemimpinan yang berakar pada budaya. Bahwa penghormatan lahir dari ketulusan, dan kebesaran tercipta dari kebijaksanaan. Inilah semangat Kasumedangan—budaya yang hidup, dijunjung, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Address

Rancakalong
Sumedang
45361

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KIM Rancakalong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share