31/05/2026
PELAJAR PEJUANG KEMBALI KE BANGKU SEKOLAH
Pada 1 Desember 1955, Persatuan Peladjar Demobilisan (P.P.D.) Sragen memperingati genap lima tahun berdirinya organisasi yang lahir pada 1 Desember 1950. Organisasi ini menghimpun para bekas pelajar pejuang yang pernah terlibat dalam Revolusi Kemerdekaan 1945–1949, baik dari Tentara Pelajar, TRIP, laskar maupun satuan-satuan perjuangan lainnya.
Salah satu dokumen penting peringatan tersebut adalah Buku Peringatan Genap V Tahun Berdirinja P.P.D. Sragen. Dalam buku itu tercantum susunan panitia yang dipimpin oleh S.K. Ariv Djatmika sebagai Ketua P.P.D. Sragen dan Djojotaruno sebagai Ketua Penyelenggara.
Yang menarik, buku ini memuat amanat Presiden Republik Indonesia, Soekarno, bertanggal 31 Mei 1954 di Jakarta. Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa revolusi Indonesia belum selesai. Setelah perang kemerdekaan berakhir, tugas generasi muda bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menuntut ilmu, meningkatkan kecakapan, dan membangun negara.
Soekarno menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan dan kesulitan yang harus diatasi demi menyempurnakan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa. Karena itu para pelajar pejuang diminta tetap memiliki semangat pengabdian, sanggup menghadapi berbagai ujian, serta membaktikan tenaga dan pikirannya untuk Indonesia.
Buku peringatan ini bukan sekadar kenangan organisasi. Ia merupakan saksi sejarah perubahan besar di Indonesia: dari masa perjuangan bersenjata menuju perjuangan melalui pendidikan. Dari memegang senapan di medan revolusi menjadi memegang buku di ruang kelas. Sebuah warisan semangat yang masih relevan hingga hari ini.
"Revolusi kita belumlah selesai." Pesan Soekarno itu terus bergema, mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan, kerja keras, dan pengabdian tanpa henti.
Sumber :
Kredit foto buku dari id fb Agung Nata
1 DECEMBER 1950 1 DECEMBER 1955
BUKU PERINGATAN
Genap V. tahun berdirinja :
PERSATUAN PELADJAR DEMOBILISAN
S R A G E N .
Diterbitkan oleh: P. P. D. SRAGEN.