Fazmaag

Fazmaag Resep kuno Asia, Timur Tengah dan, Nusantara yang efektif dalam meredakan Asam Lambung/Maag

Saat Maag Menyerang, Inilah Hal-Hal yang Bisa DilakukanNampaknya maag adalah salah satu dari berbagai penyakit seputar p...
03/04/2023

Saat Maag Menyerang, Inilah Hal-Hal yang Bisa Dilakukan

Nampaknya maag adalah salah satu dari berbagai penyakit seputar pencernaan yang paling sering terjadi. Karena ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tak sedikit pengidapnya yang benar-benar harus menjaga pola makannya agar gejala tak kambuh. Kondisi ini sebetulnya bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala dari gangguan pencernaan lain.

Seorang dokter akan mendiagnosis penyakit maag atau dispepsia jika seseorang memiliki satu atau lebih dari gejala seperti nyeri yang berhubungan dengan sistem pencernaan, sensasi terbakar di saluran pencernaan, merasa terlalu kenyang setelah makan, merasa kenyang terlalu cepat saat makan, atau merasa kembung dan mual. Seseorang bahkan bisa saja mengalami gejala maag meskipun mereka belum makan dalam jumlah besar.

Tindakan Saat Maag Menyerang
Pengobatan untuk maag biasanya tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Sering kali mengobati kondisi yang mendasari atau mengganti pengobatan seseorang akan mengurangi dispepsia.

Perubahan Gaya Hidup

Untuk gejala ringan dan yang jarang kambuh, perubahan gaya hidup dapat membantu, misalnya:

Menghindari atau membatasi asupan makanan pemicu, seperti gorengan, cokelat, bawang merah, dan bawang putih.

Minum air putih sebagai pengganti soda.
Membatasi asupan kafein dan alkohol.
Makan makanan kecil lebih sering.
Makan perlahan.
Mempertahankan berat badan sehat.
Menghindari pakaian yang ketat.
Menunggu 3 jam setelah makan jika ingin tidur
Mengangkat kepala tempat tidur atau meninggikan bantal.
Menghindari atau berhenti merokok

Pengobatan Sakit Maag
Sementara itu, untuk gejala yang parah atau sering terjadi, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan. Kamu perlu mendiskusikan dahulu dengan dokter, misalnya dengan dokter di Halodoc tentang pilihan yang sesuai dan kemungkinan efek samping.

Ada berbagai macam pengobatan dan perawatan yang tersedia, tergantung pada penyebab maag. Pilihan pengobatan tersebut meliputi:

Antasida. Obat ini akan bekerja dengan melawan efek asam lambung. Ini adalah obat yang dijual bebas dan tidak memerlukan resep. Seorang dokter biasanya akan merekomendasikan obat antasida sebagai salah satu perawatan pertama untuk maag.
Antagonis Reseptor H-2. Obat ini akan mengurangi kadar asam lambung dan lebih efektif daripada antasida. Beberapa tersedia bebas, tetapi ada juga jenis yang perlu resep dokter karena mungkin membawa risiko efek samping.
Penghambat P***a Proton (PPI). PPI mengurangi asam lambung dan lebih kuat dari antagonis reseptor H-2.
Prokinetik. Jenis obat ini dapat membantu meningkatkan pergerakan makanan melalui perut. Namun obat ini memiliki efek samping, termasuk kelelahan, depresi, kecemasan, dan kejang otot.
Antibiotik. Jika infeksi Helicobacter pylori menyebabkan tukak lambung yang mengakibatkan gangguan pencernaan, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Efek sampingnya mungkin termasuk sakit perut, diare, dan infeksi jamur.
Antidepresan. Terkadang, masalah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan masalah pencernaan. Antidepresan dosis rendah dapat membantu mengatasinya penyakit maag.

Waktu Tepat untuk Pergi ke Dokter
Banyak orang mengalami maag ringan dari waktu ke waktu dan mengelolanya dengan perubahan gaya hidup atau pengobatan. Namun, siapa pun yang sering mengalami gangguan pencernaan atau gejala yang memburuk harus mencari bantuan medis. Kamu harus menemui dokter jika mereka memiliki gejala berikut bersamaan dengan gangguan pencernaan:

Sakit perut yang parah.
Perubahan gerakan usus.
Sering muntah, terutama dengan bekas darah.
darah di tinja atau tinja berwarna hitam.
Benjolan di daerah perut.
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Anemia.
Secara umum, kerap merasa tidak sehat.
Kesulitan menelan makanan.
Warna kuning di mata dan kulit.
Sesak napas.
Berkeringat.
Nyeri dada yang menyebar ke rahang, lengan, atau leher.

Sumber : halodoc

Maag Kambuh Saat Puasa, Begini Cara MengatasinyaTak terasa, bulan Ramadan sudah tinggal hitungan hari. Artinya, kamu aka...
03/04/2023

Maag Kambuh Saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

Tak terasa, bulan Ramadan sudah tinggal hitungan hari. Artinya, kamu akan menjalani ibadah puasa selama kurang lebih 30 hari lamanya. Bukan tidak mungkin akan terjadi segala perubahan kebiasaan, termasuk kebiasaan tidur dan pola makan serta gaya hidup. Puasa memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun bagaimana dengan mereka yang memiliki maag?

Wajar adanya jika maag kambuh saat puasa, karena perut tidak terisi oleh makanan maupun minuman hingga lebih dari 12 jam. Hal ini memicu kenaikan asam lambung, salah satu penyebab utama terjadinya penyakit maag. Jika tidak lagi bisa ditahan, mau tidak mau kamu harus membatalkan puasa karena rasa mual yang sangat mengganggu.

Pastinya, kamu tidak ingin puasa lebih banyak batal karena hal ini bukan? Nah, supaya tidak terjadi, ikuti cara mudah berikut ini yuk!

Jangan Menunda Buka Puasa
Terkadang, aktivitas kamu yang pada membuat kamu tidak sempat berbuka tepat pada waktunya. Namun, pengidap maag harus tahu, bahwa tidak menyegerakan berbuka akan membiarkan perut kosong lebih lama lagi, dan ini membuat maag yang kamu alami semakin buruk. Jadi, di mana saja kamu berada, selalu berbuka puasa tepat pada waktunya. Bawa air mineral dan sedikit makanan ringan untuk berjaga-jaga, siapa tahu kamu sedang dalam perjalanan ketika waktu buka puasa tiba.

Makan Sahur Itu Wajib
Anjuran paling utama untuk pengidap maag adalah makan tepat pada waktunya. Ketika kamu sedang berpuasa, maka tidak boleh melewatkan waktu makan sahur, karena di waktu ini p**a kamu harus mengonsumsi obat supaya tidak mengalami maag kambuh saat puasa. Waktu krusial kambuhnya maag antara pukul 10 hingga 14.00 atau ketika jam makan siang tiba.

Jangan Dekati Pemicunya
Tergiur dengan makanan dan minuman yang terasa enak dipandang? Hati-hati, karena belum tentu semuanya enak dikonsumsi, terlebih jika kamu memiliki riwayat penyakit maag. Saat sahur dan berbuka, jangan sampai kamu mengonsumsi terlalu banyak makanan pedas, asam, dan berlemak. Hindari juga minuman seperti kopi dan soda karena memicu meningkatnya asam lambung dan membuat dehidrasi. Pun, kamu tidak boleh terlalu stres bekerja ketika sedang berpuasa.

Pilih Makanan dan Minuman yang Aman untuk Menu Sahur dan Berbuka
Puasa membuat waktu makan kamu mengalami perubahan. Jika awalnya kamu makan 3 kali dalam sehari, saat berpuasa kamu hanya makan sebanyak 2 kali. Jika pencernaan kamu tidak siap, maag kambuh saat puasa bukan lagi menjadi hal yang tidak mungkin terjadi.

Oleh karena itu, kamu harus memilih menu yang tepat untuk makan sahur. Perbanyak konsumsi makanan berserat, karena ini akan membuat kamu kenyang lebih lama, sehingga kamu tidak merasa lapar saat sedang berpuasa dan maag bisa dihindari. Jangan makan mie instan dan pasta baik saat sahur maupun berbuka, karena memicu terjadinya pengikisan dinding lambung.

Sumber : halodoc

8 Menu Sahur yang Aman untuk Penderita Maag, Cegah KambuhMenu sahur yang aman untuk penderita maag perlu benar-benar dip...
03/04/2023

8 Menu Sahur yang Aman untuk Penderita Maag, Cegah Kambuh

Menu sahur yang aman untuk penderita maag perlu benar-benar diperhatikan agar puasa lancar. Ibadah puasa Ramadan tentunya menjadi tantangan yang cukup berat bagi penderita maag. Menu sahur yang tepat dapat menjaga kondisi lambung penderita maag agar tidak semakin parah.

Peningkatan asam lambung adalah salah satu komplikasi yang mungkin dicemaskan oleh penderitas maag saat puasa. Oleh karena itu, menu sahur yang aman bagi lambung perlu kamu pahami. Hal ini tentunya juga berlaku saat berbuka puasa.

Menu sahur yang aman untuk penderita maag tentunya juga perlu diikuti dengan pola makan yang baik. Dalam menghindari maag kambuh, kamu bisa makan sahur mendekati waktu imsak. Hal ini untuk menghindari kebiasaan langsung tidur setelah makan. Pasalnya, langsung tidur setelah makan sahur dapat meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.

Berikut tentang menu sahur yang aman untuk penderita maag.

Menu Sahur yang Aman untuk Penderita Maag

Makanan dengan Bumbu Sederhana

Menu sahur yang aman untuk penderita maag salah satunya adalah makanan berbumbu sederhana. Kamu bisa memasak sendiri menggunakan bumbu sederhana seperti bawang putih, merica, dan garam untuk makan sahur.

Jadi, kamu harus menghindari makanan pedas, kaya bumbu, dan asam yang cenderung mengiritasi saluran cerna. Kamu harus berusaha menghindari menu sahur dengan kandungan bumbu seperti tomat, jeruk, lemon, serta jeruk bali.

Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks juga akan sangat membantu sebagai menu sahur yang aman untuk penderitam maag. Hal ini disebabkan karena pemilihan jenis karbohidrat ini akan membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

Jadi saat sahur kamu bisa memilih menu makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti sereal, oatmeal, granola, atau nasi merah. Maka dari itu, pilihlah karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat sederhana seperti roti dan biskuit.

Sayuran

Makan sayuran yang cukup ketika sahur akan membantu mencegah asam lambung naik. Hal ini tentunya perlu kamu terapkan sebagai menu sahur yang aman untuk penderita maag. Jenis sayuran yang bisa jadi pilihan kamu antara lain bayam, asparagus, hingga pakcoy.

Sebagai informasi, asparagus bersifat alkali, sehingga baik untuk kesehatan lambung. Selain itu, sayuran hijau seperti pokcoy juga membantu membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Bila kamu memiliki penyakit mag, deretan asupan di atas sangat baik untuk dikonsumsi sebagai menu sahur.

Kurma

Salah satu menu sahur yang aman untuk penderita maag adalah kurma. Makanan satu ini tentunya sangat identik dengan bulan Ramadan. Tidak hanya perlu dikonsumsi saat sahur saja, kamu juga bisa mengonsumsinya saat berbuka puasa. Kurma adalah makanan kaya akan gula, serat, kalium, dan magnesium, sehingga baik untuk penderita mag.

Kacang Almond

Kacang almond maupun susu almond juga bisa dijadikan menu sahur yang aman untuk penderita maag. Baik dikonsumsi dalam bentuk kacang-kacangan maupun susu, almond sama-sama baik bagi tubuh. Hal ini disebabkan karena keduanya mengandung protein dan serat yang tinggi.

Jus yang Tidak Asam

Jus buah asli mengandung serat yang tinggi, sehingga membantu mempertahankan rasa kenyang. Kamu bisa menjadikan jus buah tanpa tambahan sebagai menu sahur yang aman untuk penderita maag.

Selain itu, buah juga mengandung kalium, sehingga baik dikonsumsi penderita mag. Beberapa buah yang direkomendasikan adalah melon dan pisang. Keduanya bersifat alkali, sehingga baik dikonsumsi untuk mengatasi keluhan mag.

Hindari Merokok, Kafein, dan Soda

Saat puasa, usahakan untuk berhenti melakukan kebiasaan kamu merokok, minum kopi, soda atau teh, terutama saat sahur. Hal ini disebabkan karena semuanya memiliki efek yang tidak bak untuk tubuh dan dapat memicu maag.

Rokok berhubungan dengan mag dan tukak lambung. Sedangkan kopi, soda, dan teh bersifat diuretik, yang akan membuat kamu lebih sering buang air kecil. Sehingga, mineral ikut terbuang bersama urine. Padahal, mineral tertentu dibutuhkan selama waktu panjang berpuasa.

Minum Obat Maag

Selain mengikuti menu sahur yang aman untuk penderita maag, kamu tetap perlu mengonsumsi obat maag agar kesehatan terjaga. Namun, sebelumnya konsultasikan dengan dokter mengenai perlu atau tidaknya minum obat mag ketika menjalankan puasa.

Sebisa mungkin, konsumsi obat berdasarkan saran dokter, agar kamu terhindar dari efek samping yang justru dapat memperparah kondisi maag.

Sumber : Liputan 6

16/03/2023

Mau sembuh dari Maag dengan bahan natural dan cepat, Fazmaag aja.
Ada diskon khusus lho, jangan sampai terlewat ya.

05/03/2023

Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat

Hampir setiap orang mungkin pernah makan makanan yang digoreng, setidaknya sekali saja. Memang, makanan yang digoreng punya rasa yang lebih lezat dan gurih. Ini yang membuat banyak orang s**a makan gorengan. Namun terlalu sering makan gorengan katanya bisa bikin tubuh jadi gemuk. Sebenarnya, apakah semua makanan yang digoreng sudah pasti tidak sehat? Adakah cara supaya gorengan tersebut jadi lebih sehat? Simak jawabannya di sini.

Tidak semua makanan yang digoreng sama, tergantung dengan proses memasaknya
Tak semua makanan yang digoreng dimasak dengan proses yang sama. Ada dua jenis teknik menggoreng, yaitu:

Cek Kesehatan
Home
Nutrisi
Tips Makan Sehat
Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic

Ditulis oleh dr. Ivena · Tanggal diperbarui 18/12/2020

Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat

Hampir setiap orang mungkin pernah makan makanan yang digoreng, setidaknya sekali saja. Memang, makanan yang digoreng punya rasa yang lebih lezat dan gurih. Ini yang membuat banyak orang s**a makan gorengan. Namun terlalu sering makan gorengan katanya bisa bikin tubuh jadi gemuk. Sebenarnya, apakah semua makanan yang digoreng sudah pasti tidak sehat? Adakah cara supaya gorengan tersebut jadi lebih sehat? Simak jawabannya di sini.

Iklan

Tidak semua makanan yang digoreng sama, tergantung dengan proses memasaknya
Tak semua makanan yang digoreng dimasak dengan proses yang sama. Ada dua jenis teknik menggoreng, yaitu:
IKLAN

Lanjutkan Membaca

Teknik deep frying, yaitu menggoreng makanan menggunakan minyak banyak. Teknik ini membuat makanan tercelup ke dalam minyak panas.
Teknik shallow frying, yaitu teknik yang menggunakan minyak dikit. Biasanya teknik ini membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa bikin makanan matang ketimbang teknik deep frying.
Makanan yang digoreng telah punya cap yang buruk, karena bisa menyebabkan timbulnya penyakit kronis seperti jantung. Ya, memang telah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Semua makanan yang digoreng cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi ketimbang makanan yang tak digoreng. Jadi akan sangat mudah membuat tumpukan lemak menebal dan akhirnya berat badan pun naik.

Teknik menggoreng juga memengaruhi kandungan kalori yang ada di dalam makanan. Makanan yang digoreng dapat menyerap minyak sebanyak 2-13 gram per 100 gram makanan yang mentah, seperti misalnya daging, ikan, kentang, bahkan hingga sayuran.

Tidak hanya itu, kandungan lemak trans dan lemak jenuh pada gorengan ternyata juga dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk anda dan meningkatkan risiko anda terkena penyakit jantung.

Teknik deep frying cenderung menghasilkan makanan yang lebih tinggi kalori ketimbang shallow frying, karena metode ini membuat makanan menyerap lebih banyak minyak. Semakin banyak minyak yang diserap, makin banyak p**a lemak dan kalori yang Anda dapatkan.

Tak masalah jika sesekali makan makanan yang digoreng
Meski predikat makanan yang digoreng sudah buruk tapi sebenarnya tak masalah jika Anda ingin sesekali makan makanan yang digoreng. Makanan ini juga tak sejahat yang Anda pikirkan, karena kandungan vitamin B1, B2, B6 dan vitamin C dalam makanan tersebut cenderung bertahan, tak seperti ketika Anda mengukus atau merebus. Asalkan Anda bisa mengendalikan dan membatasi diri, maka sah-sah saja jika mau makan gorengan sesekali.

Mungkin terkadang Anda merasa sangat ingin makan makanan yang digoreng. Jika sedang ngidam seperti itu, Anda bisa kok mengakali makanan tersebut jadi lebih sehat, sehingga Anda tak merasa begitu bersalah ketika memakannya.

Untuk dapat membuat camilan gorengan Anda menjadi lebih sehat, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

Pilih minyak dengan smoke point tinggi
Smoke point sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pada suhu berapa minyak akan dipecah. Semakin tinggi kadarnya, ternyata semakin baik, karena Anda dapat memasak dengan lebih cepat dan lebih sedikit p**a minyak yang akan diserap.

Salah satu minyak yang memiliki kadar smoke point yang tinggi adalah minyak canola, jadi tidak ada salahnya bila anda ingin mencoba menggoreng menggunakan minyak tersebut.

Pilih minyak dengan kandungan lemak tak jenuh
Anda juga dapat mencoba menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh, karena jenis lemak ini baik bagi tubuh anda. Beberapa contoh minyak yang mengandung lemak jenis ini, yaitu minyak canola, minyak jagung dan sunflower oil.

home
Cari HelloSehat
Kategori

Cek Kesehatan

Booking Dokter

Komunitas

Galeri Fokus
Lihat Fokus Lainnya
Kalbe Health Corner
Kalbe Health Corner

Jumlah Kalori Makanan Kita
Jumlah Kalori Makanan Kita

Panduan Lengkap P3K
Panduan Lengkap P3K

Panduan Lengkap Senam Hamil

Cek Kesehatan
Home
Nutrisi
Tips Makan Sehat
Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic

Ditulis oleh dr. Ivena · Tanggal diperbarui 18/12/2020

Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat

Hampir setiap orang mungkin pernah makan makanan yang digoreng, setidaknya sekali saja. Memang, makanan yang digoreng punya rasa yang lebih lezat dan gurih. Ini yang membuat banyak orang s**a makan gorengan. Namun terlalu sering makan gorengan katanya bisa bikin tubuh jadi gemuk. Sebenarnya, apakah semua makanan yang digoreng sudah pasti tidak sehat? Adakah cara supaya gorengan tersebut jadi lebih sehat? Simak jawabannya di sini.

Iklan

Tidak semua makanan yang digoreng sama, tergantung dengan proses memasaknya
Tak semua makanan yang digoreng dimasak dengan proses yang sama. Ada dua jenis teknik menggoreng, yaitu:
IKLAN

Lanjutkan Membaca

Teknik deep frying, yaitu menggoreng makanan menggunakan minyak banyak. Teknik ini membuat makanan tercelup ke dalam minyak panas.
Teknik shallow frying, yaitu teknik yang menggunakan minyak dikit. Biasanya teknik ini membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa bikin makanan matang ketimbang teknik deep frying.
Makanan yang digoreng telah punya cap yang buruk, karena bisa menyebabkan timbulnya penyakit kronis seperti jantung. Ya, memang telah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Semua makanan yang digoreng cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi ketimbang makanan yang tak digoreng. Jadi akan sangat mudah membuat tumpukan lemak menebal dan akhirnya berat badan pun naik.

Teknik menggoreng juga memengaruhi kandungan kalori yang ada di dalam makanan. Makanan yang digoreng dapat menyerap minyak sebanyak 2-13 gram per 100 gram makanan yang mentah, seperti misalnya daging, ikan, kentang, bahkan hingga sayuran.

Tidak hanya itu, kandungan lemak trans dan lemak jenuh pada gorengan ternyata juga dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk anda dan meningkatkan risiko anda terkena penyakit jantung.

Teknik deep frying cenderung menghasilkan makanan yang lebih tinggi kalori ketimbang shallow frying, karena metode ini membuat makanan menyerap lebih banyak minyak. Semakin banyak minyak yang diserap, makin banyak p**a lemak dan kalori yang Anda dapatkan.

Tak masalah jika sesekali makan makanan yang digoreng
Meski predikat makanan yang digoreng sudah buruk tapi sebenarnya tak masalah jika Anda ingin sesekali makan makanan yang digoreng. Makanan ini juga tak sejahat yang Anda pikirkan, karena kandungan vitamin B1, B2, B6 dan vitamin C dalam makanan tersebut cenderung bertahan, tak seperti ketika Anda mengukus atau merebus. Asalkan Anda bisa mengendalikan dan membatasi diri, maka sah-sah saja jika mau makan gorengan sesekali.

Mungkin terkadang Anda merasa sangat ingin makan makanan yang digoreng. Jika sedang ngidam seperti itu, Anda bisa kok mengakali makanan tersebut jadi lebih sehat, sehingga Anda tak merasa begitu bersalah ketika memakannya.

Untuk dapat membuat camilan gorengan Anda menjadi lebih sehat, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

Pilih minyak dengan smoke point tinggi
Smoke point sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pada suhu berapa minyak akan dipecah. Semakin tinggi kadarnya, ternyata semakin baik, karena Anda dapat memasak dengan lebih cepat dan lebih sedikit p**a minyak yang akan diserap.

Salah satu minyak yang memiliki kadar smoke point yang tinggi adalah minyak canola, jadi tidak ada salahnya bila anda ingin mencoba menggoreng menggunakan minyak tersebut.

Pilih minyak dengan kandungan lemak tak jenuh
Anda juga dapat mencoba menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh, karena jenis lemak ini baik bagi tubuh anda. Beberapa contoh minyak yang mengandung lemak jenis ini, yaitu minyak canola, minyak jagung dan sunflower oil.

Jangan gunakan minyak berulang kali
Jangan sampai Anda menggunakan minyak goreng berkali-kali. Maksimal penggunaan minyak yang sehat adalah 2 kali saja. Lebih dari itu, minyak Anda sudah mengandung lemak trans yang tinggi dan ini yang membuat Anda berisiko alami penyakit kronis.

Hindari menggoreng makanan dalam waktu yang lama
Jangan menggoreng makanan terlalu lama karena dapat menurunkan kandungan nutrisi pada makanan. Bahkan, makanan yang digoreng terlalu lama, atau pada suhu yang terlalu tinggi, hingga gosong, ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan anda.

Pasalnya, semakin gelap dan gosong makanan tersebut, maka semakin tinggi kandungan acrylamide. Pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, mungkin tidak ada masalah saat memakan makanan yang mengandung acrylamide dalam batasan tidak terlalu banyak.

Namun, pada mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker, hal ini perlu sangat diwaspadai, karena kandungan acrylamide dapat memicu terjadinya kanker.

Lakukan tips sehat ini setelah makan makanan yang digoreng
Setelah makan makanan yang digoreng, pasti Anda merasa sangat kenyang dan takut jika berat badan Anda telah naik. Nah, untuk mencegah hal itu terjadi Anda bisa melakukan tips berikut ini:

Berolahraga dengan teratur
Minumlah air putih sebanyak 8 gelas per hari.
Batasi asupan makanan yang kaya akan lemak dan gula. Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti pada buah dan sayuran.
Jangan melewatkan waktu makan anda, karena hal ini hanya dapat membuat menjadi terlalu lapar dan akan makan dalam jumlah yang berlebih
Tidurlah secara cukup, yaitu selama 7-9 jam per hari.
Cobalah untuk memakan makanan yang diproses dengan cara dikukus atau direbus.

Sekali lagi, tak masalah jika sesekali Anda makan makanan yang digoreng. Namun, ingat jika makanan yang digoreng tetap punya kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang diolah dengan cara lain.

Sumber : hellosehat

7 Bahaya Sering Makan Makanan BerminyakJika Anda sering kesulitan menahan godaan untuk menikmati makanan berminyak, Anda...
05/03/2023

7 Bahaya Sering Makan Makanan Berminyak

Jika Anda sering kesulitan menahan godaan untuk menikmati makanan berminyak, Anda tidak sendirian dalam hal ini. Meski hampir semua orang tahu bahwa makanan tinggi minyak bukanlah makanan sehat, menghindarinya memang sangatlah sulit.

Makanan berminyak berkandungan lemak tinggi. Jenis lemak pada makanan ini biasanya juga merupakan lemak “jahat” yang merugikan kesehatan. Lantas, apa saja dampak yang mungkin muncul saat sering makan makanan mengandung minyak?

Bahaya makanan berminyak bagi kesehatan
Salah satu cara memasak yang mudah dan praktis yakni menggoreng. Itulah mengapa Anda bisa menemukan makanan mengandung minyak di mana saja, mulai dari restoran cepat saji, pusat jajanan, kaki lima, hingga dapur Anda sendiri.
Jika Anda hanya mengonsumsinya sesekali dalam sebulan, mungkin tidak akan muncul masalah pada tubuh Anda. Namun, dalam jumlah banyak atau jangka panjang, minyak pada makanan dapat menimbulkan masalah kesehatan sebagai berikut.

1. Gangguan sistem pencernaan
Minyak berlebih yang Anda dapatkan saat makan gorengan bisa memberikan tekanan pada sistem pencernaan. Ini karena proses pencernaan lemak lebih lama dibandingkan zat gizi lainnya sehingga lemak bertahan lebih dalam dalam perut Anda.

Sistem pencernaan akhirnya bekerja lebih berat untuk memecah makanan yang berasal dari makanan berminyak. Lama-kelamaan, Anda mungkin mengalami keluhan seperti kembung, mual, atau sakit perut.

Makanan ini juga bisa memicu gejala pada orang yang mengalami penyakit pada sistem pencernaan seperti sindrom iritasi usus (IBS), pankreatitis kronis, atau muntaber. Mereka mungkin mengalami kram, sakit perut, dan diare.

2. Mematikan bakteri baik dalam usus
Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa apa yang Anda makan memengaruhi keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Usus Anda memiliki bakteri baik yang bertugas menjaga kekebalan tubuh dan membantu beberapa fungsi lainnya.

Konsumsi makanan berminyak yang berlebih dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus. Lemak akan mematikan bakteri baik sehingga jumlah bakteri merugikan menjadi lebih banyak.

Perubahan jumlah bakteri usus tidak hanya dapat memengaruhi kekebalan tubuh, tapi juga pencernaan serat, berat badan, kesehatan jantung, hingga kesehatan pencernaan secara umum. Jadi, mulailah membatasi konsumsi makanan yang tinggi akan minyak.

3. Memicu pertumbuhan jerawat
Jerawat memang tidak langsung muncul setelah Anda makan gorengan atau makanan lainnya yang banyak mengandung minyak. Meski begitu, asupan minyak yang berlebih lambat laun dapat mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Gangguan hormon merupakan salah satu penyebab munculnya jerawat. Tak hanya itu, makanan yang mengandung minyak bisa merangsang kerja kelenjar minyak pada kulit. Akibatnya, minyak berlebih menutup pori dan menjadi awal munculnya jerawat.

Anda mungkin menyadari kalau sebagian besar makanan berminyak juga mengandung gula. Lemak dan gula yang berlebih dapat memperparah peradangan di dalam tubuh. Jerawat akhirnya tidak hanya sulit sembuh, tapi juga bisa bertambah parah.

4. Meningkatkan risiko obesitas
Lemak dan minyak sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas. Tidak heran mengingat makanan tinggi lemak memang mengandung lebih banyak kalori. Sebagai gambaran, tiap 1 gram lemak dapat menyumbangkan sekitar 9 kalori untuk tubuh Anda.

Jika Anda sering makan makanan berminyak, asupan kalori harian tentu semakin banyak. Misalnya saja, kalori pada tahu goreng bisa mencapai lebih dari 100 kkal. Kini bayangkan sebanyak apa asupan kalori Anda bila Anda makan gorengan setiap hari.

Asupan lemak yang tidak diiringi pola makan dan gaya hidup sehat bisa meningkatkan risiko kegemukan hingga obesitas. Keduanya merupakan faktor risiko dari beragam penyakit, mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga radang sendi.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes
Terlalu sering makan makanan berminyak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, terutama penyakit jantung dan diabetes. Hal ini didasarkan pada penelitian di Harvard School of Public Health, kepada 100.000 orang pria dan wanita selama 25 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan gorengan sebanyak 4 – 6 kali seminggu berisiko hingga 39% untuk terkena diabetes tipe 2. Risiko penyakit jantung pun meningkat 23% dibandingkan dengan yang makan gorengan sekali seminggu.

Sementara itu, orang-orang yang makan gorengan 7 kali atau lebih selama seminggu mengalami peningkatan risiko penyakit diabetes hingga sekitar 55%. Cara terbaik untuk mencegahnya tidak lain dengan membatasi asupan makanan berminyak.

6. Meningkatkan risiko kanker
Pola makan yang tinggi lemak dan minyak tidak hanya berdampak pada risiko obesitas dan penyakit jantung. Hal ini juga meningkatkan risiko beragam penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker paru.

Sampai saat ini para peneliti masih terus melakukan riset untuk memastikan hubungan tersebut. Meski begitu, National Cancer Institute AS menyarankan setiap orang untuk membatasi asupan lemak jenuhnya dari makanan sehari-hari.

Anda juga disarankan untuk menghindari konsumsi makanan mengandung lemak trans. Sebaliknya, pilihlah lemak menyehatkan yang berasal dari ikan, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, dan makanan alami sejenisnya.

Jika Anda sering kesulitan menahan godaan untuk menikmati makanan berminyak, Anda tidak sendirian dalam hal ini. Meski hampir semua orang tahu bahwa makanan tinggi minyak bukanlah makanan sehat, menghindarinya memang sangatlah sulit.

Makanan berminyak berkandungan lemak tinggi. Jenis lemak pada makanan ini biasanya juga merupakan lemak “jahat” yang merugikan kesehatan. Lantas, apa saja dampak yang mungkin muncul saat sering makan makanan mengandung minyak?

Bahaya makanan berminyak bagi kesehatan
gorengan menyebabkan batuk

Salah satu cara memasak yang mudah dan praktis yakni menggoreng. Itulah mengapa Anda bisa menemukan makanan mengandung minyak di mana saja, mulai dari restoran cepat saji, pusat jajanan, kaki lima, hingga dapur Anda sendiri.

Jika Anda hanya mengonsumsinya sesekali dalam sebulan, mungkin tidak akan muncul masalah pada tubuh Anda. Namun, dalam jumlah banyak atau jangka panjang, minyak pada makanan dapat menimbulkan masalah kesehatan sebagai berikut.

1. Gangguan sistem pencernaan
Minyak berlebih yang Anda dapatkan saat makan gorengan bisa memberikan tekanan pada sistem pencernaan. Ini karena proses pencernaan lemak lebih lama dibandingkan zat gizi lainnya sehingga lemak bertahan lebih dalam dalam perut Anda.

Sistem pencernaan akhirnya bekerja lebih berat untuk memecah makanan yang berasal dari makanan berminyak. Lama-kelamaan, Anda mungkin mengalami keluhan seperti kembung, mual, atau sakit perut.

Makanan ini juga bisa memicu gejala pada orang yang mengalami penyakit pada sistem pencernaan seperti sindrom iritasi usus (IBS), pankreatitis kronis, atau muntaber. Mereka mungkin mengalami kram, sakit perut, dan diare.

2. Mematikan bakteri baik dalam usus
Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa apa yang Anda makan memengaruhi keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Usus Anda memiliki bakteri baik yang bertugas menjaga kekebalan tubuh dan membantu beberapa fungsi lainnya.

Konsumsi makanan berminyak yang berlebih dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus. Lemak akan mematikan bakteri baik sehingga jumlah bakteri merugikan menjadi lebih banyak.

Perubahan jumlah bakteri usus tidak hanya dapat memengaruhi kekebalan tubuh, tapi juga pencernaan serat, berat badan, kesehatan jantung, hingga kesehatan pencernaan secara umum. Jadi, mulailah membatasi konsumsi makanan yang tinggi akan minyak.

3. Memicu pertumbuhan jerawat
Jerawat memang tidak langsung muncul setelah Anda makan gorengan atau makanan lainnya yang banyak mengandung minyak. Meski begitu, asupan minyak yang berlebih lambat laun dapat mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Gangguan hormon merupakan salah satu penyebab munculnya jerawat. Tak hanya itu, makanan yang mengandung minyak bisa merangsang kerja kelenjar minyak pada kulit. Akibatnya, minyak berlebih menutup pori dan menjadi awal munculnya jerawat.

Anda mungkin menyadari kalau sebagian besar makanan berminyak juga mengandung gula. Lemak dan gula yang berlebih dapat memperparah peradangan di dalam tubuh. Jerawat akhirnya tidak hanya sulit sembuh, tapi juga bisa bertambah parah.

4. Meningkatkan risiko obesitas
Lemak dan minyak sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas. Tidak heran mengingat makanan tinggi lemak memang mengandung lebih banyak kalori. Sebagai gambaran, tiap 1 gram lemak dapat menyumbangkan sekitar 9 kalori untuk tubuh Anda.

Jika Anda sering makan makanan berminyak, asupan kalori harian tentu semakin banyak. Misalnya saja, kalori pada tahu goreng bisa mencapai lebih dari 100 kkal. Kini bayangkan sebanyak apa asupan kalori Anda bila Anda makan gorengan setiap hari.

Asupan lemak yang tidak diiringi pola makan dan gaya hidup sehat bisa meningkatkan risiko kegemukan hingga obesitas. Keduanya merupakan faktor risiko dari beragam penyakit, mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga radang sendi.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes
Terlalu sering makan makanan berminyak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, terutama penyakit jantung dan diabetes. Hal ini didasarkan pada penelitian di Harvard School of Public Health, kepada 100.000 orang pria dan wanita selama 25 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan gorengan sebanyak 4 – 6 kali seminggu berisiko hingga 39% untuk terkena diabetes tipe 2. Risiko penyakit jantung pun meningkat 23% dibandingkan dengan yang makan gorengan sekali seminggu.

Sementara itu, orang-orang yang makan gorengan 7 kali atau lebih selama seminggu mengalami peningkatan risiko penyakit diabetes hingga sekitar 55%. Cara terbaik untuk mencegahnya tidak lain dengan membatasi asupan makanan berminyak.

6. Meningkatkan risiko kanker
Pola makan yang tinggi lemak dan minyak tidak hanya berdampak pada risiko obesitas dan penyakit jantung. Hal ini juga meningkatkan risiko beragam penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker paru.

Sampai saat ini para peneliti masih terus melakukan riset untuk memastikan hubungan tersebut. Meski begitu, National Cancer Institute AS menyarankan setiap orang untuk membatasi asupan lemak jenuhnya dari makanan sehari-hari.

Anda juga disarankan untuk menghindari konsumsi makanan mengandung lemak trans. Sebaliknya, pilihlah lemak menyehatkan yang berasal dari ikan, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, dan makanan alami sejenisnya.

7. Mengganggu fungsi otak
Konsumsi berlebihan makanan berminyak mungkin dapat mengganggu fungsi otak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hal ini berkaitan dengan kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme akibat asupan lemak berlebih.

Semua faktor tersebut berkaitan dengan gangguan pada struktur, jaringan, dan aktivitas pada organ otak. Bahkan, sebuah studi dalam Journal of Nutritional Science menunjukkan adanya penurunan dalam kemampuan belajar dan mengingat.

Berbagai efek ini tentu tidak langsung muncul dalam waktu singkat. Namun, tentu lebih baik bila Anda mencegahnya dengan membatasi asupan makanan yang mengandung minyak seperti fast food, donat, piza, kentang goreng, dan sejenisnya.

Sumber : hellosehat

Address

Jalan Slamet Riyadi No. 380, Dusun III, Makamhaji, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo
Sukoharjo
57161

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fazmaag posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Fazmaag:

Share