Sragen Tempo Doeloe

Sragen Tempo Doeloe Sragen Tempo Doeloe (STeDO) — Media sejarah Blitar modern. Menyajikan cerita tempo dulu, foto lawas, dan wisata heritage Blitar.

Bergabunglah & ikut melestarikan sejarah. Beberapa hal yang ingin di wujudkan melalui Sragen Tempo Doeloe adalah terciptanya komunitas yang peduli :

1. Pengembangan generasi muda yang tertarik akan Sejarah dan Budaya Sragen.

2. Pelestarian aset – aset Sejarah dan Budaya Sragen

3. Mengarsipkan dan mendokumentasikan Sejarah dan Budaya Sragen. Harapan kedepan akan muncul ide-ide kreatif berupa :

1. Kegiatan ekstra bagi anak sekolah melalui pendidikan sejarah non formal yang bersifat menyenangkan dan menarik.

2. Penerbitan tulisan dan media kepada masyarakat umum

Keterangan
Sragen Tempo Doeloe (STeDo) adalah media pendorong agar masyarakat memiliki antusiasme terhadap sejarah dan budaya lokal Sragen. Didirikan pada tanggal 14 Agustus 2014 oleh Prabowo Srg melalui situs sosial Facebook. Komunitas STedo adalah sebagai tempat saling berbagi dan belajar tentang sejarah dan budaya. Penghubung bagi masyarakat awam agar tertarik akan dunia sejarah dan budaya.Sehingga wujud akhirnya adalah kecintaan dan kepedulian akan kota Sragen terutama aspek sejarah dan budaya.

Berbeda suku, agama, dan budaya bukan penghalang. Pancasila menyatukan Indonesia dalam semangat kebersamaan. 🇮🇩SELAMAT H...
01/06/2026

Berbeda suku, agama, dan budaya bukan penghalang. Pancasila menyatukan Indonesia dalam semangat kebersamaan. 🇮🇩

SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA
1 JUNI

PELAJAR PEJUANG KEMBALI KE BANGKU SEKOLAHPada 1 Desember 1955, Persatuan Peladjar Demobilisan (P.P.D.) Sragen memperinga...
31/05/2026

PELAJAR PEJUANG KEMBALI KE BANGKU SEKOLAH

Pada 1 Desember 1955, Persatuan Peladjar Demobilisan (P.P.D.) Sragen memperingati genap lima tahun berdirinya organisasi yang lahir pada 1 Desember 1950. Organisasi ini menghimpun para bekas pelajar pejuang yang pernah terlibat dalam Revolusi Kemerdekaan 1945–1949, baik dari Tentara Pelajar, TRIP, laskar maupun satuan-satuan perjuangan lainnya.

Salah satu dokumen penting peringatan tersebut adalah Buku Peringatan Genap V Tahun Berdirinja P.P.D. Sragen. Dalam buku itu tercantum susunan panitia yang dipimpin oleh S.K. Ariv Djatmika sebagai Ketua P.P.D. Sragen dan Djojotaruno sebagai Ketua Penyelenggara.

Yang menarik, buku ini memuat amanat Presiden Republik Indonesia, Soekarno, bertanggal 31 Mei 1954 di Jakarta. Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa revolusi Indonesia belum selesai. Setelah perang kemerdekaan berakhir, tugas generasi muda bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menuntut ilmu, meningkatkan kecakapan, dan membangun negara.

Soekarno menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan dan kesulitan yang harus diatasi demi menyempurnakan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa. Karena itu para pelajar pejuang diminta tetap memiliki semangat pengabdian, sanggup menghadapi berbagai ujian, serta membaktikan tenaga dan pikirannya untuk Indonesia.

Buku peringatan ini bukan sekadar kenangan organisasi. Ia merupakan saksi sejarah perubahan besar di Indonesia: dari masa perjuangan bersenjata menuju perjuangan melalui pendidikan. Dari memegang senapan di medan revolusi menjadi memegang buku di ruang kelas. Sebuah warisan semangat yang masih relevan hingga hari ini.

"Revolusi kita belumlah selesai." Pesan Soekarno itu terus bergema, mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan, kerja keras, dan pengabdian tanpa henti.

Sumber :
Kredit foto buku dari id fb Agung Nata
1 DECEMBER 1950 1 DECEMBER 1955
BUKU PERINGATAN
Genap V. tahun berdirinja :
PERSATUAN PELADJAR DEMOBILISAN
S R A G E N .
Diterbitkan oleh: P. P. D. SRAGEN.


Selamat Hari Jadi ke 280
26/05/2026

Selamat Hari Jadi ke 280

Piye kabar tirakatan ndek kampung mu ? Fotone kirim di komentar yow..
26/05/2026

Piye kabar tirakatan ndek kampung mu ? Fotone kirim di komentar yow..

Rumah Makan Lumayan, Ikon Kuliner Legendaris Sragen Era 1980-anPotret lawas ini memperlihatkan Rumah Makan Lumayan yang ...
25/05/2026

Rumah Makan Lumayan, Ikon Kuliner Legendaris Sragen Era 1980-an

Potret lawas ini memperlihatkan Rumah Makan Lumayan yang pernah berdiri di Jalan Sukowati, Beloran, Sragen Kulon, Kabupaten Sragen. Dengan menu andalan Ayam Goreng Kalasan dan Gudeg Jogja Asli, rumah makan ini menjadi salah satu tempat singgah favorit masyarakat dan pelintas jalur Solo–Sragen pada masanya.

Deretan mobil klasik, papan reklame Coca-Cola, serta desain bangunan khas zamannya menjadi saksi perkembangan Kota Sragen pada dekade 1980-an. Foto ini bukan sekadar dokumentasi kuliner, tetapi juga jejak sejarah wajah Kota Sragen yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Sumber :
Kredit foto : id fb Purwadi Rahmad dan Yuliaws


🔥 Sragen bersiap berpesta budaya !Wayang kulit, tari tradisional, karawitan, UMKM, donor darah, sampai hiburan spesial b...
20/05/2026

🔥 Sragen bersiap berpesta budaya !

Wayang kulit, tari tradisional, karawitan, UMKM, donor darah, sampai hiburan spesial bakal jadi satu dalam perayaan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen.

Bukan sekadar tontonan, ini tentang menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah zaman modern. GRATIS untuk semua usia — ajak keluarga, teman, dan saudaramu merasakan hangatnya budaya Jawa di Tanah Manusia Purba.

📍Sabtu, 23 Mei 2026
📌 Halaman DPRD Kabupaten Sragen

“Budaya tidak boleh hanya dikenang, tapi harus dirayakan.” ✨



Tiong Hoa Hwee Koan atau THHK di Sragen menjadi bagian penting sejarah kebangkitan masyarakat Tionghoa di Hindia Belanda...
14/05/2026

Tiong Hoa Hwee Koan atau THHK di Sragen menjadi bagian penting sejarah kebangkitan masyarakat Tionghoa di Hindia Belanda awal abad ke-20. Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan budaya, serta mendirikan sekolah modern bagi komunitas Tionghoa di Sragen.

Melalui THHK, masyarakat Tionghoa di Sragen mulai mengenal pendidikan modern, bahasa Mandarin, serta semangat persatuan dan kemajuan. Keberadaan THHK juga menunjukkan kuatnya jaringan komunitas Tionghoa di kota-kota kecil Jawa pada masa kolonial Belanda.
Photografer : Tan Hong Wan


Cap panjang (langstempel) Sragen bersama cap kotak Soerakarta pada sebuah surat.Houtaankap- en Kultuur-Maatschappij Madj...
13/05/2026

Cap panjang (langstempel) Sragen bersama cap kotak Soerakarta pada sebuah surat.

Houtaankap- en Kultuur-Maatschappij Madjenang, SRAGEN
(perusahaan penebangan kayu dan eksploitasi perkebunan/pertanian bernama Madjenang)
Hindia Belanda

Kepada
Yang Terhormat Tuan P. van Santen Nz.
Amsterdam.
Paleisstraat No. 19.

Franco (ongkos kirim telah dibayar lunas).
SRAGEN & SOERAKARTA – AMSTERDAM, 9 Januari 1900
(frangko campuran tipe B / mixed franking type B).

Catatan istilah :

“WelEdGeb. Heer” = singkatan Belanda lama dari Weledelgeboren Heer, artinya “Tuan Yang Terhormat”.
“Nz.” biasanya singkatan patronimik Belanda (Nicolaaszoon atau sejenisnya), menunjukkan garis keluarga/nama ayah.
“Franco” berarti surat dikirim dengan porto sudah dibayar.
“Langstempel” = cap pos memanjang.
“Vierkant cancel” = cap pos berbentuk kotak.

Sumber :
Kredit Foto : id fb Frans Paul Mannot

INFO EVENTPERANGKO STAMP FILATELIS=======ASIAN INTERNATIONAL STAMP EXHIBITIONBandung, 27 - 31 Agustus 2026
12/05/2026

INFO EVENT
PERANGKO STAMP FILATELIS

=======

ASIAN INTERNATIONAL STAMP EXHIBITION

Bandung, 27 - 31 Agustus 2026

INFO EVENtNumismatik :Numismatik adalah cabang ilmu yang mempelajari mata uang, terutama koin, uang kertas, medali, toke...
10/05/2026

INFO EVENt

Numismatik :

Numismatik adalah cabang ilmu yang mempelajari mata uang, terutama koin, uang kertas, medali, token, dan alat pembayaran lain dari masa lampau. Dalam ilmu sejarah, numismatik termasuk bagian dari ilmu bantu sejarah (auxiliary sciences of history).

Bidang ini digunakan untuk membantu sejarawan memahami :

kondisi ekonomi suatu kerajaan atau negara,
perdagangan dan jalur niaga,
kekuasaan politik,
agama dan simbol budaya,
kronologi pemerintahan,
hingga teknologi pembuatan logam pada zamannya.

Contohnya :

Koin kerajaan Majapahit bisa membantu mengetahui simbol kekuasaan dan aktivitas perdagangan era itu.
Uang VOC atau Hindia Belanda membantu menelusuri sejarah kolonial di Indonesia.
Tulisan dan tahun pada koin sering dipakai untuk menentukan periode sejarah suatu situs atau temuan arkeologi.

Numismatik juga sangat berkaitan dengan :
Arkeologi
Epigrafi
Filologi
Sejarah Ekonomi

Secara etimologi, kata “numismatik” berasal dari bahasa Yunani nomisma yang berarti “mata uang” atau “sesuatu yang berlaku sebagai alat tukar.

Address

Sragen
572000

Telephone

+6285293529648

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sragen Tempo Doeloe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share